Posts: 3,295
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
23
hedew.... tanah milik pt.ka kok dibangun rumah. jgn salahkan pt.ka loh...
Keep Fighting Never Give
Posts: 995
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
14
aku ga tahu kecelakaannya itu hanya sekedar saja. bapakku itu habis naik gajayana. -_______________________-________________- serius banget hahahahaaaaaaahaaahaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhaaaaaaaaaaaaa
Posts: 2,972
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
14
gile bener spoor box nya hancur !
yang saya heran ko ya bisa lepas berarti rantai pengaman rangkaian tidak di kaitkan dong ! karena kalau kolpler nya lepas namun rantai pengaman terikat kejadian ini tidak akan terjadi ( kereta meluncur ke dataran yang curam )
kejadian awal tahun yang sangat tidak di harapkan
Posts: 4,227
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
83
Lho berita yang saya baca justru bilang kalo rangkaian emang dilepas, 4 ditinggal di jalur 4 dan sisa 5 dilangsir lokomotif, tau-tau pas petugas yang mo cuci rangkaian dateng, rangkaian tsb. ngeluncur sendiri ke arah Stasiun Kotalama...
Posts: 2,972
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
14
benar sih namun mangkin ada prosedur yang tidak di laksanakan misalnya mengikat rem tangan atau mengganjal roda dengan stop blok
Posts: 125
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
4
sepertinya ini BP pengganti yang di kirimkan dari SDT cmiw
![[Image: 5326814920_69ac1f3eaa_z.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5130/5326814920_69ac1f3eaa_z.jpg)
diambil kemarin sore, sekitar pukul 15.40
Posts: 2,640
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
19
(05-01-2011, 12:33 PM)ouilevio Wrote: hedew.... tanah milik pt.ka kok dibangun rumah. jgn salahkan pt.ka loh...
anggap aj teguran..
bahwa yang namanya tanah 'bantaran',entah sungai atau rel KA tidak layak untuk dijadikan pemukiman
693-5073-893-673
Posts: 4,227
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
83
05-01-2011, 05:39 PM
(This post was last modified: 05-01-2011, 05:42 PM by d'tRAiNeR.)
(05-01-2011, 09:04 AM)Charles Wrote: BP dan K1 yang menabrak teridentifikasi bernomor BP-09501, K1-09501, K1-09503 dan K1-01504, yang mana sehari sebelum PLH ini mereka berdua dipergoki sedang stabling di JAKK.
Tambahan kondisi di TKP:
![[Image: img05012011851951.jpg]](http://www.pontianakpost.com/uploads/berita/dir05012011/img05012011851951.jpg)
[spoiler=Berita dari Radar Malang]Berita dari Radar Malang:
Quote:Rabu, 05 Januari 2011 , 07:17:00
Empat Gerbong Tabrak 3 Rumah, Balita Tewas
MALANG – Kecelakaan kereta api (KA) kemarin siang di Malang ini tergolong langka. Bagaimana tidak, tanpa diketahui penyebabnya, empat gerbong KA Gajayana tiba-tiba menggelinding cukup kencang dari Stasiun Besar Kota Malang ke arah Stasiun Kotalama Kota Malang.Gerbong-gerbong yang meluncur dengan kecepatan sekitar 40 kilometer per jam itu sampai keluar rel dan baru berhenti setelah menabrak tiga rumah. Atap salah satu rumah, yakni milik Misno, 38, sampai runtuh. Dua rumah lainnya adalah milik Jamil, 50, dan Sutrisno, 40. Tiga rumah bernomor 16, 18, dan 20 tersebut beralamat di Jl Simpang Peltu Sujono Ciptomulyo, Sukun, RT 11 RW 09.Akibat peristiwa itu, bocah berusia 2,5 tahun bernama Muhammad Nur Rosyid tewas setelah dirawat di RS Panti Nirmala. Putra Misno tersebut meninggal karena terkena reruntuhan bangunan rumah. Beruntung, adiknya, M. Riski, 1,5, hanya mengalami luka lecet. Tak hanya korban jiwa, empat sepeda motor dan dua becak juga ringsek dilindas gerbong tanpa penumpang itu.
Sebenarnya, laju gerbong-gerbong itu sudah diarahkan ke boks penahan (area pembuangan KA dalam kondisi darurat) di sebelah utara tiga rumah tersebut. Namun, boks penahan itu tak kuat dan ambrol. Kereta pun terus meluncur menyeruduk rumah. Hingga kemarin, belum diketahui pasti penyebab empat gerbong KA Gajayana itu meluncur bebas dari Stasiun Besar Kota Malang ke arah Stasiun Kotalama. Jarak antara dua stasiun itu sekitar 2,5 kilometer dan terdapat dua jembatan, kelokan tajam, serta tiga palang pintu. ’’Saya lihat sendiri empat gerbong tanpa lokomotif menabrak sepur badok itu (boks penahan KA, Red). Saya teriak sepur larat... sepur larat (gerbong yang melaju tanpa lokomotif, Red). Memang tidak ada lokomotifnya,’’ kata seorang ibu pemilik warung yang berjualan di dekat boks penahan KA.
