Posts: 909
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
3
(14-12-2010, 04:29 PM)m_ilhami Wrote: semoga pemerintah peduli..bukan cuma bangun jalan layang di jakarta
oot: jalan layang antasari-casablanca kah yang dimaksud? itu kan dibangun untuk alternatif pengalihan lalin ketika mrt dibangun kelak.
[/quote]
O gitu ya..thx info nya.
Posts: 311
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
3
Besok ada rencana mau ke BY MRI ..liat ah berapa set sih KRL yg lg PA
Posts: 785
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
8
Sebenernya pembatalan itu karena ada inspeksi dari Kantor Pusat BD (katanya lho) yang mau ngecek kondisi rangkaian laik jalan apa nggak.
setiap harinya 4 rangkaian (8 set) KRL non-AC dan 2 set KRL AC.
KCJ 7000 series-7117F
Posts: 535
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
2
Sebaiknya jangan tarik Holec dulu dari peredaran, sebelum ada penggantinya.
Sebelum ada pembatalan 43 KRL BOO-JAKK/THB (mayoritas KRL Eko yang dibatalkan) saja masih belum sanggup mengangkut penumpang dengan optimal. Buktinya okupansi selalu diatas 100%. Apa gak kelihatan??? Apalagi setelah ada pembatalan??? Dengar kabar katanya uang PSO tahun 2010 belum turun (sekitar 400 M). Makin kacau,,
Saya makin heran sama pemerintah, di satu sisi menggalakan transportasi massal, macam KRL. Sampai mau menerapkan pajak progresive,penghapusan BBM bersubsidi, Tarif Parkir, dll. Disisi lain malah membunuh transprtasi massal (KRL). 
Posts: 1,185
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
22
15-12-2010, 07:09 AM
(This post was last modified: 15-12-2010, 07:39 AM by Logawa_exp.)
nah loooo....
Katanya KRL EX bagus...
Katanya KRL EX keren...
Katanya KRL Ex handal..
Katanya.... .....
ya beginilah kalo kita beli barang second..jaminan Purna Jualnya tidak ada, atau sangat minim, komponen juga sudah jarang di jual...
seharusnya pemerintah atau PT.KCJ tanggap...
harga naik ga masalah, asal pelayanan bagus dan maksimal..
Beli baru emang mahal, tapi jaminan kualitas terjaga...
Kalo belum percaya Produk dalam negeri, ya mau impor silahkan, tapi bangsa kita tidak akan pernah maju kalo hanya impor..

Kira-kira sampai kapan pembatalan ini??
apakah menunggu KRL baru datang???
dan langsung di pakai untuk mengangkut sampai Overload dan jika kemudian ada masalah langsung di cap ga bagus ???
Posts: 3,191
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
16
(15-12-2010, 12:54 AM)ahmadi Wrote: Sebaiknya jangan tarik Holec dulu dari peredaran, sebelum ada penggantinya.
Sebelum ada pembatalan 43 KRL BOO-JAKK/THB (mayoritas KRL Eko yang dibatalkan) saja masih belum sanggup mengangkut penumpang dengan optimal. Buktinya okupansi selalu diatas 100%. Apa gak kelihatan??? Apalagi setelah ada pembatalan??? Dengar kabar katanya uang PSO tahun 2010 belum turun (sekitar 400 M). Makin kacau,,
Saya makin heran sama pemerintah, di satu sisi menggalakan transportasi massal, macam KRL. Sampai mau menerapkan pajak progresive,penghapusan BBM bersubsidi, Tarif Parkir, dll. Disisi lain malah membunuh transprtasi massal (KRL). 
Saya belum tahu pasti apakah seluruh Holec benar-benar dihapuskan dari perka KRL ekonomi, tetapi indikasinya mulai jelas karena kehandalannya saat ini sudah berkurang dibandingkan di masa-masa awal dinasannya.
Kemungkinan besar pemerintah sendiri memiliki tujuan yang benar tetapi ada kesalahan dari segi pelaksanaan sehingga pencanangan transportasi massal umum kurang mendapat tanggapan dari masyarakat.
(15-12-2010, 07:09 AM)Logawa_exp Wrote: nah loooo....
Katanya KRL EX bagus...
Katanya KRL EX keren...
Katanya KRL Ex handal..
