Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Double Saw Bye Operation
#1
buat kita2 rf pasti sudah tidak asing dengan istilah silangan atau kres (kruis). yaitu memberikan jalan kepada salah satu kereta untuk lewat di jalur tunggal.

prosedurnya pun kita2 sudah paham. yaitu menahan salah satu kereta di stasiun sementara ka lain melintas. biasanya yang didahulukan adalah ka2 yang kelasnya lebih tinggi, atau ka2 yang sangat panjang hingga melebihi panjang emplasemen stasiun seperti ka babaranjang di sumsel.

walaupun jarang terjadi, kadang timbul permasalahan jika ada 2 kereta yang sama2 berukuran panjang melebihi emplasemen (overlength), bertemu di sebuah stasiun. bagaimana cara atau prosedur agar 2 kereta tersebut sama2 dapat lewat dan melanjutkan perjalanan masing2?

prosedur untuk melewatkan 2 kereta kelewatpanjang di stasiun ber emplasemen pendek ini dinamakan double saw bye operation atau kalau diterjemahkan bebas menjadi operasional gergaji ganda. berikut prosedurnya:

[spoiler]
langkah 1:

[Image: step1.gif]
pada gambar diatas, 2 ka masing2 dengan 15 gerbong harus bersilang di sebuah stasiun yang hanya bisa menampung 9-10 gerbong. maka prosedur double saw by harus dilakukan. misalkan jalur yang lurus adalah jalur 1, sementara jalur belok adalah jalur 2. jalur 1 dapat menampung 10 gerbong sementara jalur 2 hanya 9 gerbong.
[/spoiler]

[spoiler]
langkah 2:

[Image: step2.gif]
ka putih mundur dan melepas 5 gerbong terakhir diluar wesel sebelah kanan, lalu masuk ke jalur 1 stasiun itu.
[/spoiler]

[spoiler]
langkah 3:

[Image: step3.gif]
setelah ka putih masuk dengan 10 gerbong, ka hitam masuk lewat jalur 2 sampai gerbong terakhir (15) masuk bebas di jalur 2.
[/spoiler]

[spoiler]
langkah 4:

[Image: step4.gif]
lok ka putih dilepas, lalu maju melewati wesel kiri.
[/spoiler]

[spoiler]
langkah 5:

[Image: step5.gif]
lok ka putih masuk ke jalur 2, lalu merangkai 6 gerbong terakhir ka hitam, lalu kembali keluar melewati wesel kiri.
[/spoiler]

[spoiler]
langkah 6:

[Image: step6.gif]
setelah itu, ka hitam dengan 9 gerbong tersisa mundur kembali ke jalur 2 dan berhenti.
[/spoiler]


bersambung...






[Image: overstappen.png]
sambungan...

[spoiler]
langkah 7:

[Image: step7.gif]
setelah itu, lok ka putih + 6 gerbong terakhir ka hitam mundur kejalur 1, sambil merangkai 10 gerbong putih, terus mundur melewati wesel untuk mengambil sisa 5 gerbong putih yang berada diluar wesel kanan. setelah semua terangkai, ka ini maju kembali sampai gerbong putih terakhir (15) masuk bebas dijalur 1.
[/spoiler]

[spoiler]
langkah 8:

[Image: step8.gif]
setelah itu, ka hitam + 9 gerbong maju melewati wesel kanan dan berhenti diluar wesel.
[/spoiler]

[spoiler]
langkah 9:

[Image: step9.gif]
ka hitam + 9 gerbong mundur ke jalur 1, lalu merangkai seluruh gerbong ka putih, melepas sambungan gerbong putih 1 dengan gerbong hitam 10, lalu maju hingga gerbong putih bebas di jalur 1.
[/spoiler]

[spoiler]
langkah 10:

[Image: step10.gif]
lok putih + 6 gerbong hitam mundur ke jalur 2.
[/spoiler]

[spoiler]
langkah 11:

[Image: step11.gif]
lok putih melepaskan diri, kembali maju keluar wesel kiri.
[/spoiler]

[spoiler]
langkah 12:

[Image: step12.gif]
lok putih mundur ke jalur 1 untuk mengambil seluruh gerbong putih, lalu maju kembali meneruskan perjalanan ke arah kiri. lalu ka hitam mundur kembali ke jalur 2 mengambil sisa rangkaian, setelah itu maju kembali meneruskan perjalanan ke arah kanan.
[/spoiler]


prosedur selesai. semoga bermanfaat.

dikutip dari san diego model railroad association, double saw bye. http://www.sdmrra.org/Odds-n-Ends/saw_bye.htm
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#2
Wuih baru tau nih, tapi kayaknya ribet dan memerlukan waktu ya?

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#3
menambah wawasan nih ....
Xie Xie
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
Reply
#4
Wah, prosesnya lama ya..
Kayanya asik tuh kalo bisa liat proses Double Saw Bye Operation, kaya liat langsiran argo ketel di stasiun Tegal.. Tersenyuum
Kereta mu, Kereta ku, Kereta kita semua..

[Image: iokl8h.jpg]
Reply
#5
di jawa sepertinya belum pernah ketemu ya, mungkin kalo babranjang saling ketemu di single trek bakalan kaya gitu
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]
Reply
#6
Wah
Baru tahu kalau ada aktifitas silang seperti ini , tetapi mungkin terjadi hanya di Sumsel kali ya ?.
Bisa kita bayangkan , betapa repotnya para petugas Stasiun ybs.

BingungHeran
Reply
#7
betul pakdhe. pasti sangat merepotkan karena petugas lapangan harus tahu seberapa banyak gerbong yang mau dipotong. lantas mau diparkir diluar weselnya seberapa jauh, dll.

selain petugas stasiun, masinisnya juga bisa bete itu bolak-balik maju-mundur sambil putus-sambung rangkaian. hehehe...

saya nggak tahu persis apakah di amerika masih ada prosedur macam begini. menurut yang saya tahu lewat wiki, dulu waktu jaman koboi sewaktu ka uap berjaya, masih banyak prosedur double saw bye ini (kadang2 disebut juga see saw procedure), mengingat infrastruktur relnya masih sederhana.

tapi kalau sekarang sepertinya sudah diselesaikan dengan menggunakan long siding atau emplasemen panjang sampai ber kilo2 meter, untuk menampung kereta barang yang panjangnya bisa sampai 5 km.

o,ya. kenapa dinamakan double saw bye alias gergaji ganda? karena proses ini mirip sama orang menggergaji kayu dengan menggunakan gergaji bergagang ganda. jadi yang menggergaji 2 orang, yang satu menarik, yang satunya lagi mendorong.

persis sama prosedur ini, dimana yang bekerja adalah 2 lok diujung yang saling tarik-dorong rangkaian.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#8
Di Jawa amat sangat merepotkan untuk jadwal Gapeka / grafik perjalanan KA yang padat. Jika berlaju di rute yang sepi, itu berarti gak akan ada rangkaian KA dengan panjang yang menyamai babaranjang di Sumatera Selatan, sekalipun itu KA penumpang. Sudah jelas rute yang sepi, rangkaian KA mana sih yg lokomotifnya narik lebih dari minimal setidaknya 5 kereta penumpang... Tapi kalau saja terjadi pada KA barang, siap - siap saja lokomotif CC 201, 203 dan 204 mesti melakukan beban ekstra alias melakukan aktifitas minimal seperti yang dilakukan saat narik KA barang Indocement... Skarang ini mana coba... Indocement utk rute Cigading - Bekasi dan sebaliknya dengan jumlah > 20 gerbong... Pasti 1x lewat ditarik oleh CC 201 XX, jeda sekian menit atau 1 jam-an kemudian lewat lagi Indocement berikutnya...

Reply
#9
Repot juga ya, yang jelas bikin pusing PPKA
LAGI BOYONGAN DARI DAOP IX KE DAOP VIII . . . .
Reply
#10
sampe 12 langkah, yang lebih bete petugas penyambung nya Big Grin, bolak balik melulu masang-lepas
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)