Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PLH Limau Manis
#1
Temen2 railfan, saya mo nanya nih ada gak yg tau tentang kejadian PLH Limau Manis yaitu tabrakan antara BB204 yg lagi membawa KA Batubara ke Indarung dg BB303 yg bawa KA Semen ke BukitPutus, dan yg punya poto2nya??? pleaseXie XieXie XieXie Xie
Reply
#2
Ini bung maulana:

Pada hari Senin, 10 Juni 2002, jam ± 11:45 WIB telah terjadi Peristiwa luar biasa hebat (PLH) antara rangkaian langsiran lokomotif BB.306.15 yang membawa 7 rangkaian gerbong semen (KKW) (yang larat) dengan rangkaian KA batu bara nomor KA-2807 lokomotif BB.204.10 yang membawa 8 gerbong batubara (KKBW) dan lokomotif pendorong BB.306.14. Tabrakan terjadi di perlintasan Koto Luar di kilometer 11+450 petak jalan Pauhlima – Indarung.

Urutan Kejadian:

Pada jam ±08:00 Rangkaian gerbong semen KA-I masuk emplasemen Indarung di sepur VII, untuk mengisi 17 gerbong semen (KKW) yang kosong. Pada saat pengisian sedang berlangsung PT Semen Padang minta agar rangkaian ditambahkan menjadi 20 gerbong semen KKW. Rangkaian 20 gerbong semen dari KA-I direncanakan digerakkan dengan menggunakan 2 (dua) lokomotif menarik depan, dan 1 (satu) lokomotif mendorong di
belakang.PPKA stasiun Indarung merencanakan untuk menambah dari belakang (dari arah Stasiun Pauhlima) rangkaian KA-I dengan tiga gerbong semen (KKW) yang diambil dari rangkaian tujuh gerbong semen di sepur I, yang berstatus dalam perawatan, namun dilaporkan sudah berada dalam status Siap Operasi (SO). Untuk menyeragamkan posisi sistem pembongkaran semen masing-masing gerbong, dari sebelah kiri atau dari sebelah kanan arah jalan kereta api (arah “gunung” atau “laut”), diperlukan kegiatan pelangsiran ke-7 gerbong semen (KKW) sebelum digandeng dengan rangkaian KA-I. Arah “gunung” – “laut” adalah arah pembongkaran semen di pelabuhan
Teluk Bayur. Pada saat kegiatan langsiran akan dimulai, pengisian semen rangkaian KA-I belum selesai. PPKA memberitahukan masinis KA-I melalui komunikasi radio (HT) bahwa akan ada penambahan gerbong semen (KKW), dan menginstruksikan untuk melepaskan lokomotif dari rangkaian untuk dipergunakan sebagai penggerak langsiran setelah lampu pengisian merah (indikator yang menandakan bahwa pengisian telah dihentikan/ shutdown).

Sementara proses pelangsiran berlangsung, pada jam ±11:33 PPKA stasiun Pauhlima minta rute aman untuk KA-2807. Konfirmasi minta aman diteruskan PPKA stasiun Indarung kepada PPKA stasiun Pauhlima tetapi tidak diinformasikan ke penjaga rumah sinyal A Stasiun Indarung.
Pada jam ±11:40 KA-2807 melintas langsung di stasiun Pauhlima dan pada saat itu dilaporkan warta aman petak jalan Pauhlima – Indarung dinyatakan aman untuk dilintasi juga tidak diinformasikan ke penjaga rumah sinyal A Stasiun Indarung. 7 (Tujuh) gerbong yang sudah dirangkai dengan susunan arah (“gunung”-“laut”), dimana 5 (lima) KKW arah “laut” akan dirangkaikan dengan rangkaian pengisian semen KA-I, ditarik
memasuki sepur VI (melalui wesel #18 dan #17). Penjaga Rumah Sinyal mengarahkan langsiran ke jalur utama (sepur raya), karena rangkaian langsir yang terdiri atas satu lokomotif dan tujuh gerbong terlalu panjang untuk ditempatkan di sepur luncur. Saat rangkaian terakhir sampai di wesel #3, juru langsir yang berada di rangkaian terakhir memberikan aba-aba dengan tangan dan peluit langsir kepada masinis untuk berhenti. Rangkaian langsir ini gagal dihentikan dari kabin lokomotif dan gerbong terakhir setelah melewati wesel #3, dan bergerak terus (larat) di jalur utama ke arah stasiun Pauhlima.

