Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Naik kereta bareng teman-teman...
#1
Camera 
Kembali lagi dengan laporan perjalanan saya menggunakan Kereta Api Argo Parahyangan, kali ini menggunakan KA 21, keberangkatan 06:30 dari Stasiun Bandung. Kali ini, saya melakukan perjalanan bersama rekan-rekan saya untuk pertama kalinya.

Sebenarnya, dalam perjalanan kami ke Jakarta ini, awalnya kami berencana untuk naik travel pada perjalanan menuju Jakarta dan naik kereta pada saat perjalanan kembali ke Bandung, menggunakan KA 26 (16:15 dari Gambir) agar tidak kemalaman tiba di Bandung (19:27). Namun, pada akhirnya kami sepakat untuk naik kereta pada perjalanan ke Jakarta karena waktu keberangkatannya berdekatan dengan jadwal travel menuju Mangga Dua (kereta 06:30 dan travel dari BTC 06:45, estimasi waktu perjalanan sama-sama 3 jam – ini menurut orang dari travelnya saat kami mencoba mencari tahu), agar waktu keberangkatan kembali ke Bandung tidak terlalu cepat, bisa menggunakan travel jam 5 atau 6 sore. Selain itu, juga karena permintaan dari rekan-rekan saya, ada yang belum pernah mencoba kereta ke Jakarta tapi sudah pernah naik Argo Wilis ke Surabaya (berkebalikan dengan saya, sudah sering berkereta ke Jakarta namun ke arah timur belum pernah)…

Cukup sudah basa-basinya, berikut trip report-nya. Selamat menikmati!

Pukul 05:30, saya meninggalkan rumah di daerah Gunung Batu menggunakan taksi, agar tidak terlambat tiba di stasiun.

Pukul 05:50, saya tiba di Stasiun Bandung. Sesuai perjanjian kami sehari sebelumnya, siapa yang tiba terlebih dahulu agar membelikan tiket untuk kami berempat sehingga tidak kehabisan tiket untuk pemberangkatan pagi itu, jam 06:30. Saya pun langsung meluncur ke loket KA Argo Parahyangan. Ternyata, salah satu dari teman saya baru saja tiba dan berdialog dengan petugas loket saat saya tiba disitu. Kami pun memutuskan untuk memesan 4 kursi yang saling berhadapan, dengan tujuan lebih mudah untuk bercakap-cakap. Hasilnya, kami mendapatkan tempat di gerbong Eksekutif 3, seat 7-8 C-D.

Mengetahui bahwa kami mendapatkan tempat di Eksekutif 3, saya pun penasaran apakah kami akan mendapatkan tempat di gerbong bernomor seri K1 0 02 14 (ex. K1-02527) BD, yang juga dikenal sebagai “Rahayu Neng Bawono”, gerbong bermotif Batik pertama di Indonesia…

Ketika kami sedang membeli tiket, terdengar pengumuman bahwa dari arah timur masuk KA Kahuripan dari Kediri di jalur 4, sekitar pukul 05:55. Tiga menit berselang, kereta kembali diberangkatkan menuju tujuan akhir, Stasiun Padalarang.

Singkat kata, jam 06:00 kami masuk ke ruang tunggu, karena teman saya ingin ke toilet. Saya pun mencoba menghubungi rekan-rekan seperjalanan saya agar menelepon saya setiba mereka di stasiun, agar saya atau rekan saya bisa ke pintu masuk dan melapor kepada petugas pemeriksa karcis bahwa kedua orang yang baru datang itu adalah rekan-rekan kami.

Tak lama, terdengar pengumuman bersamaan bahwa segera akan masuk, dari arah berlawanan, KA Lodaya Malam dan KA Ekspres Harina, masing-masing dari Solo-Balapan (timur) dan Semarang-Tawang. Saya pun menitipkan barang-barang bawaan kepada rekan saya, setelah dia kembali dari toilet, dan bergegas ke peron jalur 3 dan 4 untuk merekam kedatangan KA Lodaya yang masuk jalur 2.

Tepat pukul 06:06, KA Lodaya Malam tiba di pemberhentian akhir, Stasiun Bandung. Yang cukup unik dalam perjalanan hari itu, KA Lodaya bukannya ditarik CC 203 atau 204 milik Dipo Induk Lokomotif Bandung, tetapi menggunakan CC 204 24 a.k.a. CC 204 11 02 milik Dipo Induk Lokomotif Sidotopo.

