Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kereta Pustaka
#1
"Sumber Berita"

Bersamaan dengan pembukaan “Pameran Perkeretaapian Indonesia dalam Peradaban Bangsa” yang merupakan hasil kerjasama antara Ditjen Sejarah dan Purbakala (Sepur) Kemenbudpar dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang dilangsungkan di Stasiun Jakartakota, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) meluncurkan “Kereta Pustaka”. Peluncuran “Kereta Pustaka” ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan peninggalan budaya perkeretaapian Indonesia. Di dalam kereta ini, terdapat berbagai dokumentasi sejarah perkeretaapian Indonesia yang dapat dijadikan sebagai sarana edukasi perkeretaapian.

Kereta pustaka ini hasil dari modifikasi gerbong barang B 80101 yang sudah beroperasi sejak tahun 1980, menjadi kereta perpustakaan pertama di Indonesia. Di dalam kereta ini penumpang dapat membaca buku secara lesehan. Untuk menambah kenyamanan, dilengkapi juga dengan sebuah televisi 32 inch. Rencananya kereta ini baru akan diberlakukan setelah Lebaran. “Jadi penumpang yang bosan di tempat duduknya bisa menyambangi kereta pustaka untuk membaca, menonton, dan bekerja.” Demikian disampaikan Kepala Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Ella Ubaidi di sela-sela acara.


[Image: ka%20pustaka%20interior.jpg]


[Image: ka%20pustaka.jpg]


[Image: a-ka%20pustaka.jpg]

Sementara ini, pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) baru memiliki satu kereta pustaka. Namun, ke depannya akan dibuat empat kereta pustaka lagi. Kereta ini nantinya akan menjadi rangkaian kereta luar kota. Hanya, saja belum ditentukan gerbong ini akan menyatu dengan kereta jurusan apa.

Proses pengerjaan kereta dilakukan di Balai Yasa Manggarai sejak 22 Juni 2011 dan akan selesai pada bulan Juli ini. Proses pengerjaan kereta dimulai dengan desain gambar lima stasiun cagar budaya yang berada di DKI Jakarta, yaitu Stasiun Tanjungpriok, Jakarta Kota, Manggarai, Pasar Senen, dan Stasiun Jatinegara. Desain juga ditambah lagu dengan gambar bangunan cagar budaya Lawang Sewu, Kantor SCS Tegal, Stasiun Kediri, Stasiun Cilacap, dan Stasiun Cirebon. (Humaska)

SUMBER: http://www.kereta-api.co.id/index.php?op...&Itemid=80


[Image: a2vric.jpg]
Reply
#2
waktu senin kemaren ke JAKK..lagi nggak dibuka
693-5073-893-673
Reply
#3
Apakah tidak lebih tepat dinamakan sebagai "Gerbong Pustaka"? Jika setiap rangkaian KA memiliki gerbong seperti ini, tentu banyak segi positifnya. Wahana seperti itu tentu juga cocok untuk sosialisasi sejarah KA.
Barangkali keberadaan gerbong seperti itu juga merupakan suatu fenomena baru dalam perkerataapian di dunia. Mari kita dukung dan semoga cepat terealisasi.

Salam Spoor,
Reply
#4
Interiornya kayanya nyaman banget ya, bisa baca sambil lesehan atau bahkan sambil tiduran kalo gak lagi banyak pengunjung.. Tersenyuum

Cocoknya dirangkai sama kereta jarak jauh nih, biar gak bosen. Tapi baru mau dibikin 4 kereta ya? Berarti cuma dirangkai sama K1 aja dunk? Bingung
Kereta mu, Kereta ku, Kereta kita semua..

[Image: iokl8h.jpg]
Reply
#5
mungkin hanya dirangkai dengan exe saja..lha kalo dengan eko atau odong..bisa2 para kambing ikut2an baca...

apa benar minat baca masih tinggi???...sedangkan yg menengah ke atas sudah main mbah google ,atau e book.....
kalau hanya untuk baca2 koran atau majalah saja...biasanya penumpang beli dari kios/tk koran bahkan bawa dari rumah....