Katanya.... .....
ya beginilah kalo kita beli barang second..jaminan Purna Jualnya tidak ada, atau sangat minim, komponen juga sudah jarang di jual...
seharusnya pemerintah atau PT.KCJ tanggap...
harga naik ga masalah, asal pelayanan bagus dan maksimal..
Beli baru emang mahal, tapi jaminan kualitas terjaga...
Kalo belum percaya Produk dalam negeri, ya mau impor silahkan, tapi bangsa kita tidak akan pernah maju kalo hanya impor..

Kira-kira sampai kapan pembatalan ini??
apakah menunggu KRL baru datang???
dan langsung di pakai untuk mengangkut sampai Overload dan jika kemudian ada masalah langsung di cap JELEK/ BOBROK ???
Pembatalannya kemungkinan besar dilakukan selama hari kerja dalam minggu ini, karena PT. KAI sendiri sedang memeriksa rangkaian-rangkaian yang berpotensi menimbulkan masalah saat dinasan.
Sebenarnya antara impor KRL bekas dengan merakit KRL baru adalah sebuah dilema internal PT. KAI/PT. KCJ, di mana untuk merakit KRL baru INKA masih terbatas dalam hal tempat loos perakitan yang ada sedangkan impor dari Jepang pun sepertinya masih dianggap belum memadai untuk menyelesaikan masalah kekurangan kebutuhan akan armada dan sarana angkutan KRL di Jabodetabek.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Posts: 535
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
2
(15-12-2010, 07:20 AM)Charles Wrote: (15-12-2010, 12:54 AM)ahmadi Wrote: Sebaiknya jangan tarik Holec dulu dari peredaran, sebelum ada penggantinya.
Sebelum ada pembatalan 43 KRL BOO-JAKK/THB (mayoritas KRL Eko yang dibatalkan) saja masih belum sanggup mengangkut penumpang dengan optimal. Buktinya okupansi selalu diatas 100%. Apa gak kelihatan??? Apalagi setelah ada pembatalan??? Dengar kabar katanya uang PSO tahun 2010 belum turun (sekitar 400 M). Makin kacau,,
Saya makin heran sama pemerintah, di satu sisi menggalakan transportasi massal, macam KRL. Sampai mau menerapkan pajak progresive,penghapusan BBM bersubsidi, Tarif Parkir, dll. Disisi lain malah membunuh transprtasi massal (KRL). 
Saya belum tahu pasti apakah seluruh Holec benar-benar dihapuskan dari perka KRL ekonomi, tetapi indikasinya mulai jelas karena kehandalannya saat ini sudah berkurang dibandingkan di masa-masa awal dinasannya.
Kemungkinan besar pemerintah sendiri memiliki tujuan yang benar tetapi ada kesalahan dari segi pelaksanaan sehingga pencanangan transportasi massal umum kurang mendapat tanggapan dari masyarakat.
(15-12-2010, 07:09 AM)Logawa_exp Wrote: nah loooo....
Katanya KRL EX bagus...
Katanya KRL EX keren...
Katanya KRL Ex handal..
Katanya.... .....
ya beginilah kalo kita beli barang second..jaminan Purna Jualnya tidak ada, atau sangat minim, komponen juga sudah jarang di jual...
seharusnya pemerintah atau PT.KCJ tanggap...
harga naik ga masalah, asal pelayanan bagus dan maksimal..
Beli baru emang mahal, tapi jaminan kualitas terjaga...
Kalo belum percaya Produk dalam negeri, ya mau impor silahkan, tapi bangsa kita tidak akan pernah maju kalo hanya impor..

Kira-kira sampai kapan pembatalan ini??
apakah menunggu KRL baru datang???
dan langsung di pakai untuk mengangkut sampai Overload dan jika kemudian ada masalah langsung di cap JELEK/ BOBROK ???
Pembatalannya kemungkinan besar dilakukan selama hari kerja dalam minggu ini, karena PT. KAI sendiri sedang memeriksa rangkaian-rangkaian yang berpotensi menimbulkan masalah saat dinasan.
Sebenarnya antara impor KRL bekas dengan merakit KRL baru adalah sebuah dilema internal PT. KAI/PT. KCJ, di mana untuk merakit KRL baru INKA masih terbatas dalam hal tempat loos perakitan yang ada sedangkan impor dari Jepang pun sepertinya masih dianggap belum memadai untuk menyelesaikan masalah kekurangan kebutuhan akan armada dan sarana angkutan KRL di Jabodetabek.
