21-01-2012, 08:07 PM
Bicara peningkatan kapasitas KRL, pemerintah apa tidak pernah berpikir dengan logika terbalik?
Misal:
Untuk Jalur Bogor - Jatinegara via Manggarai, dengan target yang ingin dicapai...
- Headway KRL dua arah: 1 menit
- Panjang KRL: 10 gerbong
- Taspat: 80-100 km/h
Dari tujuan tersebut baru dicari kebutuhannya...
* Berapa kwh kapasitas LAA? --> Berapa gardu yg dibutuhkan?
* Jenis/model sinyal seperti apa?
* Jenis/model pengamanan operasional KRL seperti apa?
Penambahan dan perawatan besar gardu listrik yg dilakukan November tahun lalu misalnya, itu sanggup menampung target kapasitas KRL hingga berapa tahun? Jangan2 5 tahun lagi, pasokan listriknya kurang lagi. Pls info kalau ada yg tau.
Misal:
Untuk Jalur Bogor - Jatinegara via Manggarai, dengan target yang ingin dicapai...
- Headway KRL dua arah: 1 menit
- Panjang KRL: 10 gerbong
- Taspat: 80-100 km/h
Dari tujuan tersebut baru dicari kebutuhannya...
* Berapa kwh kapasitas LAA? --> Berapa gardu yg dibutuhkan?
* Jenis/model sinyal seperti apa?
* Jenis/model pengamanan operasional KRL seperti apa?
Penambahan dan perawatan besar gardu listrik yg dilakukan November tahun lalu misalnya, itu sanggup menampung target kapasitas KRL hingga berapa tahun? Jangan2 5 tahun lagi, pasokan listriknya kurang lagi. Pls info kalau ada yg tau.
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)
(Edmund Burke 1729-1797)





