Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Buka Rute, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) 3 Tahun Ajukan Izin
#1
Buka Rute, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) 3 Tahun Ajukan Izin

PT Kereta Api Indonesia (Persero) meminta Kementrian Perhubungan membuka kembali sejumlah jalur jereta api yang telah lama mati. Alasannya, ada beberapa jalur potensial untuk dihidupkan kembali guna menunjang arus pengangkutan logistik atau barang. “Beberapa jalur potensial itu, seperti Tuntang-Ambarawa, Banjar-Pangandaran, Cianjur-Bogor dan Yogyakarta-Semarang. Tapi, kewenangan dibukanya jalur ini sepenuhnya berada di Kementrian Perhubungan. Kami sudah mengajukan usulan sejak tiga tahun lalu, tetapi belum ada tanggapan”, kata Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Ignasius Jonan, Sabtu (28/9), setelah perayaan HUT ke-68 PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di Bandung, Jawa Barat.

Pada kesempatan yang sama, diluncurkan maskot PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Si Loko dan buku berjudul Jonan da Evolusi Kereta Api Indonesia yang ditulis Hadi M. Djuraid. Selain itu, diluncurkan pula pengoperasian perdana KA Ciremai jurusan Bandung-Cirebon via Purwakarta dan Cikampek. Peluncuran KA Ciremai dilakukan dari Cirebon pukul 13.35. Dicontohkan, Bogor-Sukabumi merupakan jalur yang padat. Salah satunya akibat adanya pengangkutan produk air mineral dalam kemasan. “Jalan raya sebaiknya untuk angkutan manusia saja, sedangkan angkutan barang dan jasa dapat melalui jalur rel (kereta). Beban jalan raya akan berkurang”, ujarnya.

Jalur Tuntang-Ambarawa perlu dibuka kembali karena jalur ini mempunyai sejarah penting dalam perkeretaapian Tanah Air. Jalur ini dapat menjadi destinasi wisata sejarah karena merupakan salah satu jalur kereta api pertama di Indonesia. Jalur kereta api pertama kali dibangun di Indonesia sekitar 150 tahun yang lalu. Lintasan Kedungjati-Tuntang-Ambarawa sepanjang 37 kilometer dibangun tahun 1871. “Namun, jalur ini telah ditutup tahun 1970-an”, kata Jonan.

Menurut VP Public Relations PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Sugeng Priyono, pembukaan kembali jalur kereta ini membutuhkan penguatan kapasitas rel dan jembatan. “Hal itu menjadi kewenangan Kementrian Perhubungan”, ujarnya. Jonan menjelaskan, Si Loko, boneka berkepala lokomotif seri CC205 yang mengenakan seragam dinas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan maskot resmi pertama milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Ini salah satunya untuk menarik perhatian calon penumpang kalangan muda. “Tren saat ini makin banyak penumpang kereta api dari kalangan muda. Penumpang berusia di bawah 30 tahun mencapai sepertiga”, kata Jonan

Koran Harian Kompas, Jakarta, Minggu/29 September 2013
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa

Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu Lok Merah Biru
BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
Reply
#2
wah emang ini pihak kementrian kayanya kurang memiliki i'tikad baik untuk transportasi kereta api ini,padahal pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudha mengajukan tapi belum di respon,hoammmmm

ini kemenhub kayanya lebih milih mobil murah juga dah , atau lebih memudahkan perizinan transportasi lain seperti bis gitu misalnya? aduhh,kurang adil deh kayanya kemenhub

jalur Yogyakarta-Semarang paling potensial soalnya itu jalur menghubungkan jawa bagian utara - jawa bagian selatan , sudah banyak yg menanyakan rute ini
Reply
#3
ngak pa pa semua dikasih mobil murah,
ngak pa pa semua angkutan barang pakai truk

Kalau jalan sudah macet semua baru tahu rasa teriak teriak bahwa kereta apilah yang paling unggul disini......
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa

Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu Lok Merah Biru
BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
Reply
#4
wraah
jadi intinya gara2 masalah sama dirjen/dephub lagi nih??
Bingung
RF aatea_goparmania, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Reply
#5
dephubnya pusing kalau mau hidupkan mesti gusur sana-sini ongkosnya baik material dan sosial sama2 tinggi. belum lagi konflik dengan moda lain terutama roda karet.

salahnya sendiri negara kok nggak punya planing yang jelas soal kebijakan transportasi. bekas rel mestinya nggak langsung ditiban aspal atau kena pelebaran jalan. dan mestinya kalau pelebaran jalan yang pas sejajar dengan rel mati, pelebaran ada diseberang luar menjauhi relnya. bukan malah makan rel.

giliran jalanan sudah penuh, lalu mau niat hidupkan relnya untuk mengurangi beban jalan, bingung deh semuanya. lha kok rel nya sudah hilang? lha yang niban aspal dulu siapa?

