18-08-2011, 07:43 AM
(This post was last modified: 18-08-2011, 07:46 AM by Adhitya Hatmawan.)
PLESIRAN TEMPO DOELOE: Sejarah Trem di Jakarta
Kumpul di Museum (Bank) Mandiri (seberang Stasiun Kota)
letaknya di Jl. Pintu Besar Utara (seberang Halte Busway)
Minggu, 21 Agustus 2011 djam poekoel 15.30 petang hari
Rp.60 ribu/orang, sudah termasuk:
(aer minoem)
(kolak pisang)
(teh manis anget)
(hidangan berbuka puasa)
(nonton film yg ada trem)
(JALAN KAKI lho bukan NAIK TREM, kerna yah udah kagak ada!)
(jalannya menelusuri jalur Trem Batavia, di Jaman Belanda dulu)
(dari Museum Mandiri ke deket rel kereta api, deket Kota Intan)
(Museum Mandiri - Jl.Pintu Besar Utara - Taman Fatahillah - Jl.
Cengkeh - Jl.Nelayan Timur - Jl.Kali Besar Timur - Jl.Pintu Besar
Utara, en kembali lagi ke Museum Mandiri untuk Berbuka Puasa)
(diceritakan oleh Meneer Widoyoko, ahli riwajat Trem en Spoor)
(Pendiri dan ketua Komunitas Sejarah Perkeretaapian Indonesia)
(skr ini berdomisili di Amsterdam, pernah menjadi Project Manager
PT IngRail Indonesia dan sekarang mengemban tugas sebagai per-
wakilan dari PT INKA di Netherland, sekaligus jurnalis/koresponden
majalah KA di Eropa, jang sekarang lagi pakansi sebulan di Indonesia)
(yg akan menjelaskan sejarah trem di Jakarta sejak awal hingga mati)
(juga ttg sejarah lokasi Amsterdamsepoort atau Gerbang Amsterdam)
(oleh Andy Alexander, yang demen ame sejarahnye Djakarta Djadoel)
Kaloe-kaloe toean en njonja kasengsem pengen ikoetin ini plesiran,
silakan daftarken namanja, poela nama kawan, familie, sobat-ande
ke soerat-listrik ini: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id),
lantas kamoedian aken dapetin nummer oeroet oentoek stoor doeit.
Ditransfernya ke Rekening BCA/BNI 46/MANDIRI cab. Pondok Indah
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA dikonfirmasikan via sms ke no:
0818 94 96 82, atau via email, di-scan dulu, makasih yah, trims.
(tapi kalo transfernya udah pake nomer urut kagak usah dikirim
dah itu email scan-nya, cukup kasih tau lewat email atau sms)
(Toeloeng kassie kitaorang chabar kemana toean ataoe njonja
kirim itoe wang agar kitaorang nantinja tiada poesing toedjoe
koeliling diboeatnja tatkala toean dan njonja tiada bri tahoe
perkara ke bank mana wang roepiah itoe melajang-lajang
Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65
(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan
nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:Rp.60.000/orang)
(oh iya letak Museum (Bank) Mandiri ini: kalo naik busway, pas di halte
paling ujung, yaitu Halte Stasiun Kota, pas keluar dari haltenya nih, lgs
nyebrang ke kiri jalan aja, (lewat bawah tanah yah) kalo ke kanan khan
ke Stasiun Jakarta Kota, pokoknya keliatan kok gedungnya gede banget
dan di situ juga ada plang yang bertuliskan Museum Mandiri (gede juga)
Kalo pada mau bawa kendaraan, ada parkir mobil dan motor juga, baik
yang di depan maupun yang di dalem gedung, masuk ke belakangnya,
kalo dari arah Glodok/Jl.Pintu Besar Selatan, pas di lampu merah (kalo
ke kanan ke arah Mangga Dua). Ambil belok kiri aja, lurus sampe ktemu
puter balik di bawah fly-over, lakukan puter balik, lalu lurus aja ke arah
menuju timur (Stasiun Kota) nanti ketemu pintu masuk ke Museum Bank
Mandiri yang di bagian belakangnya, minta tolong aja sama satpam sini
untuk masuk ke dalem parkiran Museum Bank Mandiri, lumayan banyak).
(tp kalo parkiran disini penuh, silahkan parkir di sekitar Taman Fatahillah,
lewat Jl.Pintu Besar Utara, belok kiri ke Jl.Bank, belok kanan lgs ke Jl.Kali
Besar Barat, terus sampai Lampu Merah, belok ke kanan, ikutin jalan aja,
nanti di depan ada puter balik (di tanda gak boleh, tapi kalo ke museum,
boleh kok, ikutin jalan itu aja, bisa parkirnya di deket Museum Fatahillah).
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Trem ataoe Tram perna berdjaja njaris 80 tahon lamanja di Batavia en Djakarta.
