Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Julukan Untuk Masing2 Nama KA
#81
Nyumbang ide nih ...

Ini bukan julukan, melainkan nama KA yang sudah kita kenal, namun ada something yang agak nyeleneh ...

. Argo Bromo Anggrek : Jakarta - Surabaya (Anehnya karena gunung Bromo tidak ada di lintas utara, melainkan lintas timur, SGU - BW, jadi seandainya penumpang dari luar negeri bertanya dimanakan gunung Bromo, kok tidak kelihatan ...? Jelas tidak kelihatan, lha wong ngemplang jauh di timur pulau Jawa. Serta penambahan nama Anggrek menjadi tambah aneh).

. Argo Lawu : Jakarta - Solo (Anehnya karena gunung Lawu itu di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, serta KA ini tidak melintasi gunung Lawu. Kenapa tidak Argo Merbabu atau Argo Merapi).

. Argo Jati : Jakarta - Cirebon (Anehnya ini diambil dari nama sunan, yaitu Sunan Gunung Jati, bukan nama gunung)

. Argo Dwipangga : Jakarta - Solo (Anehnya karena Dwipangga ini bukan nama gunung, kenapa dipaksakan ikut ikon 'Argo')

. Argo Parahyangan : Jakarta - Bandung (Anehnya peleburan dua KA yang menjadi satu, yaitu Argo Gede dan Parahyangan, kenapa tidak salah satu saja diwafatkan dan yang satu tetap hidup, seperti Parahyangan saja atau Argo Gede saja)

. Argo Muria : Jakarta - Semarang (Anehnya karena gunung Muria itu ada di sebelah timur Semarang, tepatnya disekitaran Pati - Demak - Kudus, dan tidak dilintasi oleh KA ini)

Diantara KA-KA Argo yang paling tepat penamaannya, mungkin Argo Wilis, karena gunung Wilis memang tepat dilintasi oleh KA tersebut ...

Monggo kalau ada yang mengkritik atau menambahkan ...
-  R y z k y   W i d i   A T m a j a  -
Reply
#82
(17-09-2012, 11:55 AM)Ryzky_Widi Wrote: Nyumbang ide nih ...

Ini bukan julukan, melainkan nama KA yang sudah kita kenal, namun ada something yang agak nyeleneh ...

. Argo Bromo Anggrek : Jakarta - Surabaya (Anehnya karena gunung Bromo tidak ada di lintas utara, melainkan lintas timur, SGU - BW, jadi seandainya penumpang dari luar negeri bertanya dimanakan gunung Bromo, kok tidak kelihatan ...? Jelas tidak kelihatan, lha wong ngemplang jauh di timur pulau Jawa. Serta penambahan nama Anggrek menjadi tambah aneh).

. Argo Lawu : Jakarta - Solo (Anehnya karena gunung Lawu itu di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, serta KA ini tidak melintasi gunung Lawu. Kenapa tidak Argo Merbabu atau Argo Merapi).

. Argo Jati : Jakarta - Cirebon (Anehnya ini diambil dari nama sunan, yaitu Sunan Gunung Jati, bukan nama gunung)

. Argo Dwipangga : Jakarta - Solo (Anehnya karena Dwipangga ini bukan nama gunung, kenapa dipaksakan ikut ikon 'Argo')

. Argo Parahyangan : Jakarta - Bandung (Anehnya peleburan dua KA yang menjadi satu, yaitu Argo Gede dan Parahyangan, kenapa tidak salah satu saja diwafatkan dan yang satu tetap hidup, seperti Parahyangan saja atau Argo Gede saja)

. Argo Muria : Jakarta - Semarang (Anehnya karena gunung Muria itu ada di sebelah timur Semarang, tepatnya disekitaran Pati - Demak - Kudus, dan tidak dilintasi oleh KA ini)

Diantara KA-KA Argo yang paling tepat penamaannya, mungkin Argo Wilis, karena gunung Wilis memang tepat dilintasi oleh KA tersebut ...

