Quote:Rencana Pengembangan KRDE
Berdasarkan laporan Jane's Railways, terdapat penurunan kebutuhan lokomotif diesel karena adanya kebijakan perkeretaapian di beberapa negara yang mulai menggantikan peran lokomotif sebagai unit traksiterpusat menjadi konsep kereta rel (multiple unit) yang mendistribusikan daya traksinya. Alasan konversitersebut antara lain:
- biaya komponen traksi seperti motor diesel yang bisa distandarkan ukurannya antara 250-500 KW sehingga bisa dipakai untuk produk non kereta api
- fleksibilitas, yakni yaitu kemampuan formasi rangkaian kereta sesuai dengan kebutuhan operasidan pelayanan.
- meminimalkan biaya operasidengan menggunakan unit traksiyang lebih efektif (daya traksi/penumpang lebih rendah).
- penggunaan ruang rangkaian KA yang lebih produktif (pendapatan per kursibukan per rangkaian)
- mengurangi waktu langsiran di stasiun yang dengan frekuensi pemberangkatan kereta padat.
Kecenderungan tersebut telah dikaji dalam Tim Standardisasi Kereta Rel Diesel pada tahun 1988 yang menuju penerapan Kereta Rel Diesel Elektrik. Gagasan tentang pengembangan KRDE pernah dilontarkan pada tahun 1997 oleh INKA setelah memperoleh kemampuan desain dan manufaktur KRL jenis VVVF inverter, stainless steel, dan bogie bolsterless. Akhirnya gagasan dapat dituangkan dalam konsep setelah melakukan studi bersama dengan PT. KA (Persero) yang difokuskan pada peningkatan operasi koridor Jakarta-Bandung dalam rangka untuk pmeningkatkan utilitas aset setelah program jalur ganda parsial.
Sebagai jalur komersial, pada awalnya lintas Jakarta-Bandung ini dilayani oleh KA Parahyangan, yang dioperasikan sejak tahun 1980-an, dan KA Argo Gede, untuk kelas ekskutif, yang dioperasikan sejak 1995. Frekuwensi perjalanan kedua KA tersebut mencapai 36 perjalanan/hari. Pada akhir pembangunan jalur ganda parsial Cikampek-Padalarang yang akan selesai pada tahun 2003, frekwuensi perjalanan kereta api diharapkan dapat ditingkatkan sampai dengan 60 perjalanan/hari. Pada masa mendatang, pengembangan prasarana KA diarahkan pada elektrifikasi jalur rel di lintas utara pulau Jawa, termasuk jalur KA Jakartra ke -BBandung ini. Untuk mengatisipasi dan memanfaatkan rencana pengembangan prasarana jalur ganda tersebut, diperlukan pengembangan teknologi baru sarana KA yang tepat guna.
Pada saat ini rangkaian KA Argo Gede terdiri atas 5 kereta penumpang, 1 kereta makan dan 1 kereta pembangkit yang ditarik lokomotif diesel CC 203 berdaya 2000 Hp. Terdapat beberapa kelemahan pada rangkaian KA tersebut, antara lain kurang fleksibel untuk aktivitas pergerakan langsiran di setasiun Gambir. Kepadatan Stasiun Gambir yang menampung lalu lintas KA antar kota maupun komuter, dengan jumlah kedatangan dan keberangkatan untuk KA antar kota mencapai 257 dan 187 KA, dan headway untuk KA komuter diperkirakan mencapai 10 sampai 6 menit. Untuk menambah rangkaian KA yang melayani koridor lintas Jakarta-Bandung, aktivitas langsir harus dikurangi. Lokomotif CC 203 merupakan desain lokomotif universal untuk menarik kereta penumpang dan barang, bukan desain trainset dengan kabin berada pada kedua ujung rangkaian. Selain lokomotif lebih berat dibandingkan kereta rel, masih diperlukan kereta untuk pembangkit listrik. Dengan demikian panjang rangkaian dan panjang platform setasiun yang terbatas tidak diakomodasikan untuk ruang penumpang. Desain lokomotif tidak mampu dikembangkan dengan pusat kendali bagi keperluan penumpang seperti halnya informasi dan komunikasi (public address), audio dan video system, serta perangkat lain yang dipasang pada kereta makan. Sebenarnya untuk jarak menengah sepanjang 180 km, restoran tidak diperlukan melainkan cukup bufet dan dapur kering yang tidak memerlukan ruangan satu kereta.
