Kondisi bekas Jalur Cabang Kepanjenkidul - Karanglo - Karangsari saat ini bisa dilihat dari dokumentasi yang saya buat saat sekitar Lebaran 2012.
(1) Pandangan dari arah timur
[spoiler]
![[Image: Cabang_BL-arah_timur.jpg]](http://i1218.photobucket.com/albums/dd414/nurcahyoms/Cabang_BL-arah_timur.jpg)
[/spoiler]
Terlihat jalur eksisting dari Blitar menuju Garum-Malang di sebelah kanan, bekas jalur cabang di sebelah kiri. Waktu saya kecil, dari titik ini kita bisa memandang lurus ke emplasemen stasiun Blitar. Saat paling menyenangkan adalah ketika K.A Tumapel mulai bergerak, lok BB303 "megal-megol" kiri-kanan merambat mendekati kita selanjutnya belok ke kanan. Sayang tidak ada fotonya, cukup kenangan dalam batin saja.....
(2) Pandangan dari tengah pertemuan jalur
Saya ambil gambar-gambar berikut ini dari tengah-tengah antara jembatan bekas jalur cabang dengan rek eksisting.
(2a) Pandangan ke arah bekas jembatan jalur cabang
[spoiler]
![[Image: Cabang_BL-jembatan_cabang.jpg]](http://i1218.photobucket.com/albums/dd414/nurcahyoms/Cabang_BL-jembatan_cabang.jpg)
[/spoiler]
Jelas sekali jalan ini melewati bekas jembatan kereta api, model
arch bridge. Bentuknya yang kokoh memperkuat testimoni seperti itu.
(2b) Pandangan ke arah jalur eksisting
[spoiler]
![[Image: Cabang_BL-jembatan_utama.jpg]](http://i1218.photobucket.com/albums/dd414/nurcahyoms/Cabang_BL-jembatan_utama.jpg)
[/spoiler]
Jalur KA Blitar - Malang di atas Kali Urung-urung, sejak jaman sepur kluthuk dengan rel jenis R25 masih seperti yang terihat dalam gambar, kecuali rel-nya. Terlihat penambat DE-Clip dipakai di atas jembatan ini, khas upgrading tahun 1990.
(2c) Pandangan dari atas jembatan eksisting
[spoiler]
![[Image: Cabang_BL-jembatan_dongki.jpg]](http://i1218.photobucket.com/albums/dd414/nurcahyoms/Cabang_BL-jembatan_dongki.jpg)
[/spoiler]
Inilah jembatan tempat saya belajar meniti rel di atas sungai. Akhir sekolah SD sempat lancar menyeberang jembatan ini, sekarang boro2!!! Baru satu-dua langkah langsung mumet. Maklum hypherphobia....
Di sebelah kiri tampak bangunan "dongki". Kata dongki berasal dari bahasa Belanda, tapi saya tidak tahu seperti apa ejaan aslinya. Adakah rekan2 yang tahu? mungkin aslinya "donkey"?.
Tapi pada prinsipnya bangunan itu berupa rumah pompa, untuk mengalirkan air jernih ke menara berkapasitas 2x36m3 di stasiun Blitar. Dibangun pada jaman Belanda, sampai saat ini masih berfungsi...!!!
(3) Pandangan dari arah barat.
Sebelah barat percabangan merupakan tempat yang penuh tanda tanya: dimana letak bekas wesel jalur cabang?
(3a) Pandangan dari rel
[spoiler]
![[Image: Cabang_BL-Titik_pisah-1.jpg]](http://i1218.photobucket.com/albums/dd414/nurcahyoms/Cabang_BL-Titik_pisah-1.jpg)
[/spoiler]
Sepertinya di depan KA Penataran inilah jalur cabang bertemu dengan jalur utama
(3b) Pandangan dari jalan Tirtonadi
[spoiler]
![[Image: Cabang_BL-Titik_pisah-2.jpg]](http://i1218.photobucket.com/albums/dd414/nurcahyoms/Cabang_BL-Titik_pisah-2.jpg)
[/spoiler]
Kondisi lapangan membingungkan, karena ada perbedaan kontou antara rel eksisting dengan bekas jalur cabang. Mungkin jalur cabang dimulai dari ujung jalan aspal ini
Salam kami
Nurcahyo
*******