Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Penertiban Penumpang KRL di Stasiun Pasar Minggu Ricuh
#11
Ini ada lagi "inovasi" terbaru PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memberantas para atapers..Ngakak

[spoiler]
Awas! Naik Atap KRL Disemprot Tinta Warna Mulai 13 Mei
Hery Winarno - detikNews


Jakarta - PT. Kereta Api Indonesia (Persero) terus mencoba bertindak tegas pada penumpang yang nekat nangkring di atap KRL. Penumpang nakal itu akan langsung disemprot tinta berwarna mulai 13 Mei mendatang. Air tinta itu tidak berbahaya, hanya mengotori pakaian.

"Jadi nanti begitu turun dari stasiun yang bajunya kena warna bisa langsung 'diambil' oleh petugas KA. Itu sebagai penanda mereka naik atap KA, untuk selanjutnya diproses," ujar Kepala Daops I PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Purnomo Radik.

Purnomo mengatakan itu saat jumpa pers di Stasiun Gambir, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (4/5/2011).

Menurut Purnomo, mulai 10 Mei juga akan efektif diberikan sanksi tegas bagi

penumpang di atap KRL. Penertiban dilakukan dengan melibatkan aparat dari Polda Metro Jaya, Kejaksaan dan pengadilan serta penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Kementerian Perhubungan.

Bagi penumpang yang pernah mendapat surat pernyataan karena sebelumnya pernah tertangkap dalam operasi serupa, menurut Purnomo, mereka bisa langsung diberi sanksi. Sanksi berupa penjara maksimal 3 bulan atau denda maksimal Rp 15 juta.

Sedangkan bagi penumpang yang baru sekali kedapatan naik di atap KRL, maka akan diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. Selain itu juga nantinya PT KA akan memasang rambu-rambu larangan agar penumpang tidak naik di atap KRL.

"Dari data yang kita miliki, rata-rata 3 orang meninggal tiap bulan karena tersetrum listrik KRl. Ini sebagai antisipasi untuk itu," tutur Purnomo.

Ada sejumlah alasan mengapa penumpang nekat naik di atap KRL. Mulai dari gaya-gayaan, trik agar tidak bayar tiket, juga kadang karena gerbong kereta sudah tidak mampu memuat lagi penumpang yang berjubel.

(nik/nrl)[/spoiler]


Sumber:
[spoiler]http://www.detiknews.com/read/2011/05/04/113734/1632094/10/awas-naik-atap-krl-disemprot-tinta-warna-mulai-13-mei?nd992203605[/spoiler]
Thomas, James, Percy, Gordon, Emily, Henry, Edward, Toby
Reply
#12
gw jamin banyak orang yang ga bersalah jd korban Ngakak
maklum semprotannya eror jd masuk ke rangkean Wek
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
#13
dan alat semprotnya pun akhirnya rusak setelah dihajar batu oleh para atapers sewaktu krl melintas.

(aneh banget pake alat2 semprot segala. emangnya benteng takeshi?)
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#14
sebelumnya mohon maaf ya.... kalo liat statement temen2 semuanya... keknya bukan n belon pernah ngerasa jadi penglaju ya.... semuanya berdasarkan perspektif non-pengguna.... dan saya lihat... hampir semuanya mempunyai satu perspektif: yang salah adalah penumpang

saya sebagai penglaju harian KRL.. meskipun tidak berada dalam posisi sebagai penumpang krl ekonomi panas... saya juga ngga bisa loh menyalahkan penumpang, kaya KCJ ajah... lihat ajah... pas jam2 sibuk... KRL ekonomi panas itu cuman berapa???? banyakan juga ga dijalanin/di diskon... sementara penumpukan penumpang udah terjadi dari bogor... gimana tuh orang bojong, citayem, depok dst.... nah klo dari pagi ampe mepet jam kerja mereka ga bisa naek... trus dapet krl juga udah siang.... yang terjadi kan telat... konsekuensinya.. potong uang makan, sanksi, hingga pemecatan (karena terus-menerus indisipliner)... sapa yang ga stress.... mangkanya kenekatan itu juga karena mereka stress udah ga dapat2 krl.. mangkanya mereka nekat....

kalo bicara siapa yang salah... persoalannya akan makin kompleks... mulai dari kepadatan jabodetabek, pemusatan ekonomi yg hanya jakarta sentris, persoalan ketersediaan lahan hingga awareness PT KA, dalam hal ini KCJ dalam memenuhi kewajibannya setelah pengguna menunaikan kewajiban dan menuntut haknya... dan banyak persoalan laen deh....

kalo solusi ya.... mending, dikasi pengumuman banyak2... pagi2 banget dibanyakin dulu ekonomi ... baru pas golden time... jamnya ekoAC dan express (tapi banyakin expressnya yaNgeledek)..... dengan begitu kan penumpang ekonomi akan tahu kalo banyak ekonomi pagi2... dan mereka akan menyesuaikan waktunya... ga kaya sekarang... dari bogor, antara jam 4.30 ampe jam 8.. ekonomi ke jakarta cuman berapa biji sih?????
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#15
ada sekilas rekamannya (bukan saat ricuh)

▶ YouTube
Code:
[youtube]T7OCdBAEtic[/youtube]

Reply
#16
Saran klasik dan normatif : Kalau saja PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dapat memperbanyak rangkaian dan frekwensi perjalanan sesuai dengan populasi penggunanya, penegakan disiplin akan mudah terlaksana.
Reply
#17
Kalau yg kedapatan adalah spesies kambing super alias ga bayar sesenpun itu gimana ? Mau dibilangin apa tetep aja gitu.
RF darosej, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Feb 2011.
Reply
#18
atau mungkin setiap satu rangkaian yang jalan msti pake 4 set KRL..
RF mister coupler, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Feb 2011.
Reply
#19
(13-05-2011, 12:13 PM)mister coupler Wrote: atau mungkin setiap satu rangkaian yang jalan msti pake 4 set KRL..

Bingung4 set KRL maksudnya 16 gerbong per rangkaian gitu Mas?
gak muat peronnya donk, bisa2 di stasiun Tebet, Duren Kalibata malah nutupin PJL...

mungkin kalau ada benar akan ada KRL 4 set per rangkaian, saya usul namanya Keranjang = KRL Rangkaian Panjang..Ngakak
Thomas, James, Percy, Gordon, Emily, Henry, Edward, Toby
Reply
#20
Sekarang sudah tanggal 13 Mei 2011...

Bagaimana, apakah rencana penyemprotan sudah diberlakukan (dan sudah ada korban yg pantas - baca: atapers)? Atau masih ditunda?

Jadi penasaran nih perkembangannya, moga-moga dengan adanya aturan-aturan tegas (terlepas dari berapa nilai keefektifannya) spesies Ataperis sp. bakal bener-bener punah dari muka bumi!

Terakhir lihat KRL feat. atapers pas tanggal 04 Mei di Gambir, itu sudah jam 7 malam tapi tetep aja di setiap gerbong, dari depan sampai belakang, dijejali atapers... Weleh weleh, KRL beginian, lewat di stasiun utama, khusus kelas eksekutif dan bisnis "plus" pula...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)