Sedjak tahon 1869 itoe poesat kota dari Nederlandsche-Indie poenja trem koeda,
trem oeap hingga trem listriek. Trajectnja loemajan compleet en djaoe, oetamanja
di tengah kota lajaknja Busway sekarang. Kitaorang jang idoep di Indonesia hari ini,
pastinja soeker temoeken moda transportatie uniek, jang doeloenja amet bekend di
antero Asie, bahkan technologie trem listrieknja lebi doeloe ada ketimbang di Belanda.
Soepaija Toean dan Njonja poenja otak semangkin pinter en terang, kitaorang kassie
adjak obrol perihal riwajatnja trem sedjak lahir hingga semapoet di tahoen 1960-an
PLESIRAN TEMPO DOELOE: Trem ke Pasar Ikan
Minggoe sore tanggal 21 boelan Agustus tahon 2011 poekoel 15.30 sampe maghrib
Satoe dari banjak matjem apparaat transportatie di negerij ini jang perna dipake oleh
Opa & Oma kita adalah trem. Itoe trem bole dibilang poenja functie jang mirip seperti
Busway di djeman sekarang. Membelah djalanan oetama Iboekota, tjepet dan praktis.
Namoen trem poen demen bikin djengkel para penggoena djalan choesoesnja pedjalan
kaki, sebab-sebab tempo-tempo ia bole kassie toebroek, dan pernah dalem satoe hari
bikin orang kesamber trem dalem tijap-tijap 2 djam! walah apa enggak kebangetan tuh!
Maka dari itoe, orang Betawi sempet seboet itoe kompeni jang kassie operatie trem-nja
dengen seboetan: NITM (Naek Itoe Tentoe Mati) dari singkatan: Nederlandsch-Indische
Tramweg-Maatschappij (NITM). Pada itoe tempo, trem dibentji, namoen dikangenin poela,
apalagi kaloe-kaloe liet kaartjis (karcis) jang soenggoe moerah on-kost-nja, jakni se-pitjis
ataoe 10 cent oentoek djarak jang djaoe, moengkin sahadja seperti Bus Transjakarta saat
ini, jang dengen tjoema Rp.3500, maka kitaorang dapet koelilingin Djakarta zonder ampoen.
Kitaorang akan samperin bekasnja tempat dimana itoe locatie halte trem pernah ada, tetapi
sekarang soeda tida ada haltenja lagi, en rel trem-nja poen soeda ilang, kerna sebagian ada
jang diambil (dipretelin) ataoe ditimboen dengen aspal soepaja tida keloear banjak biaja boeat
toetoep djalan trem di djalanan iboekota. Satoe "halte" jang akan dibezoek pernahnja (adanja)
di sekitaran Jl.Cengkeh dan Jl.Nelayan Timur, ataoe di deketnja Amsterdamschepoort (Gerbang
Amsterdam), jang kerap dioetjapkan oleh Orang Belanda oentoek menjeboetkan nama halte ini,
"Halte Amsterdamschepoort", berbeda dengan orang lokaal, jang bilang itoe: "Halte Pasar Ikan"
ataoe kadang "Halte Kota Intan". Walaoepoen bole dibilang locatienja lebi deket ke Djembatan
Kota Intan (Honderpasserbrug) ketimbang Pasar Ikan jang pernahnja di oedjoeng doenija sono.
Perkara sedjarahnja Amsterdamschepoort (Gerbang Amsterdam), nantinja akan ditjeriteraken
oleh Andy Alexander, sedari hal-ichwal mengapa itoe gerbang dibikin koetika djemannja VOC,
hingga kisah di balik peristiwa jang ada di sekitaran itoe gerbang besar, brikoet goresan jang
dibikin bagoes betoel oleh toekang loekis kesohor dari Denmark, jang diaorang poenja nama:
Johannes Rach. Kamodian kitaorang kassie liet gambar laen en foto-foto di abad selandjoet-
nja, hingga ke foto di tahon 1950, tatkala itoe gerbang besar dibikin antjoer oleh Republiken.
Meneer Widoyoko dengen hati seneng akan briken presentatie perihal riwajat trem di Batavia
sampe ini kota brobah nama mendjadi Djakarta, compleet sedari trem koeda hadlir, lantas ke
trem oeap, sampe ke trem listriek dari berbagi djeman. Ada gambar visual trem koeda sedjak
tahon 1869, jang kata orang, satoe wagon (gerbong) penoempang isi 40 orang, jang moesti
ditarik oleh doea ataoe empat ekor koeda sedari Amsterdamschepoort (Gerbang Amsterdam),
jang berada di seblah ilir (oetara) dari Stadhuis Batavia (sekarang Museum Fatahillah) sampe
ke Harmonie, lantas ada doea lijn (line) lagi jang ke Tenabang (Tanah Abang) dan ke Kramat.
