Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Penghapusan KTB.. selanjutnya apa lagi???
#1
boz.. mohon maaf, ane pengen buka trid baru ya... sekiranya udah ada yang mirip ato ga penting..... silahkan di merge ato di delete saja.. (tapi bagi Roker ini penting sehXie Xie)

di KRL mania dan FB nya sedang hot adanya rencana penghapusan KTB untuk KRL ekonomi panas... dan kalo baca komen di FB lucu2 juga ya Ngikik yang konyol : mau nagkap tikus.. lumbung yang dibakar

dalam kasus ini... adanya "oknum" penumpang yang menggunakan KTB palsu dan sering mengelabui petugas, maka KTB akan dihapuskan... wah-wah-wah... kenapa karna penumpang "nakal" yg jumlahnya segelintir saja harus mengorbankan sejumlah besar penumpang yang jujur yaaa.... dan satu hal lagi... kenapa operator KA itu selalu berperspektif: "ketidakberesan adalah kesalahan penumpang"... kenapa tidak pernah melakukan evaluasi ya... petugas bener ngga kerjanya, petugas bisa ngga menolak uang dari penumpang dan petugas yang malas kontrol tiket......

oh iya ini dia kabarnya
[spoiler]
Quote:November 15, 2011, 3:43 pm
Opini : Jangan Hapus Abunemen KRL Ekonomi

Hari ini Para roker Jabodetabek 'dikejutkan' dengan adanya kabar akan dihapuskannya Abunemen alias Kartu berlangganan Bulanan KRL Ekonomi mulai Desember bulan Depan.

Alasan penghapusan Abunemen tersebut juga sangat 'sepele'. Yaitu karena disinyalir adanya penggunaan Abunemen palsu oleh oknum Penumpang, dan banyaknya penumpang KRL yang ketika diperiksa bilangnya punya abu (abunemen , Red) tapi ketika disuruh menunjukkan abunemennya tersebut ternyata tidak ada.

Kita semua mafhum dan mengakui memang oknum penumpang seperti itu memang ada. Tapi kalau hal tersebut dijadikan alasan untuk menghapuskan Abunemen KRL Ekonomi, sungguh sangat Kita sayangkan. Seharusnya pihak PT KA melalui para PEtugas di lapangan berlaku tegas dalam memeriksa tiket dan Abunemen para penumpang KRLnya sehingga aksi okmun penumpang seperti itu bisa dihilangkan. Salah satu caranya dengan pemberian sanksi yang tegas, agar ada efek jeranya. Bukannya malah menghapuskan abunemen KRL ekonomi.

Bagi para pengguna setia Abunemen, Memiliki abunemen jelas mempermudah aktivitas sehari-hari dalam ber-KRL. Tiap pagi dan sore tidak perlu antri membeli tiket. Mereka juga memiliki andil loyalitas yang tinggi dan membayar di muka untuk jasa naik KRL sebulan ke depan. Bagi PT KA , hal tersebut seharusnya dijadikan sebagai nilai tambah dalam manajemen 'cash flow' mereka. Abunemen juga mengurangi kepadatan antrian penumpang yang membeli tiket setiap harinya.

Tapi mengapa yang terjadi malah Abunemen KRL Ekonomi akan dihapuskan dengan alasan yang sangat 'naif' tersebut ?.

Kalau memang abunemen dihapuskan karena adanya pemalsuan dan ada oknum penumpang yang mengaku punya abunemen tapi ternyata tidak punya, jangan-jangan nanti tiket KRL juga akan dihapuskan karena alasan yang sama, karena Tiket KRL pun ada yang dipalsukan, dan banyak penumpang KRL yang tidak membeli tiket dan lolos dari pemeriksaan petugas. Apalagi sekarang pemeriksaan tiket di peron dan di dalam gerbong sangat lemah. Malah di KRL ekonomi tidak pernah ada pemeriksaan tiket penumpang.

Sumber
[/spoiler]

dan ini
[spoiler]
Quote:Kartu Abodemen Membuat Petugas KA Sering Dikibuli

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penghentian sementara kartu abodemen bagi penumpang KRL ekonomi oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bukan tanpa alasan. Selain kartu tersebut sering dipalsukan, ada juga oknum penumpang yang mengaku-ngaku punya kartu abodemen saat ditagih karcis kereta.

Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional I, Mateta Rijalulhaq, menjelaskan modus lain yang kerap digunakan penumpang gelap saat beberapa hari lalu pihaknya berhasil menangkap dua orang yang hendak mengelabui mereka.

