Halo RF komuter Jabotabek...
Sepertinya kualitas sarana untuk KRL Jabotabek semakin parah saja, bahkan 10 KRL dinyatakan tidak laik dinas...
Ini berita terbaru dari www.mediaindonesia.com:
Bagaimana tanggapan warga
khususnya yang tinggal di Daops 1? Jika ada info atau reportase soal kondisi KRL silakan berbagi disini...
_______________________
STOP VANDALISME KERETA API SEKARANG JUGA
Sepertinya kualitas sarana untuk KRL Jabotabek semakin parah saja, bahkan 10 KRL dinyatakan tidak laik dinas...
Ini berita terbaru dari www.mediaindonesia.com:
"Speedometer tidak jalan. Meski kami sudah mengajukan permintaan suku cadang secara periodik, tetap saja lambat. Makanya kami terpaksa memindahmindahkan suku cadang antarkereta."
ujar Kepala Depo Depok saat didatangi rombongan Dirjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan (Dephub) Tundjung Inderawan.
Tundjung melakukan inspeksi mendadak ke Depo Depok, kemarin subuh. Depo tersebut menampung empat kereta ekspres AC dan enam kereta ekonomi.
Sidak tersebut terkait dengan KRL ekonomi menyeruduk kereta ekspres jelang Stasiun Manggarai akhir pekan lalu.
Kecelakaan itu diduga karena rem blong.
Ketika Tundjung menanyakan pemeriksaan rutin kereta sebelum keberangkatan, Dody tidak bisa menjawab. Saat diminta menunjukkan data lembar pemeriksaan harian KRL, Dody juga mengaku tidak me ngetahui.
Dirjen sadar setiap set kereta tidak mendapatkan pengecekan manual harian. Saat ditanya kondisi mekanis KRL, Dody malah mengeluh tentang lambatnya pengadaan suku cadang.
“Meski kami sudah mengajukan permintaan suku cadang secara periodik, tetap saja lambat.
Makanya kami terpaksa memindah-mindahkan suku cadang antarkereta. Dan, kalau disesuaikan dengan regulasi, sebenarnya sekitar 90% kereta api di Depo Depok ini tak laik operasi,†ungkapnya.
Pukul 05.30 itu KRL 300 Bojong Ekspres siap keluar dari dipo. Tundjung lalu melakukan pemeriksaan dan mengetahui kalau KRL tersebut tidak menjalani pengecekan prosedural.
“Kalau enggak ada pengecekan berarti kereta seperti kucing dalam karung. Berangkat tanpa adanya safety,†ucapnya.
ujar Kepala Depo Depok saat didatangi rombongan Dirjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan (Dephub) Tundjung Inderawan.
Tundjung melakukan inspeksi mendadak ke Depo Depok, kemarin subuh. Depo tersebut menampung empat kereta ekspres AC dan enam kereta ekonomi.
Sidak tersebut terkait dengan KRL ekonomi menyeruduk kereta ekspres jelang Stasiun Manggarai akhir pekan lalu.
Kecelakaan itu diduga karena rem blong.
Ketika Tundjung menanyakan pemeriksaan rutin kereta sebelum keberangkatan, Dody tidak bisa menjawab. Saat diminta menunjukkan data lembar pemeriksaan harian KRL, Dody juga mengaku tidak me ngetahui.
Dirjen sadar setiap set kereta tidak mendapatkan pengecekan manual harian. Saat ditanya kondisi mekanis KRL, Dody malah mengeluh tentang lambatnya pengadaan suku cadang.
“Meski kami sudah mengajukan permintaan suku cadang secara periodik, tetap saja lambat.
Makanya kami terpaksa memindah-mindahkan suku cadang antarkereta. Dan, kalau disesuaikan dengan regulasi, sebenarnya sekitar 90% kereta api di Depo Depok ini tak laik operasi,†ungkapnya.
Pukul 05.30 itu KRL 300 Bojong Ekspres siap keluar dari dipo. Tundjung lalu melakukan pemeriksaan dan mengetahui kalau KRL tersebut tidak menjalani pengecekan prosedural.
“Kalau enggak ada pengecekan berarti kereta seperti kucing dalam karung. Berangkat tanpa adanya safety,†ucapnya.