Foto koeda jang sedang mengaso poen akan dikassie liet, biar seger koeda-koeda dimandikan
di istal. Tetapi boekan berarti itoe koeda seger dan tegoeh, berita jang tersiar di djeman itoe
bilang bahoewa doea ekor koeda rata-rata semapoet di tijap harinja. Soenggoe menjedihkan.
Pemangfa'atan trem koeda jang moelai ber-operatie sedjak tahon 1869, dinilai koerang efisien,
kompeni jang kelola itoe trem Bataviasche Tram Maatschappij (BTM), berhentiken itoe oesaha
koetika peroesahaannja diambil-alih oleh NITM pada tahon 1881. Sasoedanja, NITM kembang-
ken djaloer operatie hingga ke Meester Cornelis (Djatinegara) jang halte-nja ada di Kampong
Melajoe (apatah itoe halte jang sekarang brobah djadi locatienja Terminal Kampung Melayu?
Kitaorang tanjaken sadja langsoeng kepada Mas Widoyoko, soepaja informatienja accurat).
NITM poenja armada trem jang lebi ja goed (yahud) ketimbang trem seblonnja, dengen pake
oeap (steam), maka perdjalanan trem lebi ladjoe en stabil, namoen itoe kaloe-kaloe climaat
(climate, tjoeatja) panas, koetika adem ataoe mendoeng, maka itoe trem djadi ngosngosan.
Oeap jang dipake oentoek djalanken trem boekan hari hatsil bakaran di toengkoe lajaknja di
Kereta Api dengen sistem oeap, tetapi itoe oeap moesti di-isi seperti benzine jang terdapat
di auto (mobil). Isi steam dilakoeken di depo, dan lamanja pengisian makan tempo 20 menit.
Era baroe daripada sistem trem paling mutachir terdjadi pada tahon 1899, oentoek pertama
kalinja hadlir trem listriek, dengen traject: Harmonie - Dierentuin (Kebon Binatang) di Tjikini,
jang dikelola oleh Batavia Electrische Tram Maatschappij (BETM), jang bole dibilang itoe lebi
tjepet 3 boelan daripada jang di Holland sono, kerna di Holland baroe ada 3 boelan sesodanja
di Batavia (ataoe Nederlandsche-Indie, sebagi colonie-nja), djadi disana loemajan te laat jah.
Pada tahon 1930, NITM dan BETM berkongsi, dan bikin meleboer mendjadi BVM (Bataviasche
Verkeer Maatschappij), jang dengen bertahap memodernisasiken armadanja djadi trem listriek
semoea, dan memperloeas djaringan djalan trem-nja. Setelah Indonesia Merdeka, BVM ganti
nama mendjadi PPD (Perusahaan Pengangkutan Djakarta), jang kitaorang kenal sekarang ini,
kerna dinasionalisasiken oleh Bung Karno pada tahon 1954, dan PPD sempet operasiken trem.
Sedjak tahon 1899 itoe, kota Batavia djadi semangkin rame djalanannja, selaen itoe 2 matjem
trem (steam & electrisch), pada awal tahon 1900-an auto (mobil) moelai masoep. Kabel-kabel
poen sliweran di atas djalan besar, hingga achirnja pamerentah Djakarta pada tahon 1960-an
(Gubernur Sudiro) berfikir bahoewa sistem trem begitoe semrawoet, dan bikin matjet Djakarta.
Hal itoepoen jang dianggep Presiden Soekarno, maka berachirlah kedjajaan trem di kota kita ini.
Banjak sekali gambar foto kenangan trem melintasi djalanan Djakarta, jang nantinja dikassie liet
oleh Mas Wid di Museum (Bank) Mandiri, segala roepa-roepa locomotief trem, halte, pengisian-
oelang oeap, koeda mandi, gerbong (bahkan ada jang gerbong bernama: pikolan, jang dipake
boeat angkoet pikoelan oentoek orang berdagang), laloe ada conditie kota Djakarta sebelom
perang (Perang Asia Timur Raya/Perang Pasifik, 1941-1945) dimana amet terasa soesananja
tegang, penoeh tjemas dan waspada, lantas datenglah Tentara Djepang dengen bersepeda
di sepandjang djalan besar di Djakarta. Kamodian ada foto trem jang materieel (materialnja)
diketemoeken setelah dipreteli boeat dipake sebagi bahan dasar perang oleh Djepang, jang
setelah perang oesai dibikin bagoes kombali oleh bangsa priboemi, dan djadi tjakep adanja.
Ada lagi portret trem oeap di hari achir operatie di Batavia (tahon 1930), dan tentoe sadja
toelisan tangan di body trem setelah Indonesia Merdeka, jang bertoelisken berbagi matjem
antjeman kepada kompeni, dan sebagi soemangat bangsa jang baroe Merdeka, diantaranja:
"Better to The Hell Than to be Colonialised Again" ada djoega: "Perhebatkanlah Pengibaran
Bendera Merah Poetih dan Pemakaian Lentjana". Trem achirnja mendjadi media pergerakan
perdjoeangan kaoem moeda Indonesia oentoek melawan kolonialisatie di boemi noesantara.
