Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Stasiun Bogor Paledang dan sekitarnya
(22-11-2013, 10:12 PM)zae abjal Wrote: ya sudah, untuk persoalan IMB halte ini kita case closed saja..karena spt nya diantara kita ada yg berbeda perspektif dlm menilai masalah ini..

ketimbang kita akhirnya malah ngomong "yg nggak2" atau ngelantur kesana kemari, yg padahal sejatinya bukan kapasitas kita untuk membicarakan hal itu???

biarlah ini menjadi urusan teknis di internal dua intutisi terkait, pemda setempat dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)..

paling buat kita hanyalah berdo'a, supaya masalah ini cepat selesai..

untuk selanjutnya, jika ada yg komen tentang IMB, gk usah ditanggapi ya..
ok? Pisss ahhh...
edit : saatnya Back on Topic

[Image: hira148591.gif]
"Memburu kereta api keseluruh nusantara."
Facebook : https://www.facebook.com/spoor.hunter
Reply
(22-11-2013, 05:50 AM)spoor_hunter Wrote: EH... Buseeeet......
si mas bro ini jangan melempar batu (Kata-kata @aatea_goparmania) di quate ke saya.
yang nyuruh gusur itu bukan saya bro....
lagian kalo di gusur kan masih ada stasiun BOO atau BTT. Ngeledek

NgakakNgakak
Maaf, Kang... kemaren malem mata saya udah lelah, jd salah dech ambil quotenya... Udah saya benerin tuch, Kang...



(22-11-2013, 05:50 AM)spoor_hunter Wrote:
bukannya KCJ cuma mengurusi sarana & prasarana KRL-nya saja, bukan stasiun ??, kalo peron-nya BOO di kuasai KCJ berarti anak perusahaan lebih tinggi dari pada induk perusahaan (PT.Sepur) :p

(22-11-2013, 03:53 PM)BuGe780 Wrote: emangnya KCJ bisa sewa peron? kalo stasiun berikut peron dkk-nya itukan milik KAI dan lagi pula ini stasiun PLG ga mungkin lah disegel, secara waktu peresmian KA PANGRANGO aja walikota Bogor Bpk. Diani Budiarto hadir kok ikut potong pita juga dan sy pikir hall semacam ini jangan terlalu dibesar2kan lah, pastinya pihak PT. KAI sudah merencanakan matang2 sebelum membuat sta PLG ini.

Pendapat saya seperti ini, kalo mengacu pada UU Perkeretaapian KCJ itu kan salah satu operator sarana dlm hal ini kereta yg disetrum (KRL), lha operator prasarana yg meliputi stasiun, rel, wesel, jembatan & LAA itu sampai saat ini masih dihandle oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Dalam UU tsb jg tertulis ada istilah sewa lintas / track access charge, jd bs saja nilai sewa tsb sdh termasuk sewa saat stabling di peron. Meskipun hanya dibedakan antara bapak & anak perusahaan, secara manajemen udah beda.

Nah, mungkin saja sekarang peron2 di BOO yg dikelola oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) udah disewa oleh KCJ buat stabling KRL. Berhubung ada rute baru dimana kedua belah pihak manajemen nggak menginginkan adanya kebocoran, akhirnya dibangunlah halte Paledang. Fungsi halte ini selain utk keberangkatan & kedatangan Pangrango jg utk mengurangi beban stasiun BOO pada saat rush hour. Apalg target operator KA dlm 5 tahun ke depan bs ngangkut 1.2juta penumpang/hari di Jabodetabek. Anggap saja 30% komuter dari BOO, trus di situ dari peron 2 sampai 8 udah terisi KRL arah JKT kan udah kelihatan penuh tuch.



(22-11-2013, 04:06 PM)triez_RF Cirebon Wrote: [spoiler]..........pastinya pihak PT. KAI sudah merencanakan matang2 sebelum membuat sta PLG ini.
[/spoiler]

kalau sudah matang2 ko IMB ajah belum ada sih? dimana-mana kan, kalau mau mendirikan bangunan harus ada izinnya dulu, bukan mendirikan bangunan baru ngurus IMB.
atau jangan-jangan bapak walikota malah gak tahu kalau PLG itu bangunan illegal?

Moga2 ajah saya nggak disemprit TSnya karena ngungkit2 soal IMB... Ngakak

Kalo menurut saya sich nggak jg lah, banyak koq PT PT swasta yg bangun gedung selalu mencuri start, ijin belum terbit malah udah gali tanah buat pondasi. Walikota jg kapasitasnya terbatas nggak sampai tau detail bangunan tsb legal atau ilegal, kan ada kepala dinas instansi terkait yg membidangi urusan tsb.

Kalo menurut saya masalah ini sepele, tinggal diurus ajah koq. Apa perlu ya Kadaop & Kahumasda I datang ke Kantor Dinas Pengawasan Pembangunan dan Permukiman sambil bawa koper...? Ngakak
Reply
(23-11-2013, 12:42 AM)Logawa_ATB Wrote:
(22-11-2013, 04:06 PM)triez_RF Cirebon Wrote: [spoiler]..........pastinya pihak PT. KAI sudah merencanakan matang2 sebelum membuat sta PLG ini.
[/spoiler]

kalau sudah matang2 ko IMB ajah belum ada sih? dimana-mana kan, kalau mau mendirikan bangunan harus ada izinnya dulu, bukan mendirikan bangunan baru ngurus IMB.
atau jangan-jangan bapak walikota malah gak tahu kalau PLG itu bangunan illegal?

