Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalur Nambo
#31
Lam kenal juga Mas Indro....

Welcome to da club....

Ada pics dan laporan lain seputaran jalur ini???

BTW, selamat atas pernikahannya.

Yoek ah...

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#32
Saya membuat sedikit cerita tentang perjalanan saya napak tilas jalur Citayan-Nambo. Begini ceritanya:

Hari itu langit cerah. Menjadikan saya semangat untuk melaksanakan trecking di lintas Nambo. Berhubung saya sudah sering memantau keadaan jalur Nambo di petak antara stasiun Citayam-Cibinong, sayapun memulai perjalanan saya dari stasiun Cibinong. Jarak antara stasiun Cibinong menuju Nambo adalah 7,5km. Pengalaman saya, jalan kaki dari stasiun Cibinong menuju Nambo memakan waktu 2jam.
Diperjalanan, saya lihat track sudah ditumbuhi ilalang yang lebat. Bahkan ada yang telah menutup seluruh permukaan track. Komponen sinyal sudah banyak yang hilang. Walaupun jalur mati, jalur ini sudah memakai rel tipe R54 dan bantalan beton.Tidak terasa, sudah 25 menit saya jalan kaki. Namun, jarak yang berhasil saya tempuh hanyalah 1 kilo. “Waduh…, masih 6,5 kilo lagi nih….,”pikirku.
20 menit kemudian saya sampai pada sebuah jembatan. Dari jauh, jembatan tersebut terlihat menanjak. Rasa lelah dan senang bercampur aduk. Rasa lelah karena telah menempuh perjalanan dengan jalan kaki selama hampir 1 jam, dan rasa senang karena sudah sampai pada jembatan pertama. Nama jembatan tersebut adalah jembatan Cikeas. Memiliki panjang 210 meter, dan tinggi kurang lebih 80-100 meter. Konstruksi jembatan yang megah, membuat saya berdecak kagum. Berhubung didekat jembatan ada sebuah pasantren yang baru jadi, saya memutuskan untuk beristirahat sejenak disana. Angin yang berhembus sangat kencang. Membuat rasa capek yang ada sirna. Kegiatan dilanjutkan dengan memotret jembatan yang saya yakin sangat sedikit railfans sang pernah bertandang ke Jembatan tersebut. Puas motret jembatan, sayapun melanjutkan perjalan. Cukup lama waktu yang saya buang di jembatan tersebut. Mungkin hampir 20 menit saya disana. Ini membuat cuaca menjadi semakin siang dan panas. Namun rasa kangen saya terhadap stasiun Nambo yang sudah hampir 2 tahun tak saya sambangi.
Sepanjang jalan yang saya amati, sepertinya lintas Citayam-Nambo telah dipersiapkan untuk jangka panjang. Ini terlihat dari tanda-tanda kesiapan lahan dan fasilitas jika jalur ini akan dikembangkan menjadi double track. Seperti got aliran air yang terdapat di kiri track lebih jauh jaraknya[jarak dari track ke got aliran air] daripada yang sebelah kanan dan jembatan kecil dari beton yang lebarnya sudah dipersiapkan untuk double track[ seperti jembatan diatas tol cipularang pas sebelum masuk stasiun ciganea dari arah Jakarta].
Akhirnya saya sampai juga di halte Gunung Putri. Halte ini terletak di dekat kantor polisi Gunung Purti. Sayapun langsung memotret halte tersebut. Karena rasa capek yang mendera sudah tidak bisa diajak kompromi, sayapun melanjutkan perjalanan mengunakan angkot. Ternyata angkot yang menuju stasiun tidak ada. Namun angkot yang saya naiki bersedia mengantarkan saya ke stasiun Nambo dan tidak diminta bayaran ekstra. “Akhirnya sampe juga…,” pikirku. Decak kagum saya tak henti-hentinya tertuju pada stasiun ini. Untuk ukuran emplasemen stasiun kelas3, stasiun ini sangat besar. Mungkin emplasemennya bisa disetarakan dengan stasiun Manggarai. Memiliki peron tinggi, 6 track[2 baduk, 4 tidak], dan panjang emplasemen mungkin sepanjang 20 gerbong penumpang. Sayapun langsung menuju stasiun yang bangunannya mirip villa. Ternyata di stasiun ada beberapa orang. Rasa sejuk menghampiri saya saat memasuki bangunan stasiun. Bersih, terawat, besar, dan sejuk. Papan jadwal perjalanan di samping loket hanya terdapat jadwal KA Eksekutif, Bisnis, dan Ekonomi di Pulau Jawa. Rasa capek berganti dengan rasa lapar. Karena Nambo berada di perkampungan, saya takut tidak bisa menemukan rumah makan/warteg disana. Sayapun bertanya kepada salah seorang yang sedang duduk disudut stasiun. “Pak, kalo warteg disekitar stasiun dimana ya?”,”Rumah makan?, ada disamping SDN 03 Nambo.”,”Oh, makasih pak. Oh ya pak, kalo stasiun ini ada pegawainya gak ya pak?”,”Saya pegawai stasiun..,”, makanpun langsung saya tunda dan menggantinya dengan mengobrol dengan orang tersebut. Beliau memberi tahu, kalau saat tahun 2007, ada proyek besar-besaran pada lintas Citayam-Nambo. Kebetulan saya juga pernah melihat proyek peninggian rel dan renofasi seluruh stasiun dan Halte di lintas ini. Dan, beliau juga mendapat info, rencananya, KA Aqua dari Cicurug akan menuju Nambo. Jadi trayek KA Aqua adalah Cicurug-Nambo. Lalu, beliau menceritakan, bahwa saat KRD Nambo masih beroperasi, dia menjadi JPJ di lintas tersebut. Dan sekarang, diapun pindah ke Depok karena di Nambo sudah tidak ada kerjaan lagi. Merasa sudah lama berbincang dengan beliau, sayapun langsung pamit untuk pulang. Sebelum pulang, saya mampir ke jembatan kali Citeureup yang terletak di sinyal masuk stasiun Nambo. Wuih.., pemandangan di jembatan ini lebih mantab daripada jembatan Cikeas. Ada jembatan mobl yang terletak dibawah jembatan KA. Panjang dan tingginya mungkin hampir sama dengan jembatan Cikeas. Namun pemandangan pabrik membuat jembatan ini lebis terlihat menawan. Puas memotret jembatan saya langsung pulang. Diperjalanan pulang, pikiran terus membayangkan KA Aqua melintas di Jembatan Kali Citeureup. Sungguh dashyat….,