Sebelom keloear djalan kaki, kitaorang djangan loepa oentoek berfoto dengen rel trem aseli,
jang ditemoeken oleh staff dari Museum Mandiri di depan museum, jang sekarang dipamerkan
di roeangan bawah itoe museum, jang dipadoeken dengen foto moeka trem, seolah-olah itoe
trem bangkit dari koeboernja, dan beneran djalan kombali di djalanan Iboekota, kerna itoe rel
jang toelen ditarok setjara sempoerna, sehingga kaloe-kaloe Toean en Njonja berdiri di depan
itoe "trem" bakalan was-was dan takoet ketoebroek, kerna itoe foto mirip dengen trem aseli!
Mas Wid djoega akan kassie liet rentjana hadlirnja kombali trem di Jakarta, jang soeda sijap
djalan, ada 2, satoe di Kampus UI Depok, en satoe lagi di sekitar Kuningan, Jakarta Selatan.
Jang di Kuningan akan bergerak antara "Mall" Epicentrum Walk ke "Apartment" Rasuna. Yap,
deket sadja! namoen itoe bole dibilang soeatoe gebrakan baroe di Jakarta ini, dan achirnja..
"Betawi Poenja Trem!" (lagi), setelah njaris 50 tahon lamanja trem linjap dari Jakarta *keluh*
So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega
ke email: adep@cbn.net.id atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer
urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya ditransfer uang sesuai dengan
nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693
BCA cab Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan segera via
sms ke 0818 94 96 82 atau via email yang seperti biasa, discan aja, lalu kirim ke adep@cbn.net.id
(doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman)
Sekarang juga bisa ditransfer ke rekening MANDIRI: 101.000.44.34.088: ADE HARDIKA PURNAMA
dan juga ke rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 0148445465 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA
(oh iya kedua bank itu cabang Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim segera, makasih yah, yah)
Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nomer urut 18 maka Onky transfernja
= Rp.60.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.60018 <<<<<< angka 18 di belakang mengacu ke no.
urut) djadi ntar bajarnja boekan Rp.60.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nomer urut. okeh
bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaw!
Kalo mendaftar lebih dari 1 orang dan pengen transfer sekaligus, yang misalnya contoh kayak gini:
18. Onky Alexander
19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda
Transfernya bisa sekaligus = Rp.180.018 (mengacu ke no.urut paling duluan), jadi no.urutnya jangan
dijumlahin jadi 1 yah (18 + 19 + 20 = 57 = Rp.180.057), JANGAN, JANGAN, JANGAN. karena nantinya
malahan bikin bingung, dan udah gitu kan no.urut 57 udah ada yang punya, orang laen, gitu ganti
Tetapi kalo mau transfer satu-satu juga boleh, ketik aja Rp.60.018, Rp.60.019 dan Rp.60.020, atau
misalnya temen/keluarga mau daftar lagi, dan mendapatkan no.urut yang jauh dari rombongan Anda
(misalnya dapet no.urut: 178), maka nanti kalo mau mentransfer sekaligus, tolong disebutin aja yah
bahwa (misalnya transfer untuk 4 orang sekaligus), duit yang Rp.240.018 itu untuk no.urut: 18, 19,
20 dan 178. Nah, tjoekoep faham kan? semoga toean dan njonja bisa bikin kitaorang gak bingung
djangan loepa bawa pajoeng, andoek ketjil ataoe apalah, inget Djakarta panas! djikalaoe nanti pada
tempohnja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelain ini plesiran sasoedanja itoe hoedjan brenti.
zo, plesiran tetep dilaksanaken, dan catat: Plesiran Tempo Doeloe tak akan berganti hari/tanggal
Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia
P: 0818 94 96 82
0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email: adep@cbn.net.id
Facebook: Ade Purnama
Twitter: @sahabatmuseum
www.sahabatmuseum.com
(beberapa sumber sejarah di atas, dikutip dari buku karya:
Ir.Widoyoko, Msc yang bertajuk "Tram Reborn, Mengenal
Moda Transportasi Massal Masa Depan. Trem, Light Rail,
Transit (LRT), Metro, dan Monorel". dan juga buku jadul
karya: H.J.A Duparc yang berjudul "Trams en Tramlijnen,
De Elektisrische Stadstrams op Java", terbitan thn 1972.