Entah apa sebabnya, karena jumlah gerbong yang dibawa hanya berjumlah 9 gerbong, terdiri dari (mulai dari belakang lokomotif) 1 gerbong restorasi kelas Bisnis sebagai gerbong aling-aling depan, 3 gerbong kelas Bisnis, gerbong restorasi kelas Bisnis yang beroperasi normal, 3 gerbong kelas Eksekutif reguler, dan 1 gerbong kelas Bisnis sebagai gerbong aling-aling belakang. Seharusnya, dengan 9 gerbong, KA Lodaya cukup ditarik sebuah CC 203.

Selidik punya selidik, dapet info di thread-nya Lodaya, KA ini memang sudah lama meminjam CC 204 11 02…


[Image: 5861975871_f85f0bdbde_b.jpg]

06192011334 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Video menyusul…

Tidak berselang lama, masuk di jalur 6 KA Ekspres Harina dari Semarang ditarik CC 201 39 a.k.a. CC 201 83 01, namun saya tidak sempat merekam detik-detik kedatangan kereta ini, juga memperhatikan formasi lengkapnya.

Setiba saya di ruang tunggu, lokomotif bernomor lambung CC 203 06 keluar dari dipo. Saya pun menebak, pasti lokomotif ini yang akan berdinas KA 21 yang akan saya tumpangi. Saya pun mencoba memotret lokomotif tersebut dari ruang tunggu. Ternyata, di belakang lokomotif berdiri seorang fotografer yang juga memotret lokomotif tersebut. Apakah seseorang diantara para pembaca trip report saya mengenali, atau bahkan dialah orang yang terdapat dalam foto saya ini?


[Image: 5862556042_51bfda8f76_b.jpg]

IMG_4966 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Tak lama berselang, akhirnya yang saya tunggu-tunggu pun datang juga. Dialah lokomotif yang menarik KA Ekspres Harina, CC 201 39 milik Dipo Induk Lokomotif Yogyakarta. Kenapa KA Harina juga seperti KA Lodaya, tidak menggunakan lokomotif dari dipo asalnya (Harina biasanya ditarik CC 201 atau 203 milik Dipo Induk Lokomotif Semarang-Poncol)?


[Image: 5862556734_0052165409_b.jpg]

IMG_4968 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Setelah CC 201 39 dipotret, saya pun meminta tolong rekan saya untuk memotret saya berdiri dekat nameplate Stasiun Bandung +709. Hasilnya…


[Image: 5862005507_45cb239c11_b.jpg]

IMG_4970 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Bersambung ke part 2…
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#2
oke ...siip lanjut lagi Bro
btw ... trip kapan nih ... ?
thanks
Reply
#3
Camera 
Pukul 06:20, akhirnya kedua rekan saya yang lainnya akhirnya tiba juga di stasiun. Seperti yang sudah ditentukan, kami bertemu di pintu masuk dan menunjukkan tiket kami. Bersamaan dengan itu, tiba-tiba penerangan di stasiun mati semua…

Setelah kami bertemu, kami pun segera bergerak menuju rangkaian di jalur 5. Ternyata, hari itu K1 Batik dinas KA 19, sehingga tidak terdapat satu dari empat gerbong Eksekutif dengan warna mencolok pada rangkaian KA 21. Selidik punya selidik, ternyata gerbong yang akan kami tumpangi bernomor seri K1 0 02 10, yang dulunya adalah K1-02523, yang DVD player-nya pernah mati mendadak dalam perjalanan saya menggunakan gerbong yang sama, saat itu sebagai KA 28. Cerita lengkapnya bisa dibaca dalam thread “Trip Report with Argo Parahyangan Train No. 28, May 4th, 2011”…

Kami pun langsung mencari kursi nomor 7 dan 8 bagian C dan D. Setelah mendapatkan tempat yang dimaksud, kami pun langsung meletakkan barang bawaan kami (ada yang bawa koper, ada yang bawa ransel seperti saya) di bagasi yang terletak di atas kursi kami.