Berdasar informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, empat gerbong yang menggelinding itu meluncur pukul 13.10 dari Stasiun Besar Kota Malang. Saat itu, empat gerbong tersebut berada di jalur empat dan sedang diperbaiki. Tiba-tiba, gerbong itu meluncur tanpa penghalang menyusuri rel. Bahkan, setiba di perempatan Kotalama, palang pintu kereta tak sempat ditutup. Sebab, gerbong yang meluncur tersebut memang tak terjadwal. ’’Di perlintasan Kotalama, pintu tak sempat ditutup. Untungnya, saat itu kendaraan sepi,’’ ujar Abdul Mujib, pemilik Bengkel Ateng di perempatan Kotalama.Empat gerbong yang meluncur kencang itu menyusuri jalur utama yang menghubungkan Malang–Kepanjen. Karena empat gerbong itu bisa membahayakan laju KA Penataran dari arah Blitar yang bakal melewati Stasiun Kotalama dalam beberapa menit, jalur pun dipindah ke jalur pembuangan.
Pengalihan jalur ke posisi aman itu dilakukan penjaga rumah sinyal, Ahmad Suyuti, atas perintah kepala Stasiun Kotalama. ’’Atas perintah KS (kepala stasiun), Pak,’’ kata Suyuti kepada polisi yang menginterogasi. Para penghuni rumah di bantaran rel yang berdekatan dengan boks penahan juga sedang sepi. Siang itu, sebagian besar warga bekerja. Hanya beberapa penghuni yang berada di dalam rumah. Termasuk penghuni tiga rumah yang ditabrak rangkaian gerbong itu.Beberapa menit setelah kecelakaan, PT. Kereta Api (Persero) langsung mengevakuasi dua gerbong penumpang eksekutif paling belakang. Yakni, gerbong bernomor K1-09503 dan K1-09501. Evakuasi itu bisa mudah dilakukan karena dua gerbong tersebut masih berada di atas rel. Dua gerbong lainnya, yakni gerbong pembangkit BP-09501 dan gerbong penumpang K1-01504, belum dievakuasi.
Polisi memasang garis di dua gerbong yang belum bisa dievakuasi tersebut. Proses menarik dua gerbong itu tidak mudah karena hampir seluruh rodanya keluar rel. Situasi di lokasi kejadian hingga kemarin sore masih ramai. Warga sekitar berdatangan untuk menyaksikan dua gerbong yang belum dievakuasi tersebut. Polisi repot mengatur warga yang ingin menyaksikan. Apalagi warga masuk dalam jalur kereta api.Hingga kemarin sore, pihak berwenang belum bisa menyimpulkan penyebab meluncurnya rangkaian gerbong KA Gajayana tanpa lokomotif itu. Humas PT. Kereta Api (Persero) Daops 8 Sriwinarto menyatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki. Bersama kepolisian, mereka juga tengah menunggu hasil pemeriksaan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Hasil pemeriksaan tim Daops 8, ada beberapa data yang mendukung bahwa bisa jadi empat gerbong itu meluncur karena perbedaan ketinggian. Berdasar data tim, ketinggian Stasiun Besar Kota Malang adalah 444 meter dpl (di atas permukaan laut). Sementara itu, Stasiun Kotalama berada di posisi 429 meter di atas permukaan laut. Ada perbedaan ketinggian 15 meter antara dua stasiun yang berjarak 2,5 kilometer itu. ’’Kami meneliti ada kelandaian, sehingga memungkinkan kereta meluncur tanpa mesin,’’ jelas Sriwinarto kemarin.Soal pemicu kereta bisa mulai bergerak dan melaju, dia menyatakan belum tahu. Menurut laporan, empat gerbong itu sedang berhenti di jalur empat. Ada beberapa perbaikan dan pembersihan yang dilakukan. Jenis perbaikan itu adalah mengganti karet yang menghubungkan gerbong satu dengan gerbong lainnya.