Moga2 ajah saya nggak disemprit TSnya karena ngungkit2 soal IMB... Ngakak

Kalo menurut saya sich nggak jg lah, banyak koq PT PT swasta yg bangun gedung selalu mencuri start, ijin belum terbit malah udah gali tanah buat pondasi. Walikota jg kapasitasnya terbatas nggak sampai tau detail bangunan tsb legal atau ilegal, kan ada kepala dinas instansi terkait yg membidangi urusan tsb.

Kalo menurut saya masalah ini sepele, tinggal diurus ajah koq. Apa perlu ya Kadaop & Kahumasda I datang ke Kantor Dinas Pengawasan Pembangunan dan Permukiman sambil bawa koper...? Ngakak

kenapa sya sengaja meng'case closed' persoalan IMB? karna takutnya kita disini ribut2 beradu argumen ngebahas itu..eh tahunya 2 pihak yg terkait malah adem ayem aja.. Bethe

yuk ah kita ngebahas yg lain aja, yg sekiranya bikin kita berfikiran positif dan membuat hati kita senang dan tenang.. Ngakak
kunjungi blog saya di sini Ngeledek


Lok Merah Biru
Reply
guys, kira2 kapan ya PLG dikasih atap peronnya dan rasanya harus diperpanjang tuh peronnya, kemarin sy dari SI kebagian di k3-3 paling ujung dan gak masuk peron apalagi nanti kalo mau tambah keretanya, jangan2 nanti mentok sampe PJL kantor batu..
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Reply
(23-11-2013, 10:24 AM)BuGe780 Wrote: guys, kira2 kapan ya PLG dikasih atap peronnya dan rasanya harus diperpanjang tuh peronnya, kemarin sy dari SI kebagian di k3-3 paling ujung dan gak masuk peron apalagi nanti kalo mau tambah keretanya, jangan2 nanti mentok sampe PJL kantor batu..
berdasarkan kunjungan saya ke PLG tadi pagi, untuk sementara ini tidak ada aktifitas penambahan atap seperti yang diberitakan sebelumnya.Bye Bye

[Image: hira148591.gif]
"Memburu kereta api keseluruh nusantara."
Facebook : https://www.facebook.com/spoor.hunter
Reply
buat saya pribadia saya lebih menyukai opsi bahwa Halte Paledang hanya untuk menurunkan penumpang saja, sedangkain untuk menaikkan penumpang dikembalikan ke stasiun Bogor.....saya rasa hal ini tidak mustahil....toh stasiun Bogor sendiri memiliki 8spoor yg luk stbh dri cukup untuk stabling KRL, lgpula di siang hari KRL yg stabling dimasukkan ke dipo semua...cmiiw....untuk masalah pengamanan agar tidak terjadi penumpukan kan bs diatur seperti di stasiun Bandung dan Jakarta Kota dimana pnp komuter dan jarak jauh dipisah pintu boarding passnya...masa PT KA tdak bisa memberlakukannya juga di BOO klo di BD sama JAKK bisa?? punten kalo OOT,,,,,menurut saya di Paledang ada beberapa kekurangan, diantaranya lahan parkir yg sulit, tidak adanya atap, tidak adanya ruang tunggu. kalau dibenahi sekalipun saya masih sangsi penumpang akan puas naik/turun disini, sebab tak sedikit juga pnp yg ingin diberangkatkan dari BOO, belum lgi kalau rangkaian ditambah lagi....hmmm, apa mungkin solusinya adalah harus mempercepat pembangunan halte sukaresmi dan sub diponya ya? sehingga bs mengurangi kepadatan di stasiun BOO?? ini cm pendapat saya pribadi...mangga kalau ada yg mau berkomentar....
RF aatea_goparmania, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Reply
(24-11-2013, 02:57 AM)aatea_goparmania Wrote: buat saya pribadia saya lebih menyukai opsi bahwa Halte Paledang hanya untuk menurunkan penumpang saja, sedangkain untuk menaikkan penumpang dikembalikan ke stasiun Bogor.....saya rasa hal ini tidak mustahil....toh stasiun Bogor sendiri memiliki 8spoor yg luk stbh dri cukup untuk stabling KRL, lgpula di siang hari KRL yg stabling dimasukkan ke dipo semua...cmiiw....untuk masalah pengamanan agar tidak terjadi penumpukan kan bs diatur seperti di stasiun Bandung dan Jakarta Kota dimana pnp komuter dan jarak jauh dipisah pintu boarding passnya...masa PT KA tdak bisa memberlakukannya juga di BOO klo di BD sama JAKK bisa?? punten kalo OOT,,,,,menurut saya di Paledang ada beberapa kekurangan, diantaranya lahan parkir yg sulit, tidak adanya atap, tidak adanya ruang tunggu. kalau dibenahi sekalipun saya masih sangsi penumpang akan puas naik/turun disini, sebab tak sedikit juga pnp yg ingin diberangkatkan dari BOO, belum lgi kalau rangkaian ditambah lagi....hmmm, apa mungkin solusinya adalah harus mempercepat pembangunan halte sukaresmi dan sub diponya ya? sehingga bs mengurangi kepadatan di stasiun BOO?? ini cm pendapat saya pribadi...mangga kalau ada yg mau berkomentar....