Pada jam ± 11:44 PPKA stasiun Indarung mengirim berita peristiwa larat ke Kepala Stasiun Indarung dan berusaha menghubungi masinis melalui komunikasi radio HT untuk menghentikan rangkaian langsiran, namun masinis mengatakan bahwa rangkaian tidak dapat diberhentikan. PPKA stasiun Indarung juga menghubungi PPKA stasiun Pauhlima, yang kemudian menghubungi penjaga lintasan di simpang Koto Luar untuk mengusahakan memberhentikan rangkaian KA-2807. Upaya memberhentikan rangkaian kereta KA-2807 gagal, karena pada saat kejadian tidak ada perangkat komunikasi radio di rangkaian KA- 2807, dan perangkat komunikasi radio penjaga lintasan tidak berfungsi dengan baik.

Tabrakan terjadi pada jam ± 11:45 mengakibatkan masinis lokomotif langsir meninggal dunia. Kedua lokomotif BB.306.15 dan BB.204.10, berikut 5 gerbong semen (KKW) dan 5 gerbong batu bara (KKBW), mengalami kerusakan berat.

Korban ---
Uraian Awak Kereta Penumpang Lain-lain TOTAL
Meninggal 1 -- -- 1
Luka Berat -- -- -- --
Luka Ringan 1 -- -- 1
TOTAL 2 -- -- 2

Kerusakan Kereta Api ---
Sebagai akibat tumburan, 2 (dua) lokomotif, 4 (empat) KKW, dan 3 (tiga) KKBW mengalami kerusakan berat. Kerugian finansial ditaksir sebesar kurang-lebih Rp.30milyar.

Rangkaian Langsiran ---
No Jenis Kereta Tingkat Kerusakan
1 Lok BB 306-15 Hancur dengan mesin tercabut dari lantai
2 KKW494 Terlepas dari bogie, dan tangki semen robek
3 KKW 501 Terlepas dari bogie, dan tangki semen robek
4 KKW 443 Terlepas dari bogie, dan tangki semen robek
5 KKW 490 Terbalik dan terpisah dari bogie
6 KKW 457 Keluar dari rel
7 KKW 353 Tidak mengalami kerusakan dan tidak keluar rel
8 KKW419 Tidak mengalami kerusakan dan tidak keluar rel

Rangkaian Kereta Api 2807 ---
No Jenis Kereta Tingkat Kerusakan
1 Lok BB 204-10 Hancur, melesak di atas BB 306-15 dan kabin terlepas
2 Lok BB 306-14 Tidak Mengalami kerusakan dan tidak keluar rel
3 KKBW 635 Rusak berat terlepas dari boggie dan keluar rel
4 KKBW 651 Rusak berat terlepas dari boggie dan keluar rel
5 KKBW 522 Rusak berat terlepas dari boggie dan keluar rel
6 KKBW 455 Tidak Mengalami kerusakan dan tidak keluar rel
7 KKBW 472 Tidak Mengalami kerusakan dan tidak keluar rel
8 KKBW 409 Tidak Mengalami kerusakan dan tidak keluar rel
9 KKBW 429 Tidak Mengalami kerusakan dan tidak keluar rel
10 KKBW 502 Tidak Mengalami kerusakan dan tidak keluar rel

Kerusakan Rel ---
Dua rel sepanjang 50m dan bantalannya lepas dari dudukannya dan mengalami deformasi (melengkung).

