ada sedikit tambahan nih om dan mba sekalian
Gerbong kereta api ekonomi ber-AC (air conditioner) rute Surabaya-Jakarta dan Malang-Jakarta akan diluncurkan untuk angkutan lebaran tahun ini.
Tetapi tarif gerbong penumpang 'berhawa sejuk' ini berbeda dengan tarif gerbong ekonomi reguler yang hanya mengandalkan kipas angin. Gerbong ber-AC itu nantinya akan ada di dalam rangkaian kereta api reguler.
PT KA mematok tarif di atas Rp 100 ribu. KA Kertajaya dipatok Rp 120 ribu, KA Gayabaru Rp 145 ribu, KA Pasudan Rp 140 ribu, dan KA Matarmaja Rp 155 ribu.
Bandingkan dengan tarif kereta ekonomi reguler KA Kertajaya yang hanya Rp 43.500, KA Gayabaru Rp 33.500, KA Pasudan Rp 30 ribu, dan KA Matarmaja Rp 51 ribu.
"Memang lebih mahal karena ini adalah kereta komersial. Berbeda dengan kereta ekonomi reguler yang masih disubsidi," kata Humas PT Daops VIII Surabaya Sri Winarto, Selasa (10/7/2012).
Winarto mengatakan, tarif KA ekonomi AC memang lebih mahal dari KA ekonomi reguler, tetapi jauh lebih murah daripada KA bisnis dan eksekutif yang tarif minimalnya di atas Rp 200 ribu. KA ekonomi AC memang dijadikan kereta pilihan bagi penumpang selain ekonomi reguler, bisnis dan eksekutif.
"KA ekonomi AC tidak berjalan sendiri tetapi akan dirangkaikan dengan KA ekonomi reguler," tambah Winarto.
Winarto mencontohkan KA Kertajaya yang biasanya mempunyai 7 rangkaian, bakal ditambah menjadi 9 rangkaian dengan tambahan 2 gerbong KA ekonomi AC. Dia mengatakan ke depannya KA ekonomi AC akan tetap dioperasikan meski bukan pada masa lebaran.
"Tarif di atas memang untuk tarif lebaran. Kalau bukan masa lebaran lagi, mungkin tarifnya akan turun," tandas Winarto.
Sumber Berita