Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Akan Operasikan Kereta Uap Bandung-Cianjur
#21
(24-02-2012, 02:46 PM)patub huda agus Wrote:
(23-02-2012, 08:27 PM)nurcahyoms Wrote: Lokomotif uap yang asli menjalani lintas Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung pada saat-saat terakhir adalah D14.
Dan benar, lok ini tinggal tersisa sebuah di Museum Transportasi TMII.
Tetapi perlu usaha yang luar biasa untuk mengaktifkan lok tersebut dan membawanya ke lintasan. Pejabat di museum berpendapat bahwa itu aset mereka dan akan dipertahankan mati-matian (saya pernah berdiaolg langsung secara lisan). Membawa salah satu lok keluar museum dianggap mengurangi aset museum, dan untuk melakukannya perlu perintah dari Menteri Perhubungan. Kalau Menhub-nya seorang yang mengerti kereta api tentu tidak ada masalah, kalau Menhubnya nggak mengerti KA nantinya akan balik bertanya kepada pejabat museum ini. Mental-lah proses aktifasi lok ini.

Saya pribadi tidak setuju kalau lok uap lain yang telah atau sedang diaktifkan untuk lintas lain dipindah-pindahkan. Jadi lok C 1218 tetap saja biar menarik KA Jaladara di Solo, sementara lok B 5112 akan melayani jalur ke Tuntang. Bagus jika D 1410 dapat diaktifkan untuk melayani lintas pariwisata di Cianjur, tetapi perlu usaha yang terintegrasi.

Kalau bikin duplikatnya bagaimana? Barangkali bisa?

Salam kami
Nurcahyo
*******

waktu ikt bogowonto bbrapa wkt yg lalu sya smpet bareng sm pak suharyanto (orang heritage pt.kai) bersama p.pujiono (masinis lok uap abr),,sya tnya rata2 komponen vital lok uap yg rusak yaitu ketel knp gak pesen aj,kan ada pabriknya yg msh bikin,,beliau mengatakan bhwa kalo untuk penghidupan lok uap sebisa mungkin pake suku cadang yg msh asli,kalo udah pake duplikat y berarti unsur heritage'nya udh ilang,,pdhl utk wisata lok uap kn yg dicari adlh antiknya,unsur heritagenya,,bgtu....

memang diusahakan dipesan dari pabrik aslinya
atau gak ya dari negara asal pembuatnya
cmiiw
RF aatea_goparmania, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Reply
#22
(24-02-2012, 03:20 PM)m.rizal Wrote:
mudah-mudahan harga tiketnya terjangkau
Asal jgn cuma Rp 2.000 per orang aja deh... Ngakak
Bisa bangkrut jadinya... Tapi pelayanan harus prima mengingat yg menikmati pasti pr turis bule dr Eropa dan seenggaknya Australia deh...
Itung2 kyk wisata Ambarawa lha... bisa terjangkau mrk yg biasa menikmati rute Ambarawa - Bedono atau kalau di Divre II yah jalur Padang - Sawah Lunto dg si Mak Item-nya...

Reply
#23
(23-02-2012, 08:27 PM)nurcahyoms Wrote: Lokomotif uap yang asli menjalani lintas Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung pada saat-saat terakhir adalah D14.
Dan benar, lok ini tinggal tersisa sebuah di Museum Transportasi TMII.
Tetapi perlu usaha yang luar biasa untuk mengaktifkan lok tersebut dan membawanya ke lintasan. Pejabat di museum berpendapat bahwa itu aset mereka dan akan dipertahankan mati-matian (saya pernah berdiaolg langsung secara lisan). Membawa salah satu lok keluar museum dianggap mengurangi aset museum, dan untuk melakukannya perlu perintah dari Menteri Perhubungan. Kalau Menhub-nya seorang yang mengerti kereta api tentu tidak ada masalah, kalau Menhubnya nggak mengerti KA nantinya akan balik bertanya kepada pejabat museum ini. Mental-lah proses aktifasi lok ini.