Informasi PPKA Stasiun Pauhlima ---
11:30 PPKA stasiun Pauhlima mengirim warta aman petak Pauhlima – Kampung Juar. Diterima PPKA stasiun
11:32 KA 2807 diberangkatkan dari Stasiun Kampung Juar
11:33 PPKA stasiun Pauhlima menerima warta aman untuk petak Pauhlima – Indarung dari PPKA stasiun Indarung
11:40 Rangkaian KA2807 melewati langsung stasiun Patuh Lima
11:44 PPKA stasiun Pauhlima menerima informasi tentang langsiran yang larat di stasiun Indarung Dan meneruskan informasi tersebut ke Penjaga Pelintasan Koto Luar, agar mengusahakan menahan rangkaian KA2807 untuk ditarik kembali ke stasiun Pauhlima
11.45 Tabrakan antara KA2807 dengan langsiran yang larat di stasiun Indarung.

Informasi PPKA Stasiun Indarung ---
Pada jam ± 11:00 Pengawas Perjalanan Kereta Api (PPKA) yang berada di stasiun Indarung membentuk rute langsir untuk menambah jumlah gerbong semen (KKW) pada KA.I yang sedang melakukan pengisian di sepur VII.
Tidak ditemukan dokumen mengenai pembentukan rute masuk untuk KA.2807 dari arah Pauhlima, setelah PPKA Indarung menyatakan kondisi petak jalan Indarung – Pauhlima dinyatakan aman.

Informasi Petugas Urusan Kereta (PUK) ---
Umur : 44 tahun
Masuk perusahaan : Tahun 1984
Pendidikan Terakhir : SD
Surat Tanda Kecakapan Personil : -
Pangkat : Ptd.-II/a
Jabatan : Pelaksana

Keterangan mengenai pergerakan langsir di stasiun Indarung :
- Pada tanggal 10 Juni 2002 sekitar jam 11.00 siang PPKA memanggil saya untuk menanyakan kondisi 7 (tujuh) KKW yang berada di sepur 1, dan saya menjawab kondisinya siap operasi (SO) semuanya.
- Beberapa saat kemudian lok langsir datang di sepur 1 dan langsung digandeng dengan tujuh rangkaian KKW oleh juru langsir.
- Setelah tujuh rangkaian KKW selesai digandeng saya langsung memeriksa selang-selang airbrake dan kontrol velek satu-persatu. Setelah sampai di gerbong yang paling belakang saya memberi aba-aba kepada masinis dengan menyilangkan kedua belah tangan untuk percobaan rem statis, kemudian saya goyang rem bloknya dan rem mengikat keras.
- Saya memberi aba-aba lagi kepada masinis dengan menguak
kedua belah tangan yang artinya melepas rem dan hasilnya baik dan aman.
- Setelah selesai melakukan pengecekan mengenai kondisi dari
gerbong-gerbong tersebut, rangkaian diserah terimakan kepada juru langsir. Dan saya kembali ke stasiun.

Informasi Penjaga Rumah Sinyal A ---
Umur : 32 tahun
Masuk perusahaan : 1 Juni 1996
Pendidikan Terakhir : SLTP
Surat Tanda Kecakapan Personil : -
Pangkat : Jr.-I/c
Jabatan : JRS
Lama berdinas di Rumah Sinyal ± 2 bulan dan belum memiliki Tanda Kepandaian/ Surat Tanda Kecakapan Personil.

Keterangan mengenai pergerakan langsir di stasiun Indarung :
Perintah melangsirkan 7 KKW lewat dari sepur 6 datang dari PPKA
1. Dari sepur 6 ke sepur 7
2. Dari sepur 7 ke sepur 8
3. Dari sepur 8 ke sepur 6
4. Dari sepur 6 ketujuh rangkaian KKW ditarik ke arah sepur raya untuk dapat masuk ke sepur 7 melalui wesel #3.
- 3 KKW dari 7 KKW rencananya akan ditinggalkan di sepur 7 untuk mencukupi rangkaian yang ada disana menjadi 20 KKW.
- Dari sepur 7 sisa gerbong sebanyak 4 KKW akan ditinggalkan di sepur 8 dan Lokomotif yang dipakai untuk langsir kembali ke sepur V.
- Informasi dari PPKA mengenai KA yang meninggalkan stasiun Pauhlima belum diterima.
- Menurut perkiraan saya (petugas rumah sinyal) KA bergerak melewati wesel #2 karena sepur luncur tidak muat dan rangkaian diarahkan ke sepur raya
- Karena rangkaian panjang maka saya langsung menggerakan wesel ke arah sepur raya karena KA yang berangkat menuju ke stasiun Indarung belum ada dan warta minta aman dari PPKA belum ada.

