Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[INFO] Pengembangan KRDE
#1
Quote:Rencana Pengembangan KRDE
Berdasarkan laporan Jane's Railways, terdapat penurunan kebutuhan lokomotif diesel karena adanya kebijakan perkeretaapian di beberapa negara yang mulai menggantikan peran lokomotif sebagai unit traksiterpusat menjadi konsep kereta rel (multiple unit) yang mendistribusikan daya traksinya. Alasan konversitersebut antara lain:
  1. biaya komponen traksi seperti motor diesel yang bisa distandarkan ukurannya antara 250-500 KW sehingga bisa dipakai untuk produk non kereta api
  2. fleksibilitas, yakni yaitu kemampuan formasi rangkaian kereta sesuai dengan kebutuhan operasidan pelayanan.
  3. meminimalkan biaya operasidengan menggunakan unit traksiyang lebih efektif (daya traksi/penumpang lebih rendah).
  4. penggunaan ruang rangkaian KA yang lebih produktif (pendapatan per kursibukan per rangkaian)
  5. mengurangi waktu langsiran di stasiun yang dengan frekuensi pemberangkatan kereta padat.

Kecenderungan tersebut telah dikaji dalam Tim Standardisasi Kereta Rel Diesel pada tahun 1988 yang menuju penerapan Kereta Rel Diesel Elektrik. Gagasan tentang pengembangan KRDE pernah dilontarkan pada tahun 1997 oleh INKA setelah memperoleh kemampuan desain dan manufaktur KRL jenis VVVF inverter, stainless steel, dan bogie bolsterless. Akhirnya gagasan dapat dituangkan dalam konsep setelah melakukan studi bersama dengan PT. KA (Persero) yang difokuskan pada peningkatan operasi koridor Jakarta-Bandung dalam rangka untuk pmeningkatkan utilitas aset setelah program jalur ganda parsial.

Sebagai jalur komersial, pada awalnya lintas Jakarta-Bandung ini dilayani oleh KA Parahyangan, yang dioperasikan sejak tahun 1980-an, dan KA Argo Gede, untuk kelas ekskutif, yang dioperasikan sejak 1995. Frekuwensi perjalanan kedua KA tersebut mencapai 36 perjalanan/hari. Pada akhir pembangunan jalur ganda parsial Cikampek-Padalarang yang akan selesai pada tahun 2003, frekwuensi perjalanan kereta api diharapkan dapat ditingkatkan sampai dengan 60 perjalanan/hari. Pada masa mendatang, pengembangan prasarana KA diarahkan pada elektrifikasi jalur rel di lintas utara pulau Jawa, termasuk jalur KA Jakartra ke -BBandung ini. Untuk mengatisipasi dan memanfaatkan rencana pengembangan prasarana jalur ganda tersebut, diperlukan pengembangan teknologi baru sarana KA yang tepat guna.
Pada saat ini rangkaian KA Argo Gede terdiri atas 5 kereta penumpang, 1 kereta makan dan 1 kereta pembangkit yang ditarik lokomotif diesel CC 203 berdaya 2000 Hp. Terdapat beberapa kelemahan pada rangkaian KA tersebut, antara lain kurang fleksibel untuk aktivitas pergerakan langsiran di setasiun Gambir. Kepadatan Stasiun Gambir yang menampung lalu lintas KA antar kota maupun komuter, dengan jumlah kedatangan dan keberangkatan untuk KA antar kota mencapai 257 dan 187 KA, dan headway untuk KA komuter diperkirakan mencapai 10 sampai 6 menit. Untuk menambah rangkaian KA yang melayani koridor lintas Jakarta-Bandung, aktivitas langsir harus dikurangi. Lokomotif CC 203 merupakan desain lokomotif universal untuk menarik kereta penumpang dan barang, bukan desain trainset dengan kabin berada pada kedua ujung rangkaian. Selain lokomotif lebih berat dibandingkan kereta rel, masih diperlukan kereta untuk pembangkit listrik. Dengan demikian panjang rangkaian dan panjang platform setasiun yang terbatas tidak diakomodasikan untuk ruang penumpang. Desain lokomotif tidak mampu dikembangkan dengan pusat kendali bagi keperluan penumpang seperti halnya informasi dan komunikasi (public address), audio dan video system, serta perangkat lain yang dipasang pada kereta makan. Sebenarnya untuk jarak menengah sepanjang 180 km, restoran tidak diperlukan melainkan cukup bufet dan dapur kering yang tidak memerlukan ruangan satu kereta.

