Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Ngobrol dengan Bapak....
#1
semalam sekitar jam 21.00 wib saya sempat ngobrol dengan bapak cerita mengenai masalah KA jaman mbiyen..... :egeek:

dulu KA penumpang dikenal dengan Snall Spoor untuk kereta cepat/eksekutif dan KA Klutuk untuk jenis ekonomi sedangkan nama biasanya juga digunakan untuk stasiun seperti las Jogja, last Bandung atau apalah lainnya dan ini sekitar tahun 1950-an. :geeks:

masih teringat di benak bapak saya saat itu dari sts YK untuk rangkaian KA Snall Spoor ditarik oleh Lok uap type D52 sebanyak 2 dengan formasi DT.. yang kemudian di sts KRY kemudian dipisah dengan maksud bahwa sebagian rangkaian akan diberangkatkan ke sts BD dan yang satunya lagi ke sts PWT hingga sts JAKK. Untuk yang ke arah sts BD biasanya dikawal oleh pihak militer dengan dua buah tank (karena saat itu Jawa Barat rawan oleh gerombolan pengacau) yang ditempatkan di depan Lok uap dan yang satunya lagi dibagian belakang/akhir dari rangkaian dan pengawalan ini akan berakhir di sts CBU. :takut:

yang pasti saat diberangkatkan dari sts KRY ke dua KA tersebut berangkat berbarengan/bersamaan jam dan dalam satu semboyan 41. :esmile:

sampai saat ini bapak saya masih terkenang dan penasaran (karena sampai saat ini foto tersebut terselip entah dimana) dengan satu buah foto kesayangannya saat orangtuanya yaitu bapaknya (eyang kakung, untuk saya) yang saat itu difoto di sts YK, dimana eyang saya difoto berdiri disamping sebuah Lok uap D52 yang sedang stabling dan di buat tahun 1921. Nangis

dan untuk KA yang pernah ada dan dicoba oleh bapak hanya ada satu yang terbaik yaitu BIMA... yang ada sejal tahun 1960-an menyusul Gaya Baru dan Senja Utama. :esmile:

kenangan yang ada di tubuh bapak adalah sebuah luka kecil (yang sampai saat ini masih ada) dibagian engkul kaki kiri dimana saat itu masih berusia sekitar 8 tahun berjalan kaki dari sts IJO hingga sts Gombong bersam dengan eyang kakung yang saat itu menjabat sebagai KaSep sts Gombong. Nangis

ah ternyata berbicara kereta itu selalu menimbulkan kenangan dan tak akan pernah bosan dan selalu menarik untuk diceritakan kepada anak dan cucu.. Nangis Nangis Nangis Nangis Nangis
Reply
#2
waduuh. ternyata keluarga sepuur yaa. ..
:gembira:
Kalau saya, Dari embah kakung(dari pihak ibu)(bapaknya ibu) adalah bendahara setasiun kertosono terakhir, terus suaminya kakanya embah putri( juru langsir stasiun blitar), terus banyak saudaranya embah juga pegawai DKA. Ibu saya jadi prami dan petugas loket di Madiun, terus bapak saya pegawai di MN, so saya anak, cucunya wong sepoor.
Reply
#3
"sodara" sepupu dong kita... dari satu moyang yaitu KA..... :gembira: :gembira: :gembira: :gembira:

saya dari DaOp IV (asal muasalnya...) en sampeyan dari DaOp.. (..?..ya). :econfused:

waduuhhh... saya harus panggil apa nih ke sampeyan.. mas saja ya, biar afdol mas... :esmile: :esmile:

oke deh mas... selamat menjadi keluarga besar KA kaya saya... bahagia dan menyenangkan untuk mengenang masa kecil (kita dan OrTu juga eyang....) Nangis Nangis Nangis
Reply
#4
spooor family.... :gembira:
S35

Reply
#5
aslinya daop VII, mas. kuliah daop VIII, cari rejeki di divisi jabodetabek.
Reply
#6
bukan dari keluarga railfans sih...

tapi di kampung gua di purwodadi, dulu ada rel kereta di depan rumah....

gak nyampe 10 meter...

jadi kalo ada KA lewat, bergetar sema dah.... :gembira:
Reply
#7
Kecilan saya, memang tidak ada hubungan langsung dengan per-spoor-an. Sepertinya kerasukan roh edan spoor karena memang senang melihat kereta-kereta ini berjalan.
Saya sangat tertarik dengan keteraturan dari sebuah rangkaian kereta api, gerakan saat berpindah wesel serta suaranya, mulai dari peluit melengking hingga dual tonenya CC203 sampai suara mesin diesel yang menggelegar.
Lok Merah Biru

Reply
#8
pokoknya entah dari mana latar belakangnya dalam mencintai spoorwagen ini.. saya bersyukur ternyata ada juga yang sama eudannya untuk menyenangi sekaligus mencintai dunia per-spoorwagen-an ini.... paling tidak bisa ada teman diskusi dan curhat dikala gundah ketika jatuh cinta dengan spoorwagen ini. :ewink:

tetap kompak semua dan solid ya..... Big Grin Big Grin Big Grin
Reply
#9
setubuh, eh setuju!!! Lolol Lolol
Reply
#10
banyak spoor famili juga yah, selamat meramein milist ini sekalian bagi2 pengalaman dgn kita2..... :asik:

idem dgn bang hedwig, suara gelegar loko seri cc,peluitnya juga ,maskulin banget juga bentuknya yg masif, timbulkan kesan yg mendalam
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)