Rangkaian KA Gajayana terdiri atas sembilan gerbong. Yakni, satu gerbong pembangkit, satu gerbong restorasi (makan), dan tujuh gerbong penumpang eksekutif. Saat perbaikan tersebut tinggal empat gerbong. Sebab, lima gerbong lainnya telah dilepas dari rangkaian dan ditarik dengan lokomotif. Terkait dengan kelangsungan perjalanan KA Gajayana, Sriwinarto menegaskan tidak ada penundaan, namun terlambat sekitar 1,5 jam. KA Gajayana jurusan Malang–Jakarta itu tetap berangkat pukul 19.30 dari seharusnya pukul 17.30. Pihaknya meminta kiriman gerbong pembangkit dari Surabaya. Begitu gerbong pembangkit datang, tujuh gerbong penumpang yang berisi 350 orang langsung diberangkatkan ke Jakarta.
Sementara itu, untuk seorang bocah korban yang meninggal, Sriwinarto menegaskan bahwa PT. Kereta Api (Persero) akan memberikan bantuan uang duka. Termasuk memberikan santunan asuransi Jasa Raharja. Soal bangunan, dia menegaskan PT. Kereta Api (Persero) tidak memberikan ganti rugi. Sebab, posisi tiga rumah di belakang boks penahan tersebut dianggap tidak resmi. Kapolres Malang Kota AKBP Agus Salim menyatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan KNKT mencari tahu penyebab kecelakaan tersebut. Apakah ada unsur kelalaian atau tidak. Polisi memeriksa lima saksi warga setempat dan meminta keterangan dari kepala Stasiun Kotalama serta kepala Stasiun Besar Kota Malang.(yos/ziz/jpnn)
Yang jadi pertanyaan, apakah perlu untuk mencari siapa yang telah lalai dalam menjalankan tugasnya sehingga menyebabkan peristiwa semacam ini? [/spoiler]
Numpang nanya, berdasarkan foto berikut (sumber: Koran Jakarta, Rabu, 5 Januari 2011, hlm. 1)
Apakah rangkaian yang ditarik lok CC 201 72 pada foto versi Koran Jakarta sama dengan rangkaian K3 yang terdapat di foto pada post RF Charles? Kalo boleh tahu itu rangkaian apa dan kenapa loknya dicabut, apa untuk mengembalikan kedua gerbong (BP-09501 dan K1-01504) ke atas rel untuk dievakuasi?
Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
Oh kereta api Malang-ku... Malangnya nasibmu... Sungguh malang sang KA yang berlaju di kota Malang....
@ fajarwe > Kayaknya enggak sampai segitunya sih... Gak sampailah dibangun rencana rel ganda. Kalau ini khan kasusnya karena kejadian di aera stasiun doank di mana rangkaian KA lagi sedang berhenti. Berbeda dengan kebanyakan kejadian tabrakan antar KA yang berlawanan arah atau pun juga yang searah karena yang di belakangnya melanggar sinyal masuk. Sebab khan petak rel Kertosono - Malang minim perjalanan KA sekalipun itu ketelan.
Posts: 890
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
17
05-01-2011, 08:05 PM
(This post was last modified: 05-01-2011, 08:12 PM by nikmuracell.)
Surabaya - Lokasi kecelakaan KA Gajayana yang menyeruduk 3 bangunan rumah berada di jalur samping (luncuran), tidak membuat perjalanan KA sama sekali terganggu. Jalur samping itu tidak terhubung dengan jalur utama perjalanan KA.
"Jalur samping itu memang dibuat untuk menahan luncuran material. Jadi perjalanan kereta sama sekali tidak terganggu," kata Humas PT KA Daops VIII, Sri Winarto, saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (5/1/2011).
Winarto mengatakan pihaknya masih fokus evakuasi gerbong KA. Kemarin, kata Winarto, 2 gerbong sudah dievakuasi. Satu gerbong lagi berhasil dievakuasi semalam pukul 23.35 WIB. Dan kini pihak PT KA masih dalam proses mengevakuasi kereta pembangkit yang masih berada di lokasi kecelakaan.
"Gerbong-gerbong itu kami bawa ke Stasiun Malang Kota Lama. Dan kalau bisa berjalan akan kami bawa ke Stasiun Malang Kota Baru untuk diteliti kerusakannya," tandas Winarto.
Seperti diberitakan sebelumnya, empat rangkaian gerbong KA Gajayana menghantam tiga rumah penduduk yang berada di Jalan Peltu Sujono, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (4/1/2011). Kejadian ini mengakibatkan satu anak meninggal dunia. Korban adalah M. Nur Rosid (2,5), putra dari Misno (56) warga yang rumahnya diseruduk gerbong KA bisnis dan eksekutif tujuan Malang-Jakarta ini. Korban tewas akibat tertimpa tembok rumah yang roboh. (iwd/fat)
sumber
[spoiler= BRAKE.Emergency use only]
YAHOO!
nikimura.cellular
[/spoiler]
|