Tjoba mbantu yeh....
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Sementara itu dulu
Nanti diteruskan lagi....
Quote:Kelistrikan Lokomotif
Lokomotif CC202 yang merupakan lokomotif yang dioperasikan oleh PT.Kereta Api (Persero), di Divisi Regional III Sumatra Selatan.
Lokomotif type CC 202 ini secara prinsip merupakan Lokomotif Diesel Elektrik. Mesin Diesel sebagai sumber tenaga mengubah energi
panas menjadi tenaga mekanik putar, yang memutar sebuah Generator listrik AC 3 phasa yang berfungsi mengubah tenaga mekanik putar
menjadi Energi Listrik. Arus listrik yang telah dihasilkan oleh Generator melalui alat-alat pelayanan dan sistem pengendalian dialirkan ke
Traksi Motor untuk diubah menjadi tenaga mekanik putar untuk memutarkan roda-roda penggerak Lokomotif yang berada di atas rel.
Lokomotif DE (Diesel Elektrik) dibuat oleh General Electric (Lok seri CC201 dan CC 203) maupun oleh General Motors (Lok seri CC202).
Dengan kemajuan di bidang elektronika, kedua pabrik pembuat lokomotif telah mengembangkan sistem kelistrikan pada sistem
pembangkit listrik dengan tegangan Alternator AC (bolak-bolak) yang sebelumnya dengan Generator DC (rata) dan mengadakan
perubahan pada sistem pelayanan dengan menggunakan perangkat semi konduktor berupa Transistor, IC, Kondensator, Resistor, SCR,
Diode, dan lain-lain, yang terangkai dalam satu Modul sesuai dengan fungsi masing-masing.
[spoiler=Data Teknik Lokomotif]
[spoiler=Gambar 8.4. Tampak samping Lok CC-202][IMG]
http://i1211.photobucket.com/albums/cc42...an/804.jpg[/IMG][/spoiler]
MODEL G 26 MC-2
JENIS/RODA PENGGERAK CC 202/6 RODA PENGGERAK
BERAT/TEKANAN GANDAR 108 TON/10 TON
MESIN DIESE L
MODEL 645 E
CARA KERJA 2 TAK
JUMLAH SILINDER 16 Silinder “Vâ€
MAIN GENERATOR 3 PHASE BOLAK BALIK
EXITER 3 PHASE BOLAK BALIK
AUX. GENERATOR 3 PHASE BOLAK BALIK
MULA GERAK MESIN DIESEL 2 BUAH START MOTOR
SISTEM PENGEREMAN REM UDARA TEKAN DAN REM DINAMIK
KOMPRESOR WBO DENGAN PENDINGIN AIR
TRAKSI MOTOR DC MOTOR Type D 29
SISTIM PELAYANAN ELEKTRONIK/MODUL-MODUL
PERLENGKAPAN KHUSUS 2 UNIT RADIO KOMUNIKASI
PEREKAM KECEPATAN MAGNETIK TAPE RECORDER
KABIN MASINIS SATU KABIN, SATU MEJA PELAYANAN
BATTERAY 74 VOLT.[/spoiler]
Modul Elektronik
Lokomotip CC 202 ini mempunyai sedikit perbedaan cara pelayanan untuk memperoleh tenaga lokomotip. Pada Lokomotip DE seri CC201
dan CC203 menggunakan mekanik elektrik, tetapi pada Lokomotip CC 202 menggunakan semi konduktor berupa IC, Transistor, Diode,
sinyal-sinyal denyut, induksi yang terangkai pada satu rangkaian yang disebut Modul. Modul-Modul ini untuk mengendalikan sistem
agar diperoleh tenaga yang diperlukan dengan kebutuhan. Jumlah Modul dalam satu lokomotip sebanyak 13 buah yang masing-masing
mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Dari seluruh sistem pengendalian elektronik dibagi menjadi kelompokkelompok sebagai berikut:
- Generator dan Pengendalian Tegangan, pada kelompok ini meliputi:
- Main Generator dan pengamanan hubung singkat
- Auxiliary Generator
- Exiter alternator
- Pengendali tegangan (VR)
Gambar 8.5. Modul Elektronik CC-202
- Sistem Eksitasi dan Pengendalian Tenaga
- Exitation Modul dan pengaman umpan balik (Modul EL)
- Feedback Modul (Modul FP)
- Generator Voltage Regulator Modul (Modul GV)
- Generator Exitation Regulator Modul (GX Modul)
- Load Regulator Assembly (L.R.)