Setelah itu, kami pun duduk di kursi masing-masing setelah saya memutar kursi 7 C-D agar posisinya saling berhadapan dengan kursi 8 C-D. Awalnya saya dan salah satu rekan duduk di kursi 8 C (saya) dan D, yang mengarah ke depan, sedang dua rekan saya yang lain duduk di kursi 7 C-D, yang mengarah ke belakang. Namun, dalam perjalanan, saya bertukar tempat dengan salah satu rekan karena dia merasa kurang nyaman duduk mengarah ke belakang.

Yang cukup unik dalam perjalanan ini, sarung bantal yang digunakan bertuliskan “ARGOBROMO Anggrek”. Saya pun berpikir, para penumpang ABA mendapatkan bantal bertuliskan apa, apakah “ARGO GEDE” yang berwarna coklat itu, yang biasanya digunakan KA Argo Parahyangan?


[Image: 5862558162_0bde4a1f9a_b.jpg]

IMG_4975 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Tak lama berselang, rangkaian pun didorong ke arah timur (belakang) agar penumpang bisa naik lewat peron tinggi di jalur 4 dan 5. Saya pun keluar sebentar untuk memotret rangkaian, beserta papan penunjuk kereta dan papan nomor jalur…


[Image: 5862006833_498e89fd45_b.jpg]

IMG_4978 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Ketika masuk kembali, saya memperhatikan bahwa nomor di atas pintu otomatis sudah diganti dengan yang baru, namun itupun hanya sekedar tempelan yang menutupi nomor lama…


[Image: 5862007235_4721ac7a8e_b.jpg]

IMG_4979 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Setelah memotret nomor “baru” tadi, saya pun memotret bagian dalam kereta. Saat itu, okupansi tidak sampai 100% saat berangkat dari Bandung. Bahkan, saat saya menengok kondisi di gerbong Eksekutif 4, baru ada 2-4 orang yang duduk di dalamnya…


[Image: 5862059023_e24b463362_b.jpg]

IMG_4980 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Tak lama, teman saya melihat PPKA berjalan membawa eblek semboyan 40. Saya pun berjalan ke pintu gerbong untuk merekam saat-saat PPKA memberikan semboyan 40 dan 41, lalu masinis membunyikan S35…

Video menyusul…

Tapi, kereta tak kunjung berangkat. Ternyata, saat saya menoleh ke belakang, ada seorang petugas melambaikan kertas ke arah PPKA. Tampaknya ada surat yang belum lengkap, sehingga PPKA bergegas ke ruangannya di peron selatan…

Singkat kata, jam 06:36 KRD Patas tujuan Cicalengka diberangkatkan dari jalur 3, namun KA 21 tak kunjung berangkat. Barulah pada pukul 06:38, tanpa terdengar suara semboyan 41 maupun 35 dari dalam gerbong Eksekutif 3, kereta mulai bergerak menuju arah barat, ke tujuan akhir: Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

Bon voyage!

Bersambung ke part 3…
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#4
Harina??? kok jam segitu baru nyampe Bandung?
Reply
#5
(23-06-2011, 01:25 PM)Eko Budy Santoso Wrote: oke ...siip lanjut lagi Bro
btw ... trip kapan nih ... ?
thanks

Tanggal 19 Juni 2011...

Lanjutannya nanti nyambung lagi, sekarang lagi OL via HP...

(23-06-2011, 02:43 PM)phepe_ph Wrote: Harina??? kok jam segitu baru nyampe Bandung?

Iya, entah kenapa. Terus pake C1 39-nya YK lagi...

Kalo Lodaya sih masih bisa dimaklumi, hanya telat 25 menit dari jadwal (05:41 baru dateng 06:06), kalo Harina ada 1 jam 42 menit (04:28 jadi 06:10)...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#6
Nice thread Bro d'tRAiNeR,kapan" kita pergi bareng lagi rame" naik KA yuu???hahahaha
sekedar tambahan info : KA Gopar dari BD ke GBR yang harusnya berangkat pukul 06.30 WIB ternyata terlambat 10 menit dan diberangkatkan menuju tujuan akhir pukul 06.41 WIB

[Image: overstappen.png]
ayo sambung lagi TR nya...dah ga sabar pengen baca lanjutannya...hahaha
AWAS KERETA API !

