Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mblusukan masa kecil
#1
Pagi ini buka-buka Google Earth karena oom Deddy minta lokasi tasiyun Kemijen.
Iseng-iseng browsing ke Solo, ternyata lokasi kecilan saya sudah cukup hi-res, Manahan. Jaman dulu masih sepi sampek bisa ndlosoran di jalan pemuda.
Lokasi favorit adalah sinyal masuk tasiyun Solo Balapan.. atau suka sepedaan sampek purwosari, mainan wesel manual..


[Image: lokasimasakecil_01.jpg]
Big Grin

Reply
#2
Tempat lainnya adalah Klaten.
Masa kecil, sempat merasakan naik Kuda Putih dari Solo ke Klaten. Di Klaten kegiatan utama adalah Cabride lori tebu. Ya gak ada yang berani ngelarang.. wong lurah di situ, eyangnya sepupuku Tersenyuum


[Image: lokasimasakecil_02.jpg]

Reply
#3
Sayang saya nga' punya kerabat Lurah jadi nga' bisa cabriding Sad Blue
Reply
#4
waktu kecil pas rumah eyang gua masih deket ama rel........

gua tiap pagi ama sore maen ke pos perlintasannya..... :gembira: :gembira:

Liat kereta lewat gak sampe 1 meter di depan gua...... Lolol Lolol Lolol Lolol

ada kejadian lucu, waktu itu pas mau magrib skitar jam 1/2 6, pas gua bis mandi, denger suara klakson kereta....

langsung lari gua ke rel.....

nyokap ma sodara gua ngejar2 gua....

tapi anehnya gak ada yang bisa ngejar.....

padahal gua baru 5 taun!!!!! :gembira: :gembira: Lolol Lolol Lolol Lolol Lolol Lolol
Reply
#5
om Hed... itu tahun berapa ya ?... tahun 1993 awal saya pas dinas ke Solo tepatnya daerah Manahan yang kearah barat mengarah ke ColoMadu (sekarang katanya dah ada hotel) yang dulunya masih hamparan sawah ada bengkel Astra Daihatsu tapi yang pasti stasiun Wonosari masih kelihatan juga Semboyan 35-nya masih kedengar jelas. :roll:

Kalao makan malam di Aden Ayem jalan Slamet Riyadi trus nongkrong di stasiun Wonosari en kalo makan siangnya pake menu garang asem di sebelah barat prapatan Bandara Adi Sumarmo.... Tersenyuum

ah.... kenangan indah, tentram dan damai... :esurprise:

tapi pasca kerusuhan mei 1998..... berubah drastis Solo ini... :oops:
Reply
#6
Agus Budhy Nugroho Wrote:om Hed... itu tahun berapa ya ?... :oops:

Tahun 1975 Big Grin tuwek ya ha ha ha

:gembira:

Reply
#7
huah.... 1975...... :esurprise:

nggak salah tuh..... :?

waduh untung aku istilahkan "om Hed" kepada panjenengan....ha...ha...ha.... Lolol

ngaturaken pangapunten om Hed.........
Reply
#8
ad cerita mblusuk lain nggak, lainnya om hedwigus?? Bingung
JAYALAH KERETA APIKU
Reply
#9
Waktu kecil paling seneng kalau diajak ke pasar, lewatnya pasti tasiyun karena tasiyun terletak di depan pasar.
Kalau pas simbahku ada di tasiyun, aku dititipkan disini. Simbahku seorang kondektur. (sekarang sudah almarhum, termasuk tasiyunnya Huaaaa.....hik..hik ). Paling senang jalan sepanjang rel atau masuk kereta penumpang yang gak ikut rangkaian, dan yang paling seneng adalah dapat uang saku dari simbah Ngakak
Ini berlangsung sampai simbahku pensiun (th 1974). Akibatnya, sampai sekarang kalau melihat rel trus Ngiler
Pingin mblusukan jalan di tengah rel seperti masa kecilku.
Naik kereta api tut...tut...tut...
Siapa hendak turut
Ke Bandung, Surabaya
Janganlah naik dengan percuma


Reply
#10
Waktu kecil semasih duduk di kelas 3 SD (1972) saya setiap hari ke stasiun Pangandaran jualan Es Mambo pada jam istirahat sekolah. Kalo liburan pasti selalu naik kereta api jadi Kambingers . pernah ditanyain karcis sama kondektur, aku bingung dan jawab ajah dibawa sama bapak. hehe Grin Grin untung pak kondektur baik hati aku ga diturunin di jalan, kasihan kali masih anak kecil (tapi nakal ya?)

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)