Dalam studi yang dilakukan bersama PT. KA (Persero), PT. BPIS (Persero), dan dilanjutkan konsorsium PT. INKA, PT. LEN Industri dan PT. PINDAD sejak tahun 1999 telah dimenghasilkan konsep desain KRDE yang mampu mengatasi kendala operasional tersebut, dan memberikan solusi optimal bagi operasidan pelayanan KA koridor Jakarta-Bandung. Perbandingan konsep KRDE terdiri dari atas 8 kereta per rangkaian terhadap KA Argo Gede terlihat sebagaimana dalam Tabel 1. Dari sisi teknologi, KRDE lebih unggul dan moderen dibandingkan KA Argo Gede. Dari segi biaya investasidan operasiper penumpang, KRDE juga lebih ekonomis. Konsep desain KRDE bukanlah terobosan produk yang sama sekali baru. Pernah dilaksanakan studi banding ke Eropa, ternyata konsep KRDE sudah lama dioperasikan dan pada saat ini dijumpai beberapa desain futuristik seperti ICE VT605 di Jerman dan Super Voyager Virgin rRail di Inggris. Penerapan konsep KRDE merupakan inovasi baru untuk sepur sempit sehingga mempunyai peluang pasar di ASEAN. Ternyata pabrik Vietnam Railways saat ini juga sedang mempersiapkan prototipe KRDE. Padahal konsep KRDE yang saat ini mulai digarap desain dasarnya oleh INKA mengalami ketidakpastian dan kendala pendanaan.
Parameter KA Argo Gede
- Formasi 1 lok+5K1+1KM+1BP
- Daya motor diesel Lok 2000 HP, BP 500 kW
- Berat rangkaian 318 ton
- Kapasitas 250-266 penumpang
- Panjang 155.75 m
- Berat/pnp 1.2 ton/orang
- Tekanan gandar 14 ton (lok)
- Daya perTM 275 kW
- Percepatan (0°%) 0.22 m/det2
- Kecepatan (0°%) 120 km/jam
- Kecepatan (17°%) 60 km/jam
- Badan Lok+Kereta Baja karbon
- Bogie Bolster, coil spring
- Motor diesel Lok GE7FDL8, BP TBD 234
- Kontrol listrik DC-DC kontrol resistor
- Pengereman Rem udara tekan
Parameter KRDE
- Formasi ETC+MC+ETC+MC+MC+ETC+MC+ETC
- Daya motor diesel 4 x550 kW
- Berat rangkaian 360 ton
- Kapasitas 470 penumpang
- Panjang 160 m
- Berat/pnp 0.77 ton/orang
- Tekanan gandar 11,5 ton (ETC)
- Daya perTM 115 kW
- Percepatan (0°%) 0.37 m/det2
- Kecepatan (0°%) 160 km/jam (maks)
- Kecepatan (17°%) 70 km/jam
- Badan Lok+KeretaBaja Stainless
- Bogie Bolsterless, air spring
- Motor diesel QSK 19, Euro II
- Kontrol listrik AC-AC IGBT VVVF inverter
- Pengereman Rem dinamik (35%), udara tekan
Catatan : Dicuplik dari makalah seminar di ITB tanggal 6 Desember 2003 berjudul "Peranan Industri Dalam Pengembangan Teknologi Perkeretaapian Nasional: Tinjauan Penerapan Sistem Propulsi Diesel-Elektrik untuk Lokomotif dan Kereta Rel" oleh Roos Diatmoko
Sumber : http://kkppi.go.id/mediainfrastruktur/ed...al.7-8.doc
Ada yang mo share tentang ini?
![[Image: spammingsj0.gif]](http://i1211.photobucket.com/albums/cc423/gegenugroho/spammingsj0.gif)





![[Image: 5147433576_a332603046.jpg]](http://farm5.staticflickr.com/4049/5147433576_a332603046.jpg)