Demikian cerita dari saya. Jika ada kesalahan dari segala hal, saya mohon maaf. Apa ada yang tertarik melakukan hal yang sama dengan saya? Atau tidak, silahkan berikan tanggapannya.

Jika ingin melihat foto-fotonya, silahkan klik link berikut:
<!-- m --><a class="postlink" href="http://www.flickr.com/photos/29642764@N04/">http://www.flickr.com/photos/29642764@N04/</a><!-- m -->

Terima kasih.
walaupun KRL baru selalu dinanti,
tetapi rheostatik selalu dihati dan jangan diganti....,

[Image: 20090717141252_DSCI2463ajjx_4a6024745d264-t.jpg]
Reply
#33
Trekking gak ngajak2 nih..
btw, ada inpoh gak kapan jalur itu aktip lageh,?
" Pecinta Rangkas jaya "
Reply
#34
Katanya mau diaktifkan lagi buat KA Aqua dari stasiun Cicurug. Jadi KA Aqua melayani trayek Cicurug-Nambo. KA tersebut direncanakan menggunakan gerbong ketel dan ditarik oleh lok CC. Saya dapet info dari orang Distrik Jalan Rel Depok.
walaupun KRL baru selalu dinanti,
tetapi rheostatik selalu dihati dan jangan diganti....,

[Image: 20090717141252_DSCI2463ajjx_4a6024745d264-t.jpg]
Reply
#35
Adam Faridl Wrote:Katanya mau diaktifkan lagi buat KA Aqua dari stasiun Cicurug. Jadi KA Aqua melayani trayek Cicurug-Nambo. KA tersebut direncanakan menggunakan gerbong ketel dan ditarik oleh lok CC. Saya dapet info dari orang Distrik Jalan Rel Depok.

weh ...ga jebol apa tuh rel na dari cicurug ke bogor pake CC ? trus operasi untuk narik ketel ngga mungkin kan jam KRL msh operasi ? atau di barengin ? atau bikin 1 rel lagi disebelahnya khusus ketel (jadi triple) ?
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#36
Adam Faridl Wrote:Katanya mau diaktifkan lagi buat KA Aqua dari stasiun Cicurug. Jadi KA Aqua melayani trayek Cicurug-Nambo. KA tersebut direncanakan menggunakan gerbong ketel dan ditarik oleh lok CC. Saya dapet info dari orang Distrik Jalan Rel Depok.