Monggo kalau ada yang mengkritik atau menambahkan ...

ada juga nih yang cukup unik tentang KA non Argo
secara umum, KA ekonomi di nama.i atas nama sungai yang dilintas.inya
misal:
KA Brantas : melintasi sungai Brantas di wilayah Kertosono, Jatim
KA Serayu : juga melintas sungai Serayu, cuma lupa di daerah mana...
begitu pula dengan KA Logawa dan KA Progo

namun ada yang aneh dari nama2 KA berikut karena tidak melintas sungai yang sesuai dengan namanya,
seperti KA Gajahwong yang tidak melintas sungai Gajahwong, karena KA berangkat dari LPN dan sungainya terletak sekitar 4 km sebelah timur LPN arah SLO
ada juga KA Bengawan yang tidak melintas sungai Bengawan yang terletak sekitar 3 km sebelah timur SoloJebres arah Madiun

dulu, KA Bogowoto juga demikian saat masih berelasi PSE-KTA, kini setelah berelasi hingga Yogyakarta, KA ini melintas sungai Bogowonto sekitar 5 km sebelah timur stasiun Kutoarjo.

CMIIW...

[Image: oldpatent_1937525c.jpg]
Hasil penemuan Mbah Richard Trevithick yang terus berkembang...
Reply
#83
(17-09-2012, 02:40 PM)UIZ-SenjutKade Wrote:
(17-09-2012, 11:55 AM)Ryzky_Widi Wrote: Nyumbang ide nih ...

Ini bukan julukan, melainkan nama KA yang sudah kita kenal, namun ada something yang agak nyeleneh ...

. Argo Bromo Anggrek : Jakarta - Surabaya (Anehnya karena gunung Bromo tidak ada di lintas utara, melainkan lintas timur, SGU - BW, jadi seandainya penumpang dari luar negeri bertanya dimanakan gunung Bromo, kok tidak kelihatan ...? Jelas tidak kelihatan, lha wong ngemplang jauh di timur pulau Jawa. Serta penambahan nama Anggrek menjadi tambah aneh).

. Argo Lawu : Jakarta - Solo (Anehnya karena gunung Lawu itu di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, serta KA ini tidak melintasi gunung Lawu. Kenapa tidak Argo Merbabu atau Argo Merapi).

. Argo Jati : Jakarta - Cirebon (Anehnya ini diambil dari nama sunan, yaitu Sunan Gunung Jati, bukan nama gunung)

. Argo Dwipangga : Jakarta - Solo (Anehnya karena Dwipangga ini bukan nama gunung, kenapa dipaksakan ikut ikon 'Argo')

. Argo Parahyangan : Jakarta - Bandung (Anehnya peleburan dua KA yang menjadi satu, yaitu Argo Gede dan Parahyangan, kenapa tidak salah satu saja diwafatkan dan yang satu tetap hidup, seperti Parahyangan saja atau Argo Gede saja)

. Argo Muria : Jakarta - Semarang (Anehnya karena gunung Muria itu ada di sebelah timur Semarang, tepatnya disekitaran Pati - Demak - Kudus, dan tidak dilintasi oleh KA ini)

Diantara KA-KA Argo yang paling tepat penamaannya, mungkin Argo Wilis, karena gunung Wilis memang tepat dilintasi oleh KA tersebut ...

Monggo kalau ada yang mengkritik atau menambahkan ...

ada juga nih yang cukup unik tentang KA non Argo
secara umum, KA ekonomi di nama.i atas nama sungai yang dilintas.inya
misal:
KA Brantas : melintasi sungai Brantas di wilayah Kertosono, Jatim
KA Serayu : juga melintas sungai Serayu, cuma lupa di daerah mana...
begitu pula dengan KA Logawa dan KA Progo

namun ada yang aneh dari nama2 KA berikut karena tidak melintas sungai yang sesuai dengan namanya,
seperti KA Gajahwong yang tidak melintas sungai Gajahwong, karena KA berangkat dari LPN dan sungainya terletak sekitar 4 km sebelah timur LPN arah SLO
ada juga KA Bengawan yang tidak melintas sungai Bengawan yang terletak sekitar 3 km sebelah timur SoloJebres arah Madiun

dulu, KA Bogowoto juga demikian saat masih berelasi PSE-KTA, kini setelah berelasi hingga Yogyakarta, KA ini melintas sungai Bogowonto sekitar 5 km sebelah timur stasiun Kutoarjo.

