Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
buat mas BigBro... juga yang lainnya
#1

[Image: 20080807164438_Miniature_011_640x480_489...c20b-t.jpg]

[Image: 20080807164438_Miniature_014_360x480_489...5e21-t.jpg]

[Image: 20080807164438_Miniature_015_360x480_489...ac3e-t.jpg]

[Image: 20080807164438_Miniature_016_640x480_489...fad7-t.jpg]

[Image: 20080807164439_Miniature_017_360x480_489...553c-t.jpg]


nih seperti janji saya.. jangan diketawain ya... maklum masih jelek-jelek banget, nanti kalaw 'dah lumayan hasilnya akan saya beritahu ke situ, oke....

tinggal ngecat sama ngerapiin stasiun en BY aja kok... oh ya sama bikin couple.
Reply
#2
:takut:

Tjiamik mas...

Butuh kesabaran dan ketelitian tinggi untuk membuat model ka yang mirip-mirip aslinya...

Saloet...

Teruskan perjuangane Mas.........

:tos:

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#3
gua kira apaan nama gua disebut2..... :takut:

mantap lah pekerjaannya....

btw, katanya ditunda dulu coz si kecil????? :? :?
Reply
#4
bagus juga bro,yang penting mengerjakannya perlu kesabaran untuk mendapatkan hasil yg maksimal.... :gembira:

Reply
#5
Buat Mas Agus, boleh komentar sedikit ya....
Aplikasi bahannya menarik, cuman untuk stasiun/BY-nya agak janggal kalau menggunakan stick bekas es lilin. Memang secara konstruksi mudah, tapi sangat terlihat "artifisial", terlebih tanpa pemotongan ujung stick. Kalau dilihat dari samping akan terlihat bahwa tiang stasiunnya sangat tipis (terlebih bila dibandingkan dengan skala keretanya. Hal ini bisa dibantu dengan merekatkan beberapa stick sekaligus (untuk memberi kesan massa yang solid buat tiangnya).

Bahan lain yang mungkin bisa digunakan adalah kayu balsa. Untuk stasiun mungkin lebih menarik kalau menggunakan yang lembaran, karena bisa membentuk tiangnya sesuai tiang stasiun aslinya. Tapi kalau tidak ingin terlalu detail gunakan stick balsa yang biasanya dijual batangan dengan ukuran dari 2 mm x 2 mm sampai 10 mm x 10 mm (panjangnya sekitar 50-75 cm, tiap batang harganya antara Rp. 2.500,00-Rp. 3.500,00 bergantung ukuran). Jika berminat bisa dicari di toko-toko yang menjual art supplies. Kalau kami di Bandung biasanya bisa membeli di warung kampus Itenas, Ciumbuleuit, Pasar Balubur atau tentunya Toko Tidar.

Berkaitan dengan skala, nampaknya ketinggian stasiunnya agak terlalu tinggi bila dibandingkan dengan tinggi kereta. Kuda-kuda atapnya terlampau jauh. Mungkin cukup jika diberi jarak satu atau dua cm di atas keretanya. Demikian juga balok penguat terlalu jauh dengan kuda-kudanya. Mungkin antara balok penguat dan kuda-kuda cukup diberi jarak kurang dari satu cm atau maksimum satu cm.

Selamat melanjutkan proyeknya....
Reply
#6
@Bro Agus....

boleh juga neh cara bikin relnya, thanks bro... :ewink:
bisa super hemat, dari pd beli relnya roco.... Big Grin

Reply
#7
kreatip bgt nih kang Agus....itu relnya di buat dr apa ya....

[Image: c.php?f=201111041008494_sepeda6_4eb35741de99c.jpeg]
Dilarang keras membuat Klonengan.....
Reply
#8
karya nya mantap bro...semangat trus ya.
bagus apa jelek toh hasil jerih payah sendiri...

so, tetep uedan sepur ya.. OK
Kepala Divisi Bangunan, Jembatan dan Rel MSTS
Reply
#9
Lok Merah Biru pernah coba buat lokomotif long hood dari kayu bekas bongkaran rumah sama buah , modal paku , palu, tata kayu, plamir kayu, cat minyak, udah jadi walau ngak sempurna. lah waktu mau buat rodanya Bingung dari apa ya jadi bingun sendiri ..... Nyengir.

puas lho buat sendiri walau ngak sampe jadi, sampe sekarang masih bingun cari buat rodanya agar persis seperti aslinya. Lok Merah Biru
Reply
#10
haryo Wrote:Lok Merah Biru pernah coba buat lokomotif long hood dari kayu bekas bongkaran rumah sama buah , modal paku , palu, tata kayu, plamir kayu, cat minyak, udah jadi walau ngak sempurna. lah waktu mau buat rodanya Bingung dari apa ya jadi bingun sendiri ..... Nyengir.

puas lho buat sendiri walau ngak sampe jadi, sampe sekarang masih bingun cari buat rodanya agar persis seperti aslinya. Lok Merah Biru
di bubut ajah pasti bisa sama seperti aslinya.

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)