Kepala Ruas Los Depo Depok Subagiyo berterus terang tidak pernah ada pengecekan fisik secara manual sesuai standar dan butir-butir yang tertera pada lembar pemeriksaan. “Dari EPALA Depo Depok Dody Heryadi kaget bukan kepalang ketika tiba-tiba dulu memang sudah begini,†katanya singkat.
Untuk mengecek daya cengkeram rem, jelas Subagiyo, hal yang biasa dilakukan masinis yaitu memajumundurkan kereta dalam jarak 1 hingga 2 meter lalu mengeremnya secara mendadak.
Padahal, secara prosedural seharusnya pengetesan rem dilakukan melalui pemeriksaan visual dan pemeriksaan fungsi kerja. Itu pun belum selesai.
KRL secara menyeluruh harus mengikuti prosedur pemeriksaan kondisi visual sesuai lembar pemeriksaan harian.
Pemeriksaan KRL terdiri da ri 10 macam. Meliputi pantograf, perangkat bogi (2 item), unit pengereman (2 item), unit tenaga (6 item), kompresor (5 item), MG (2 item), kunci dan tutup boks (5 item), antargerbong (5 item), eksterior (3 item), serta interior (3 item).
Setelah itu pengecekan fungsi kerja sebanyak 12 prosedur pada perangkat KRL yang memiliki fungsi gerak mekanis serta komponen kelistrikan.
Pengecekan pada fungsi ini tidak boleh dilakukan dengan cara mencoba-coba.
Fakta lain menyebutkan kondisi sarana KRL sering tidak lengkap. Spedometer tidak jalan dan tekanan rem yang tak jelas sudah menjadi hal lazim.
Tundjung berkesimpulan kondisi di Depo Depok sangat mungkin terjadi juga di Depo Bukit Duri, Manggarai, Bogor, dan Bekasi. “Setelah dipetakan, nanti kami sinkronisasi dalam regulasi mulai dari peraturan pemerintah tentang lalu lintas dan angkutan kereta api sampai diteruskan ke sejumlah kepmen maupun instruksi dirjen,†katanya. (KG/J-1)
Untuk mengecek daya cengkeram rem, jelas Subagiyo, hal yang biasa dilakukan masinis yaitu memajumundurkan kereta dalam jarak 1 hingga 2 meter lalu mengeremnya secara mendadak.
Padahal, secara prosedural seharusnya pengetesan rem dilakukan melalui pemeriksaan visual dan pemeriksaan fungsi kerja. Itu pun belum selesai.
KRL secara menyeluruh harus mengikuti prosedur pemeriksaan kondisi visual sesuai lembar pemeriksaan harian.
Pemeriksaan KRL terdiri da ri 10 macam. Meliputi pantograf, perangkat bogi (2 item), unit pengereman (2 item), unit tenaga (6 item), kompresor (5 item), MG (2 item), kunci dan tutup boks (5 item), antargerbong (5 item), eksterior (3 item), serta interior (3 item).
Setelah itu pengecekan fungsi kerja sebanyak 12 prosedur pada perangkat KRL yang memiliki fungsi gerak mekanis serta komponen kelistrikan.
Pengecekan pada fungsi ini tidak boleh dilakukan dengan cara mencoba-coba.
Fakta lain menyebutkan kondisi sarana KRL sering tidak lengkap. Spedometer tidak jalan dan tekanan rem yang tak jelas sudah menjadi hal lazim.
Tundjung berkesimpulan kondisi di Depo Depok sangat mungkin terjadi juga di Depo Bukit Duri, Manggarai, Bogor, dan Bekasi. “Setelah dipetakan, nanti kami sinkronisasi dalam regulasi mulai dari peraturan pemerintah tentang lalu lintas dan angkutan kereta api sampai diteruskan ke sejumlah kepmen maupun instruksi dirjen,†katanya. (KG/J-1)
Bagaimana tanggapan warga
khususnya yang tinggal di Daops 1? Jika ada info atau reportase soal kondisi KRL silakan berbagi disini..._______________________
STOP VANDALISME KERETA API SEKARANG JUGA


![[Image: 2r56iya.jpg]](http://i56.tinypic.com/2r56iya.jpg)

![[Image: NQma0.jpg]](http://i.imgur.com/NQma0.jpg)





