Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Sistem penomoran lok uap di Indonesia
#1
Buat para Railfans, ada yg bisa kasih penjelasan mengenai sistem penomoran lok uap di Indonesia?? Apakah berbeda atau sama dengan sistem penomoran lok diesel?? Monggo. (Bila sudah ada threadnya, tolong digabung saja).
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
#2
Koq gak ada yg ngepost?? Kapan ya...
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
#3
saya tahunya cuma huruf2 itu, C, D, itu formasi wheel drive nya. misal lok C28 itu punya wheel drive nya 3 buah. tidak termasuk roda mati nya.

terus terang saya agak kurang sreg dengan penomoran lok wap di indonesia. kayaknya yang paling enak ya cara amerika itu. misal 4-4-0 atlantic, 2-8-2 mikado, 4-8-8-4 bigboy. soalnya langsung ketahuan roda penggeraknya berapa, roda matinya berapa.

trus kalo kepala nomernya dibawah 5, misalnya B25, C28, CC10, itu nggak bawa bak air terpisah alias tender. kalo kepala 5 misal B50, CC50, D52, pasti bawa gerbong tender terpisah.

trus satu lagi, kalo background plat nomernya warna merah, brarti itu lok gak make batubara buar bahan bakar, melainkan minyak bakar.

hanya itu yang saya tahu. CMIIW . Bye Bye
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#4
saya sih gak bisa komentar soale gak tau cara ngitungnya gimana. Bingung

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#5
Kl tdk salah penomeran dgn sistem B, C, D, BB, CC, dst yg didasarkan atas jumlah roda traksi penggerak tsb merupakan sistem yang digunakan setelah Jepang masuk ke Indonesia.

Sementara sistem jaman Belanda kl ga salah menggunakan awalan b'dasarkan perusahaan ybs, mis lok milik SS (stats spoor) bernomer SS700, SS1000, dll
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Reply
#6
sebenarnya sih saya mengharapkan indonesia punya cara sendiri untuk menomeri lok2 nya, mulai dari lok wap, disel, listrik. hanya saja mungkin jadi agak kacau karena bakal mengganti nomor2 lama apabila diterapkan standarisasi nomor plat. lagipula, nomor seri lok wap banyak mengandung nilai sejarah.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#7
Oooo...gitu ya...baru tau aku...

[Image: 165399_4826310862985_805213596_n.jpg]
Reply
#8
Tapi penomoran lok uap yg kurang jelas bikin saya bingung
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
#9
penomoran lok uap diindonesua pada jamn jadul ,kalo ga salah bedasarkan pembuatan lok tsb,seperti lok CC bearti dibuat di mencester inggris begitu juga BB atau B bearti BRISTOL sedangkan type D dibuat Oleh perusahaan kereta jerman KRUPP,dan khusus type D diimpor terakhir tahun 54 dgn nmr seri D52100.Ngeledek
DD5203Heran
Reply
#10
Sekedar berbagi pengetahuan. Sistem penomeran lok uap di Indonesia menganut sistem yang disebut UIC classification of locomotive axle arrangements yang diturunkan dari sistem penomeran lok uap di jerman. Sistem ini diperkenalkan sejak jaman Jepang untuk menggantikan sistem kelas di jaman Hindia Belanda. Sistem ini untuk menyeragamkan/'memudahkan' memberi nama pada berbagai lok uap yang dimiliki oleh banyak perusahaan sebelum kedatangan Jepang, selain itu sistem inilah yang dianut Jepang di negaranya sana. Untuk lebih jelasnya tentang sistem ini bisa dilihat di: http://en.wikipedia.org/wiki/UIC_classification

Sebelumnya lok diberi nama berdasarkan kelasnya contoh C53 dahulu dikenal dengan SS kelas 1000, atau dengan menggunakan nomer urut sederhana seperti NIS No. 397, atau DSM No. 55, dsb.

Khusus di Indonesia untuk membedakan antara lok uap tangki dengan bertender dipisahkan dari angkanya. Kalo lok uap bertender selalu dimulai dari angka 50, contoh lok uap tangki berpenggerak 4 gandar dimulai dari D10, D11, D12, dst. Sementara lok uap bertender berpenggerak 4 gandar dimulai dari D50, D51, dan terakhir D52.

Semoga bisa lebih jelas, ada yang mau menambahkan?

Soni
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)