Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalur Nambo
(30-10-2013, 11:37 AM)aatea_goparmania Wrote: hmm
apa karena prospeknya kurang menjanjikan untuk komuter makanya cm kamen yg dijalanin??
tpi dulu krdnya penuh terus ah
Bingung

penuh tapi pada bayar ngga? :p
Maaf saya sedang luring
Reply
(30-10-2013, 10:57 AM)ady_mcady Wrote: lho piye tho? dulu kan bikin jalur nambo memang untuk freight line angkut2 barang (semen, coal). lha ya sudah bener tho dibuat narik argo semen..Big Grin

elektrifikasi itu kan setahu saya inisiatif kai untuk mengatasi kekurangan depo krl jika datang armada2 krl tambahan yang katanya sampai 2018 jumlahnya diatas 1000 gerbong. jadi memang bukan tujuan utama pembangunan jalur nambo ini untuk krl.

baca statement diatas, saya jadi ingat. percis yang ada di MKA itu. lupa edisinya kapan.
emang bener, dibangun untuk mengurangi beban jalan raya, terutama truck2 besar untuk
bongkar muat batubara KA Babarendek dibekasi, jalur nambo ini khusus digunakan untuk rangakaian KA Babarendek Cigading-bekasi yang akan dialihkan ke nambo.
tapi, seiring dengan jadwal KRL yang super padat di lintas MRI-CTA dan hal lain, maka babarendek tetap bongkar muat di BKS dan nambo ditelantarkan.

nah, untuk lebih mengefisiensikan jalur dan juga akibat mobilisasi masyarakat yang tinggi, maka ditambah lah KRD ke nambo.
rangakaian KRD percis yang ada di foto (foto diatas).

nah, tahun ini jalur ini dibuka kembali dengan KAMEN-nya.
dan pertanyaannya, mungkinkag KRL dilintas ini dihidupkan ?
Reply
saya yakin krl pasti lewat sini (entah kapan). tujuannya kan sudah jelas, buat depo. kalau gak dipakai, nanti kalau jr 205 yang katanya 180 gerbong totalnya mau disimpan dimana? tasiun gambir? Big Grin

di parungpanjang juga sepertinya sedang dibuat sepur badug buat stabling krl kayaknya. di maja sudah ada. dengan tambahan di nambo, saya pikir cukuplah buat parkir krl.

masalah selanjutnya, lewat jalur ini singgah di stasiun2 atau tidak, itu terserah kai/kcj. kalau saya sih sebagai rf pengennya ya diaktifkan saja stasiun2nya terutama rajek dan cibinong yang kayaknya potensinya gede banget. kalau ada krl ke sudirman dari cibinong bayar cuma goceng orang2 pasti mikir2 juga tho? daripada naik atpb busway bayar 12ribu. Big Grin
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
jangan lupa juga mas, di lintas BOO-CLT juga akan dibangun stasiun sukaresmi untuk tempat transit dan penyimpanan KRL yang (katanya) super banyak itu.

ya, ane setuju kalo krl ke nambo dihidupkan.
mengurangi beban jalan raya dan penghematan BBM Tersenyuum.
SEMOGA DDIDENGAR OLEH PT KCJ
Reply
Nambo dari awal memang diperuntukkan bagi angkutan barang. Terbukti dari 4 jembatan besar dijalur ini sudah sanggup menahan beban gandar hingga 20Ton (beban gandar CC202 & 205 18Ton). Dan stasiun Nambo dari 6 jalur yg ada, hanya jalur 1 yg memiliki peron dengan emplasemen stasiun yg dapat menampung hingga 20 gerbong.
Maaf saya sedang luring
Reply
kalo diperhatikan stasiun jalur CTA-NMO memang desainnya tidak seperti stasiun pd umumnya atau seperti pd jalur komersil, tiap peron yg ada di stasiun ini hanya ada pd jalur 1 nya saja CMIIW...
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Reply
(30-10-2013, 03:03 PM)BuGe780 Wrote: kalo diperhatikan stasiun jalur CTA-NMO memang desainnya tidak seperti stasiun pd umumnya atau seperti pd jalur komersil, tiap peron yg ada di stasiun ini hanya ada pd jalur 1 nya saja CMIIW...

ya betul kang. apalagi di st. pd rajek dan gunungputri, sudah pasti di jalur 1.