PLESIRAN TEMPO DOELOE: Trem ke Pasar Ikan
15.30 - 16.00: Pendaftaran Ulang di Museum (Bank) Mandiri
16.00 - 16.30: Penjelasan dari Pak Widoyoko ttg Riwajat Trem
16.30 - 16.45: Ke lantai dasar museum, liet Rel Trem jang aseli
16.45 - 17.45: Jalan kaki ke lokasi Halte Pasar Ikan (dah gak ada)
17.45 - 17.55: Mengaso sambil menanti saatnya berbuka puasa
17.55 - 18.30: Berbuka Puasa, Sholat Maghrib dan klaar semuanya
Kumpul di Museum (Bank) Mandiri (seberang Stasiun Kota)
letaknya di Jl. Pintu Besar Utara (seberang Halte Busway)
Minggu, 21 Agustus 2011 djam poekoel 15.30 petang hari
Rp.60 ribu/orang, sudah termasuk:
(aer minoem)
(kolak pisang)
(teh manis anget)
(hidangan berbuka puasa)
(nonton film yg ada trem)
(JALAN KAKI lho bukan NAIK TREM, kerna yah udah kagak ada!)
(jalannya menelusuri jalur Trem Batavia, di Jaman Belanda dulu)
(dari Museum Mandiri ke deket rel kereta api, deket Kota Intan)
(Museum Mandiri - Jl.Pintu Besar Utara - Taman Fatahillah - Jl.
Cengkeh - Jl.Nelayan Timur - Jl.Kali Besar Timur - Jl.Pintu Besar
Utara, en kembali lagi ke Museum Mandiri untuk Berbuka Puasa)
(diceritakan oleh Meneer Widoyoko, ahli riwajat Trem en Spoor)
(Pendiri dan ketua Komunitas Sejarah Perkeretaapian Indonesia)
(skr ini berdomisili di Amsterdam, pernah menjadi Project Manager
PT IngRail Indonesia dan sekarang mengemban tugas sebagai per-
wakilan dari PT INKA di Netherland, sekaligus jurnalis/koresponden
majalah KA di Eropa, jang sekarang lagi pakansi sebulan di Indonesia)
(yg akan menjelaskan sejarah trem di Jakarta sejak awal hingga mati)
(juga ttg sejarah lokasi Amsterdamsepoort atau Gerbang Amsterdam)
(oleh Andy Alexander, yang demen ame sejarahnye Djakarta Djadoel)
Kaloe-kaloe toean en njonja kasengsem pengen ikoetin ini plesiran,
silakan daftarken namanja, poela nama kawan, familie, sobat-ande
ke soerat-listrik ini: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id),
lantas kamoedian aken dapetin nummer oeroet oentoek stoor doeit.
Ditransfernya ke Rekening BCA/BNI 46/MANDIRI cab. Pondok Indah
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA dikonfirmasikan via sms ke no:
0818 94 96 82, atau via email, di-scan dulu, makasih yah, trims.
(tapi kalo transfernya udah pake nomer urut kagak usah dikirim
dah itu email scan-nya, cukup kasih tau lewat email atau sms)
(Toeloeng kassie kitaorang chabar kemana toean ataoe njonja
kirim itoe wang agar kitaorang nantinja tiada poesing toedjoe
koeliling diboeatnja tatkala toean dan njonja tiada bri tahoe
perkara ke bank mana wang roepiah itoe melajang-lajang

Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65
(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan
nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:Rp.60.000/orang)
(oh iya letak Museum (Bank) Mandiri ini: kalo naik busway, pas di halte
paling ujung, yaitu Halte Stasiun Kota, pas keluar dari haltenya nih, lgs
nyebrang ke kiri jalan aja, (lewat bawah tanah yah) kalo ke kanan khan
ke Stasiun Jakarta Kota, pokoknya keliatan kok gedungnya gede banget
dan di situ juga ada plang yang bertuliskan Museum Mandiri (gede juga)
Kalo pada mau bawa kendaraan, ada parkir mobil dan motor juga, baik
yang di depan maupun yang di dalem gedung, masuk ke belakangnya,
kalo dari arah Glodok/Jl.Pintu Besar Selatan, pas di lampu merah (kalo
ke kanan ke arah Mangga Dua). Ambil belok kiri aja, lurus sampe ktemu
puter balik di bawah fly-over, lakukan puter balik, lalu lurus aja ke arah
menuju timur (Stasiun Kota) nanti ketemu pintu masuk ke Museum Bank
Mandiri yang di bagian belakangnya, minta tolong aja sama satpam sini
untuk masuk ke dalem parkiran Museum Bank Mandiri, lumayan banyak).
(tp kalo parkiran disini penuh, silahkan parkir di sekitar Taman Fatahillah,
lewat Jl.Pintu Besar Utara, belok kiri ke Jl.Bank, belok kanan lgs ke Jl.Kali
Besar Barat, terus sampai Lampu Merah, belok ke kanan, ikutin jalan aja,
nanti di depan ada puter balik (di tanda gak boleh, tapi kalo ke museum,
boleh kok, ikutin jalan itu aja, bisa parkirnya di deket Museum Fatahillah).
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Trem ataoe Tram perna berdjaja njaris 80 tahon lamanja di Batavia en Djakarta.
