Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Bahan Bakar lokomotif
justru itu kenapa angkutan barang jalan raya bisa menggunakan bbm bersubsidi ko PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak boleh .malah yang lebih ekstrim p jonan mengusulkan kepada pemerintah agar PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak usah di subsidi namun di bebaskan menentukan sendiri tarif ka semua golongan termasuk ka ekonomi yang di tentukan oleh pemerintah. karena di mata p jonan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sanggup menjalankan roda perusahaan tanpa campur tangan pemerintah
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply
Tapi kenapa ya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menggunakan istilah HSD untuk menyebutkan jenis bahan bakarnya lha wong HSD itu kan sama saja dengan Minyak Solar seperti yang ada di SPBU SPBU pada umumnya?
Reply
(17-11-2011, 01:25 PM)ady_mcady Wrote:
(14-11-2011, 01:43 AM)van Baso Wrote: sumber energi yang paling melimpah adalah Matahari, andai saja solar panel yang ada sekarang kemampuannya dapat ditingkatkan sehingga dapat menghasilkan listrik yg cukup besar, mungkin sumber energi yang selama ini hanya dipakai untuk jemur baju dan jemur badan bisa lebih bermanfaat khususnya untuk pembangkit listrik dan ..... (selanjutnya udah pada tau lah pasti hubungannya dengan KA)

pakai solar cell? kurang besar dayanya. lagipula sangat mahal.

[spoiler=mahalnya solar panel]
saat ini solar panel terbaik memiliki efisiensi sekitar 21% saja. artinya, jika radiasi surya disuatu tempat sekitar 1000 Watt/m2, hanya 210 W saja yang dapat disadap menjadi listrik. itu adalah angka ideal di dalam laboratorium2 riset. prakteknya, dipasaran solar panel seluas 1 m2 rata2 punya daya maksimal sekitar 100-160 WP saja.

bayangkan solar panel digunakan untuk menggerakkan lok cc 201 yang ber daya 2000 HP (sekitar 1500 kW), maka memerlukan solar panel terbaik kira2 seluas 1500 kW / 150 W/m2 = 10.000 m2 atau seluas 1,3 kali lapangan bola. atau kalau mau dipasang di sisi kiri-kanan rel dengan lebar panel tiap sisi rel sekitar 5m, diperlukan panel sepanjang 1 km.

untuk daya 100 WP, diindonesia harga pasarannya kira2 sekitar Rp. 3 jutaan dengan masa pakai rata2 25 tahun. maka daya sebesar 1500 kW (1 lok cc) memerlukan investasi solar panel sebesar Rp. 45 milyar.

sudah bisa dapat 2 lok cc terbaru. Ngeledek
[/spoiler]

Kalau pakai kincir angin yang dipasang di kanan kiri rel dengan photo voltaic mahalan mana ya ?

Bingung

atau kayak kapal induk amerika, pakai bahan bakar nuklir ? Jadi KA berbahan bakar nuklir (yang sebetulnya nuklirnya hanya untuk manasin air sih)
Reply
(20-03-2009, 10:50 PM)hedwigus Wrote:
Agung Wrote:mesin lokomotif kan tipenya diesel om, makanya pake solar, itupun solar khusus, makanya disebut HSD (High Solar Diesel)
Maksudnya mungkin High Speed Diesel..
sayang yang diisi ke loko Solar biasa.. jadi sama dengan metro mini Sad
pernah dengar akan diujicoba dengan bio-solar agar lebih ramah lingkungan.
Jadi maksud Hedwigus tipe solarnya sama dengan yang dijual di SPBU2 pada umunya?  Tapi kenapa ya 99% pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) percaya bahwa HSD dan solar itu beda padahal kalau saya lihat dari webside nya PT Pertamina, PT Pertamina Patra Niaga, PT AKR, dll spesifikasi jenisnya sama saja?
Reply
Sebenarnya saya mengubungi Majalah KA dan dirujuk ke Mas Soegeng dan menurut dia bahan bakarnya sama seperti solar / HSD yang dijual di SPBU hanya saja PT. Kereta Api Indonesia (Persero) membeli dengan harga nonsubsidi dan saya juga telpon Mas Ahmad Sudarsih dan sama dia mau ditanyakan ke Ir Hartono yang mengerti betul tentang permesinan KA.  Kalau mobil bisa pakai biosolar harusnya lokomotif diesel KA ya juga bisa pakai Biosolar. Nanti ditunggu saja penjelasan dari Ir Hartono dan Ahmad Sudarsih, saya akan beritahu lewat website ini.
Reply
(20-03-2009, 11:02 PM)sonyazis Wrote: Nah om2 mua, bedanya HSD ma solar biasa apa ya?

