Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kualitas Sarana KRL Jabotabek Memburuk
#1
Halo RF komuter Jabotabek...
Sepertinya kualitas sarana untuk KRL Jabotabek semakin parah saja, bahkan 10 KRL dinyatakan tidak laik dinas...
Ini berita terbaru dari www.mediaindonesia.com:

"Speedometer tidak jalan. Meski kami sudah mengajukan permintaan suku cadang secara periodik, tetap saja lambat. Makanya kami terpaksa memindahmindahkan suku cadang antarkereta."
ujar Kepala Depo Depok saat didatangi rombongan Dirjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan (Dephub) Tundjung Inderawan.

Tundjung melakukan inspeksi mendadak ke Depo Depok, kemarin subuh. Depo tersebut menampung empat kereta ekspres AC dan enam kereta ekonomi.

Sidak tersebut terkait dengan KRL ekonomi menyeruduk kereta ekspres jelang Stasiun Manggarai akhir pekan lalu.

Kecelakaan itu diduga karena rem blong.

Ketika Tundjung menanyakan pemeriksaan rutin kereta sebelum keberangkatan, Dody tidak bisa menjawab. Saat diminta menunjukkan data lembar pemeriksaan harian KRL, Dody juga mengaku tidak me ngetahui.

Dirjen sadar setiap set kereta tidak mendapatkan pengecekan manual harian. Saat ditanya kondisi mekanis KRL, Dody malah mengeluh tentang lambatnya pengadaan suku cadang.

“Meski kami sudah mengajukan permintaan suku cadang secara periodik, tetap saja lambat.

Makanya kami terpaksa memindah-mindahkan suku cadang antarkereta. Dan, kalau disesuaikan dengan regulasi, sebenarnya sekitar 90% kereta api di Depo Depok ini tak laik operasi,” ungkapnya.

Pukul 05.30 itu KRL 300 Bojong Ekspres siap keluar dari dipo. Tundjung lalu melakukan pemeriksaan dan mengetahui kalau KRL tersebut tidak menjalani pengecekan prosedural.

“Kalau enggak ada pengecekan berarti kereta seperti kucing dalam karung. Berangkat tanpa adanya safety,” ucapnya.
Kepala Ruas Los Depo Depok Subagiyo berterus terang tidak pernah ada pengecekan fisik secara manual sesuai standar dan butir-butir yang tertera pada lembar pemeriksaan. “Dari EPALA Depo Depok Dody Heryadi kaget bukan kepalang ketika tiba-tiba dulu memang sudah begini,” katanya singkat.

Untuk mengecek daya cengkeram rem, jelas Subagiyo, hal yang biasa dilakukan masinis yaitu memajumundurkan kereta dalam jarak 1 hingga 2 meter lalu mengeremnya secara mendadak.

Padahal, secara prosedural seharusnya pengetesan rem dilakukan melalui pemeriksaan visual dan pemeriksaan fungsi kerja. Itu pun belum selesai.

KRL secara menyeluruh harus mengikuti prosedur pemeriksaan kondisi visual sesuai lembar pemeriksaan harian.

Pemeriksaan KRL terdiri da ri 10 macam. Meliputi pantograf, perangkat bogi (2 item), unit pengereman (2 item), unit tenaga (6 item), kompresor (5 item), MG (2 item), kunci dan tutup boks (5 item), antargerbong (5 item), eksterior (3 item), serta interior (3 item).

Setelah itu pengecekan fungsi kerja sebanyak 12 prosedur pada perangkat KRL yang memiliki fungsi gerak mekanis serta komponen kelistrikan.

Pengecekan pada fungsi ini tidak boleh dilakukan dengan cara mencoba-coba.

Fakta lain menyebutkan kondisi sarana KRL sering tidak lengkap. Spedometer tidak jalan dan tekanan rem yang tak jelas sudah menjadi hal lazim.

Tundjung berkesimpulan kondisi di Depo Depok sangat mungkin terjadi juga di Depo Bukit Duri, Manggarai, Bogor, dan Bekasi. “Setelah dipetakan, nanti kami sinkronisasi dalam regulasi mulai dari peraturan pemerintah tentang lalu lintas dan angkutan kereta api sampai diteruskan ke sejumlah kepmen maupun instruksi dirjen,” katanya. (KG/J-1)


Bagaimana tanggapan warga Semboyan 35 khususnya yang tinggal di Daops 1? Jika ada info atau reportase soal kondisi KRL silakan berbagi disini...

_______________________
STOP VANDALISME KERETA API SEKARANG JUGA
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
[Image: 2r56iya.jpg]
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#2
Saya Divisi Jabotabek...

Kesimpulan: Seluruh Depo harus diinspeksi... mungkin saja semua KRL di Jakarta bermasalah... dan ini tidak main-main, satu juta lebih nyawa penumpang komuter jadi taruhannya...
[Image: NQma0.jpg]
Reply
#3
Saya merasa, semakin hari.. KRL menjadi lebih sering telatnya.

Reply
#4
bukan nya sering..
tp dah jd kebiasaan...Ngambek
Reply
#5
(12-06-2009, 05:23 PM)hedwigus Wrote: Saya merasa, semakin hari.. KRL menjadi lebih sering telatnya.

udah berubah pak jadi "Wajib" Big Grin
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#6
trus seseknye di kreta ekonomi menjadikannya orang tak mau naek kreta api SedihSedihSedihSedihSedih
Reply
#7
(27-06-2009, 08:41 PM)ahmad imam Wrote: trus seseknye di kreta ekonomi menjadikannya orang tak mau naek kreta api SedihSedihSedihSedihSedih

Naek KRL di Indonesia jam-jam sibuknya nggak sepenuh KRL di Jepang, gan Ngakak

(harus diakui di Jepang memang lebih nyaman sih)
[Image: NQma0.jpg]
Reply
#8
dapet info,katanya seri 6000 yang SO cuma 3 persen...lah..97 persen sisanya...?dipaksain jalan dong...?
~Because Your Smilling Is Our Happiness~
My Railway Photos
My Video Collection
Reply
#9
(27-06-2009, 09:01 PM)Shin Muhammad Wrote: Naek KRL di Indonesia jam-jam sibuknya nggak sepenuh KRL di Jepang, gan Ngakak

(harus diakui di Jepang memang lebih nyaman sih)

kenapa ya? apa di japan sana rangkaiannya banyak dan headwaynya gak lama kayak disini? Bingung

disini yang bikin orang rebutan dan sesak2 kan karena nunggu odong2nya lamaaaaaaaaaaaaaaa banget, sampe tua di peron. begitu dateng penuhnya kayak ikan pindang.

maklum, banyakan rahayat jelata yang cuma kuat bayar 1500 doang... Xie Xie
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#10
disana kalo lagi jam sibuk headwaynya bisa hanya 5 menit,terus gerbong bisa sampe 10...
~Because Your Smilling Is Our Happiness~
My Railway Photos
My Video Collection
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)