Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengalaman Paling Menyenangkan Naik Kereta Api
#41
Pengalaman menyenangkan naik KA emmm...

Waktu th 2001 liburan naik KA Purwojaya ke GMR klas exe gratissss..tiss..tp bukan momoan kayak sekarang lho ya Xie Xie

wihhhhh enak ga tuh?? Ngakak

rahasianya naik sama kondekturnya gan....

Ceritanya waktu tuh sodara saya sdg dinas di ka tsb sampai jakarta, kebetulan liburan trus diajak deh main ke jakarta..

(senangnya dalam hati..Tersenyuum)

[Image: 10244129524_2d9536b2d9_b.jpg]

Reply
#42
(19-07-2013, 09:04 AM)heezanz Wrote: Wah pengalaman paling menyenangkan naik kereta ya waktu itu dapet tiket promo, trus kursinya di sebelah cewek cakep, praminya cantik juga, ditambah nasi goreng reskanya juga sedap Ngeledek.

Waktu itu naik ABA, tapi lupa tanggal berapa Bingung

wah, ko ceritanya sama kaya ane yak.
ane naek januari 2012 tuh. kebetulan dapat anggrek yang ya lumayanlah masih gress.
Reply
#43
(12-02-2011, 10:07 PM)Ikhsan_CC20323 Wrote: Ayo pada share disini pengalaman paling menyenangkan kalian saat naik Kereta ApiPlayboy, kalo ane pengalaman paling menyenangkannya pas mudik naik Gajayana tahun 2009 kemaren, jarang-jarang ane naik kereta dapetnya kereta yang enak, baru, kinclong...Ngeledek. Udah itu, ane kan turun di Blitar tuh, eh keretanya tepat waktu sampe di Blitarnya...Heran. Padahal waktu sampe Purwokerto udah telat tuh 20 menitBethe.

pengalaman paling menyenangkan?
mungkin ketika naek KA BIMA dan KA Sembrani disaat arus mudik agustus 2013 kmrin. kenapa menyenangkan??
karena saya memperoleh tiket hanya dengan Rp 17.500 saja. (Rp 10.000 buat tiket + Rp 7500 buat cash ATM).
bandingkan dengan tiket regular yang bisa mencapai 500 ribuan.Ngakak
Reply
#44
Pengalaman yang paling nyenengin kalo naik kereta dapet gerbong persis dibelakang Lok (sebelum dikasih aling2), waktu itu naik Sawunggalih pagi dr Senen.
Bisa dengerin merdunya suara TM dan mesin Lok kalo pas lagi ngejos, trus disebelahnya ditemenin mbak2 mahasiswi yg kuliah dipurwokerto Playboy
Reply
#45
menyenangkan.... : saat dahulu masih bebas masuk stasiun... joyride naik d blkg ka kontainer, SMC-PSE hanya bayar Rp. 2000 Ngakak SMC-SBI Rp.10000

akhir agustus juga naik bareng sang pacar dgn Fajut Semarang.... 8 jam tak terasa Bethe
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

Reply
#46
Paling berkesan natal thn lalu saat mau ke jkt bsa dpt tiket ka purwojaya walaupun harga melonjak..
Beruntung gk khbsn tiket..
Reply
#47
Pengalaman ane naik ABA pas Juni 2005, Waktu itu pas liburan kenaikan kelas (Ane pas itu naik ke kelas 2 SD pas waktu itu). Ane ke GMR dr SBI naik ABA, Ternyata........ dapet jackpot. Klu g salah itu K1 979xx pake kursi ala KZ (masih kulit dan ada legrestnya). Berangkat SBI jam 20:00 tiba GMR jam 06:00 pas (GMR-SBI jaman 2005 emang 10 jam tah? Perasaan cuma 9 jamman doang klu g salah). Makanannya enak banget. Praminya lumayan pake seragam bertulis Argo Bromo Anggrek dan pake slayer pink (maybe yes maybe no masalahnya seinget ane dan ane masih kecil kebetulan itu Ngakak). Tiketnya ane kira harganya kyk beli tiket pesawat. Ternyata? Klu g salah 200rban (250-300rb kisarannya klu g salah). Pokoknya maknyussss...... Entertaiment sip, speaker banter kyk naik Argo Jati, kedap suara dan empuk pokoknya............ Kangen naik ABA era 1997-2007...........