- Rate Control Modul (Modul RC)
- Sensor Modul (Modul SE)
- Throtle Response and Volt Reference Modul (Modul TH)
- Silicon Rectifier Assembly (SCR)
- Load Regulator Assembly (L.R.)
- Rate Control Modul (Modul RC)
- Sensor Modul (Modul SE)
- Throtle Response and Volt Reference Modul (Modul TH)
- Silicon Rectifier Assembly (SCR)
- Sistem Pendeteksi dan Pengaman Slip
- Wheel Slip Module (Modul WS)
- Wheel Slip Bridge Circuit (W.S.B.C.)
- Wheel Slip Transductor (W.S.T.)
- Pengereman Dinamik, Eksitasi dan Pengendalian
- Dynamic Protection Module (Modul DPe)
- Dynamic Brake Regulator Module (Modul DR)
- Lampu Indikator dan Alat Bantu
- Annunciator Module (Modul AN)
- Sanding Module (Modul SA)
Ke-13 Module-Module tersebut terangkai masing-masing terdiri dari Transistor, IC, SCR, Diode, Kondensator, Resistor, Transformer,
Transduser, Opto Transistor, yang masing-masing mempunyai fungsi yang berlainan. Untuk membangkitkan tegangan dan arus listrik
pada Generator arus bolak balik 3 phase, dibutuhkan satu rangkaian dari beberapa peralatan yang bekerja bersama serta pengendalian dari
moduile yang berhubungan dengan pembangkitan tegangan dan arus listrik. Rangkaian itu adalah kumparan pembangkit arus, kumparan
medan magnet, dan sistem pengendalian untuk memperoleh nilai tegangan dan arus listrik yang sesuai dengan kebutuhan. Dibandingkan
dengan lokomotif buatan General Motor terdahulu, lokomotif CC 202 ini sangat jauh berbeda.
Prinsip kerja Lokomotif Diesel Elektrik
[spoiler=Gambar 8.6. Main Generator]
[/spoiler]
Perbedaan tersebut terletak pada sistem eksitasinya yang mempergunakan exiter sebagai pembangkit medan magnet pada Main
Generatornya dan sistem pengendalian yang menggunakan komponen elektronika aktif. Secara fisik exciter ini dikontruksi menyatu dalam
satu poros Main Generator, tetapi secara listrik terpisah satu sama lain. Generator dan exciter adalah sebuah pembangkit listrik arus bolak
-balik 3 phase dengan sistem medan magnet yang berputar atau dengan istilah umumnya rotating field, artinya angker sebagai pembangkit
medan magnetnya, sedangkan stator sebagai kumparan pembangkit arus dan tegangan listrik. Untuk mengalirkan arus listrik yang
dipergunakan sebagai pembangkit medan magnet melalui sepasang slip-ring. Pada poros Generator terdapat dua pasang slip ring, sepang
untuk mengalirkan arus ke kumparan exiter dan sepasang lainnya untuk mengalirkan arus ke kumparan Main Generator. Tahapan
pembangkit arus ada Generator dimulai dari Aux Generator yang membangkitkan tegangan bolak-balik, arus listrik ini kemudian
diratakan oleh Diode yang disusun dengan sistem bridge 3 phase langsung mengalir ke medan magnet exiter. Tegangan yang terpakai di
sini tidak melalui pengatur tegangan, jadi tegangan yang keluar akan pada aux Generator akan meningkat sesuai dengan putaran motor
diesel. Demikian pula tegangan yang dibangkitkan pada exiter akan mengalami peningkatan sesuai dengan putaran motor diesel.
[spoiler=Gambar 8.7. Generator Eksiter]
[/spoiler]
Dengan mengalirnya arus listrik pada kumparan medan magnet exiter maka pada exiter akan timbul tegangan bolak balik 3 phase yang
terbangkit pada kumparan statornya. Tegangan listrik ini akan langsung timbul begitu motor diesel hidup, namun belum mengalir ke
kumparan medan magnet Main Generator. Arus bolak balik yang ditimbulkan oleh exiter, disamping sebagai arus siap untuk keperluan
eksitasi pada Main Generator, langsung pula dipakai untuk memutarkan motor listrik kipas pendingin radiator yang menggunakan motor
listrik arus bolak balik 3 phase. Selain itu dipakai pula untuk memutarkan kipas penghembus filter motor diesel juga menggunakan motor
listrik arus bolak balik 3 phase. Pada penggunaan bagi keperluan eksitasi Main Generator pemakaiannya diatur sesuai dengan keperluan,
sesuai besar kecilnya tenaga yang dibutuhkan. Arus listrik bolak balik dari exciter yang akan dipakai untuk pembangkitan tegangan pada
Main Generator dialirkan melalui rangkaian SCR (silicon control rectifier).
