Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA Barang Kurangi Beban Jalan
#1
Dapat dari salah satu koran bandung....

BANDUNG, TRIBUN - Optimalisasi penggunaan kereta api (KA) barang merupakan salah satu solusi mengurangi kasus kelebihan tonase di jalan raya yang selama ini mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.

"Pemerintah tak perlu mengeluarkan anggaran yang besar setiap tahun hanya untuk memperbaiki jalan raya yang rusak akibat akibat banyaknya angkutan yang kelebihan tonase," kata Koordinator International Transwokers Federation (ITF) untuk Indonesia, Hanafi Rustandi di sela-sela Pelatihan Pengurus SPKA di Bandung, Rabu (27/5).

Berdasarkan UU Lalu Lintas, tonase angkutan barang yang bisa melintas di jalan raya tidak boleh lebih dari 35 ton. Seharusnya angkutan barang dengan kapasitas dan tonase di atas 35 ton diangkut dengan menggunakan KA.

Namun kenyataan yang ada saat ini, kata dia, pelanggaran tonase di jalan raya masih terjadi. Bahkan para pelaku pelanggaran lebih memilih membayar denda. "Padahal kereta api mempunyai prasarana yang memadai untuk angkutan barang. Sejak dulu KA punya sejarah sebagai angkutan barang, kok belakangan ditinggalkan. Jelas itu harus menjadi perhatian semua pihak," katanya.

Kehadiran terminal angkutan barang atau peti kemas di beberapa kota sangat mendukung, namun pemanfaatannya kurang optimal. Angkutan barang saat ini lebih banyak menggunakan truk trailer yang potensial terjadi kelebihan tonase.

"Saya lihat di Terminal Peti Kemas Gedebage, yang sibuk truk trailer. Tapi ada harapan dengan dibukanya Stasiun Tanjung Priok bisa mendongkrak angkutan barang itu," katanya.

Koordinator ITF itu mengatakan, Indonesia dapat meniru negara lain yang sektor transportasinya maju karena fokus kepada pengembangan perkeretaapian, termasuk mengoptimalkan angkutan barang dengan KA.

Pendapat sama diungkapkan oleh Sekjen Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) Huzani yang menyebutkan PTKA memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk angkuan barang. "Banyak sarana angkutan barang yang tidak beroperasi maksimal. Padahal kami memiliki prasarana untuk angkutan barang dan sangat siap," kata Huzani.

Menurut Huzani, salah satu tidap optimalnya fasilitas itu tidak terlepas dari inkonsistensi pemerintah dalam menerapkan aturan lalu lintas.

Bila aturan diberlakukan secara konsisten yakni melarang angkutan barang dengan tonase di atas 35 ton melintas di jalan raya, maka angkutan melebihi tonase itu harus mempergunakan kereta api. "Aturannya sudah ada, tapi kenapa tidak diberlakukan secara konsisten. Ini harus menjadi bahan evaluasi," kata Huzani.

Sementara itu pelatihan kader dan pengurus Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) yang digelar di Kantor Pusat PTKA di Bandung diikuti oleh 20 orang kader SPKA dari seluruh daerah operasi (Daop) mulai Jember Jatim hingga ujung Sumatera. (KCM)
Reply
#2
mari beralih ke kereta api Ngeledek !
Jangan tanya apa yang kereta api bisa , tapi renungkan apa yang pernah kamu lakukan terhadap kereta api ..
Reply
#3
Yah, kerusakan infrastruktur jalan kan sumber pendapatan gelap dari proyek... Gimana sih... Nggak akan ada cerita kereta api bisa memindahkan angkutan barang dari jalan raya, selama mulut dan perut setan masih menganga menunggu curahan rejeki dari proyek perbaikan jalan.

Soni
Reply
#4
(29-05-2009, 11:50 AM)spoorsoni Wrote: Yah, kerusakan infrastruktur jalan kan sumber pendapatan gelap dari proyek... Gimana sih... Nggak akan ada cerita kereta api bisa memindahkan angkutan barang dari jalan raya, selama mulut dan perut setan masih menganga menunggu curahan rejeki dari proyek perbaikan jalan.

Soni

setuju pisan om soni, berarti bakal nambah nieh orang2 yang perutnya mangkin buncit....Ngakak
Reply
#5
Seandainya semua angkutan barang menggunakan Kereta api, akan mengurangi biaya yang tak terduga dijalan (nb: Pungli) yang berdampak akan murahnya harga barang. Coba bayangkan: contoh harga kelapa, mungkin dari petani hanya Rp 500,- bahkan kurang, tapi sampe ke pasar di kota bisa sampe Rp 3000,-. Coba kalo menggunakan Kereta Api mungkin gak sampe segitu karena cuman ada biaya angkut dan bongkar muat doang cmiiw.
[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#6
klo g salah waktu orba pemerintah klo g salah menhubnya Azwar Anas mengeluarkan kbijakan spt itu untuk angkutan barang mesti lewat KA, makanya kereta barang bnyk bgt KA kontainer JAKG-BD panjang2 seneng lihatnya, skr malah sebaliknya, emang sih urusan pungli udah mendarah daging diIndonesia. pemerintah bisa saja mengeluarkan kebijakan itu tp oknum yg dibawah pasti protes dan mengumpulkan orang untuk demo dengan alasan kemanusian.
TRAVEL WARNING TRAIN DANGEROUSLY exotic VEHICLE
[Image: 2euifjl.jpg]
Reply
#7
wah.....makin banyak aja penyalahgunaan kereta indonesia...hiks
[Image: 546046_3440888714572_1641201295_2738836_...0999_n.jpg]
..:::: We Are Familly ::::..

Reply
#8
(29-05-2009, 01:20 PM)denzuko Wrote: pemerintah bisa saja mengeluarkan kebijakan itu tp oknum yg dibawah pasti protes dan mengumpulkan orang untuk demo dengan alasan kemanusian.

Hehehe... iya ya kang deden! Papandayan Express ajah di demo.
[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#9
apalgi ada KA khusus Barang buat pindahan rumah, mantep kyknya
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#10
setuju banget kalo KA digunakan untuk ngangkut barang. paling gak selain bisa mengurangi kerusakan jalan, di jalan AKAP juga gak banyak truk yang seliweran.mendingan truk itu digunain untuk bawa barang dari stasiun ke gudang, en sebaliknya.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)