Dalam studi yang dilakukan bersama PT. KA (Persero), PT. BPIS (Persero), dan dilanjutkan konsorsium PT. INKA, PT. LEN Industri dan PT. PINDAD sejak tahun 1999 telah dimenghasilkan konsep desain KRDE yang mampu mengatasi kendala operasional tersebut, dan memberikan solusi optimal bagi operasidan pelayanan KA koridor Jakarta-Bandung. Perbandingan konsep KRDE terdiri dari atas 8 kereta per rangkaian terhadap KA Argo Gede terlihat sebagaimana dalam Tabel 1. Dari sisi teknologi, KRDE lebih unggul dan moderen dibandingkan KA Argo Gede. Dari segi biaya investasidan operasiper penumpang, KRDE juga lebih ekonomis. Konsep desain KRDE bukanlah terobosan produk yang sama sekali baru. Pernah dilaksanakan studi banding ke Eropa, ternyata konsep KRDE sudah lama dioperasikan dan pada saat ini dijumpai beberapa desain futuristik seperti ICE VT605 di Jerman dan Super Voyager Virgin rRail di Inggris. Penerapan konsep KRDE merupakan inovasi baru untuk sepur sempit sehingga mempunyai peluang pasar di ASEAN. Ternyata pabrik Vietnam Railways saat ini juga sedang mempersiapkan prototipe KRDE. Padahal konsep KRDE yang saat ini mulai digarap desain dasarnya oleh INKA mengalami ketidakpastian dan kendala pendanaan.

Parameter KA Argo Gede
  1. Formasi 1 lok+5K1+1KM+1BP
  2. Daya motor diesel Lok 2000 HP, BP 500 kW
  3. Berat rangkaian 318 ton
  4. Kapasitas 250-266 penumpang
  5. Panjang 155.75 m
  6. Berat/pnp 1.2 ton/orang
  7. Tekanan gandar 14 ton (lok)
  8. Daya perTM 275 kW
  9. Percepatan (0°%) 0.22 m/det2
  10. Kecepatan (0°%) 120 km/jam
  11. Kecepatan (17°%) 60 km/jam
  12. Badan Lok+Kereta Baja karbon
  13. Bogie Bolster, coil spring
  14. Motor diesel Lok GE7FDL8, BP TBD 234
  15. Kontrol listrik DC-DC kontrol resistor
  16. Pengereman Rem udara tekan

Parameter KRDE
  1. Formasi ETC+MC+ETC+MC+MC+ETC+MC+ETC
  2. Daya motor diesel 4 x550 kW
  3. Berat rangkaian 360 ton
  4. Kapasitas 470 penumpang
  5. Panjang 160 m
  6. Berat/pnp 0.77 ton/orang
  7. Tekanan gandar 11,5 ton (ETC)
  8. Daya perTM 115 kW
  9. Percepatan (0°%) 0.37 m/det2
  10. Kecepatan (0°%) 160 km/jam (maks)
  11. Kecepatan (17°%) 70 km/jam
  12. Badan Lok+KeretaBaja Stainless
  13. Bogie Bolsterless, air spring
  14. Motor diesel QSK 19, Euro II
  15. Kontrol listrik AC-AC IGBT VVVF inverter
  16. Pengereman Rem dinamik (35%), udara tekan

Catatan : Dicuplik dari makalah seminar di ITB tanggal 6 Desember 2003 berjudul "Peranan Industri Dalam Pengembangan Teknologi Perkeretaapian Nasional: Tinjauan Penerapan Sistem Propulsi Diesel-Elektrik untuk Lokomotif dan Kereta Rel" oleh Roos Diatmoko

Sumber : http://kkppi.go.id/mediainfrastruktur/ed...al.7-8.doc

Ada yang mo share tentang ini?

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#2
Bisa jadi biaya akuisisi KRDE masih lebih mahal ketimbang KA konvensional termasuk lokomotif dan gerbong BP. Memasang masing2 gerbong dengan motor traksi membuat harga gerbong per unit menjadi lebih mahal. Hal ini yang mungkin dijadikan alasan mengapa KA supercepat Prancis TGV telah sekian lama menggunakan konsep 2 lokomotif atau power units, berbeda dgn. Shinkansen dari Jepang yg. menggunakan sistem multiple unit (masing2 gerbong dilengkapi motor traksi).
Reply
#3
Tapi khan sayang KRL Holec itu teronggok percuma di BY Manggarai... Sad
Udah beli mahal-mahal, trus dibuat sarang hantu.... duh......