Sebelum SCR ini disulut (ON) arus listrik yang akan menuju ke kumparan medan magnet Main Generator belum mengalir artinya pada
Main Generator belum membangkitkan tegangan listrik. Keadaan ini akan berlangsung terus selama lokomotip belum diberi tenaga.
Apabila lokomotip akan digerakkan, throtle ditaruh pada kedudukan No. 1, maka Modul TH akan memberikan sinyal dengan besaran
tegangan listrik 10,9 Volt, kemudian dialirkan ke Modul RC, selanjutnya tegangan ini akan keluar sebesar 8,45 Volt terus mengalir ke LR
assembly dan keluar menuju ke basis Transistor pada Modul FP. Tegangan stabil dari Modul THe sebesar 68 Volt dialirkan ke Emitor
Transistor pada Modul FP yang diseri sebelumnya dengan Modul GV dan magnetik amplifier saturation winding pada Modul SE.
Dengan adanya forward bias pada Transistor Modul FP, karena Transistornya jenis NPN maka Transistor ini akan on (kerja) adan arus
mengalir pada kolektornya, sehingga pada Modul SE akan terbangkit sinyal sesaat akibatnya karena adanya sinyal tersebut transformator
pada Modul SE akan timbul induksi. Induksi ini berupa pulsa-pulsa yang selanjutnya akan menyulut SCR sehingga SCR On. Dengan ON
SCR maka arus bolak balik pada exciter akan mengalir menuju kumparan Main Generator dan timbullah medan magnet pada kumparan
sehingga Main Generator mengalirkan arus listrik bolak balik. Pembangkitan pulsa-pulsa oleh Modul SE terdiri dari tiga buah kumparan
magnetik amplifier yang selanjutnya akan menyulut 3 buah SCR secara bergantian, sehingga besarnya medan magnet pada Main Generator
akan seirama dengan pulsa-pulsa yang dibangkitkan oleh Modul SE. Arus bolak balik Main Generator ini selanjutnya dialirkan ke Traksi
Motor melalui Diode-Diode untuk dirubah menjadi arus rata. Besar kecilnya tenaga Generator selanjutnya akan dikendalikan oleh lama
singkatnya penyulutan pada SCR.
[spoiler=Gambar 8.8. Wiring Sistem Tenaga Lok CC202][IMG]
http://i1211.photobucket.com/albums/cc42...an/808.jpg[/IMG][/spoiler]
Untuk mengatur keluaran tegangan pada harga yang aman, diperlukan rangkaian yang kompak berupa Module-module guna pengaturan
eksitasi dan pengaturan tegangan. Module-Module tersebut akan dijelaskan berikut ini secara singkat.
Modul GV – Pengaturan Modul Generator
Modul GV membatasi keluaran tegangan sampai batas maksimum aman pada Main Generator. Pengaturan ini dilakukan dengan cara
memodulasikan sinyal kontrol ke Modul SE pada saat tegangan yang keluar dari Main Generator cenderung meningkat. Dengan sinyal
control yang meningkat akibat dari peningkatan tegangan yang keluar pada Main Generator, maka akan mengakibatkan penurunan eksitasi
pada medan magnet Main Generator. Pengaturan tegangan oleh Modul GV adalah dengan sebuah Transistor yang dikendalikan oleh
adanya kenaikan amplitudo pulsa-pulsa yang diperoleh dari kecenderungan kenaikan tegangan. Dengan demikian, maka kerjanya
Transistor adalah menggunakan pulsa-pulsa sebagai umpan balik untuk mengatur eksitasi terhadap tegangan.