walah pake ketel..?itu air murni yang belum siap minum ya...? kalo air siap minum dibawa pake ketel jadi rada2 mikir mau minumnya,takut kena karat...
~Because Your Smilling Is Our Happiness~
My Railway Photos
My Video Collection
Reply
#37
Emang sih pas peresmian Bumigeulis Gubernur JABAR mengharapkan industri - industri yang ada di cicurug khususnya aqua bisa memanfaatkan Kereta Api untuk mengangkut Air/Barang.. Kalo pake CC mungkin lokonya di modifikasi atau digimanain gitu....kan rel bogor - sukabumi masih tipe lama..
Bekerja untuk kebaikan orang lain adalah ibadah yang amat mulia - Ignasius Jonan
Reply
#38
Saya akan memberikan sedikit pencerahan tentang proyek KA Ketel Aqua yang saya sarikan dari berbagai sumber.

PT. KAI Daop 1 Jakarta berencana akan mengoperasikan KA dari Cicurug yang mengangkut air gunung dari Perusahaan air mineral yaitu Aqua. Karena untuk membuat sebuah operasional KA baru tidak semudah membalikan sebuah tangan, maka diperlukan perundingan yang matang antara pihak Aqua dan PT. KAI. Sampai saat ini, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan Aqua masih merundingkan rencana tersebut. Tersiar kabar, KA tersebut akan menggunakan rangkaian ketel baru dari PT INKA. Gebong ketel untuk KA Aqua pasti berbeda dengan gerbong ketel pengangkut BBM. Rencananya KA ini akan memakai loko CC untuk menari rangkaian KA tersebut. Dari maka itu, rel di petak antara stasiun Bogor hingga Cicurug akan dibenahi dengan mengganti bantalan menjadi beton, dan rel menjadi tipe R54. Untuk merealisasikan pembenahan tersebut, pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah melaksanakan 2 kali Inspeksi ke lintas Bogor-Cicurug. Yang pertama menggunakan lori RK18, dan yang kedua menggunakan lokomotif BB30422+1 gerbong NR THB[foto bisa dilihat dibawah]. Menurut info yang saya dapat dari kuncen KLB kricak, KLB kricak akan kembali berdinas ke jalur yang akan dibenahi tersebut. Lalu, saya mendapat info dari orang Distrik Jalan Rel Depok, bahwa direncanakan, KA Aqua akan menjalani trayek Cicurug-Nambo. Dari maka itu, rel di Jalur Nambo akan ikut dibenahi. Jika rencana ini sudah tereaslisasi dan KA ini sudah beroperasi, maka jam operasional KA ini adalah pada malam hari. Karena, pihak PT KCJ tidak menginginkan ada KA selain KRL pada lintas Bogor-Manggarai pada waktu jam operasional KRL berjalan.
Demikianlah info yang bisa saya beritahukan. Jika ada salah-salah kata, ataupun info yang saya berikan saya mohon maaf.
Sekian dan Terima Kasih

dibawah ini adalah foto KLB inspeksi oleh lokomotif BB30422+1 gerbong NR yang saya ambil di petak antara stasiun Bojong dan Citayam. KLB ini sudah pulang ke arah Jakarta. Maaf, karena koneksi yang sangat lamban, untuk melihat fotonya, anda dipersilahkan untuk meng-klik link dibawah ini. Maaf ya.
http://www.flickr.com/photos/29642764@N04/3423804918/
walaupun KRL baru selalu dinanti,
tetapi rheostatik selalu dihati dan jangan diganti....,

[Image: 20090717141252_DSCI2463ajjx_4a6024745d264-t.jpg]
Reply
#39
btw sta Cicurug ada dilintas CTA-NMO atau setelah sta BOO ?

Reply
#40
Saya berikan urutan stasiun dari Bogor ke Cicurug:

Bogor-Batu Tulis-Ciomas-Maseng-Cigombong-Cicurug.
walaupun KRL baru selalu dinanti,
tetapi rheostatik selalu dihati dan jangan diganti....,

[Image: 20090717141252_DSCI2463ajjx_4a6024745d264-t.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)