10-04-2010, 07:13 AM
(25-03-2010, 10:44 AM)fun_plano Wrote: Dari Majalah KA edisi April 2007
BALADA LOKOMOTIF BB30127
Rentetan Insiden:
Konon, sekitar tahun 1970-an, pernah ada kejadian yang menewaskan kedua masinis lok ini. Waktu itu keduanya berkelahi di atas loko ini karena perkara pribadi, dan kemudian tewas. Untungnya lokomotifnya tidak sampai menjadi korban.
Namun sejak itu, muncullah beberapa cerita miring berbau magis tentang loko ini. Entah seperti melihat "penampakan" di kabin lokomotif, atau merasakan keberadaan "masinis tambahan". Dan bagi teknisi, mereka juga mengalami hal serupa, atau pintu ruang mesin yang menutup sendiri.
Pada saat lokomotif ini pindah ke Dipo Induk Sidotopo, lokomotif ini sering terlibat rentetan insiden. Salah satunya pada tahun 1980, rem lokomotif ini tiba-tiba saja blong pada saat diparkir di Dipo Sidotopo. Loko BB30127 ini kemudian berjalan sendiri sebelum menghantam rumah penduduk di sisi rel.
Insiden lain terjadi di Gresik tahun 1983. Saat itu lokomotif ini sedang berdinas langsiran di Pabrik Semen Gresik. Dan ketika kabin kosong, tiba-tiba saja remnya terlepas, dan lokomotif ini berjalan sendiri hingga meluncur ke stasiun Indro. Namun untungnya, di Indro, seorang masinis melompat naik, dan langsung menarik tuas rem. Lokomotif akhirnya berhenti, dan korban jiwa dan materi yang lebih besar bisa dihindari.
Selama berada di Sidotopo, para masinis dan teknisi yang percaya supranatural sering mengadakan "ruwatan" tolak bala. Namun mereka yang berpikir logis menganggap kejadian tersebut terjadi karena hal teknis belaka.
Pindah ke Madiun:
Lokomotif ini lalu dipindah ke Madiun. Dan semenjak itu, unsur "magis" lokomotif mulai menghilang. Para kru Dipo Lokomotif Madiun tidak begitu percaya dengan tahayul lokomotif ini dan tidak pernah mengadakan ruwatan.
Lokomotif BB30127 akhirnya bebas dari "kutukan"nya, dan berdinas dengan tenang melayani KA-KA di sekitar Madiun. Lokomotif BB30127 ini terakhir berdinas pada tahun 2005, dan pensiun pada tahun 2006. Lokomotif ini kini disimpan di Balai Yasa Pengok Yogyakarta.
BAGUS WIDYANTO, koresponden Jawa Barat
Terima kasih atas informasinya. Sejujurnya, saya belum tahu kalau lok ini bisa dibilang "bandeng", eh, maksudnya "bader". Kayaknya, kejadiannya lumayan tragis juga
, kayak di film horor 
[Classified]


![[Image: 1932810.png]](http://valid.canardpc.com/cache/banner/1932810.png)

[/font]





![[Image: loudtalks.jpg]](http://i303.photobucket.com/albums/nn144/Alfan_bulogo/loudtalks.jpg)
![[Image: 76561198165808142.png]](http://steamsignature.com/profile/english/76561198165808142.png)