Melihat perkembangan BOO semenjak adanya KA Pangrango. semoga harapan RF, Warga Bogor dan sukabumi termasuk ide-ide saya terkabul. dengan adanya perubahan-perubahan seperti di foto ini.
[spoiler]
[Image: u5j0.jpg]


[Image: opep.jpg]


[Image: 7ocs.jpg][/spoiler]

[Image: hira148591.gif]
"Memburu kereta api keseluruh nusantara."
Facebook : https://www.facebook.com/spoor.hunter
Reply
(24-11-2013, 08:16 AM)spoor_hunter Wrote:
(24-11-2013, 02:57 AM)aatea_goparmania Wrote: buat saya pribadia saya lebih menyukai opsi bahwa Halte Paledang hanya untuk menurunkan penumpang saja, sedangkain untuk menaikkan penumpang dikembalikan ke stasiun Bogor.....saya rasa hal ini tidak mustahil....toh stasiun Bogor sendiri memiliki 8spoor yg luk stbh dri cukup untuk stabling KRL, lgpula di siang hari KRL yg stabling dimasukkan ke dipo semua...cmiiw....untuk masalah pengamanan agar tidak terjadi penumpukan kan bs diatur seperti di stasiun Bandung dan Jakarta Kota dimana pnp komuter dan jarak jauh dipisah pintu boarding passnya...masa PT KA tdak bisa memberlakukannya juga di BOO klo di BD sama JAKK bisa?? punten kalo OOT,,,,,menurut saya di Paledang ada beberapa kekurangan, diantaranya lahan parkir yg sulit, tidak adanya atap, tidak adanya ruang tunggu. kalau dibenahi sekalipun saya masih sangsi penumpang akan puas naik/turun disini, sebab tak sedikit juga pnp yg ingin diberangkatkan dari BOO, belum lgi kalau rangkaian ditambah lagi....hmmm, apa mungkin solusinya adalah harus mempercepat pembangunan halte sukaresmi dan sub diponya ya? sehingga bs mengurangi kepadatan di stasiun BOO?? ini cm pendapat saya pribadi...mangga kalau ada yg mau berkomentar....

Melihat perkembangan BOO semenjak adanya KA Pangrango. semoga harapan RF, Warga Bogor dan sukabumi termasuk ide-ide saya terkabul. dengan adanya perubahan-perubahan seperti di foto ini.
[spoiler]
[Image: u5j0.jpg]


[Image: opep.jpg]


[Image: 7ocs.jpg][/spoiler]

kira2 badugnya bakal dibongkar dan disatuin ke wesel jalur 2 ga ya?
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Reply
(24-11-2013, 10:03 AM)BuGe780 Wrote:
(24-11-2013, 08:16 AM)spoor_hunter Wrote: Melihat perkembangan BOO semenjak adanya KA Pangrango. semoga harapan RF, Warga Bogor dan sukabumi termasuk ide-ide saya terkabul. dengan adanya perubahan-perubahan seperti di foto ini.
[spoiler]
[Image: u5j0.jpg]


[Image: opep.jpg]


[Image: 7ocs.jpg][/spoiler]

kira2 badugnya bakal dibongkar dan disatuin ke wesel jalur 2 ga ya?
mudah-mudahan sih dibongkar terus disatuin ke jalur 2.
Tadinya saya mau nanya ke PPKA atau petugas PT.Sepur di sana tapi kagak jadi, karena KRL yang ke jakarta keburu mau berangkat bro. Confused
mungkin teman-teman yang di BOO bisa mewakili saya. Xie Xie

[Image: hira148591.gif]
"Memburu kereta api keseluruh nusantara."
Facebook : https://www.facebook.com/spoor.hunter
Reply
^^^
buat apa? kalau cuma buat langsir2 kan sudah bisa pakai wesel inggris didepannya (antara jalur 1-2 dan ke dipo). malah aman karena loknya bisa "ngumpet" dulu di badug kalau jalur 2 terisi krl.

justru kalau badugnya digempur dan dibangun wesel ke jalur 2 malah bikin trafik terganggu lagi karena sudah pasti mengganggu krl yang mau masuk jalur 2 dan 3, dan lok di jalur 1.

---------------------

kalau usul saya begini. itu parkiran sebelah barat digempur sedikit buat nambahin jalur ke 9 buat krl. jadi nanti jalur badugnya ada 3 selain sekarang yang 2 ( jalur 7 dan 8). jadi krl dari jakarta diminimalisir masuk jalur 2 kecuali dari arah dari/ke dipo saja.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)