Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
rencana PDL-CCL pake KRL
#81
Cuma ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika sampai ingin dibangun jaringan LAA di lintas PDL-CCL:

1. Atap peron jalur 1 dan 2 Stasiun Bandung, plus jembatan penyeberangan orang (JPO) di sebelah timur stasiun.

Menurut saya ketinggiannya tidak memenuhi syarat dibangunnya jaringan LAA. Solusinya, ya harus ditinggikan, agar kabel bisa lewat dibawahnya.

2. Armada KRL yang memadai.

Dengan jumlah armada KRD Patas dan Ekonomi yg sekarang, pada jam-jam tertentu masih terjadi kepadatan yg cukup luar biasa, terutama pada KA Ekonomi yang berhenti di tiap stasiun. Kalau akan dioperasikan KRL di trayek ini, jumlah armada harus lebih OK dari zaman KRD sekarang biar gak ada kepadatan, sekaligus headway antarkereta bisa dikurangi dari 1-2 jam sekali menjadi (maksimal) 30 menit sekali. Lebih singkat headway-nya lebih baik lagi tentunya.

3. Ongkos.

Tarif Rp. 1.000 untuk perjalanan dari/ke BD dan 1.500 untuk full PDL-CCL sudah sangat murah, namun memang untuk fasilitas KA Ekonomi yg "murah" juga. Kalo dijalankan KRL, sebisanya kayak zaman KCJ pra-single operation: ada KRL Ekonomi yg bertarif Rp. 2.000 dan KRL AC yg bertarif Rp. 5.000 (dari/ke BD) dan Rp. 8.000 (tarif penuh), sesuai tarif KRD Patas sekarang.

Sekian dulu dari saya...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#82
Asik, mulai ada data....

Bisa nambahin data² lain ndak?
Seperti :
  1. Kontur tanah/angka gradien dari stasiun awal-stasiun berikutnya-stasiun akhir
  2. Berapa voltase yang dibutuhkan KRL saat kontur standar
  3. Berapa voltase yang dibutuhkan KRL saat kontur menanjak pada gradien tertentu
  4. Berapa jumlah penumpang per trip dalam trayeki yang sama
  5. Idealnya berapa trip dan jeda waktu kebarangkatan tiap KRL

Soal itug-itungan biaya, biar operator yang bisa mengkalkulasinya (mereka lebih kompeten pada bidang itu).

Berbicara dan/atau mengusulkan sesuatu dengan data akan lebih kredibel dan terpercaya ketimbang menggunakan analogi "menurut saya"....

Yuk ah ditunggu data-datanya...

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#83
knpa gk coba pake loko listrik utk jalur ini? Xie Xie itung2 menghidupkan kmbali era loko listrik, secara kontur tanah jalur ini juga menanjak...
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#84
(26-10-2011, 05:00 PM)Adolph Wrote:
knpa gk coba pake loko listrik utk jalur ini? Xie Xie itung2 menghidupkan kmbali era loko listrik, secara kontur tanah jalur ini juga menanjak...

lok listrik itu mahal gak tanggung2, itungannya tekor klo cuma buat narik KA lokal. nah klo dipake buat babaranjang di divre III atau angkutan barang jarak jauh di jawa baru worth it.
Playboy

sedikit studi kasus dari amtrak

Playboy

lagipula loko kurang cepat akselerasinya untuk standard komuter yg harus sering berhenti di stasiun.


(26-10-2011, 03:57 PM)Gege Wrote: Asik, mulai ada data....

Bisa nambahin data² lain ndak?
Seperti :
  1. Kontur tanah/angka gradien dari stasiun awal-stasiun berikutnya-stasiun akhir
  2. Berapa voltase yang dibutuhkan KRL saat kontur standar
  3. Berapa voltase yang dibutuhkan KRL saat kontur menanjak pada gradien tertentu
  4. Berapa jumlah penumpang per trip dalam trayeki yang sama
  5. Idealnya berapa trip dan jeda waktu kebarangkatan tiap KRL

Soal itug-itungan biaya, biar operator yang bisa mengkalkulasinya (mereka lebih kompeten pada bidang itu).

Berbicara dan/atau mengusulkan sesuatu dengan data akan lebih kredibel dan terpercaya ketimbang menggunakan analogi "menurut saya"....

Yuk ah ditunggu data-datanya...


mungkin maksudnya mas bravo daya listrik ya? voltasenya sama saja di tiap gradien, tapi daya minimumnya yang beda.
kalau ada spek KRL, data gradien lengkap dan rencana jadwal KRL mungkin bisa diitung secara kasar pakai rumus fisika SMA

Xie Xie
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#85
(26-10-2011, 03:57 PM)Gege Wrote: Bisa nambahin data² lain ndak?
Seperti :
  1. Kontur tanah/angka gradien dari stasiun awal-stasiun berikutnya-stasiun akhir

saya ada sedikit data2 mengenai ketinggian stasiun2 antara padalarang-cicalenka berikut km post nya. data2 saya kumpulkan dari rekan2 di Semboyan 35.


[Image: 63815422.jpg]

"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#86
(27-10-2011, 10:45 AM)ady_mcady Wrote:
(26-10-2011, 03:57 PM)Gege Wrote: Bisa nambahin data² lain ndak?
Seperti :
  1. Kontur tanah/angka gradien dari stasiun awal-stasiun berikutnya-stasiun akhir

saya ada sedikit data2 mengenai ketinggian stasiun2 antara padalarang-cicalenka berikut km post nya. data2 saya kumpulkan dari rekan2 di Semboyan 35.
[spoiler]

[Image: 63815422.jpg]
[/spoiler]

OOT dikit...

Itu yg dimaksud dengan Bandung Gudang, apakah yg sekarang dikenal dengan Ciroyom (CIR)? Soalnya elevasinya memang sama dengan Bandung (BD), +709 M...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#87
Bandung gudang setau ane Ɣªήğ daji dipo kreta????? Ciroyom tu ex stasiun andir Ɣªήğ digeser ke timur,bener G̲åk>:/???
Peron tasiun kudu ditinggikan plus kreta model krl biar cepet, jalur simpang dari andir sampe bandung harus ϑi benerin, masak cuma 10km/jam taspatnya. Pengalaman terakir pdl-kiara condong (20km) ditempuh 1 jam lebih,lama utk naek turun penumpang plus lewat rel busux ϑi andir-bd Ɣªήğ bikin lama.
Reply
#88
andir bukannya masih ada dan aktif y?
ciroyom malah yg penggantinya bandung gudang
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#89
untuk petak gadobangkong - cimahi, saya agak mengkhawatirkan nih buat nanti pemasangan LAA-nya . kontur tanah di tebingnya agak labil. sudah ada beberapa kejadian longsor didaerah ini. mungkin yang agak menjadi kendala juga adalah jalur pipa air, kelihatannya agak pendek sehingga mungkin perlu ditinggikan lagi sedikit. Penggusuran beberapa rumah yang terletak sebelum stasiun cimahi dari kedua arah, baik bandung maupun padalarang juga mutlak diperlukan. karena beberapa rumah tersebut ada yang terlalu dekat dengan rel.
Reply
#90
sekarang sudah sejauh mana perkembangannya nih??
kok lom keliatan progress pembangunan fisiknya sama sekali yak??
kan udah 2011 akhir??
apa masih tahap studi>>>
mhn infonya
RF aatea_goparmania, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)