Sedjak tahon 1869 itoe poesat kota dari Nederlandsche-Indie poenja trem koeda,
trem oeap hingga trem listriek. Trajectnja loemajan compleet en djaoe, oetamanja
di tengah kota lajaknja Busway sekarang. Kitaorang jang idoep di Indonesia hari ini,
pastinja soeker temoeken moda transportatie uniek, jang doeloenja amet bekend di
antero Asie, bahkan technologie trem listrieknja lebi doeloe ada ketimbang di Belanda.
Soepaija Toean dan Njonja poenja otak semangkin pinter en terang, kitaorang kassie
adjak obrol perihal riwajatnja trem sedjak lahir hingga semapoet di tahoen 1960-an

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Trem ke Pasar Ikan
Minggoe sore tanggal 21 boelan Agustus tahon 2011 poekoel 15.30 sampe maghrib
Satoe dari banjak matjem apparaat transportatie di negerij ini jang perna dipake oleh
Opa & Oma kita adalah trem. Itoe trem bole dibilang poenja functie jang mirip seperti
Busway di djeman sekarang. Membelah djalanan oetama Iboekota, tjepet dan praktis.
Namoen trem poen demen bikin djengkel para penggoena djalan choesoesnja pedjalan
kaki, sebab-sebab tempo-tempo ia bole kassie toebroek, dan pernah dalem satoe hari
bikin orang kesamber trem dalem tijap-tijap 2 djam! walah apa enggak kebangetan tuh!
Maka dari itoe, orang Betawi sempet seboet itoe kompeni jang kassie operatie trem-nja
dengen seboetan: NITM (Naek Itoe Tentoe Mati) dari singkatan: Nederlandsch-Indische
Tramweg-Maatschappij (NITM). Pada itoe tempo, trem dibentji, namoen dikangenin poela,
apalagi kaloe-kaloe liet kaartjis (karcis) jang soenggoe moerah on-kost-nja, jakni se-pitjis
ataoe 10 cent oentoek djarak jang djaoe, moengkin sahadja seperti Bus Transjakarta saat
ini, jang dengen tjoema Rp.3500, maka kitaorang dapet koelilingin Djakarta zonder ampoen.
Kitaorang akan samperin bekasnja tempat dimana itoe locatie halte trem pernah ada, tetapi
sekarang soeda tida ada haltenja lagi, en rel trem-nja poen soeda ilang, kerna sebagian ada
jang diambil (dipretelin) ataoe ditimboen dengen aspal soepaja tida keloear banjak biaja boeat
toetoep djalan trem di djalanan iboekota. Satoe "halte" jang akan dibezoek pernahnja (adanja)
di sekitaran Jl.Cengkeh dan Jl.Nelayan Timur, ataoe di deketnja Amsterdamschepoort (Gerbang
Amsterdam), jang kerap dioetjapkan oleh Orang Belanda oentoek menjeboetkan nama halte ini,
"Halte Amsterdamschepoort", berbeda dengan orang lokaal, jang bilang itoe: "Halte Pasar Ikan"
ataoe kadang "Halte Kota Intan". Walaoepoen bole dibilang locatienja lebi deket ke Djembatan
Kota Intan (Honderpasserbrug) ketimbang Pasar Ikan jang pernahnja di oedjoeng doenija sono.
Perkara sedjarahnja Amsterdamschepoort (Gerbang Amsterdam), nantinja akan ditjeriteraken
oleh Andy Alexander, sedari hal-ichwal mengapa itoe gerbang dibikin koetika djemannja VOC,
hingga kisah di balik peristiwa jang ada di sekitaran itoe gerbang besar, brikoet goresan jang
dibikin bagoes betoel oleh toekang loekis kesohor dari Denmark, jang diaorang poenja nama:
Johannes Rach. Kamodian kitaorang kassie liet gambar laen en foto-foto di abad selandjoet-
nja, hingga ke foto di tahon 1950, tatkala itoe gerbang besar dibikin antjoer oleh Republiken.
Meneer Widoyoko dengen hati seneng akan briken presentatie perihal riwajat trem di Batavia
sampe ini kota brobah nama mendjadi Djakarta, compleet sedari trem koeda hadlir, lantas ke
trem oeap, sampe ke trem listriek dari berbagi djeman. Ada gambar visual trem koeda sedjak
tahon 1869, jang kata orang, satoe wagon (gerbong) penoempang isi 40 orang, jang moesti
ditarik oleh doea ataoe empat ekor koeda sedari Amsterdamschepoort (Gerbang Amsterdam),
jang berada di seblah ilir (oetara) dari Stadhuis Batavia (sekarang Museum Fatahillah) sampe
ke Harmonie, lantas ada doea lijn (line) lagi jang ke Tenabang (Tanah Abang) dan ke Kramat.
Foto koeda jang sedang mengaso poen akan dikassie liet, biar seger koeda-koeda dimandikan
di istal. Tetapi boekan berarti itoe koeda seger dan tegoeh, berita jang tersiar di djeman itoe
bilang bahoewa doea ekor koeda rata-rata semapoet di tijap harinja. Soenggoe menjedihkan.