Informasi Juru Langsir ---
Umur : 28 tahun
Masuk perusahaan : 1 Maret 1997
Pendidikan Terakhir : SLTA
Surat Tanda Kecakapan Personil : -
Pangkat : Ptd.I-Iib
Jabatan : JRR
Tanda Kepandaian : -
Baru 3 bulan berdinas sebagai Juru Langsir dan belum memiliki Tanda Kepandaian/ Surat Tanda Kecakapan Personil

Keterangan mengenai pergerakan langsir di stasiun Indarung :
- Menerima perintah tentang langsiran secara lisan dari PPKA Indarung untuk melangsirkan 7 KKW (gerbong semen) baik dalam keadaan isi maupun kosong yang habis diperbaiki oleh PUK/mekanik yang berada di sepur I agar dipindahkan ke sepur VII dan VIII , kemudian saya berkoordinasi langsung dengan masinis
mengenai rencana langsiran tersebut.
- Komunikasi mengenai langsiran dilakukan dengan Radio (HT) antara masinis dengan PPKA.
- Dari sepur I dilangsirkan ke sepur IV dan V untuk diseragamkan susunan arah gunung dan arah laut dengan proses langsiran sebagai berikut:
1. Dari sepur I dari sebanyak 7 KKW dilangsirkan ke sepur IV, ditinggalkan 1 kkw di sepur IV.
2. Dari sepur IV dari sebanyak 6 KKW dilangsirkan ke sepur V, ditinggalkan 2 KKW di sepur V.
3. Dari sepur V dari sebanyak 4 KKW dilangsirkan ke sepur IV, ditinggalkan 1 KKW di sepur IV.
4. Dari sepur IV dari sebanyak 3 KKW dilangsirkan ke sepur V, ditinggalkan 3 KKW di sepur V.
- Setelah itu Lok mengambil kembali rangkaian di sepur IV untuk merangkai kembali ke 7 KKW tersebut lengkap dengan memakai alat pengaman, ganco, rantai dan slang semua terpasang sempurna.
- Setelah rangkaian tersusun langsiran diarahkan memasuki sepur 6 melalui wesel #18, kemudian langsiran terus berjalan di sepur 6 sampai melewati wesel #2.
- Pada saat langsiran berada di wesel 2 saya memberi aba-aba kepada petugas rumah sinyal dengan menggunakan aba-aba tangan agar mengarahkan wesel 3 ke sepur 7, setelah wesel #3 dibalik saya melepaskan angin untuk melakukan pengereman, namun angin yang keluar sedikit. Setelah itu saya memberikan aba-aba tangan kepada masinis untuk mundur dan kembali ke sepur 7.
- Ternyata berjalan terus (larat) hingga melewati jembatan dan pintu pelintasan sampai ke lokasi dimana kecelakaan terjadi.

Informasi Masinis Langsir ---
Umur : 40 tahun
Masuk Perusahaan : -
Pendidikan Terakhir : STMKA Mesin lulus tahun 1993
Pelatihan Terakhir : DF.3 Masinis tahun 1986
Surat Tanda Kecakapan Personil : T.63/62 TH. Juli 1985
T.62 adalah tanda kecakapan bagi masinis
T.63 adalah tanda kecakapan bagi juru api
Masa Berlaku : T.63/62 BB.303/306 Februari 1987
Surat Kesehatan :

Tanggal Terakhir Check-Up : Hasil check up bulan Mei tahun 2001 dengan kondisi kesehatan “baik”
WAKTU TUGAS
Pada Jurusan Ini : Tidak ada data
25 Hari Terakhir dengan 4 Hari Libur : Tidak ada data
14 Hari Terakhir : Tidak ada data
72 Jam Terakhir : Tidak ada data
24 Jam Terakhir : Tidak ada data
Perjalanan Ini : -
Kesaksian pada saat memasuki Stasiun Ketanggungan Barat : Tidak dapat dimintakan keterangan karena yang bersangkutan meninggal di tempat kejadian.