[spoiler=Gambar 8.9. Modul GV Regulasi Tegangan Generator]
[/spoiler]
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Quote:
- Pengaturan Tegangan
Modul GX untuk membatasi eksitasi pada Main Generator bila terjadi arus yang mengalir ke medan magnet Generator meningkat melebihi
batas aman. Cara kerja dari sistem ini adalah menggunakan sinyal dari sebuah transduser yang besarnya sinyal sebanding dengan arus
listrik yang mengalir ke medan magnet Main Generator. Sinyal ini selanjutnya di modulasikan kedalam Modul SE bila terjadi arus yang
meningkat melebihi batas aman. Modul GX terdiri dari dua buah transformator untuk meModulasikan kedua sinyal dari besarnya arus
yang mengalir dari exiter ke medan magnet Generator dan yang lain dari nilai besarnya tegangan keluaran dari exiter.
Kedua sinyal ini selanjutnya sebagai pengendali bekerjanya Transistor pada Modul GX dan selanjutnya berangkai dengan Modul GV
untuk bersama mengatur sistem eksitasi Main Generator.
[spoiler=Gambar 8.10. Rangkaian Modul GX]
[/spoiler]
- Modul GX (Generator Excitation Regulating Module)
- Modul RC (Rate Control Module)
Sistem eksitasi pada Main Generator mempunyai tanggapan yang sangat cepat sewaktu gagang throtle dinaikan kedudukannya lebih
tinggi. Hal ini mengakibatkan kenaikan tenaga lokomotip begitu cepat. Karena hal ini tidak dikehendaki, maka perlu adanya kendali untuk
mengatur agar kenaikan tenaga lokomotip berlangsung dengan halus dan tidak mengejut. Untuk keperluan ini dipakai sebuah rangkaian
Resistorcapasitor timing circuit. Dasar bekerjanya alat ini adalah menggunakan saat pengisian capacitor dengan rangkaian Resistor. Dengan
cara demikian, maka Transistor pada Modul RCe bekerjanya dapat diatur sehingga memungkinkan rangkaian eksitasi dapat diatur
waktunya.
[spoiler=Gambar 8.11. Rangkaian Modul RC]
[/spoiler]
- Modul SE (Sensor Module)
Sensor Modul mengendalikan besarnya arus listrik untuk eksitasi pada lapang magnet Main Generator. Arus ini berasal dari eksiter
(exciter) melalui SCR assembly yang dirangkai sistem jembatan 3 phase. SCR ini belum ON sampai nilai-nilai pada anoda lebih positip
terhadap katodanya dan juga apabila sinyal sulut belum diberikan pada gate SCR, maka SCR ON, begitu sinyal sulut diputut, SCR tetap
ON selama anoda positip terhadap katoda. Modul SE berfungsi memberi sinyal pada masing-masing gate pada SCR sehingga SCR tersebut
ON yang memungkinkan arus listrik dari eksiter (exciter) mengalir ke lapang magnetik Main Generator. Arus listrik yang mengalir dari
exciter adalah arus bolak balik, karena rangkaian SCR merupakan rangkaian jembatan 3 phase, maka arus dapat mengalir ke lapang magnet
hanya berlangsung pada saat tegangan sinusoidal bernilai positip. Arus yang dapat mengalir maksimum terjadi pada setengah gelombang
di daerah positip.
Pada saat nilai tegangan mulai menjadi positip dari lintasan negatip dan saat tegangan akan bernilai 0 akan menuju daerah negatip itulah
jumlah arus maksimum yang dapat mengalir ke lapang magnet dari tiap-tiap phase. Apabila penyulutan SCR dimulai pada saat tegangan
mulai positip, maka SCR akan kerja selama periode positip penuh berarti arus mengalir maksimum dan mengakibatkan eksitasi dengan
maksimum pula. Sebaliknya, bila penyulutan SCR terjadi pada saat positip mendekati nilai 0 maka SCR kerja hanya selama saat
penyulutan sampai nilai positip akan bertukar menuju negatip. Demikianlah fungsi utama dari Modul SE mengatur waktu penyulutan
SCR untuk memperoleh jumlah arus untuk eksitasi yang sesuai dengan kebutuhan.
- Modul TH (Throtle Response Circuit Module)
Modul TH berfungsi untuk membuat tegangan stabil 68 Volt guna keperluan excitation control system, yaitu tegangan yang mengalir ke
CV Modul, Modul FP. Tegangan ini sangat stabil ang diperoleh dengan menggunakan rangkaian Voltage Regulator didalam Modul TH,
yang terdiri dari IC dan beberapa Transistor. Kestabilan tegangan ini sangat diperlukan karena dipakai sebagai besaran standard
pembanding untuk keperluan pengendalian eksitasi pada lapang Main Generator.