Ketika diminta memperlihatkan karcis, kedua penumpang ini mengaku memakai abodemen, padahal mereka berbohong. Hal ini menurut Mateta tak hanya terjadi sekali dua kali, tetapi sudah ratusan kali.

"Saya tidak tahu jumlah pastinya, karena ketika kasus ini terjadi pelakunya kita serahkan ke Kepolisian. Ini sudah masuk ranah hukum karena termasuk tindakan kriminal," terang Mateta, Selasa (15/11/2011).

Contoh serupa juga ditemukan di Bojong Gede pada pekal lalu. Saat itu pihaknya menahan enam orang yang menyalahgunakan dan memalsukan kartu abodemen. Salah satu pelaku pemalsu tiket ada yang mengaku sebagai staf pengacara saat hendak diperiksa petugas.

"Pengumuman penghentian layanan abodemen ini telah kami pasang di stasiun-stasiun. Kita stop dulu penggunaan kartu ini hingga waktu yang belum ditentukan," ucapnya.

Seperti diberitakan, akibat temuan pemalsuan kartu abodemen tersebut, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memutuskan menghentikan sementara dua kartu abodemen yakni Kartu Trayek Bulanan (KTB) untuk penumpang umum dan kartu Langganan Sekolah (KLS) yang biasa digunakan oleh pelajar. Penghentian sementara ini berlaku sejak 1 Desember 2011.

Penulis: Danang Setiaji Prabowo | Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

Sumber
[/spoiler]

hmmm.... ini mengingatkan saya... buka memori sebentar ya... mirip dengan penghapusan Abudemen KRL Ekspress (saat itu) dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal Ngikik... dan tak lama setelah KTB expess dihapus... KRL express pun dihapuskanBethe

apakah ini seperti deja vu pada KRL ekonomi panas.....Bingung

btw: meskipun saya cuman sekedar mantan Roker... tapi masih boleh kan ikut nimbrung... soalnya KRL terutama ekonomi panas sangat dibutuhkan rekan2 yg kebetulan kurang beruntung
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#2
untuk menekan angka kerugian kayaknya sah-sah aja, apalagi itu kejadian yang berulang-ulang




Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#3
(16-11-2011, 09:07 PM)bonbon Wrote: untuk menekan angka kerugian kayaknya sah-sah aja, apalagi itu kejadian yang berulang-ulang

SETUJU

KTB dihapus karena perilaku oknum penumpang yang memalsukan KTB itu sendiri..Ekonomi lagi..kebangetan bener,masa kartu langganan ekonomi aja dipalsuin. Emang brp sih hargany..??

mau nya kok gratisan terus..


untuk TS

sekali-kali coba berpikir dari sudut pandang sebagai bagian dari MANAJEMEN PT KERETA API

saya juga penumpang seperti anda..saya masih mahasiswa..
meskipun saya penumpang,tetapi saya juga berpikir secara rasional dan berimbang..tidak hanya berpikir dari sudut pandang penumpang,meskipun tujuan dari perusahaan adalah melayani penumpang

namun ingat, PT Kereta Api adalah PERSEROAN TERBATAS yang juga harus berorientasi terhadap keuntungan demi keberlangsungan perjalanan Kereta Api

terima kasih

maaf klo OOT ny kepanjangan
693-5073-893-673
Reply
#4
rasionalnya, harga karcis ekonomi yang sekarang ajah sudah murah, KTB Eko ? kalau pun di pertahankan, harus di sesuaikan tarifnya
berimbangnya, pendapatan bisa meningkat(walau masih menggantungkan di subisidi PSO), layanan ekonomi pun tetap di pertahankan (insya Alloh meningkat juga)



Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#5
wah... makasih ya.. udah beberapa response nih...

hmmm begini sih... saya melihat penghapusan tersebut adalah dari sudut pandang penumpang... well, saya ga salah dunk... nah saya sih tidak terlalu berkomentar terkait besaran harga karcis, itu udah ada kebijakan sendiri...

