Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KRL Tanjung Priok-Kota Dihidupkan Kembali?
#71
(27-05-2014, 11:56 PM)Darfian_R Wrote: Kalau tidak salah, di sta. Ancol, rel terbagi menjadi dua. Nah, jika sudah dijalankan, krl ini akan belok kiri atau kanan? Bingung ke mana akhir dari masing masing rel tersebut? Bingung

Kalau relasi JAKK - TPK harusnya dari arah TPK melintas di Ancol pasti ambil yang kanan.
Reply
#72
(11-04-2014, 09:43 AM)ady_mcady Wrote:
(09-04-2014, 06:04 AM)maliqibrohaem Wrote: tapi kan walaupun rel tidak ada, tapi tanah di situ tetap milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

lha trus kenapa ada berdiri hotel (atau kantor?) didekat perempatan gunung sahari-martadinata? kalau mau aktifkan rel bawah ini mau tak mau bangunan itu harus digusur.

ada yang tahu bangunan hotel itu milik siapakah?

entah bangunan siapa, mungkin dulu dia sewa lahan ke KAI utk masa ratusan tahun haha
tuh liat taman topi square yg ada KFC nya, itu kan tanah KAI

eject MRI kyny sekarang cuma sampe duri deeh
Reply
#73
Oiya, sebenarnya, eject MRI itu jelmaan dari krl ini, kan? Hanya saja, karena jalur atas tidak dipakai dan akan lebih mudah ke MRI-nya, jadi, krlnya pakai jalur bawah...



[Image: SsqiV4o.jpg]
Reply
#74
Met siang semua..... Gimana perkembangan pengaktifan kembali jalur JAKK-TPK..?? Kira2 kapan mulai beroperasi jalur mati ini..??
Kenangan manis jaman dulu bersama KRD........




[Image: JakartaKotatoCirebon.jpg]

Reply
#75
Ane malah kepikiran KRL-nya sekalian aja TPK-NBO atau TPK-THB-BKS, nanggung amat klo cuma 1 stasiun...
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
#76
Btw TPK-THB-BKS akan memotong jalur JAKK-BOO/BKS di MRI, sesuatu yang dihindari dengan membuat sistem loopline. Sepertinya, lebih baik kalau KRL-nya itu TPK-BKS via shortcut KMO, sehingga, tidak perlu balik arah dan ganti kabin



[Image: SsqiV4o.jpg]
Reply
#77
(19-11-2014, 01:28 PM)CC-201-23 Wrote: Ane malah kepikiran KRL-nya sekalian aja TPK-NBO atau TPK-THB-BKS, nanggung amat klo cuma 1 stasiun...

Bingung 

ada 4 stasiun kok dibilang cuma 1? tpk-ac-kpb-beos. panjang lintas 8.1km rata2 jarak antar stasiun 2 km lumayan lah buat jalur yang sudah lama mati. apalagi nanti kalo stadion bmw jadi dibangun 2015 pasti bakal ada 1 stasiun baru disana (stasiun bmw atau sunter terserah nanti saja).

lagian kalo krl tpk-thb-bks ribet di kpb-jakk. mesti maju-mundur lagi di beos. mendingan penumpang yang mau ke thb transit di kpb, yang mau ke bekasi transit di beos.
----------------------------------------------------------------

(28-05-2014, 08:50 AM)aditnugie Wrote:
(27-05-2014, 11:56 PM)Darfian_R Wrote: Kalau tidak salah, di sta. Ancol, rel terbagi menjadi dua. Nah, jika sudah dijalankan, krl ini akan belok kiri atau kanan? Bingung ke mana akhir dari masing masing rel tersebut? Bingung

Kalau relasi JAKK - TPK harusnya dari arah TPK melintas di Ancol pasti ambil yang kanan.

wesel 4 jalur semuanya ada di priok. jadi lepas priok kereta sudah tidak bisa pindah2 lagi jalurnya, termasuk di ancol. jadi seperti rajawali-kmo, tpk-ac benar2 jalur ddt. ancol sendiri layout stasiun sama dengan rajawali yang tidak punya wesel pengatur. terminus rel dt sebelah utara di sekitar jalur 5-6 beos.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#78
btw, masih bingung sama wacana krl wisata jakk-tpk. nanti jadi gimana? apa ada commuterline jakk-tpk sekaligus kereta wisata-nya, apa cuma kereta wisata aja?  Bingung
masih menunggu ada K1/K2 Jakarta-TSM
K3 INKA juga boleh sih

twittr: @raihan__aulia
Reply
#79
lho, ka wisata bukannya pakai bonbon+djoko kendil 2 gerbong?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#80
Ati2... Wink.. Ntar diprotes lho kalo nyebut "Bonbon".... Nyebutnya "Djokotop" lho...

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)