[Image: 221737_1856345541737_1633822268_1862825_7835254_n.jpg]
Reply
#7
Camera 
(23-06-2011, 09:10 PM)williamariowibowo Wrote: Nice thread Bro d'tRAiNeR,kapan" kita pergi bareng lagi rame" naik KA yuu???hahahaha
sekedar tambahan info : KA Gopar dari BD ke GBR yang harusnya berangkat pukul 06.30 WIB ternyata terlambat 10 menit dan diberangkatkan menuju tujuan akhir pukul 06.41 WIB

ayo sambung lagi TR nya...dah ga sabar pengen baca lanjutannya...hahaha

OK, tapi gw pengennya ke Surabaya, menjajal rute yang belum pernah kunikmati...

Sip, ini lanjutan TR-nya...

Pukul 06:42, KA 21 menyusul KRD Patas tujuan Padalarang yang juga baru berangkat dari Stasiun Ciroyom, ditarik CC 201 95 BD.

Pukul 06:44, announcer mengumandangkan ucapan selamat pagi, diikuti dengan nama-nama petugas yang dinas KA 21 pagi itu. Saya mencoba merekam pengumuman tersebut, entah terdengar jelas atau tidak…

MVI_4982

Dari yang saya tangkap, berikut beberapa nama kru yang bertugas pagi itu:

Masinis: Bapak Derry
Asisten Masinis: Bapak Yono
Kondektur Penumpang: Bapak Deddy

Pukul 06:49, kereta tiba di pemberhentian pertama, Stasiun Cimahi +723 M, dan kembali berangkat pada pukul 06:51.

Setelah itu, saya pun memotret tiket kereta pagi itu, sebagai bukti resmi telah melakukan perjalanan ini…


[Image: 5862610988_bc2a81c96a_b.jpg]

IMG_4983 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Pukul 07:00, kereta tiba di pemberhentian berikutnya, Stasiun Padalarang +695 M. Terlihat di peron stasiun berkumpul banyak orang, entah calon penumpang kereta apa, kemungkinan KRD Patas, berhubung KA Kahuripan sudah lama tiba di Padalarang…


[Image: 5862611352_12efffb091_b.jpg]

IMG_4985 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Dua menit berselang, kereta berjalan meninggalkan Stasiun Padalarang. Berikut nameplate stasiun model lama, yang terdapat di sisi barat stasiun…


[Image: 5862060273_f494f6bf0d_b.jpg]

IMG_4986 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Beberapa meter setelahnya, terlihat papan batas resor Padalarang. Berikut fotonya…


[Image: 5862612316_c8a551bf2e_b.jpg]

IMG_4989 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Beberapa jauh setelahnya, terlihat PJL dimana dua jalur, ke Sukabumi dan ke Purwakarta, terlihat jelas. Sayang, fotonya goyang…


[Image: 5862612846_cf37226c59_b.jpg]

IMG_4992 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Bersambung ke part 4…
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#8
Camera 
Lepas Padalarang, saya memilih tinggal di dalam gerbong, sambil menikmati pemandangan di lintas Padalarang-Purwakarta. Berhubung kami duduk berhadapan, saya tak lupa memotret dua rekan saya yang duduk di seat 8 C-D…


[Image: 5862724316_1d593d8ef4_b.jpg]

IMG_4995 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Setelahnya, tentunya, saya meminta bantuan rekan saya yang duduk di hadapan saya untuk memotret saya dan rekan saya yang duduk di seat 7 C-D…


[Image: 5862173583_ded449bc0d_b.jpg]

IMG_4996 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Tepat setelah teman saya mengambil foto ini, KA 21 LS Stasiun Cilame +635 M.

Sembilan menit berselang, kondektur mulai memeriksa tiket penumpang gerbong Eksekutif 3. Ini fotonya, saat memeriksa tiket penumpang di seat (perkiraan saya lewat menghitung jumlah kursi setelah kursi teman saya) 10 C-D…


[Image: 5862174071_77ee3d1250_b.jpg]

IMG_4998 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Sembari beliau memeriksa tiket kami, saya memperhatikan name tag yang dipakainya. Tertera di situ nama lengkapnya adalah Dedi Jayautama (boleh kan menuliskan nama lengkap crew yang bertugas?).