(lha memang jalurnya cuma 1... Ngakak)

---------------
(30-10-2013, 02:15 PM)megaloblast Wrote: Nambo dari awal memang diperuntukkan bagi angkutan barang. Terbukti dari 4 jembatan besar dijalur ini sudah sanggup menahan beban gandar hingga 20Ton (beban gandar CC202 & 205 18Ton). Dan stasiun Nambo dari 6 jalur yg ada, hanya jalur 1 yg memiliki peron dengan emplasemen stasiun yg dapat menampung hingga 20 gerbong.

wow, 20 ton? ini sih kayak jalur kereta di malaysia. jangan2 lintas barat dulu juga mau dibikin 20 ton juga barangkali?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
^^^^^ Kalo menurut ane, mungkin KRL akan melintas setelah dilakukan sterilisasi stasiun serta pemberlakuan e-ticketing di jalur Citayam - Nambo, yang udah aja baru satu, CItayam doank..Big Grin
Reply
(29-10-2013, 11:53 AM)triez_RF Cirebon Wrote:
(29-10-2013, 08:16 AM)spoor_hunter Wrote:
(29-10-2013, 03:45 AM)megaloblast Wrote:
(28-10-2013, 10:37 PM)neonick17 Wrote: ayo PT.KAI / PT.Commuter Line atau siapa saja yang berkompeten...... Coba lihat lah jalur ini... Sayang banget kan dibiarin mangkrak gag jelas begitu...jangantunggu sampai hancur dimakan usia. Manfaatkan lah dan tingkatkan fasilitas yang udah dibuat. jangan jadi sia2.....

lho kan udah dipake buat kereta semen mas :p

ada yang tahu jadwalnya KA semen enggak, kira-kira jam berapa si KA semen mampir di stasiun ini ? biasanya kan jadwal tersebut ditempel di papan pengumuman stasiun Nambo. Bingung

coba jawab yah gan.
kalo sampe nambonya sendiri saya gak tau mas.
tapi kalo lok seruntulan (kadang bersama rangkaiannya) masuk CTA biasanya jam 10an PM. mungkin masuk nambo jam 11an.

dan berangkat nambo itu setelah KRL terakhir arah jakarta berangkat CTA Tersenyuum
tiap pulang ngantor, selalu ketemu ini kereta soalnya di CTA Tersenyuum
Yaps betul sekali, KA barang/semen biasanya mulai dari jam 22.00-subuh, soalnya tempat tinggal saya dekat stasiun Cibinong. Tapi jalur ini belum steril, masih ada perlintasan dengan jalan yang belum ada palang penutupnya.

(30-10-2013, 10:57 AM)ady_mcady Wrote: lho piye tho? dulu kan bikin jalur nambo memang untuk freight line angkut2 barang (semen, coal). lha ya sudah bener tho dibuat narik argo semen..Big Grin

elektrifikasi itu kan setahu saya inisiatif kai untuk mengatasi kekurangan depo krl jika datang armada2 krl tambahan yang katanya sampai 2018 jumlahnya diatas 1000 gerbong. jadi memang bukan tujuan utama pembangunan jalur nambo ini untuk krl.
Kalau memang inisiatif PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk hal itu, kenapa gak sekalian saja jalur Nambo dipakai untuk KA Penumpang (Commuter).
Lagi pula penumpang dari kota Cibinong/Citeureup dan sekitarnya cukup banyak yg ke Jakarta.

Eh temen2 kereta semennya lewat tuh (22:36 WIB), bunyi klaksonnya kedengaran jelas.

(30-10-2013, 11:55 AM)ady_mcady Wrote: saya yakin krl pasti lewat sini (entah kapan). tujuannya kan sudah jelas, buat depo. kalau gak dipakai, nanti kalau jr 205 yang katanya 180 gerbong totalnya mau disimpan dimana? tasiun gambir? Big Grin

di parungpanjang juga sepertinya sedang dibuat sepur badug buat stabling krl kayaknya. di maja sudah ada. dengan tambahan di nambo, saya pikir cukuplah buat parkir krl.

masalah selanjutnya, lewat jalur ini singgah di stasiun2 atau tidak, itu terserah kai/kcj. kalau saya sih sebagai rf pengennya ya diaktifkan saja stasiun2nya terutama rajek dan cibinong yang kayaknya potensinya gede banget. kalau ada krl ke sudirman dari cibinong bayar cuma goceng orang2 pasti mikir2 juga tho? daripada naik atpb busway bayar 12ribu. Big Grin
Hahaha, itu gw banget Ady, kerja naik Mayasari Bakti/APTB sampe Rp. 12 ribu, bener2 nguras kantong. Sedih

100% yakin banget, penumpang APTB/Mayasari Bakti (Cibinong - Grogol/Tanah Abang) pasti banyak yg beralih ke sini.
Hanya seorang penglaju Jakarta-Bandung
Banyak sekali kenangan manis di antara Stasiun Jatinegara - Stasiun Bandung
Reply
Di thread sebelah sudah ramai tuh peresmian Jalur Pangrango BOO-SI yang launching 9 Nov besok (dan rencananya mau sampai cianjur lanjut sampai bandung ). Trus kapan nih jalur nambo bisa direalisasikan buat Angkutan penumpang kalau bisa diteruskan tracknya sampai bekasi atau Purwakarta sekalian (ngarep.....). Ane yakin Okupansi penumpangnya cukup besar kok.....
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)