CMIIW...

Saya malah bingung, penamaan KA Gajahwong sama Bogowonto itu darimana ya ...? Apa hanya dari nama sungai seperti yang mas posting, ataukah ada sejarahnya. Seperti contoh, KA Sri Tanjung kan ada legendanya di BW sana, atau Penataran karena ada candinya. Bingung

Oiya menambahkan lagi, KRD baru, Arjuna Express relasi Surabaya - Madiun. Harusnya kan Surabaya - Malang, mengingat gunung Arjuna itu letaknya di Pasuruan - Malang, dan gunung itu juga jauh dari lintasan SGU - MN. Kalau Kelud Express sudah benar, karena gunung Kelud berada di Kediri - Blitar.
-  R y z k y   W i d i   A T m a j a  -
Reply
#84
(18-09-2012, 08:59 AM)Ryzky_Widi Wrote: Saya malah bingung, penamaan KA Gajahwong sama Bogowonto itu darimana ya ...? Apa hanya dari nama sungai seperti yang mas posting, ataukah ada sejarahnya. Seperti contoh, KA Sri Tanjung kan ada legendanya di BW sana, atau Penataran karena ada candinya. Bingung

Oiya menambahkan lagi, KRD baru, Arjuna Express relasi Surabaya - Madiun. Harusnya kan Surabaya - Malang, mengingat gunung Arjuna itu letaknya di Pasuruan - Malang, dan gunung itu juga jauh dari lintasan SGU - MN. Kalau Kelud Express sudah benar, karena gunung Kelud berada di Kediri - Blitar.
Ga om gajahwong dan Bogowonto murni nama sungai yang ada di DAOP VI.
Saya pikir sekarang PT. Kereta Api Indonesia (Persero) uda ga konsisten koq untuk memilih nama untuk KA, lagian kalo emang KA itu harus dilewatin oleh gunung dan sungai wah tambah susah lagi tuh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) nentuin nama buat KA.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#85
Sayur Lodeh : Lodaya
Meleber : Malabar
:p
Proud to be a Railfans!
Reply
#86
Oiya, saya pernah dengar celotehan salah satu teman saya, KA Penataran = Sepur Penat, karena sebelumnya kan desak-desakan, sampai nggak dapat tempat duduk, maklum primadonanya SGU - ML - BL setelah Maleks tiada. Ngeledek

KRD Surabaya - Sidoarjo (Susi) = KRD Kembar. Saya nggak tahu pastinya kenapa teman saya menamai KRD itu dengan KRD kembar. Katanya sih kalau pas perjalanan pulang kerja, di Stasun Waru selalu berpapasan dengan KRD Susi lainnya, makanya seperti Susi ketemu Susi, jadinya kembaran ...
-  R y z k y   W i d i   A T m a j a  -
Reply
#87
spongebob=kais semeru
kelinci seruntulan=kais wijaykusuma
papur=patas purwakarta
Reply
#88
(03-01-2012, 12:58 PM)Adolph Wrote: ane pernah denger beberapa orang menyebut KA komuter susi menjadi "KA komputer" Ngakak
KRL CL juga kadang2 disebutnya "Komputer Line" Ngakak

Reply
#89
lokalan CBT-PWK :
- Mandra
- Gentong

dan satu lagi sebutannya yaitu :
(inspirasi nickname saya)

Jimwes = jimwest, Jim dari barat(lintas barat) dulunya kan ni jimwes pake lok CC50... naahh si CC50-nya itu(kata masyarakat) mirip ama nyang di pelem
the wild wild west... Big Grin

[Image: WildWildWest_S4.jpg]

jadi lokalan CBT-PWK itu julukannya "bekas artis" wkwkwkwk
Senangnya kulihat para petani melepas lelah dan berhenti sejenak untuk melihat Kereta Api melewati ladang mereka.....
Terharu
Reply
#90
Kalo sebutan saya biasanya seperti ini:
Prameks Kuning = Spongebob
Prameks Ungu = Sang Janda
Batara Kresna = Sang Dewa

itu dulu yahh... Ngikik
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)