Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalur Nambo
sya setuju dengan mas rudy #eh mas batpod..kalau laju di petak ini memang sangat lambat sekali, sbg mana yg sya rasakan kamis lalu saat mencoba jalur ini..

Tapi yg sya suka dari jalur ini adalah ternyata pemandangan di petak ini lumayan "menjanjikan" pandangan mata. Ada sungai, melewati beberapa jembatan, jalan tol, perkebenan, sawah, dsb. Yah, hampir mirip jalur PWK-PDL Daop 2 lah. Cuma mungkin ini versi mini nya kali ye.. Ngakak
kunjungi blog saya di sini Ngeledek


Lok Merah Biru
Reply
(27-04-2015, 08:06 AM)zae abjal Wrote: sya setuju dengan mas rudy #eh mas batpod..kalau laju di petak ini memang sangat lambat sekali, sbg mana yg sya rasakan kamis lalu saat mencoba jalur ini..

Tapi yg sya suka dari jalur ini adalah ternyata pemandangan di petak ini lumayan "menjanjikan" pandangan mata. Ada sungai, melewati beberapa jembatan, jalan tol, perkebenan, sawah, dsb. Yah, hampir mirip jalur PWK-PDL Daop 2 lah. Cuma mungkin ini versi mini nya kali ye.. Ngakak

pelannya mungkin masih rawan, soalnya banyakan pjl di jalur nambo blom di pasang pintu, trus jalurnya juga blom steril, saya pernah naek yg jam stengah 9 dri citayam, pas ngelewatin halte gunung putri, haltenya dipake buat pasar, tdi juga saya nyobain lgi yg siang, pas mau ngelewatin jembatan atas tol jagorawi arah citayam, sempet berhenti, ada pohon pisang (klo g salah) yg ngalangin jalan
Reply
(23-04-2015, 05:42 PM)CC20606 Wrote:
(23-04-2015, 04:46 PM)Batpod Wrote: Menurut pendapat saya kecepatan di petak CTA-CBN-NMO memang tidak bisa terlalu kencang, jalurnya agak sedikit naik turun, sepenglihatan saya kalau olahraga pagi menyusuri rel. Lalu masih banyak perlintasan liar (cukup banyak untuk jalur ini) ditambah masih banyak warga yang masih suka berjalan/bermain di sekitar rel sehingga mau tidak mau KRL harus membatasi kecepatan. Pada hari ke-2 (2 April 2015) pengoperasian jalur ini saja sudah memakan korban jiwa, pengendara motor tertabrak krl setelah wesel stasiun CTA.

Memang stasiun Cibinong dan Nambo belum steril dari warga yg ingin melihat KA, kadang warga apalagi anak kecil suka bermain di peron saat KA datang. Aneh menurut saya, tapi cukup unik dan menyenangkan. Warga/anak2 pun tidak berani sembarangan masuk KRL karena sudah di-wanti-wanti sama petugas PPKA kalau tidak bawa tiket kena denda 50.000. Warga pun yg ingin naik KRL pun tertib membeli tiket dan tap di-gate in dan gate-out, walaupun sebenarnya ada celah untuk jadi 'kambing'. Kadang saya pun berpikiran jelek untuk 'ngambing', karena saya cukup tahu celah2nya. Tapi saya pikir sebaiknya saya jujur Ngeledek Ngakak

Jalur ini, it's really awesome, pas buat yg ingin sekedar jalan2 santai di sore hari naik KRL.
yang ditabrak motor itu hari ketiga om(3 April 2015)Xie Xie
waktu itu KA 1838 DU-NMO berangkat CTA jam 15.50(seharusnya 15.14),baru dua menit jalan melewati wesel menuju CBN-NMO,di perlintasan sebidang pertama langsung deh kejadian,krl berhenti untuk evakuasi korban & motor selama hampir 30 menit & baru berangkat 16.20.