Minimal Holec dalam sehari dinasannya dikurangi, 1-2 trip saja pada jam sibuk sangat membantu sekali. Omong-omong apa KRL Hitachi juga di grounded seperti Holec? Dengar kabar rangkaian yang bermasalah ada 5( 4 ekonomi + 1 AC). Sekarang KRL eko cuma Rheos doank yang terlihat dilapangan.
Armada penggantinya cuma 4 gerbong KRD Bumi Geulis. Itu pun cuma pagi dan sore sekalian pulang ke THB.
Semua barang ada umurnya, setelah habis masa pakai baru di ekspor ke Indonesia. Beli KRL bekas hanya solusi jangka pendek. Jangka panjang pemerintah harus berani invest lebih, beli KRL baru.
Kalau perlu joint venture antara INKA dengan rolling stock luar (seperti kasus GE lokindo) atau invest lebih di INKA untuk meningkatkan kapasitas produksi KRLI. Kebutuhan KRL segar bugar di Indonesia masih lumayan tinggi. Bisa dilihat dari daerah yang akan dielektrifikasi semakin bertambah (sekarang sudah sampai Maja ditambah wacana elektrifikasi PDL-CCL), penumpang KRL Jabodetabek selalu tumbuh dari tahun ke tahun, ditambah banyaknya armada yang butuh peremajaan.
Posts: 1,624
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
8
Mudah-mudahan gak salah kamar ...
Dapet dari Kompas.com edisi hari ini ...
Quote:Cerita Kaum Urban
Ketika 43 KRL Batal Berangkat...
Rabu, 15 Desember 2010 | 08:08 WIB
Oleh Agnes Rita Sulistyawaty
Dua hari ini Yudi (38) kelabakan berangkat kerja. Kereta rel listrik yang melintas di Stasiun Cilebut selalu sesak, belakangan lebih padat dibandingkan hari-hari biasa. Untuk naik ke kereta saja tidak mungkin. Senin lalu, Yudi memilih tidak masuk kerja lantaran tidak kebagian ruang berdiri di kereta.
Sejak pukul 06.00, saya tunggu kereta, tapi kereta yang lewat sangat penuh. Bisa saja saya naik, tapi ada risiko jatuh. Daripada jatuh, saya pilih pulang saja sekitar pukul 07.00 karena belum dapat kereta,†tutur Yudi yang masuk kerja pukul 07.00.
Kondisi ini terjadi lantaran 43 perjalanan kereta rel listrik (KRL) di Jabodetabek dibatalkan. Pembatalan perjalanan kereta itu diputuskan menyusul rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) menarik kereta apiâ€â€baik KRL maupun lokomotifâ€â€yang sudah tidak laik jalan untuk diperbaiki.
Selasa, Yudiâ€â€yang mengantongi upah Rp 41.000 per hari memilih naik bus setelah mendengar pengumuman, sejumlah KRL tidak diberangkatkan. Namun, karena perjalanan dengan bus tidak secepat KRL, Yudi terlambat 45 menit di tempat kerja.
Berebut kereta juga dialami Susi. Beruntung Susi naik kereta dari Stasiun Bogor atau stasiun paling awal di jalur Bogor-Jakarta. Biasanya, penumpang memang berjejal di dalam kereta. Namun, dua hari terakhir kepadatan penumpang melebihi hari biasanya. â€ÂUntuk bernapas saja susah,†ucap Susi yang bekerja sebagai buruh di kawasan Juanda, Jakarta Pusat.
Tiket KRL yang relatif terjangkauâ€â€Rp 1.500-Rp 11.000 sekali jalanâ€â€membuat moda transportasi ini banyak diburu orang. Apalagi KRL terhindar dari kemacetan di jalan raya sehingga waktu tempuh relatif cepat. Dari Bogor hingga Gambir, misalnya, dibutuhkan waktu sekitar satu jam saja. Tidak heran apabila banyak warga yang memanfaatkan moda transportasi ini untuk mengantarkan dari sekitar rumah hingga ke lokasi kerja.
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sudaryatmo adalah salah satu pelanggan KRL. Ia biasa menumpang kereta dari Stasiun Bojong Gede ke Stasiun Duren Tiga. â€ÂSebenarnya KRL merupakan transportasi publik yang paling baik dibandingkan transportasi publik lain kendati semua transportasi publik belum memberikan kenyamanan bagi penggunanya,†ucap Sudaryatmo.