[Image: 15620049065_16949137b2_o.jpg]
Reply
#48
Yang berkesan sih banyak , diantaranya saat masa2 kecil dulu sekitar th 1977. Saat naik KA Penumpang Campuran relasi Semarang Poncol - Blora , saat itu rangkaiannya- Lok Diesel D 301 membawa 2 CR ( Kereta Penumpang Kelas 3 dengan Rem tangan , berkapasitas 98 seat ) Plus 3 Gerbong GR ( Gerbong tertutup , bergandar 2 dengan rem tangan untuk barang .. Berangkat tepat dari Semarang Tawang ( kalau nggak salah ingat jam 14.29 ). Dengan okupansi sekitar 40 % rangkaian KA ini berhenti normal di stasiun Kemijen . Lha Kereta cuma sepotong kok pake lama ditahan sinyal segala , omong punya omong ,ternyata petugas stasiun ( Halte ? ) Kemijen tertidur bertutupkan selembar koran . Setelah petugas dibangunkan , sinyal diangkat , masuklah rangkaian KA Argo Loyo ke emplasemen Stasiun Kemijen . Terlihat di Gerbong barang naik beberapa pedagang sayuran ( Kangkung ) , setelah dirasa semua beres , Pak KP meniup peluit dan rangkaianpun kembali meneruskan perjalanan . Uniknya tak jauh dari halte Kemijen bersilangan dengan Rel KA Semarang - Alastua - Brumbung yang kondisinya jauh lebih baik dengan type R 33 ( saat itu ) jika dibandingkan dengan track yang kami lintasi dengan tipe rel R 25 yang taspatnya sekitar 20 s/d 30 km/jam-. Sepanjang perjalanan rangkaian ini dapat disusul oleh petani yang naik sepeda karena memang posisi rel KA ini tepat dipinggir jalan raya Semarang-Demak . Rangkaian KA Penumpang Campuran ini berhenti di Halte Genuk , Sayung , Buyaran , Demak, Pilangsari , Lekok , Godong , Tompe , Purwodadi dst untuk naikturun penumpang . Di Stasiun Demak rangkaian berhenti agak lama btw menunggu jam berangkat ( datang awal ? ) , terlihat Bapak Masinis dan para Crew memasuki warung makan , sayapun ikut pesan segelas es teh manis dan sepiring nasi rames , karena kadang2 di stasiun Demak rangkaian harus langsir untuk menambah / mengurangi gerbong titipan yang biasanya berisi semen , pupuk atau kayu gelondongan . setelah ritual istirahat sejenak selesai , Bapak PPKA stasiun Demak kembali berkenan untuk memberangkatkan rangkaian KA menuju stasiun berikutnya . Perjalanan dari Demak menuju Purwodadi ini posisi rel juga berdampingan dengan jalan raya sehingga terkadang rangkaian KA dapat disusul oleh pengendara sepeda. maklumlah , rangkaian dengan berat lebih dari 30 ton meniti drel type R 25 dengan kondisi bantalan kayu yang hampir semua lapuk di usia senja . Sebelum masuk stasiun Purwodadi , tampak di belakang para pedagang sudah mulai menjatuhkan barang walau rangkaian ini belum berhenti dan masih di luar sinyal masuk. Dari pada jalan jauh dan tambah ongkos muat pikir saya. Sekitar setengah tujuh rangkaian masuk stasiun " Besar " Purwodadi yang mempunyai track lebih dari 6 jalur. Saya turun dari kereta dan segera memesan Lontong-Baso yang memang menjadi trademark saat itu di stasiun Purwodadi. Setelah dirasa cukup naik-turun penumpang , rangkaian diberangkatkan kembali menuju stasiun tujuan akhir , Blora , yang berjarak sekitar 64 km atau 3 s/d 4 jam perjalanan dari Purwodadi .-- perjalanan ini demikian berkesan bagiku.
Reply
#49
(13-11-2013, 02:28 PM)BAMBANG EKO Wrote:
Yang berkesan sih banyak , diantaranya saat masa2 kecil dulu sekitar th 1977. Saat naik KA Penumpang Campuran relasi Semarang Poncol - Blora , saat itu rangkaiannya- Lok Diesel D 301 membawa 2 CR ( Kereta Penumpang Kelas 3 dengan Rem tangan , berkapasitas 98 seat ) Plus 3 Gerbong GR ( Gerbong tertutup , bergandar 2 dengan rem tangan untuk barang .. Berangkat tepat dari Semarang Tawang ( kalau nggak salah ingat jam 14.29 ). Dengan okupansi sekitar 40 % rangkaian KA ini berhenti normal di stasiun Kemijen . Lha Kereta cuma sepotong kok pake lama ditahan sinyal segala , omong punya omong ,ternyata petugas stasiun ( Halte ? ) Kemijen tertidur bertutupkan selembar koran . Setelah petugas dibangunkan , sinyal diangkat , masuklah rangkaian KA Argo Loyo ke emplasemen Stasiun Kemijen . Terlihat di Gerbong barang naik beberapa pedagang sayuran ( Kangkung ) , setelah dirasa semua beres , Pak KP meniup peluit dan rangkaianpun kembali meneruskan perjalanan . Uniknya tak jauh dari halte Kemijen bersilangan dengan Rel KA Semarang - Alastua - Brumbung yang kondisinya jauh lebih baik dengan type R 33 ( saat itu ) jika dibandingkan dengan track yang kami lintasi dengan tipe rel R 25 yang taspatnya sekitar 20 s/d 30 km/jam-. Sepanjang perjalanan rangkaian ini dapat disusul oleh petani yang naik sepeda karena memang posisi rel KA ini tepat dipinggir jalan raya Semarang-Demak . Rangkaian KA Penumpang Campuran ini berhenti di Halte Genuk , Sayung , Buyaran , Demak, Pilangsari , Lekok , Godong , Tompe , Purwodadi dst untuk naikturun penumpang . Di Stasiun Demak rangkaian berhenti agak lama btw menunggu jam berangkat ( datang awal ? ) , terlihat Bapak Masinis dan para Crew memasuki warung makan , sayapun ikut pesan segelas es teh manis dan sepiring nasi rames , karena kadang2 di stasiun Demak rangkaian harus langsir untuk menambah / mengurangi gerbong titipan yang biasanya berisi semen , pupuk atau kayu gelondongan . setelah ritual istirahat sejenak selesai , Bapak PPKA stasiun Demak kembali berkenan untuk memberangkatkan rangkaian KA menuju stasiun berikutnya . Perjalanan dari Demak menuju Purwodadi ini posisi rel juga berdampingan dengan jalan raya sehingga terkadang rangkaian KA dapat disusul oleh pengendara sepeda. maklumlah , rangkaian dengan berat lebih dari 30 ton meniti drel type R 25 dengan kondisi bantalan kayu yang hampir semua lapuk di usia senja . Sebelum masuk stasiun Purwodadi , tampak di belakang para pedagang sudah mulai menjatuhkan barang walau rangkaian ini belum berhenti dan masih di luar sinyal masuk. Dari pada jalan jauh dan tambah ongkos muat pikir saya. Sekitar setengah tujuh rangkaian masuk stasiun " Besar " Purwodadi yang mempunyai track lebih dari 6 jalur. Saya turun dari kereta dan segera memesan Lontong-Baso yang memang menjadi trademark saat itu di stasiun Purwodadi. Setelah dirasa cukup naik-turun penumpang , rangkaian diberangkatkan kembali menuju stasiun tujuan akhir , Blora , yang berjarak sekitar 64 km atau 3 s/d 4 jam perjalanan dari Purwodadi .-- perjalanan ini demikian berkesan bagiku.

mantap dah..... skrg sdh lenyap dimakan zamanNgeledek
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

Reply
#50
(16-04-2013, 12:07 AM)UIZ-SenjutKade Wrote: pengalaman paling menyenangkan ketika denger suara bel di stasiun tanda KA akan datang... Ceria
trus naik KA saat hujan lebat...Big Grin
trus juga denger suara mesin cetak tiket berbunyi... "nyetak tiketnya"... Jadi Malu...

idem mas.. Xie Xie
kunjungi blog saya di sini Ngeledek


Lok Merah Biru
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)