Saya pribadi tidak setuju kalau lok uap lain yang telah atau sedang diaktifkan untuk lintas lain dipindah-pindahkan. Jadi lok C 1218 tetap saja biar menarik KA Jaladara di Solo, sementara lok B 5112 akan melayani jalur ke Tuntang. Bagus jika D 1410 dapat diaktifkan untuk melayani lintas pariwisata di Cianjur, tetapi perlu usaha yang terintegrasi.

Kalau bikin duplikatnya bagaimana? Barangkali bisa?

Salam kami
Nurcahyo
*******
haduh tuh pejabat museum nggak ngerti kereta kali ya ? lah seharusnya barang kalau sudah masuk museum akan lebih terlindungi dan terjaga keasliaanya. lah ini masuk doang di museum tapi kaya barang tidak bertuan dari pertama berdiri tuh museum nggak pernah di oliin dan di kasih atap ke buat melindungi dari terpaan hujan dan sinar matahari. loko walaupun dari baja tulen tetap aja kena terpaan hujan bertahun tahun akan kropok juga nantinya. dasar hanya mementingkan segi keuntungan finansial aja tuh pihak museum.mending di aktifkan saja di lintas yang bersejarah kan aslinya ini aset bersejarah milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero). pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang lebih mengerti asetnya bagaimana merawatnya dan bisa menunjang pendapatan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) lagi. usul saya ambil saja kembali aset yang masih bisa di selamatkan daripada mangkrak nggak jelas kaya gitu !

tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
#24
(28-02-2012, 11:30 AM)dedy vh Wrote:
(23-02-2012, 08:27 PM)nurcahyoms Wrote: Lokomotif uap yang asli menjalani lintas Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung pada saat-saat terakhir adalah D14.
Dan benar, lok ini tinggal tersisa sebuah di Museum Transportasi TMII.
Tetapi perlu usaha yang luar biasa untuk mengaktifkan lok tersebut dan membawanya ke lintasan. Pejabat di museum berpendapat bahwa itu aset mereka dan akan dipertahankan mati-matian (saya pernah berdiaolg langsung secara lisan). Membawa salah satu lok keluar museum dianggap mengurangi aset museum, dan untuk melakukannya perlu perintah dari Menteri Perhubungan. Kalau Menhub-nya seorang yang mengerti kereta api tentu tidak ada masalah, kalau Menhubnya nggak mengerti KA nantinya akan balik bertanya kepada pejabat museum ini. Mental-lah proses aktifasi lok ini.

Saya pribadi tidak setuju kalau lok uap lain yang telah atau sedang diaktifkan untuk lintas lain dipindah-pindahkan. Jadi lok C 1218 tetap saja biar menarik KA Jaladara di Solo, sementara lok B 5112 akan melayani jalur ke Tuntang. Bagus jika D 1410 dapat diaktifkan untuk melayani lintas pariwisata di Cianjur, tetapi perlu usaha yang terintegrasi.

Kalau bikin duplikatnya bagaimana? Barangkali bisa?

Salam kami
Nurcahyo
*******
haduh tuh pejabat museum nggak ngerti kereta kali ya ? lah seharusnya barang kalau sudah masuk museum akan lebih terlindungi dan terjaga keasliaanya. lah ini masuk doang di museum tapi kaya barang tidak bertuan dari pertama berdiri tuh museum nggak pernah di oliin dan di kasih atap ke buat melindungi dari terpaan hujan dan sinar matahari. loko walaupun dari baja tulen tetap aja kena terpaan hujan bertahun tahun akan kropok juga nantinya. dasar hanya mementingkan segi keuntungan finansial aja tuh pihak museum.mending di aktifkan saja di lintas yang bersejarah kan aslinya ini aset bersejarah milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero). pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang lebih mengerti asetnya bagaimana merawatnya dan bisa menunjang pendapatan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) lagi. usul saya ambil saja kembali aset yang masih bisa di selamatkan daripada mangkrak nggak jelas kaya gitu !

nama kepala museum transportasi tmii adalah bu Oyoh Indramaliyah. ini alamat email -nya : oyoh_mustrans@yahoo.com ( oyoh_mustrans at yahoo.com ), silahkan sampaikan langsung pendapat anda via email.