jangan2 pimpinan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) hanya ngejar rekor muri atau guiness aja....karena kalau penumpang dari gerbong paling jauh ingin baca sambil lesehan ...kok kelihatannya masih dipertanyakan...apalagi keamanan barang2 penumpang di dalam gerbong masih merisaukan????>
RF fahrizal, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
Reply
#6
(28-07-2011, 02:40 PM)fahrizal Wrote: mungkin hanya dirangkai dengan exe saja..lha kalo dengan eko atau odong..bisa2 para kambing ikut2an baca...

apa benar minat baca masih tinggi???...sedangkan yg menengah ke atas sudah main mbah google ,atau e book.....
kalau hanya untuk baca2 koran atau majalah saja...biasanya penumpang beli dari kios/tk koran bahkan bawa dari rumah....

jangan2 pimpinan PT. Kereta Api (Persero) hanya ngejar rekor muri atau guiness aja....karena kalau penumpang dari gerbong paling jauh ingin baca sambil lesehan ...kok kelihatannya masih dipertanyakan...apalagi keamanan barang2 penumpang di dalam gerbong masih merisaukan????>

justru langkah PT KA ini patut diapresiasi. Hitung-hitung langkah awal menumbuhkan minat baca masyarakat atau paling tidak datang ke gerbong pustaka untuk lihat siaran ilmiah di tipinya

denger-denger di jepang juga ada ya gerbong yang dijadiin gerbong bermain? mungkin ke depannya PT KA juga bisa ikut

daripada dijadiin aling-aling Xie Xie
Reply
#7
(28-07-2011, 02:40 PM)fahrizal Wrote: mungkin hanya dirangkai dengan exe saja..lha kalo dengan eko atau odong..bisa2 para kambing ikut2an baca...

apa benar minat baca masih tinggi???...sedangkan yg menengah ke atas sudah main mbah google ,atau e book.....
kalau hanya untuk baca2 koran atau majalah saja...biasanya penumpang beli dari kios/tk koran bahkan bawa dari rumah....

jangan2 pimpinan PT. Kereta Api (Persero) hanya ngejar rekor muri atau guiness aja....karena kalau penumpang dari gerbong paling jauh ingin baca sambil lesehan ...kok kelihatannya masih dipertanyakan...apalagi keamanan barang2 penumpang di dalam gerbong masih merisaukan????>
jangan pesimis gitu dong !
memang dari info yang saya denger nantinya di setiap rangkain kereta akan di gandengkan dengan kereta pustaka itu dan lagi fasilitaasny akan di tambah dengan misalkan wifi , buku - buku dan yang berbau bacaan. sehingga penumpang jarak jauh tidak bosan melihat pemandangan dan nongkrong di KM aja sehingga ada opsi ke kereta pustaka ini .mengenai keamanan dalam kereta pustaka ini kemungkinan akan menggandeng mitra outsourcing yang akan mengelolanya. oh iya saya juga sudah merasakan betapa nyamanya kereta ini di tambah lagi dengan flat tv 40 inci yang menggambarkan dan menerangkan tentang company profil PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan daop daop dan divisi regional di bawahnya. saya sangat mengapresiasi inovasi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) terutama divisi heritagenya bravo
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
#8
Ini buat pelayanan ekstra atau harus bayar lagi selain tiket? Cocok buat kereta-kereta kelas Argo. Sebuah langkah maju.
Bravo PT Kereta Api Indonesia (Persero). Tepuk Tangan
Reply
#9
Saya sih masih memiliki minat baca yg tinggi. Cuma untuk hunting di saat dinasan KA tertentu, kadang minatnya lebih tinggi, hehehe...

Tapi kalo boleh usul nih, buat gerbong pustaka berikutnya:

1. Dikasih AC tampaknya lebih baik, daripada sekedar kipas angin...
2. Tambahin jendelanya, kan membaca sambil sesekali berhenti untuk menikmati pemandangan di luar kan lumayan tuh (buat saya, mungkin juga yg lainnya sama)...
3. Diberi kursi lipat barang 2-4 kursi, karena ga semua pembaca menikmati membaca sambil berdiri atau lesehan...

Tapi, untuk permulaan, saya mengapresiasi keberadaan gerbong pustaka ini. Semoga kedepannya, usulan saya tadi bisa diterapkan, ya semata-mata biar lebih nyaman lah...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#10
apalagi klo ada fasilitas WIFI di dalam KA Pustaka ini, jadi makin enak tuh
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)