22-08-2013, 05:35 PM
(This post was last modified: 22-08-2013, 06:10 PM by Anugrah Bima.)
Sudah tiga tahun ga ke Surabaya, akhirnya ada kesempatan juga kesana dengan menggunakan kereta api. Naik apa? Hehe, nantikan saja. Pertama2, seperti kebiasaan sebelumnya, naik dulu CL dari Klender Baru yang kali ini bertujuan ke Gondangdia
Penampakan kartu single trip (sekarang sudah diganti)
[spoiler]
[/spoiler]
Suasana CL BKS-JAKK yang biasanya dulu selalu sepi, kini karena subsidi harga, kursi menjadi penuh
[spoiler]
[/spoiler]
Sponsor di KRL CL
[spoiler]
[/spoiler]
Turun di Gondangdia, lanjut naik ojek yang memakan waktu ga sampai 10 menit ke Gambir. Sesampainya di sana, KA Argo Sindoro dengan Lok CC206 bersiap diberangkatkan
[spoiler]
[/spoiler]
Suasana Stasiun Gambir yang masih ramai, di depan ini adalah calon penumpang KA 32 Gajayana
[spoiler]
[/spoiler]
Sambil menunggu waktu boarding, sempatkan dulu untuk mengisi perut, dari lambangnya pasti tahu saya makan dimana, hehehehe
[spoiler]
[/spoiler]
Dan inilah KA yang akan saya naiki, KA 36 Sembrani, narsis dulu ah tiketnya
[spoiler]
[/spoiler]
Saya menunggu waktu maghrib dulu untuk boarding, setelah naik ke peron jalur 3&4, terlihat di jalur 1 KA Gajayana yang menunggu waktu keberangkatan
[spoiler]
[/spoiler]
Jam 18:10, KA Cireks Tegal masuk di jalur 4
[spoiler]
[/spoiler]
[spoiler]
[/spoiler]
Penumpang KA Cireks Tegal, kebanyakan justru mengisi di KA Eksekutif, sementara Bisnis hanya sekitar 30%
[spoiler]
[/spoiler]
Jam 18:30, KA Gajayana diberangkatkan, telat 10 menit dari jadwal karena antrian KRL CL
[spoiler]
[/spoiler]
Lok Penarik KA Cireks Tegal yang sedang langsir
[spoiler]
[/spoiler]
K2 Cireks Tegal
[spoiler]
[/spoiler]
Saya ga bisa terlalu kemana2 buat memotret, barang titipan orang tua banyak sekali jadinya susah dibawa kemana2
KA 1 Argo Bromo Anggrek tiba dari Surabaya jam 18:40
[spoiler]
[/spoiler]
Rangkaian Go Green yang kali ini dipakai
[spoiler]
[/spoiler]
Jam 18:50, KA Cireks Tegal diberangkatkan, dan lagi2 setelah terhalang antrian CL yang kali ini tak terhitung oleh saya
[spoiler]
[/spoiler]
KA 27 Argo Parahyangan tiba di Gambir, tepat jam 19:00
[spoiler}
[/spoiler]
Kereta Bisnis dan Eksekutifnya
[spoiler]
[/spoiler]
[spoiler]
[/spoiler]
Penumpang KA Sembrani mulai mengisi peron jalur 3&4
[spoiler]
[/spoiler]
[spoiler]
[/spoiler]
Akhirnya KA Sembrani tiba di GMR, dan lok penariknya adalah CC 206
[spoiler]
[/spoiler]
Ini Kereta yang saya naiki, retrofit tahun 1954
[spoiler]
[/spoiler]
Saya jadi ngebayang2, bekas kereta apa ini sampai sekarang masih dipergunakan
[spoiler]
[/spoiler]
Interior KA Sembrani, bagi saya zonk juga, karena ga ada bedanya dengan K1 yang dipakai di KA Eksis, dan banyak sekali kecoa disitu
[spoiler]
[/spoiler]
Dilanjut nanti ya di kesempatan berikutnya
Penampakan kartu single trip (sekarang sudah diganti)
[spoiler]
[/spoiler]Suasana CL BKS-JAKK yang biasanya dulu selalu sepi, kini karena subsidi harga, kursi menjadi penuh
[spoiler]
[/spoiler]Sponsor di KRL CL
[spoiler]
[/spoiler]Turun di Gondangdia, lanjut naik ojek yang memakan waktu ga sampai 10 menit ke Gambir. Sesampainya di sana, KA Argo Sindoro dengan Lok CC206 bersiap diberangkatkan
[spoiler]
[/spoiler]Suasana Stasiun Gambir yang masih ramai, di depan ini adalah calon penumpang KA 32 Gajayana
[spoiler]
[/spoiler]Sambil menunggu waktu boarding, sempatkan dulu untuk mengisi perut, dari lambangnya pasti tahu saya makan dimana, hehehehe
[spoiler]
[/spoiler]Dan inilah KA yang akan saya naiki, KA 36 Sembrani, narsis dulu ah tiketnya
[spoiler]
[/spoiler]Saya menunggu waktu maghrib dulu untuk boarding, setelah naik ke peron jalur 3&4, terlihat di jalur 1 KA Gajayana yang menunggu waktu keberangkatan
[spoiler]
[/spoiler]Jam 18:10, KA Cireks Tegal masuk di jalur 4
[spoiler]
[/spoiler][spoiler]
[/spoiler]Penumpang KA Cireks Tegal, kebanyakan justru mengisi di KA Eksekutif, sementara Bisnis hanya sekitar 30%
[spoiler]
[/spoiler]Jam 18:30, KA Gajayana diberangkatkan, telat 10 menit dari jadwal karena antrian KRL CL
[spoiler]
[/spoiler]Lok Penarik KA Cireks Tegal yang sedang langsir
[spoiler]
[/spoiler]K2 Cireks Tegal
[spoiler]
[/spoiler]Saya ga bisa terlalu kemana2 buat memotret, barang titipan orang tua banyak sekali jadinya susah dibawa kemana2

KA 1 Argo Bromo Anggrek tiba dari Surabaya jam 18:40
[spoiler]
[/spoiler]Rangkaian Go Green yang kali ini dipakai
[spoiler]
[/spoiler]Jam 18:50, KA Cireks Tegal diberangkatkan, dan lagi2 setelah terhalang antrian CL yang kali ini tak terhitung oleh saya
[spoiler]
[/spoiler]KA 27 Argo Parahyangan tiba di Gambir, tepat jam 19:00
[spoiler}
[/spoiler]Kereta Bisnis dan Eksekutifnya
[spoiler]
[/spoiler][spoiler]
[/spoiler]Penumpang KA Sembrani mulai mengisi peron jalur 3&4
[spoiler]
[/spoiler][spoiler]
[/spoiler]Akhirnya KA Sembrani tiba di GMR, dan lok penariknya adalah CC 206

[spoiler]
[/spoiler]Ini Kereta yang saya naiki, retrofit tahun 1954
[spoiler]
[/spoiler]Saya jadi ngebayang2, bekas kereta apa ini sampai sekarang masih dipergunakan
[spoiler]
[/spoiler]Interior KA Sembrani, bagi saya zonk juga, karena ga ada bedanya dengan K1 yang dipakai di KA Eksis, dan banyak sekali kecoa disitu

[spoiler]
[/spoiler]Dilanjut nanti ya di kesempatan berikutnya



[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]

