21-07-2009, 04:57 PM
(04-06-2009, 07:03 PM)ardan krupp Wrote: ketika ngobrol2 sama seorang bapak petani di dekat tunggul hideung, katanya dulu orang belanda ga bisa neropong (ngeker) "apa ya istilahnya, yang pake tripod kaya handycam". buat jalurnya, banyak banget hambatan. sama halnya terjadi di kadipaten, ( emang tadinya mau disambungin ).
semoga aja dengan teknologi dan equipment sekarang bisa terwujud....
dan semua RF se indonesia diberi kesehatan dan kesejahteraan tuk bisa menikmatinya
AMIN
neropong ato ngeker itu untuk mengetahui level (ketinggian) tanah, alatnya namanya teodolite waterpass, biasa dipake ma anak2 teknik geodesi...
Kalo dari pengalaman saia membuat jalur SUTET PLN mah yang jadi masalah sebenarnya bukan susah tidaknya melewati suatu daerah yang masih alami, tapi ada tidaknya lahan dari level yang dikehendaki... kalo tidak ada misalnya karena terlalu curam, maka dibuat struktur jalur berupa jembatan, undakan/pematang atau bahkan terowongan/tunnel apabila jalur memutar terlalu jauh, dan biayanya tentu saja sangat tinggi... Nah mungkin faktor biaya itulah yang tidak bisa disanggupi Belanda saat itu jika dibandingkan dengan profit atau daya pakai jalur tersebut...
Mungkin gtu kali yah?....

_________________________________________________________________
Bukan Mimpi Kalo Bisa Jadi Kenyataan ! ... Jayalah Kereta Api Indonesia !

