20-04-2011, 09:29 AM
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
|
Subway atau MRT buat Jakarta?
|
|
20-04-2011, 09:29 AM
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
20-04-2011, 09:39 AM
Wah iy ya...jd ada yg promo busway hehehe
Saya cm berharqp MRT g segagal busway...apalagi MRT br 1 koridor, smntr busway yg 10 koridor aj msh terjebak (bkn mnghilangkan) macet
Matarmaja adalah keretanya Arek Malang, salah besar memisahkan Matarmaja dengan Arema dan Aremania
20-04-2011, 11:05 AM
(20-04-2011, 09:18 AM)MatAREMAja Wrote: Itu menurut saya mas,,,masak iya mesti sama kayak mnrt mas Kalo pelayanan relatif makin buruk, ya saya sepakat juga dengan Anda. Tapi kalo gagal menarik kendaraan pribadi ya saya bisa bilang tidak, karena buktinya saya juga pengguna kendaraan pribadi yang parkir dan naik busway untuk meneruskan perjalanan. Dan masih banyak orang seperti saya dan jumlahnya tidak sedikit kok. Busway juga gak bisa disalahkan atas kemacetan Jakarta. Tanpa busway, jelas masyarakat akan lebih lebih sengsara karena tidak ada pilihan lain yang lebih baik dari segi waktu. Pertambahan mobil dan motor yang luar biasa adalah penyebab utamanya, dan rasio yang sangat timpang antara jumlah angkutan umum dan jumlah kendaraan. Angkutan umum cuman 2% dari seluruh total kendaraan bermotor, 98% sisanya mobil motor. Ok, .Menurut info orang dalam, inilah rencana letak stasiun MRT Bundaran HI. ![]()
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)
20-04-2011, 03:18 PM
o, rupanya stasiun bunderan hi ada di depan kedubes jepang ya? waaah, saya kira ada dibawah air mancur.
@bonbon, hehehe... ente tahu aja kalo ini dimanfaatkan buat kampanye. jangan2 nanti pas proyek dimulai banyak baliho yang bergambar "boss" kayak yang sekarang ada di gedung gubernuran itu.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
20-04-2011, 03:22 PM
Klo menarik pguna kendaraan pribadi, saya sepakat....tp klo sukses menarik kndaraan pribadi sy koq g sepakat ya
Konsep kantong parkir d ujung koridor busway paling yg jalan cm d Ragunan.... D Pinangranti, parkir roda dua ada tp diusahakan oleh perorangan...roda empat gada Blok M mesti nebeng milik mall, klo Al Azhar nitip k sapa tuh mas yg dsana?? Sy yakin bkn dr pemprov Yg ngenes Rambutan, kantong parkir (udah ada) tp cm jd bwt lat nyetir dan "parkir" gerobak kaki lima Nah yg gini ini jgn sampai kejadian d MRT..... Jgn lupa tuh ERP dterapin..klo ga siy cm nambahin utang budi k JICA
Matarmaja adalah keretanya Arek Malang, salah besar memisahkan Matarmaja dengan Arema dan Aremania
20-04-2011, 11:42 PM
Credit to: Ampelio
Rencana integrasi stasiun dengan halte busway dan gedung2 sekitarnya. ![]() Ilustrasi stasiun Bundaran HI
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)
21-04-2011, 02:52 PM
Nyumbang koment ya. Sori gak baca semua komen dari awal coz jaringa lg lemot.
![]() Saya gak setuju subway, karena: 1. Jakarta rawan banjir. Istana dan jalan2 protokol smp kampung2 dan perumahan elit aja bisa kebanjiran, gimana dengan jalur subway dan semua stasiun2nya???? Bisa2 pada musim hujan semua ka subway harus dilengkapi perahu karet, pelampung dan alat menyelam. ![]() 2. Pembangunannya rawan kemacetan di jalur yg akan dilalui subway, bikin busway aja udh bikin macet dulu. ![]() 3. Berpotensi menimbulkan masalah2 baru (yg mungkin baru dicarikan solusinya oleh pemda dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pd saat masalah sudah ruwet), misalnya, jalur subway entah gimana caranya berhasil dijadikan tempat pemukiman para gelandangan, dijadikan tempat transaksi narkoba, menjadi sarang tikus (baik tikus asli, tikus hitam ato tikus berdasi), dijadikan tempat prostitusi bawah tanah (nyaman karena remang2 dan lembab), menjadi sasaran/sarang teroris. ![]() 4. Kontur geografis Jkt labil. 5. DLL (tambahkan sendiri) ![]() Jadi saya lebih memilih MRT (walau saya awam), karena lebih bermanfaat, apalagi kalo MRT terintegrasi dengan busway dan KA di daerah bisnis, industri dan pemukiman. Harapan saya dengan adanya MRT dapat: 1. Mengurangi jumlah bis kota dan mikrolet yg sejalur dengan MRT dan Busway 2. Feeder buat penumpang lebih diutamakan. 3. Mengurangi jumlah armada taksi (ini salah satu penyumbang macet) 4. Mengurangi jumlah kendaraan mewah/pribadi di sektor bisnis dan industri. 5. DLL (tambahkan sendiri) Sekian. Maaf kalo ada yg kurang tepat sasaran. ![]() ![]() Murtini Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950 Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012 Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali. Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
21-04-2011, 03:46 PM
rekan2 ada yang tahu nanti bikin tunel nya pakai metode cut and cover atau boring?
kalo pakai metode boring, lumayan berarti dijamin tidak bakalan kena macet lalulintas diatasnya karena pakai alat bor raksasa.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
21-04-2011, 05:50 PM
(21-04-2011, 02:52 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: ~edit~ Yg dimaksud terintegrasi itu seperti apa ya...? Apa rel MRT-nya 1 jalur dgn jalur Busway & bukan elevated track ato seperti apa yg Anda maksud...?
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
![]()
21-04-2011, 09:50 PM
(21-04-2011, 05:50 PM)see_204XX Wrote:(21-04-2011, 02:52 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: ~edit~ sori bikin bingung ye maksudnya kalo baru turun dari mrt, mau ke busway gampang, ke stasiun gampang, ke industri gampang, ke bisnis gampang, ke pemukiman gampang. gak mesti jd 1 gitu sih jalurnya. yg penting, mau ke mrt ato turun dari mrt, tidak ribet lah. prakteknya kira2 gimana tuh ya???? ![]() ![]() Murtini Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950 Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012 Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali. Semboyan 40, 41, mama aman berangkat. |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|