Big Grin
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#6
Omongan om Ady mengingatkan saya tentang perjalanan ke Pare, setelah saya melintas di perlintasan stasiun Jombang ke arah Pare, sepanjang perjalanan saya melihat patok2 PT. Kereta Api Indonesia (Persero), tapi, tepat di antara patok dan jalan raya adalah got, atau di beberapa tempat, relnya bahkan menggantung di antara sungai yg dalam dan jalan raya karena tanahnya udah habis/longsor, andai mau di aktifkan, piye? Bongkar aspal, menggeser jalan raya, menutup got, dan membuat got baru, menimbun sungai buat bikin railbed, menggusur ribuan rumah, pabrik, kantor pemerintahan, rumah sakit, dan fasilitas umum lainya? Belum lagi lingkungan yg berubah, tiap 50-100 meter ada gang yg harus dipasang pintu perlintasan, jika tidak maka harus dibuatkan jalan baru.
Kalau patok PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memang sakti, dan status lahan bekas rel tidak berubah untuk alasan apapun, mempunyai kekuatan hukum kuat/absolut ketika lintas diaktifkan, sehingga tak akan kalah kalau digugat masyarakat sepanjang jalur, pertanyaan saya di atas tak akan jadi masalah.
Tapi kita semua tau keadaan, di demo ormas aja, kadang pemerintah udah keder ko.

Xie Xie
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply
#7
Ijin nambahi gan..

"Sumber Berita"
TEMPO.CO , Semarang - PT Kereta Api Indonesia
merancang aktivasi sejumlah jalur rel kereta di
sekitar Semarang yang lama tidak berfungsi. Yakni,
di daerah Kedu, Kabupaten Semarang, Salatiga,
Demak, dan Purwodadi, sepanjang 173 kilometer.

“Itu sebagai master plan jangka panjang,” kata
Heru Wisnu, Kepala Sub-Bidang Jaringan Direktorat
Jenderal Lalu Lintas dan Jalan Kementerian
Perhubungan, dalam diskusi Reaktivakasi jalur rel
kereta untuk transportasi perkotaan di Semarang,
Kamis, 3 Oktober 2013.

Berdasarkan catatanya, aktivasi jalur di sekitar
Semarang sepanjang rel 173 kilometer memerlukan
biaya sekitar Rp 3,460 triliun, dengan asumsi biaya
pembangunan kembali rata-rata Rp 20 miliar per
satu kilometernya.

Pada tahap awal, Heru memastikan jalur
Kedungjati-Tuntang mulai diperbaiki 2014, dengan
alokasi anggaran Rp 1,6 triliun. Heru menjamin
perbaikan itu cepat, tak perlu pembebasan lahan
karena tanah yang dilewati milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero), dengan
kebutuhan dana pembangunan awal Rp 700 miliar.

Pemerintah mengoperasikan jalur itu kembali untuk
kereta wisata. Langkah selanjutnya, bisa untuk
angkutan massal dan barang. Aktivasi jalur kereta
di sekitar Semarang, khususnya yang
menghubungkan Semarang-Yogyakarta, lewat
Ambarawa dan Magelang, sebagai upaya
menghubungkan struktur jalan kereta lintas utara
dan selatan di Pulau Jawa. “Sebagai alternatif bila
ada gangguan,” katanya.

Pakar transportasi dan angkutan jalan Universitas
Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menilai upaya
aktivasi jalur rel kereta sebagai solusi terbaik
mengurai persoalan lalu lintas di sekitar Kota
Semarang.

Menurut dia, jalur yang hendak diaktifkan dengan
akses Ambarawa-Magelang bisa berguna untuk
pengangkut pasir Merapi. “Diharapkan lima tahun
lagi hidup, dan bisa untuk kereta akses wisata
Borobudur,” kata Djoko.


Indonesia

[Image: 10244129524_2d9536b2d9_b.jpg]

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)