nah, kondisi rencana penghapusan abudemen ini membuka memori saya... beberapa saat yang lalu, saya sangat menikmati adanya layanan abudemen KRL express... emang abudemen express Rp. 412.000/bulan Depok-Jakarta hampir tidak berbeda dengan kalo misalnya saya bayar tiket langsung?harian buat PP pake express terus... nah pertimbangan beli abudemen itu karena didasari:
1. kita udah beli karcis untuk 1 bulan dengan bayar di depan... artinya kepraktisan, kita tidak perlu lagi setiap hari sisihkan duit 9000 baik pagi ato sore buat buat tiket
2. kita ngga perlu lagi antri di loket yang cuman berapa biji itu... sangat membantu kan ketika kita tergesa-gesa... inilah value terbesar dalam penggunaan abudemen

kalo misalnya pas tidak ada express... meskipun saya punya abudemen express, pas saya lembur, juga ga apa-apa tuh naek ekonomi panas.. karna express udah habis dan ekoAC masih 30 menit lagi... mungkin sayang ya, tapi... ada value yg kami dapat dengan abudemen... yakni tidak perlu antri panjang pas brangkat/pul kerja... pertimbangannya waktu loh...

nah pada saat itu (oktober 2010) saat ada kebijakan penghapusan abudemen express... kami jelas2 sangat kecewa, karena kami harus antri panjang pada saat berangkat kerja dan pulang..... secara loket jumlahnya cuman sedikit, bahkan di stasiun2 sentra penumpang seperti Juanda, Gondangdia dan Gambir... emang saat itu ada wacana pake alat tapping... cuman ya malah ndak rasional lagi... stasiun2 KRL cuman nyediain 2-3 alat tapping dan tiap keluar/masuk tasiun mesti tapping... ga kebayang kan gimana antriannya

nah ketika KTB express sudah tidak ada... ketika kami harus setiap hari antri panjang di loketBethe udah mulai ada wacana penghapusan express... hingga akhirnya, bulan Juli kemaren express tercinta bener2 dihilangkanBethe

mangkanya saya tulis judulnya... selanjutnya apa lagi???... soalnya kalo melihat situasinya, seperti ada deja vu... dimana mula-mula, KTB dihapuskan... dan selanjutnya layanan tersebut akan dihapuskan pula...

mangkanya saya tergelitik... apakah kejadian KTB express hilang yang diikuti hilangnya KRL express juga akan terjadi pada hilangnya KTB eko panas dan diikuti hilangnya ekonomi panas..... poin inilah yang aga menggelitik saya... bukan pada poin besaran harga

@ Mas Tomry: wah.. sejak lenyapnya layanan express kesayangan saya, hati saya udah berpindah ke jemputan kantor mas... dan saya pikir kurang nyambung juga dengan trid ini bila mengutarakan alasan saya untuk pindah...
dan thanks buat masukannya... cuman jujur saja, kalo selama ini saya lebih melihat dari sudut pandang sebagai konsumen dan sudut pandang regulator

@ Mas Bonbon: saya pribadi sangat setuju dengan penyesuaian tarif krl ekonomi... cuman, mohon maaf saya tidak membahas soal besaran tarif seh..

oh iya, kalo nyenggol masalah PSO.. ya mohon untuk berimbang juga dunk dalam melihat sudut pandang alokasi PSO..... kita terntu harus melihat secara berimbang dalam hal kebutuhan, besaran realisasi, output, outcome serta transparansi pertanggung-jawaban atas hasil yang terukur dari penggunaan PSO... karna itu sudah menyangkut penggunaan dana APBN.. masalah APBN sebagai PSO kereta ekonomi... sudah ada aturan yang sangat jelas dalam pemberian, pemanfaatan dan pertanggung jawabannya... dan telah diatur dalam Permenkeu yang pernah saya postingkan di Trid Berita Umum Menyangkut Kereta Api

CMIIWXie Xie
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#6
KTB Prameks per 1 Desember 2011 juga dihapus alasannya beda.. Karena ada aturan baru pembatasan penumpang dlm kereta dan keadilan » kalau kereta mogok penumpang dengan tiket biasa uang dikembalikan sementara KTB tidak bisa dikembalikan.
Pelanggan KTB Prameks jumlahnya sekitar 350 orang kemungkinan bakal beralih ke moda transportasi lain »bus ac atau cari kos-kosan. Pulang rumah tidak tiap hari lagi. Dengan KTB penumpang Prameks bisa menghemat sekitar 20% daripada beli tiket regular.
.
Reply
#7
For Historical Note: jalur KA Cibatu-Garut-Cikajang juga ditutup karena KTB. Karen satu KTB dipakai berulang-ulang oleh banyak penumpang, sehingga pemasukan operasi KA minim dari yang seharusnya.

Di luar negeri KTB atau abonemen itu biasanya menggunakan kartu elektronik, yang dioperasikan dengan menyentuhkan kartu tersebut di mesin barrier.