Quote:
[Image: 20080609161532_PIC_0063_484cf4b4d2b16-t.jpg]

[Image: 20080609161534_PIC_0066_484cf4b6b07a2-t.jpg]
Klik gambar untuk memperbesar...

Saya dengar untuk mentransfer 1 unit KRL Holec menjadi KRDE butuh biaya 4 M yah?
Ada yang bisa klarifikasi?

Kalau ada 10 set (@ 8 kereta/unit) butuh berapa M yah? :roll:
Khan lumayan buat ngegantiin rangkaian yang udah ujur....

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#4
dear para RailFans,

menarik sekali....saya print modulnya dan akan saya baca nanti sebelum tidur malam... ngkali aja ada "masukan" lewat mimpi dari "dedengkot" KA.... (ha...ha...ha....) Lolol

saran saya kalau bisa agak di "keep" saja dahulu mas...biar bikin penasaran dan untuk surprise bahwa ini lho pihak KA tidak diam saja memikirkan transportasi untuk masyarakat. :wink:

sekalian...

selamat atas diluncurkannya KRL malam... untuk lintas (timur) BKS - nya kapan ada ?... sehubungan untuk oknum crew KA Ekomoni kelas jauh yang ke timur sering "nakutin" kalau ada pemeriksaan (padahal kita beli ticket / Karcis Langganan en turunnya di BKS). Tersenyuum

terima kasih.


salam,

== Lok Bima Kunting ==
Reply
#5
(09-06-2008, 04:19 PM)Gege Wrote: Tapi khan sayang KRL Holec itu teronggok percuma di BY Manggarai... Sad
Udah beli mahal-mahal, trus dibuat sarang hantu.... duh......

Quote:
[Image: 20080609161532_PIC_0063_484cf4b4d2b16-t.jpg]

[Image: 20080609161534_PIC_0066_484cf4b6b07a2-t.jpg]
Klik gambar untuk memperbesar...

Saya dengar untuk mentransfer 1 unit KRL Holec menjadi KRDE butuh biaya 4 M yah?
Ada yang bisa klarifikasi?

Kalau ada 10 set (@ 8 kereta/unit) butuh berapa M yah? :roll:
Khan lumayan buat ngegantiin rangkaian yang udah ujur....

Tapi sekarang udah terealisasi untuk pengembanga KRDE oleh INKA sehingga KRL Holec yang teronggok di BY MRI mulai di rekondisi jadi KRDE oleh INKA, walaupun mash sering rewel karena emang Holec awalnya juga demikian CMIIW.

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#6
Quote:Parameter KRDE
  1. Formasi ETC+MC+ETC+MC+MC+ETC+MC+ETC
  2. Daya motor diesel 4 x550 kW
  3. Berat rangkaian 360 ton
  4. Kapasitas 470 penumpang
  5. Panjang 160 m
  6. Berat/pnp 0.77 ton/orang
  7. Tekanan gandar 11,5 ton (ETC)
  8. Daya perTM 115 kW
  9. Percepatan (0°%) 0.37 m/det2
  10. Kecepatan (0°%) 160 km/jam (maks)
  11. Kecepatan (17°%) 70 km/jam
  12. Badan Lok+KeretaBaja Stainless
  13. Bogie Bolsterless, air spring
  14. Motor diesel QSK 19, Euro II
  15. Kontrol listrik AC-AC IGBT VVVF inverter
  16. Pengereman Rem dinamik (35%), udara tekan

Formasi ETC+MC+ETC+MC+MC+ETC+MC+ETC konfigurasi dgn 4 kereta MC saya yakin akan kuat ditrek menanjak sperti di daerah DAOP 2. cocok untuk Argo gede.

Reply
#7
dengan selesainya 1set KRDE AC ex-holec yang isunya untuk rute JAKK-TG apakah selanjutnya ada indikasi buat KRDE AC untuk Argo Parahyangan?
8 kereta saja sudah cukup sepertinya mengingat okupansinya sekarang Xie Xie

Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)