*Kejadian itu berakibat terjadi antrian krl lintas Bogor hingga stasiun Cilebut(CLT) karena saat itu posisi krl NMO belum lewat batas aman wesel.Bethe
Sampai CBN 16.28 dengan keadaan ramai bukan oleh penumpang,di sini juga banyak yang turun & sampai NMO 16.38.
Sudah hampir 1 jam di NMO,CL tujuan DU belum juga berangkat,kabar dari announcer sih tunggu aman CTA(efek antrian mungkin) penumoang pun bebas keluar masuk.Sekitar pukul 5 lewat announcer NMO bilang kereta siap berangkat,namun ada yang menarik & cukup menggelitik,apa itu? Itu adalah celetukan Pengumuman dari announcer seperti ini:
“Persiapan jalur 1 bla…bla…bla… penumpang yang masih berada di luar STASIUN kami persilahkan segera naik bla…bla…bla…”
Sampe segitunya Pengumuman nya Ngakak
Apesnya ketika sinyal telah hijau & PPKA NMO sudah mengangkat tongkat hijau baru berjalan sampe ujung peron,di stasiun NMO terjadi gangguan LAA…Sakit
Begitu berat & bertubi-tubi cobaan pengaktifan krl lintas CTA-NMO itu ya,dari wesel sampai LAA & rintang jalan tergambarkan dalam satu hari itu.
Akhirnya Krl NMO-DU diberangkatkan pada pukul 18.20 dari NMO dengan tujuan akhir dipotong sampai DP saja,selanjutnya menunggu CL dari DU yang mengangkut penumpang tujuan CBN-NMO.CL tiba di CTA pukul 18.55.
Begitulah sedikit cerita saya tentang petualangan di Jalur yang mati suri ini yang sungguh berkesan & sempat tegang juga,apalagi akses dari NMO ke BOO itu susah bener Ngakak
Sekian Bye Bye
Untung gak seperti di Cilejit yah... Sampe pr warganya nimpukin KRL pake batu dan dobrak meja entah KS apa PPKA gitu...
Warga terlalu emosional di situ....

Reply
kalo lihat di wikimapia, yang di dekat halte gunung putri pasar tumpahnya namanya keren: PASARELA (pasar samping rel ka).

ada-ada saja... Big Grin
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
entah kenapa di jalur ini yang gampang aksesnya malah haltenya kayak gunung putri sama pondok rajeg. Cibinong agak kedalam dekat sdn 7 pabuaran. Nambo lebih parah nggak ada angkot. semoga lekas aktif haltenya. banyak kawan dari gunung putri sama cileungsi yang mau naik tapi bingung ke nambonya
Maaf saya sedang luring
Reply
(01-05-2015, 07:53 PM)megaloblast Wrote: entah kenapa di jalur ini yang gampang aksesnya malah haltenya kayak gunung putri sama pondok rajeg. Cibinong agak kedalam dekat sdn 7 pabuaran. Nambo lebih parah nggak ada angkot. semoga lekas aktif haltenya. banyak kawan dari gunung putri sama cileungsi yang mau naik tapi bingung ke nambonya

Saya juga setuju, akses termudah memang halte pondok rajeg dan gunung putri. Dekat sekali jalan besar. Saya malah berpikir perlu ditambah satu stasiun lagi di antara stasiun Cibinong dan halte gunung putri yaitu di daerah Kranggan (yg ada underpass-nya). Karena salah satu akses mudah juga bagi masyarakat Citeureup selain halte gunung putri. 

Tapi yg terpenting pengaktifan halte gunung putri dan pondok rajeg. Semoga PT KCJ mendengar.
Oya berikut ada foto stasiun Nambo dari twitter Kevin Ramdhani RF (@RKevin_Ramdhani)
‏


[Image: CD6t6-sVEAAGD7T.jpg]
Hanya seorang penglaju Jakarta-Bandung
Banyak sekali kenangan manis di antara Stasiun Jatinegara - Stasiun Bandung
Reply
yap, disitu termasuk jauh dari mana-mana. Akses kesana cuma angkot. Mau ke st.gunung putri jauh, cibinong jauh. Lebih baik 1 halte lagi. Toh jarak gn.putri sm cibinong lumayan jauh
Maaf saya sedang luring
Reply
(23-04-2015, 12:41 PM)forever.agus Wrote:
(21-04-2015, 11:16 PM)Batpod Wrote: Akhirnya website-nya nyala lagi. Terima kasih

O iya, selamat juga untuk jalur Nambo akhirnya kembali semarak dengan beroperasinya Commuter Line atau KRL lintas Nambo-Duri per 1 April 2015, walaupun dengan jadwal yang masih sangat sedikit 8-10 perjalanan PP per hari. Sekali lagi terima kasih PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT KCJ.