Cuman karena disini kita tidak ada barrier untuk masuk peron, ya jelas sistem ini tidak bisa diterapkan.
Reply
#8
asyik, KTB dihapus... isyunya sih gak cuma KTB eko panas aja, si KTB Comel juga bakalan dihapus.... jadi nanti gak ada yg namanya KTB..... berarti KTB bulan ini juga bisa jadi benda keramat neh, ayo dikumpulin apalagi gambarnya terong...... hehehe........ KTB Prameks dihapyus jyuga... aduh, ya tapi maaf deh.... kalo ane soalnya cuma penumpang yg gak ngerti konsep 'CUSTOMER ORIENTED' jadinya bisa komplen.

KTB dipake bolak-balik berulang ruginya dimana ya? toh kalo KRL kosong juga harus jalan kan, gak boleh batal? dan berapa persen sih yang seharian di kereta atau naek krl bolak balik dalam sehari? 50%? 70%? hehehe.... paling 10% aja, itupun kayaknya pedagang. kl pegawai/karyawan yang jadi pengguna utama paling naek pagi dan sore aja, itu termasuk para pramuniaga yang banyak pake krl eko panas.....

Yang lucu ya, alasan penghapusan KRL Prameks... kl mogok gak bisa dikembaliin? ya kl gitu dikasih aja ganti keretanya, pake bis misalnya... gak usah dikembaliin duitnya. atau yg bener ya jangan sampe mogok keretanya.... Kl banyak dipalsu, kenapa gak diperketat penjagaannya trus bawa ke polisi, buat orang2 kapok... lah ini malah dihapus....

@om tomrys: kl melihat dari sudut pandang manajemen, lihatnya dari sudut pandang manajemen customer oriented atau sig sixma dong..... jangan lihat dari sudut pandang manajemen yang hanya berpikir menghapus masalah dengan mengorbankan pelanggan. untungnya krl/ka komuter gak ada saingan berat, kl ada sudah pasti banyak ditinggal.....
Lok Merah Biru
naek... naek... ke puncak gunung... tut... tut... tut.....
http://transportationindonesia.wordpress.com/
Reply
#9
Hehee ... ini mah udah biasa kali kai begini ... masalahnya ini solusinya itu ... ndak nyambung blass ...
Inget kan dengan GAA ... hehee ...

Tapi bener lho, itu ktb manfaatnya kerasa, saya sj yang udah ndak reguler naik krl, kalo ad rencana plg telat n ndak bisa ikut jemputan, pasti pinjam punya adekku, biar dia yang beli tiket biasa pagi2nya ... rasanya kayak numpang mobil RI-1 sore2 disudirman ... lancar jaya ... hehee ...
Yg ngusulin KTB diapus pasti belum pernah make KTB n ngerasain manfaatnya ... atu malah belum pernah naik krl ... ? O iya, kan dapet kendaraan dines yaaa ... pantesss ... hehee ...
Reply
#10
berhubung saya ga pernah pake KTB, jadi mohon maaf apabila komentar saya berikut ini menyinggung perasaan yang lain..

untuk orang2 yang biasa menjadi penglaju KRL komuter, saya akui KTB sangat bermanfaat.. bapak saya pun bingung kalo ga punya KTB buat bolak balik BOO-DP gimana caranya..

cuma ya masalah KRL ekonomi itu masalah pelik sih ya.. diapus salah, dibiarin ya salah juga...

saya pribadi lebih menyarankan supaya setiap individu yang terkait langsung dengan KRL ini untuk berbenah..
(penomoran saran ini bukan berarti sebagai skala prioritas, karena semua saran ini memang harus dilakukan bersama-sama)

1. untuk penumpang, ya tolonglah beli tiket (atau KTB) sebelum naik kereta apapun.. tiket yang kita beli itu berkontribusi memajukan perkeretaapian Indonesia, walau mungkin kita tak menyadarinya
2. untuk petugas di lapangan, tolonglah kerjakan tugas anda sebagaimana mestinya.. misalnya kalo dapet tugas periksa tiket, periksa lah walaupun akan dapet comelan penumpang.. keprofesionalan anda akan memancing yang lain untuk berperilaku profesional pula..
3. untuk pengambil kebijakan, tolonglah kalo bikin kebijakan itu tak perlu terburu-buru.. itu menunjukkan kalau anda sendiri malah tidak cakap dalam menangani masalah.. dengarkanlah curahan hati konsumen serta pegawai bawahan anda...

CMIIW
[Image: 9544964954_75d165f289_z.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)