tsukarnoto Wrote:Genset di BP kan ada dua unit, kalau masing-masing 500kVA total 1mW. Untuk lok walau generatornya 2200kVA tapi mesinnya cuman 1850 HP atau sekitar 1400kW, itu pun kalau full throtle. Selain itu mesin lok aktif hanya saat KA jalan, sementara genset BP hidup terus menerus mulai dari stasiun awal sampai akhir. Tapi sekali lagi ini cuman asumsi data sesungguhnya saya belum tahu.
ya ya
begini saya jelaskan
klo anda lihat genset, baik yang ada di KA atau di gedung gedung, atau bahkan di rumah(if equipped)
putaran mesin genset selalu statis, selama bekerja dari awal dihidup kan hingga selesai kerja putarannya tetap
disitu ada alat namanya Governor yang mengatur putaran mesin terhadap beban. sehingga pada beban berapapun putarannya tetap.
jadi sebagai mesin statis, tanpa ada perubahan putaran yang cukup banyak, konsumsi bahan bakar lebih hemat.
tidak di perlukan bahanbakar ekstra untuk mengubah putaran mesin.
dan satu lagi pada gerbong genset memang terkadang ada 2 mesin, tapi yang dihidupkan cukup satu saja
sedangkan untuk lok, disinilah kenapa disebut LOKOMOTIF DIESEL ELEKTRIK
lokomotif diesel dengan transmisi listrik.
jika mesin 7FDL8 pada 201-203-204 langsung disambungkan putarannya ke roda, tidak akan pernah kuat menjalankan kereta. untuk itu mesin di sambung ke Main Generator (Alternator pada 204) untuk melipat gandakan tenaga mesinnya, melalui arus lisrtrik ini lokomotif itu kuat menarik kereta.
pada mesin lok selain ukurannya berkali2 lebih besar, mesin ini hidup jauh lebih lama dari genset selama perjalanan sebuah KA. selain itu mesin lok seperti mesin mesin traksi lainnya, putarannya variabel pada limit tertentu
waktu menambah putaran saat di naikan trotelnya, mesin akan menghisap lebih banyak bahan bakar.
ini sebabnya kenapa kereta ekonomi jarak jauh (Kertajaya, Matarmaja dan sejenisnya) lok nya diisi penuh 2750 liter
konsisi traffic stop and go sangat menghabiskan HSD.
mesin lok dan Genset di gerbong BP tidak bisa dibandingkan, dari sisi manapun
karena sistim kendali dan outputnya beda jauh. walaupin prinsip utamanya sama, sebagai pembangkit listrik.
contoh : di mesin lok ada transisi (field SHunting), di genset tidak ada...