Sama seperti Yudi dan Susi, dua hari terakhir Sudaryatmo juga merasakan sulitnya naik KRL lantaran padatnya penumpang. Sebelum perbaikan ini, tidak semua KRL yang ada beroperasi. Dari 386 KRL yang tersedia, hanya sekitar 340 unit yang beroperasi. Puluhan kereta lain sudah tua dan kerap rusak.
Penambahan kereta tidak sebanding dengan pertumbuhan penumpang. Dalam rencana bisnis PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Commuter Jabodetabek (KCJ)â€â€anak perusahaan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)â€â€2009-2013, ada rencana membeli 88 KRL bekas. Sementara tahun 2013 diperkirakan jumlah penumpang yang kini sekitar 500.000 orang per hari bakal mencapai 1,49 juta orang per hari.
Perbaikan bertahap
Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi I Jabodetabek Mateta Rijalulhaq mengatakan, perbaikan KRL dilakukan bertahap. â€ÂKalau kerusakan tidak parah, kereta bisa beroperasi lagi. Akan tetapi, kalau kereta rusak parah, waktu perawatan bisa lama, bahkan kereta itu tidak bisa lagi beroperasi,†papar Mateta.
Ia belum bisa memastikan waktu yang dibutuhkan untuk pemeriksaan semua kereta.
Sekretaris Perusahaan PT KCJ Makmur Syaheran mengatakan, pihaknya meminta petugas di stasiun agar terus mengumumkan perjalanan kereta yang dibatalkan. Dengan begitu, calon penumpang bisa memilih moda transportasi lain apabila merasa terganggu dengan pembatalan perjalanan kereta api ini.
Dokter Sofyan, pengguna jasa KRL, menyayangkan pembatalan keberangkatan karena mengganggu aktivitas warga. Menurut dia, jika sarana KRL diperbaiki, hal itu bisa dapat mengurangi kemacetan di jalan.
â€ÂPersoalan KRL sering saya dengar. Tidak hanya pembatalan keberangkatan, tetapi juga sinyal yang hilang, mogok, atau persoalan lain,†katanya.
Sudaryatmo pun menyesalkan pembatalan perjalanan KRL. Mestinya jadwal KRL disusun memperhitungkan masa perawatan dan perbaikan kereta. Apalagi jadwal itu dibuat PT. Kereta Api Indonesia (Persero), bukan konsumen. â€ÂPembatalan sepihak melanggar hak konsumen,†katanya.
Kekacauan perjalanan KRL ini menunjukkan masalah di level operator dan regulator perkeretaapian Indonesia. Di tingkat regulator, tidak ada dukungan terhadap perkeretaapian sebagai transportasi massal publik.
Peneliti transportasi dari Universitas Indonesia, Jachrizal, memahami keputusan direksi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan 43 perjalanan demi keamanan penumpang. Namun, katanya, keputusan itu membuat kepentingan masyarakat kalah.
Persoalan ini merupakan bagian dari sederet persoalan. Adapun persoalan mendasar perkeretaapian adalah perbaikan manajemen, seperti pengelolaan rel dan kereta. Dua hal ini dikelola manajemen berbeda.
Hal ini memprihatinkan, apalagi menjelang pemerintah membatasi penjualan bahan bakar minyak bersubsidi di Pulau Jawa mulai Maret 2011. Perbaikan transportasi publik merupakan salah satu agenda besar yang harus segera diperbaiki. Transportasi yang baik akan mendorong pengguna kendaraan pribadi memilih moda transportasi publik karena alasan kepraktisan, yakni mudah, lebih irit, dan tepat waktu.
Namun, jika pembangunan transportasi publik tak juga terwujud, bukan tak mungkin pemerintah menuai persoalan yang jauh lebih pelik. (NDY)
Di satu sisi ane setuju armada dibenahi ...
Tapi di sisi lain kebijakan ini menimbulkan masalah baru ...
Monggo dari temen-temen barangkali punya pandangan lain ...
Posts: 909
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
3
Kabar nya proyeksi penyerapan Anggaran pemerintah 2010 ini hanya sekitar 90%. Seandainya 10% itu dialokasikan untuk pengadaan KRL baru...
Posts: 2,564
Threads: 0
Joined: Feb 2008
Semoga kejadian ini membuka mata hati pemerintah kita agar lebih peduli angkutan massal satu ini.
|