Setelah kondektur selesai memeriksa tiket, dua orang pramugari yang sedari tadi menunggu di ujung lorong gerbong Eksekutif 3 (dan tertangkap kamera saya secara tidak sengaja saat memotret kondektur) pun mulai menawarkan menu sarapan pagi itu. Dua rekan saya yang duduk di hadapan saya memesan dua piring nasi goreng, tepat saat kereta LS di Stasiun Sasaksaat +541 M.


[Image: 5862725836_a331e4d6ec_b.jpg]

IMG_5001 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Setelah mereka selesai memesan, saya pun juga ikut memesan, namun harus menunggu dimasak dahulu. Disinilah penantian panjang saya akan sepiring nasi goreng yang hangat dimulai, sementara rekan-rekan saya tadi siap menikmati nasi goreng mereka…


[Image: 5862726346_4064e17b3c_b.jpg]

IMG_5004 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Bon appetit!

Bersambung ke part 5…
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#9
Camera 
Sambil menunggu pesanan saya, saya memperhatikan lingkungan sekitar…

Penumpang di 7 A-B sibuk mengabadikan panorama alam menggunakan HP mereka.

Penumpang di 8 A pindah ke kursi 8 B yang kosong, sehingga dia bisa duduk menyamping sambil membaca koran yang dibelinya (mungkin) di Stasiun Bandung.

Penumpang di 9 A menikmati musik yang didengarnya menggunakan headphone…

Segitu saja yang sempat saya perhatikan. Tidak saya lupakan juga, pintu otomatis di ujung lorong dekat kursi 13 B terganjal pintu lemari kabel listrik yang terbuka…


[Image: 5862175467_2e2c47cc27_b.jpg]

IMG_5005 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Berhubung saya tetap duduk di kursi saya, saya hanya sempat mencatat beberapa nama stasiun yang kami lalui beserta ketinggiannya (hanya beberapa yang terlihat jelas)…

Pukul 07:30, Stasiun Rendeh +447 M.

Pukul 07:34, Stasiun Cikadongdong +408 M.

Pukul 07:41, Stasiun Cisomang.

Di daerah ini, saya mendapatkan foto berikut…


[Image: 5862727132_02697b439b_b.jpg]

IMG_5007 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Salah satu teman saya bertanya, apa dulunya kereta lewat di jembatan itu. Saya pun menjawab iya, sambil menunjukkan bekas petak rel yang lebih jauh sedikit dari rel yang kami lalui, setelah menyeberangi jembatan.

Pukul 07:47, KA 21 berpapasan dengan KA 20 dari Gambir, dengan formasi sbb.:

CC 203/204 – BP – 4 K1 – M1 0 68 04 BD (Satwa) – 3 K2 – B cheetah

Pukul 07:50, KA 21 BLB di Stasiun Plered +256 M selama kurang lebih 2 menit. Setelah kereta kembali berjalan, seorang pramugari lewat di samping saya dan menitipkan pesan bahwa nasi goreng pesanan saya masih diproses. Sudah 30 menit sejak pemesanan, saya pun berharap di dalam hati agar nasi gorengnya memang masih hangat…

Pukul 07:58, KA 21 melewati Stasiun Sukatani, dan pesanan saya belum datang juga…

Pukul 08:08, akhirnya yang dinanti-nanti pun datang juga. Satu piring nasi goreng, masih hangat setelah 48 menit penantian…

Jadi ingat lagunya Nikita Willy:

“Kutetap menanti, meski harus penantian panjang…”

48 menit itu cukup panjang untuk sepiring nasi goreng, tapi tak masalah karena hasilnya memuaskan saya.


[Image: 5862727518_c6e3b27ec5_b.jpg]

IMG_5008 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Saya pun mulai menikmati menu tersebut. Teman saya mengambil alih kendali atas kamera saya dan meminta satu foto dengan saya menikmati sepiring nasi goreng…


[Image: 5862728130_13380d41b0_b.jpg]

IMG_5014 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Bersambung ke part 6…
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#10
Nice post update part 4,5 and 6
ditunggu part berikutnya Big Grin

btw foto Nasi Goreng ala GOPAR nya bikin saya jadi lapar :9
Hahaha

[Image: 5862727518_c6e3b27ec5_b.jpg]
AWAS KERETA API !

[Image: 221737_1856345541737_1633822268_1862825_7835254_n.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)