kapanlagi
20090131121002_emplasemen_4983dd2a27ed0.jpg
ini gambar emplasemen .... selain sepur luncur nama lain yg digunakan adalah sepur badug, sepur simpan, sepur tangkap. Ujung setiap sepur luncur biasanya dipasang S3 dan "pelalau" berupa palang dari tembok atau bantalan .... biasanya panjang sepur luncur antara 250 - 300 meter dari wesel ...
disebut sepur luncur adalah jika ka masuk ke sp I ataw III maka kemungkinan pengereman lebih jauh dari perkiraan maka ka akan meluncur masuk ke sepur luncur tsb dan luncurannya tidak dikembalikan sepur lurus (sepur II) ...
disebut sepur badug karena ujungnya mentok / mati
disebut sepur simpan karena sering dipakai untuk menyimpan kereta / gerbong yg rusak
disebut sepur tangkap karena kegunaan utamanya adalah bila terjadi kereta api / kereta / gerbong yang berjalan tidak terkendali maka akan dimasukkan ke sepur tersebut dan jika terjadi PLH maka tidak akan mengganggu perjalanan ka yang lain.
untuk kasus tabrakan ka 49 dan ka 1002 ... jika ka 1002 masuk sepur I maka luncurannya diarahkan ke ke sepur luncur (tidak kembali ke sepur II) .... sehingga jika ka 49 melanggar sinyal dan masuk stasiun tanpa kendali maka PPKA bisa membalik wesel ke sepur III atau tetap mengarah ke sepur II .... tabrakan bisa dihindari ....
sekarang sebagian sepur luncur banyak yang dihapus .....