Setuju dengan pak Nurcahyo, lokomotif uap yang sudah aktif saat ini biarlah beroperasi di lintas nya masing-masing. Beda kasus dengan E10 60 yang memang habitat asal nya di sumatra barat, mau tidak mau memang harus kembali ke sumatra barat.

Kalo memang kesulitan mengambil D14 10 dari museum tranportasi TMII, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa mengambil lokomotif uap C14 11 ( di purwokerto ) atau lokomotif uap B13 04 ( di cirebon ). komponen vital kedua lokomotif uap tersebut masih relatif lengkap, mudah-mudahan bisa diaktifkan kembali.

Lokomotif uap C14
http://www.indonesianheritagerailway.com...33&lang=id

Lokomotif uap B13
http://www.indonesianheritagerailway.com...Itemid=133
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.
Reply
#25
^^^
kalau saya lebih pilih d14 nya daripada b13 dan c14. selain alasan sejarah melayani daerah ini, alasan teknis juga membuat lok d14 ini unik, yaitu ada superheaternya. setahu saya, diantara lok2 wap yang masih hidup, yang punya superheater cuma e10 saja.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#26
kayaknya bisa item2an muka kaya jaman dulu tiap naik sepur nih.. hahaha

bandung sampe cianjur jauh juga tuh... puas kayaknya naik nih kereta uap kalo jadi..
Reply
#27
Itu sejarahnya kenapa ya kok loko uapnya bisa jadi (ada) milik TMII yang notabene punya Dinas Pariwisata ??
Kenapa PT.KERETA API INDONESIA (saat itu berati masih PJKA..... CMIIW) melepaskan loko tersebut ke pihak TMII ??

Kalau itu masih Asset KAI seharusnya TMII bersedia melepaskan loko tersebut ke yang punya dalam hal ini PT.KAI untuk digunakan daripada dimuseumkan cuma dipajang, kehujanan, kepanasan, belum lagi ulah tangan jahil yang mungkin dapat merusak keaslian loko
Loko UapBerantemLoko Uap
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#28
(02-03-2012, 08:27 PM)Warteg Wrote: Itu sejarahnya kenapa ya kok loko uapnya bisa jadi (ada) milik TMII yang notabene punya Dinas Pariwisata ??
Kenapa PT.KERETA API INDONESIA (saat itu berati masih PJKA..... CMIIW) melepaskan loko tersebut ke pihak TMII ??

Kalau itu masih Asset KAI seharusnya TMII bersedia melepaskan loko tersebut ke yang punya dalam hal ini PT.KAI untuk digunakan daripada dimuseumkan cuma dipajang, kehujanan, kepanasan, belum lagi ulah tangan jahil yang mungkin dapat merusak keaslian loko
Loko UapBerantemLoko Uap

Mungkin kawan-kawan dari IRPS bisa menjelaskan gitu?
Railfans yang juga teknisi komputer
Reply
#29
CC 50 kah yang akan aktif.?? hemm...
TUT TUT.. KOBONG..!!




~Presjam~
Reply
#30
(28-02-2012, 12:24 PM)ady_mcady Wrote: ^^^
kalau saya lebih pilih d14 nya daripada b13 dan c14. selain alasan sejarah melayani daerah ini, alasan teknis juga membuat lok d14 ini unik, yaitu ada superheaternya. setahu saya, diantara lok2 wap yang masih hidup, yang punya superheater cuma e10 saja.

paling ideal memang lokomotif uap D14 10 yang saat ini ada di Museum Transportasi TMII karena D14 secara historis memang untuk lintas cianjur - sukabumi.. namun seperti biasa, birokrasi nya akan sulit mengeluarkan loko D14 10 dari TMII karena Museum Transportasi TMII 'dikuasai' oleh Kemenhub.

saran saya, lebih baik menghidupkan kembali lokomotif uap CC50 29 yang saat ini ada di museum ambarawa karena secara birokrasi relatif mudah karena sudah berada di wilayah hukum PT KA. Secara teknis, lokomotif CC50 memang diperuntukkan untuk mampu berbelok dengan mulus pada tikungan yang tajam pada jalur KA di pegunungan.

Tentang Lokomotif uap CC50
http://www.indonesianheritagerailway.com...33&lang=id
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)