Kalau saya lihat di websitenya Pertamina Patra Niaga, PT AKR, dll sih sama saja tidak ada beda cuma PT. Kereta Api Indonesia (Persero) membeli dengan harga nonsubsidi. Sebetulnya semakin besar mesin dieselnya semakin pelan rpm nya dan biasanya mesin diesel ini digunakan untuk penggerak kapal kapal besar / raksasa seperti kapal tanker, kapal pesiar, dll.  Dan karena putaran mesinnya rendah ( 200 rpm an) dan ukurannya besar maka pakai bahan bakar diesel kualitas rendah seperti minyak bakar / residu / MFO.  Kalau untuk Lokomotif diesel cc201, 203, 204, 206 mempunyai putaran sedang ke tinggi ( rpm 400 -1050 ) jadi pakai bahan bakar diesel putaran sedang - tinggi. Jadi minyak solar / HSD yang paling memenuhi persyaratan ini. Mesin diesel lok cc201, 203, 204 dan 206 mungkin adalah mesin transportasi 4 tak terbesar di darat dan di Indonesia. Tolong dikoreksi kalau saya salah.
Reply
baca surat kabar nanti kedepannya malah bahan bakar lokomotif menggunakan lpg. dan ini sedang dalam pembahasan dengan pemerintah. kapal kapal laut indonesia di larang masuk ke eropa karena masih menggunakan solar sedangkan disana sudah menggunkan lpg agar lebih bersih dan lebih murah. sedangkan lokomotif indonesia nantinya di dorong menggunakan lpg dan saat ini sedang nunggu kajian dari produsen general electric di amerika
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply
(13-10-2011, 10:50 PM)antonius_123 Wrote: kereta itu pakai HSD berapa liter per km? Kalau pakai solar mobil bisa gak? Bedanya apa?
Kepada Antonius_123,  Sebenarnya saya sudah menelpon Majalah KA, saya bertanya sama Ahmat Sudarsih dan Bang Ahmat sudah menghubungi Ir Hartono dan beliau memberi tahu bahwa BBM diesel lokomotif KA di Indonesia menggunakan bahan bakar Solar HSD sama seperti yang dipakai untuk BBM Mobil diesel seperti Panther, Innova, dsb. Hanya saja PT. Kereta Api Indonesia (Persero) harus membeli dengan harga nonsubsidi sedangkan SPBU pakai harga subsidi. Jadi, jelas mesin diesel lokomotif KA juga bisa menggunakan minyak solar seperti yang dipakai mobil / truk, bis, dan KA itu sendiri lha wong spesifikasi BBM nya sama persis. Ambil dari depot BBM yang sama. Konsumsi rata rata Lokomotif diesel listrik di Indonesia berkisar antara 2,50 - 3 Liter / Km ( ini hanyalah perkiraan kasar saja ). Masalah konsumsi BBM diesel KA juga tergantung dari berapa rangkaian kereta yang ditarik , kontur jalan menanjak / menurun, kondisi stop and go seperti pada KA Ekonomi jarak jauh maupun KA Ekonomi lokal.

- Minyak Solar / HSD ( High Speed Diesel / Marine Gas Oil / Automotive Diesel Oil ) :
   Untuk  BBM Mobil diesel, Truk, Bis, Lok diesel KA, Genset restoran dan perkantoran,dll.
- Minyak Diesel / MDF ( Medium Speed Diesel, Marine Diesel Fuel / Industrial Diesel Oil ) :
   Untuk BBM kapal ukuran sedang - besar, atau mesin paku bumi.....?
- Minyak Bakar / MFO ( Low Speed Diesel / Marine Fuel Oil ) : (perlu dicatat sebenarnya ada 2 tipe MFO )
   Untuk BBM kapal ukuran besar - raksasa.

Untuk info lengkapnya saya menganjurkan untuk lihat website PT Pertamina, PT Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, PT AKR, dst. Semoga bisa membantu.
Reply
(20-02-2015, 05:00 PM)dedy vh Wrote: baca surat kabar nanti kedepannya malah bahan bakar lokomotif menggunakan lpg. dan ini sedang dalam pembahasan dengan pemerintah. kapal kapal laut indonesia di larang masuk ke eropa karena masih menggunakan solar sedangkan disana sudah menggunkan lpg agar lebih bersih dan lebih murah. sedangkan lokomotif indonesia nantinya di dorong menggunakan lpg dan saat ini sedang nunggu kajian dari produsen general electric di amerika

Wah, bisa-bisa bakal terjadi kelangkaan LPG dong ?? Bingung Ngakak Ngakak  lha wong sekarang elpiji 3kg (subsidi) dan 12kg (non subsidi) yang digunakan masyarakat umum untuk bahan bakar kompor saja kadang sering mengalami kelangkaan.
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
pakai elpiji atau cng kayak busway?

dan apakah dengan menggunakan gas akan lebih murah biaya per km nya bila dibandingkan solar?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)