Jalur ini seperti jalur destinasi wisata yang masih melewati sawah/kebun/ladang, penjara/lembaga pemasyarakatan, membelah 3 sungai besar (Ciliwung, Cikeas dan ???), jalan tol dan daerah industri. Sekaligus jalur sibuk pada pagi dan sore hari di mana orang berangkat dan pulang kerja. Ditambah lambaian tangan anak2 kecil di sekitar jalur Nambo.

Berikut sedikit keceriaan di stasiun Nambo, semoga berkenan  Xie Xie


[Image: CBrD0kNUgAAQ2B9.jpg]


[Image: CBrD63sVEAAtg63.jpg]

Sekitar 2 minggu lalu saya nyicipin jalur Nambo. Emang sih bukan di jam berangkat / pulang kerja. So, sepi. Bahkan ada penumpang tujuan BOO yang nggak ngeh keretanya belok kiri ke Cibinong. Begitu masuk jalur belok menuju Cibinong -Nambo, hmm, suasana sekitarnya beda. Kayak masuk ke daerah DAOP 2. Sempet melewati jembatan ... yang kayaknya tinggi banget. Kalo aksesnya mudah, bisa jadi spot hunting bagus tuh. Playboy

Di Stasiun Cibinong-Nambo sepertinya stasiun masih blm steril. Di Cibinong banyak anak2 main di peron, tapi saat KA berhenti mereka pun tdk berani masuk rangkaian. Masuk jalur Cibinong-Nambo, kereta berjalan perlahan. Itu relnya tipe berapa ya? Kecepatannya beda sekali dengan kecepatan di petak BOO-MRI yg bisa dipacu kencang, diatas 80km/jam. Dari pemantauan kecepatan dibantu aplikasi jadwalKA, terpantau kecepatan maksimal sktr 46km/jam.

Stasiun Nambo, masih terkesan asri, dengan pepohonan kokoh menjulang. Dan, stasiunnya masih blm steril. Pemantauan saya, penumpang yang memang menuju Nambo masih sedikit sekali. Sebagian besar penumpang adalah penumpang "wisata Nambo" yang balik lagi ke arah Sta. Citayam-Depok.

Demikian  Xie Xie

Jalan Nambo - Citayam sudah rel tipe R54 kang..
Reply
Lintas nambo sudah tipe R54 buatan 1993an. Dan semua jembatan disini sudah sanggup menahan lok sekelas CC 202 dan 205. Karena didesain kurang lebih untuk beban gandar 20 ton. Cmiiw
Maaf saya sedang luring
Reply
Tadi naik KRL dari stasiun Cibinong yang keberangkatan jam 9 pagi ke arah Duri. Saya lihat ada batu-batu kricak yg disusun di atas rel supaya terlindas rel, ini pasti kerjaan anak2 kecil di sekitar rel. Saya ingin sekali menyingkirkan, tapi apa daya KRL sudah dekat jadi hanya melihat batu-batu tersebut hancur. Saya ingin lapor ke PKD tapi entah di mana, karena cukup ramai penumpang dan KRL sudah akan tiba dalam beberapa detik. Rasanya kesal sekali, khawatir kereta anjlok. Besok saya ingin lapor ke PKD, tadi belum sempat saat pulang, kelupaan. Kalau ketahuan saya pengen saya jewer tuh anak2. Red Bull

Oya, tadi ada hal unik terjadi di dalam KRL saat berangkat, yaitu tiket THB (Kartu) tiap penumpang dicek satu per satu pakai mesin kayak mesin kertu kredit, katanya cuma ingin cek nomor seri (soalnya saya pakai kartu dari Bank bukan THB). Saya berpikirnya malah mau cek siapa yg "ngambing" di dalam KRL, karena otomatis harus menunjukkan kartu THB. Memang jalur ini memang rawan yg "ngambing" minimal stasiun antara stasiun Cibinong dan Nambo. Ngakak

Saya berharap stasiun Cibinong segera dipagari supaya tidak ada akses orang tak bertiket ke dalam KRL. Saya sempat bertanya ke PKD, kenapa stasiunnya belum dipagari supaya steril. PKDnya bilang, "saya cuma menjalani tugas dan ini juga masih percobaan." (ya iyalah, ngapain juga gw tanya PKD) *tepok jidat* Ngeledek
Hanya seorang penglaju Jakarta-Bandung
Banyak sekali kenangan manis di antara Stasiun Jatinegara - Stasiun Bandung
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)