Pemangfa'atan trem koeda jang moelai ber-operatie sedjak tahon 1869, dinilai koerang efisien,
kompeni jang kelola itoe trem Bataviasche Tram Maatschappij (BTM), berhentiken itoe oesaha
koetika peroesahaannja diambil-alih oleh NITM pada tahon 1881. Sasoedanja, NITM kembang-
ken djaloer operatie hingga ke Meester Cornelis (Djatinegara) jang halte-nja ada di Kampong
Melajoe (apatah itoe halte jang sekarang brobah djadi locatienja Terminal Kampung Melayu?
Kitaorang tanjaken sadja langsoeng kepada Mas Widoyoko, soepaja informatienja accurat).
NITM poenja armada trem jang lebi ja goed (yahud) ketimbang trem seblonnja, dengen pake
oeap (steam), maka perdjalanan trem lebi ladjoe en stabil, namoen itoe kaloe-kaloe climaat
(climate, tjoeatja) panas, koetika adem ataoe mendoeng, maka itoe trem djadi ngosngosan.
Oeap jang dipake oentoek djalanken trem boekan hari hatsil bakaran di toengkoe lajaknja di
Kereta Api dengen sistem oeap, tetapi itoe oeap moesti di-isi seperti benzine jang terdapat
di auto (mobil). Isi steam dilakoeken di depo, dan lamanja pengisian makan tempo 20 menit.
Era baroe daripada sistem trem paling mutachir terdjadi pada tahon 1899, oentoek pertama
kalinja hadlir trem listriek, dengen traject: Harmonie - Dierentuin (Kebon Binatang) di Tjikini,
jang dikelola oleh Batavia Electrische Tram Maatschappij (BETM), jang bole dibilang itoe lebi
tjepet 3 boelan daripada jang di Holland sono, kerna di Holland baroe ada 3 boelan sesodanja
di Batavia (ataoe Nederlandsche-Indie, sebagi colonie-nja), djadi disana loemajan te laat jah.
Pada tahon 1930, NITM dan BETM berkongsi, dan bikin meleboer mendjadi BVM (Bataviasche
Verkeer Maatschappij), jang dengen bertahap memodernisasiken armadanja djadi trem listriek
semoea, dan memperloeas djaringan djalan trem-nja. Setelah Indonesia Merdeka, BVM ganti
nama mendjadi PPD (Perusahaan Pengangkutan Djakarta), jang kitaorang kenal sekarang ini,
kerna dinasionalisasiken oleh Bung Karno pada tahon 1954, dan PPD sempet operasiken trem.
Sedjak tahon 1899 itoe, kota Batavia djadi semangkin rame djalanannja, selaen itoe 2 matjem
trem (steam & electrisch), pada awal tahon 1900-an auto (mobil) moelai masoep. Kabel-kabel
poen sliweran di atas djalan besar, hingga achirnja pamerentah Djakarta pada tahon 1960-an
(Gubernur Sudiro) berfikir bahoewa sistem trem begitoe semrawoet, dan bikin matjet Djakarta.
Hal itoepoen jang dianggep Presiden Soekarno, maka berachirlah kedjajaan trem di kota kita ini.
Banjak sekali gambar foto kenangan trem melintasi djalanan Djakarta, jang nantinja dikassie liet
oleh Mas Wid di Museum (Bank) Mandiri, segala roepa-roepa locomotief trem, halte, pengisian-
oelang oeap, koeda mandi, gerbong (bahkan ada jang gerbong bernama: pikolan, jang dipake
boeat angkoet pikoelan oentoek orang berdagang), laloe ada conditie kota Djakarta sebelom
perang (Perang Asia Timur Raya/Perang Pasifik, 1941-1945) dimana amet terasa soesananja
tegang, penoeh tjemas dan waspada, lantas datenglah Tentara Djepang dengen bersepeda
di sepandjang djalan besar di Djakarta. Kamodian ada foto trem jang materieel (materialnja)
diketemoeken setelah dipreteli boeat dipake sebagi bahan dasar perang oleh Djepang, jang
setelah perang oesai dibikin bagoes kombali oleh bangsa priboemi, dan djadi tjakep adanja.
Ada lagi portret trem oeap di hari achir operatie di Batavia (tahon 1930), dan tentoe sadja
toelisan tangan di body trem setelah Indonesia Merdeka, jang bertoelisken berbagi matjem
antjeman kepada kompeni, dan sebagi soemangat bangsa jang baroe Merdeka, diantaranja:
"Better to The Hell Than to be Colonialised Again" ada djoega: "Perhebatkanlah Pengibaran
Bendera Merah Poetih dan Pemakaian Lentjana". Trem achirnja mendjadi media pergerakan
perdjoeangan kaoem moeda Indonesia oentoek melawan kolonialisatie di boemi noesantara.