[spoiler=Gambar 8.12. Rangkaian Modul Sensor]
[/spoiler]
Fungsi yang lain adalah membangkitkan sinyal sebanding dengan kedudukan gagang throtle. Makin tinggi kedudukan throttle makin
besar sinyal yang diberikan dan sebaliknya. Sinyal ini selanjutnya sebagai tegangan yang diperbandingkan dengan tegangan keluaran dari
Modul SE didalam Modul FP yang mengatur kerja Transistor untuk keperluan eksitasi Main Generator. Rangkaian lain dari keluaran
Modul TH akan mengeluarkan tegangan untuk mengoperasikan solenoid pada governor motor diesel, Operasi Solenoid ini akan
menghasilkan sinyal yang digunakan untuk mengendalikan putaran motor diesel. Sinyal ini bekerja secara logika dan digital. Sinyal ini
dihasilkan oleh sejumlah komponen, seperti beberapa Transistor opto isolator pada Modul TH. Rangkaian Modul TH sangat kompak dan
rumit karena terdiri dari beberapa IC, Transistor opto isolator, Diode, dan lain sebagainya.
[spoiler=Gambar 8.13. Rangkaian Modul TH]
[/spoiler]
- Modul EL ( Sistem Pengaman dan Pembatas Eksitasi)
Sistem pengaman eksitasi ini terdiri dari Modul EL dan sebuah transducer yang memberikan sinyal ke Modul EL sebanding dengan arus
yang mengalir ke lapang Main Generator. Modul EL berfungsi untuk mencegah terjadinya arus eksitasi yang berlebihan pada Main
Generator dengan cara mengatur kerjanya rangkaian relay-relay eksitasi EQP bila arus eksitasi yang melewati Modul GX melebihi harga
yang aman. Transducer ini menerima sinyal AC dari exciter yang terpasang seri dengan Modul EL. Sinyal yang dibangkitkan dari adanya
induksi pada sebuah kumparan yang intinya terinduksi oleh arus listrik yang mengalir untuk keperluan eksitasi
[spoiler=Gambar 8.14. Rangkaian Pengaman dan Pembatas Eksitasi][IMG]
http://i1211.photobucket.com/albums/cc42...an/814.jpg[/IMG][/spoiler]
Apabila terjadi arus eksitasi lebih dari pada harga yang aman, maka akan terbangkit sinyal yang besarnya sebanding dengan kenaikan arus
eksitasi. Ini akan menyebabkan rangkaian Modul EL pada Transistornya bekerja selanjutnya akan memutus rangkaian pada sistim eksitasi.
Bersamaan dengan itu akan menyalakan lampu indikator yang memberi tanda terjadinya arus eksitasi lebih.
- Modul FP (Feedback Module)
Modul FP berfungsi untuk mengontrol tenaga yang keluar dari Main Generator pada suatu harga yang sebanding dengan kedudukan
gagang throtle. Prinsip kerjanya adalah dengan sistem sinyal dari besaran yang keluar dari Main Generator sebagai sinyal umpan balik
yang selanjutnya akan mengatur besaran-besaran tersebut sehingga tercapai harga yang diinginkan. Sinyal umpan balik tersebut di dalam
modul FP dibandingkan dengan sinyal dari modul TH.
[spoiler=Gambar 8.15. Gagang Throtle]
[/spoiler]
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Sementara itu dulu
Nanti diteruskan lagi....
![[Image: spammingsj0.gif]](http://i1211.photobucket.com/albums/cc423/gegenugroho/spammingsj0.gif)


![[Image: 805.jpg]](http://i1211.photobucket.com/albums/cc423/gegenugroho/Kelistrikan/805.jpg)
![[Image: 806.jpg]](http://i1211.photobucket.com/albums/cc423/gegenugroho/Kelistrikan/806.jpg)
![[Image: 807.jpg]](http://i1211.photobucket.com/albums/cc423/gegenugroho/Kelistrikan/807.jpg)
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]![[Image: 815.jpg]](http://i1211.photobucket.com/albums/cc423/gegenugroho/Kelistrikan/815.jpg)

[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]![[Image: TenagaPengereman.jpg]](http://i1211.photobucket.com/albums/cc423/gegenugroho/Kelistrikan/TenagaPengereman.jpg)
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]


![[Image: siggi.jpg]](http://i984.photobucket.com/albums/ae323/phadeen/Railfans/siggi.jpg)