23-09-2010, 11:52 PM
|
All About Argo Bromo & Argo Bromo Anggrek
|
|
kalau dugaan saya sih salah satu terpenting kereta sering anjlok karena besi pengunci rel ke bantalan sering di curi
jadi membuat rel tersebut tidak stabil jika di lalui , mengenai toilet ramah lingkungan ini musti di dukung
My web site : http://Mahkota.net
24-09-2010, 02:15 PM
Ketika Argo Bromo JS950 diluncurkan dengan kondisi track masih bantalan kayu, mampu melahap Jakarta-Surabaya pp dengan 9 jam. Begitu pula dengan Argo Bromo Anggrek dengan waktu 8 jam 30 menit pada tahu 1997. Namun 2 tahun kemudian waktu tempuh ABA dilamain 30 menit jadi 9 jam. Hal ini membuktikan bahwa ABA memang tidak mampu dipaksa menjadi kereta secepat yang dirancang untuk jalur ini meskipun kondisi track waktu itu masih bantalan kayu. Apabila dpaksakan ngebut akan terjadi banyak PLH.
Meskipun sekarang sudah 100% bantalan beton untuk lintas utara tapi waktu justru lebih lama karena masinis mungkin masih mematuhi T-100 tiap jalur, kalau datang lebih awal dari jadwal yang ditentukan otomatis PPKA akan menunggu sampai waktu keberangkatan. Misalkan di lintas utara diasumsikan tidak kereta apapun, saya yakin ABA akan menempuh Jakarta-Surabaya selama 6-7 jam. Lintas Utara dimana ABA harus dipacu pada kecepatan tinggi adalah -Lintas Surabaya-Semarang harus 2-3 jam -Lintas Semarang - Pekalongan harus 1-1,5 jam -Lintas Pekalongan - Cirebon harus 1,5 jam -Lintas Cirebon - Jakarta harus 2-2,5 jam Mungkin untuk jalur yang baru selesai digani beton seperti Surabaya-Semarang butuh waktu untuk penyempurnaan karena masih banyak yang belum dimuluskan, kayak rel di laut gitu. Sebenarnya jalur Surabaya-Semarang itu mirip dengan jalur Madiun-Sragen-Solo-Yogya-Kroya dimana kereta bisa dipacu hingga 140-an kalau mau.
24-09-2010, 02:42 PM
Saat diluncurkan th 1995 ,KA Sembrani , Argomuria , Rajawali , Harina , Senja Kediri , Parcel ONS , belum lahir , Juga KA Matarmaja masih liwat jalur selatan ( CMIIW )
btw dengan hadirnya " beliau " di atas di lintas utara menambah waktu persilangan ,mungkin jalan keluarnya dengan mengutamakan safety adalah menunggu DT selesai dan dengan boggie K8 safety ternyata lebih tinggi dari pada type K8
25-09-2010, 08:43 AM
(24-09-2010, 02:42 PM)BAMBANG EKO Wrote: Saat diluncurkan th 1995 ,KA Sembrani , Argomuria , Rajawali , Harina , Senja Kediri , Parcel ONS , belum lahir , Juga KA Matarmaja masih liwat jalur selatan ( CMIIW ) betul pakde, banyak nya KA di lintas Utara dan bertambahnya GAPEKA KRL juga ikut berpengaruh pada waktu tempuh ABA...
25-09-2010, 03:25 PM
Perawatan = Keselamatan. Teknologi yg lebih "sederhana" dalam hal ini hanya mengurangi kenyamanan dan tidak menjamin keselamatan lebih.
27-09-2010, 04:48 PM
(15-08-2010, 08:52 PM)Bagaazt Wrote: oya..slasa kmaren ku ke inka.. gimana teman-teman, ada yang tau gak perkembangan dari gerbong baru ini? bakal pake boogie apa? dan akan diberikan ke KA yang mana?
KA Sumber Kentjono
27-09-2010, 05:38 PM
ada update mengenai rangkaian 'asli' ABA, kangen ngliatnya stabling di MRI..
01-10-2010, 12:03 AM
KA Argo Anggrek Mati Listrik, Penumpang Panik
Jakarta - Kereta Api (KA) Argo Anggrek Jurusan Surabaya-Jakarta tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Rupanya ada masalah dengan sistem kelistrikan kereta tersebut sehingga suasana di dalam menjadi gelap gulita. Sontak hal ini membuat beberapa penumpang panik. Terlebih lokasi berhentinya kereta berada di area persawahan. "Tiba-tiba di tengah sawah mati lampu semua. Sempat berhenti sejam," kata Hargijanto, salah seorang penumpang kepada detikcom, Kamis (30/9/2010). Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB. Kereta yang menuju ke arah Jakarta tersebut kemudian ditarik hingga stasiun terdekat, yakni stasiun Babat, Lamongan. Berdasarkan penuturan petugas setempat, KA mewah tersebut mengalami korsleting listrik. Sehingga diperlukan penggantian kabel dan peralatan lain. Sekitar pukul 22.00 WIB kereta mulai kembali berjalan normal. "Sempat panik tadi, apalagi di tengah sawah berhentinya. Masa kereta yang mewah ini bisa mati lampu," tegasnya. Hingga saat ini belum ada pejabat PT KA yang bisa dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut. kira2 pake rangkaian yg mana yah
Sawunggalih Utama, Taksaka, Turangga, Argo Wilis, Lodaya, Kutut, Bogowonto AC, Kutsel and Malabar.
01-10-2010, 07:11 AM
(01-10-2010, 12:03 AM)kutoarjo Wrote: KA Argo Anggrek Mati Listrik, Penumpang Panik wah ini persis seperti yang saya alami tanggal 19 September kemarin pak, saya posting di postingan nomor 724. waktu itu saya naik yang rangkaian gado-gado, jelek banget. KA waktu itu berenti lama di Stasiun Duduk Sampean (Sebelum Stasiun Lamongan) sekitar 2 jam buat menunggu tambahan gerbong BP dari SBI.
KA Sumber Kentjono
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|
Users browsing this thread: 3 Guest(s)




jadi membuat rel tersebut tidak stabil jika di lalui
, mengenai toilet ramah lingkungan ini musti di dukung