Sebelom keloear djalan kaki, kitaorang djangan loepa oentoek berfoto dengen rel trem aseli,
jang ditemoeken oleh staff dari Museum Mandiri di depan museum, jang sekarang dipamerkan
di roeangan bawah itoe museum, jang dipadoeken dengen foto moeka trem, seolah-olah itoe
trem bangkit dari koeboernja, dan beneran djalan kombali di djalanan Iboekota, kerna itoe rel
jang toelen ditarok setjara sempoerna, sehingga kaloe-kaloe Toean en Njonja berdiri di depan
itoe "trem" bakalan was-was dan takoet ketoebroek, kerna itoe foto mirip dengen trem aseli!
Mas Wid djoega akan kassie liet rentjana hadlirnja kombali trem di Jakarta, jang soeda sijap
djalan, ada 2, satoe di Kampus UI Depok, en satoe lagi di sekitar Kuningan, Jakarta Selatan.
Jang di Kuningan akan bergerak antara "Mall" Epicentrum Walk ke "Apartment" Rasuna. Yap,
deket sadja! namoen itoe bole dibilang soeatoe gebrakan baroe di Jakarta ini, dan achirnja..
"Betawi Poenja Trem!" (lagi), setelah njaris 50 tahon lamanja trem linjap dari Jakarta *keluh*
So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega
ke email: adep@cbn.net.id atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer
urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya ditransfer uang sesuai dengan
nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693
BCA cab Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan segera via
sms ke 0818 94 96 82 atau via email yang seperti biasa, discan aja, lalu kirim ke adep@cbn.net.id
(doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman)
Sekarang juga bisa ditransfer ke rekening MANDIRI: 101.000.44.34.088: ADE HARDIKA PURNAMA
dan juga ke rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 0148445465 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA
(oh iya kedua bank itu cabang Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim segera, makasih yah, yah)
Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nomer urut 18 maka Onky transfernja
= Rp.60.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.60018 <<<<<< angka 18 di belakang mengacu ke no.
urut) djadi ntar bajarnja boekan Rp.60.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nomer urut. okeh
bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaw!
Kalo mendaftar lebih dari 1 orang dan pengen transfer sekaligus, yang misalnya contoh kayak gini:
18. Onky Alexander
19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda
Transfernya bisa sekaligus = Rp.180.018 (mengacu ke no.urut paling duluan), jadi no.urutnya jangan
dijumlahin jadi 1 yah (18 + 19 + 20 = 57 = Rp.180.057), JANGAN, JANGAN, JANGAN. karena nantinya
malahan bikin bingung, dan udah gitu kan no.urut 57 udah ada yang punya, orang laen, gitu ganti

Tetapi kalo mau transfer satu-satu juga boleh, ketik aja Rp.60.018, Rp.60.019 dan Rp.60.020, atau
misalnya temen/keluarga mau daftar lagi, dan mendapatkan no.urut yang jauh dari rombongan Anda
(misalnya dapet no.urut: 178), maka nanti kalo mau mentransfer sekaligus, tolong disebutin aja yah
bahwa (misalnya transfer untuk 4 orang sekaligus), duit yang Rp.240.018 itu untuk no.urut: 18, 19,
20 dan 178. Nah, tjoekoep faham kan? semoga toean dan njonja bisa bikin kitaorang gak bingung

djangan loepa bawa pajoeng, andoek ketjil ataoe apalah, inget Djakarta panas! djikalaoe nanti pada
tempohnja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelain ini plesiran sasoedanja itoe hoedjan brenti.
zo, plesiran tetep dilaksanaken, dan catat: Plesiran Tempo Doeloe tak akan berganti hari/tanggal
Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia
P: 0818 94 96 82
0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email: adep@cbn.net.id
Facebook: Ade Purnama
Twitter: @sahabatmuseum
www.sahabatmuseum.com
(beberapa sumber sejarah di atas, dikutip dari buku karya:
Ir.Widoyoko, Msc yang bertajuk "Tram Reborn, Mengenal
Moda Transportasi Massal Masa Depan. Trem, Light Rail,
Transit (LRT), Metro, dan Monorel". dan juga buku jadul
karya: H.J.A Duparc yang berjudul "Trams en Tramlijnen,
De Elektisrische Stadstrams op Java", terbitan thn 1972.
PLESIRAN TEMPO DOELOE: Trem ke Pasar Ikan
15.30 - 16.00: Pendaftaran Ulang di Museum (Bank) Mandiri
16.00 - 16.30: Penjelasan dari Pak Widoyoko ttg Riwajat Trem
16.30 - 16.45: Ke lantai dasar museum, liet Rel Trem jang aseli
16.45 - 17.45: Jalan kaki ke lokasi Halte Pasar Ikan (dah gak ada)
17.45 - 17.55: Mengaso sambil menanti saatnya berbuka puasa

17.55 - 18.30: Berbuka Puasa, Sholat Maghrib dan klaar semuanya
RF Adhitya Hatmawan, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Dec 2010.