Keterangan Kereta Langsir ---
1. Data Teknis Lokomotif
Kondisi Lokomotif secara umum dilaporkan dalam kondisi baik oleh Dipo Lokomotif Padang
pada tanggal 3 Mei 2002.
No. Lok : BB.306-15
No. Seri : 32799
Tipe : Henschel
Manufacturer : Thyssen Henschel Kassel, West Germany
Mulai Dinas : 25 Januari 1985
PA Akhir : 25 November 1999
Semi PA : 25 April 2002
PA Berikutnya : -
Pemeriksaan 6-bulanan : 13 Mei 2002
Deadman Pedal : Baik
Radio Lokomotif : Tidak ada
Lampu Sorot : Baik
Automatic Brake : Baik
Independent Brake : Baik
Speedometer : Baik
Traksi Motor : -
Wiper : Baik
Throattle handle : Baik
Berjalan dengan menggunakan ujung panjang (Longhood)

Data Teknis Gerbong Semen (KKW) ---
Gerbong semen (KKW) memiliki kemampuan sebagai berikut:
Volumetric capacity (present) 30,0 cu.m
Volumetric capacity (future) 33,5 cu.m
Loading capacity (present) 30,0 ton
Loading capacity (future) 27,0 ton
Tare weight 17,5 ton
Gross weight on rail (present) 44,5 ton

Urutan KKW dari lok: KKW 494 - 501 - 443 - 490 - 457 - 553 (buatan Wakamatsu Jepang) - 419 (buatan Cositvara Rumania)

Sistem Komunikasi: HT, Telepon, Isyarat peluit & tangan

Cuaca saat kejadian: hujan gerimis

Data rekaman dan kecepatan: tidak ada

Evakuasi : Korban tewas seketika di tempat kejadian

Lampiran : Gambar urutan langsir
Tujuan dari pergerakan langsiran 7 KKW di emplasemen stasiun Indarung adalah untuk memenuhi permintaan PT. Semen Padang untuk membentuk rangkaian 20 KKW dengan arah wagon tertentu (arah laut). Arah “gunung” – “laut” adalah arah pembongkaran semen di pelabuhan Teluk Bayur. Urutan pelangsiran yang dilakukan adalah sebagai berikut:

Gambar 1
Kereta Api Langsir terbentuk di sepur 1, kondisi gerbong semen (KKW) semuanya dilaporkan secara lisan dalam kondisi Siap Operasi (SO) oleh Petugas Urusan Kereta (PUK)

kapanlagi

20090625091457_langsir1_4a42dda12cb16.JPG

Gambar 2
Kereta Api Langsir masuk ke sepur IV

kapanlagi

20090625091457_langsir2_4a42dda1367d1.JPG

Gambar 3
Kereta Api Langsir meninggalkan 1 KKW di sepur IV

kapanlagi

20090625091457_langsir3_4a42dda13dc85.JPG

Gambar 4
Kereta Api Langsir akan memasuki sepur V melalui wesel #15 dan #16

kapanlagi

20090625091457_langsir4_4a42dda142a12.JPG

Gambar 5
Kereta Api Langsir meninggalkan dua KKW di sepur V kemudian masuk ke sepur IV dengan melintasi wesel #16 dan #15

kapanlagi

20090625091457_langsir5_4a42dda147ad3.JPG

Gambar 6
Kereta Api Langsir kembali meninggalkan satu KKW di sepur IV

kapanlagi

20090625091457_langsir6_4a42dda14ed9d.JPG

Gambar 7
Kereta Api Langsir kembali meninggalkan tiga KKW di sepur V, kemudian Lokomotif penarik
meninggalkan sepur V dan masuk ke sepur IV

kapanlagi

20090625091457_langsir7_4a42dda153bb4.JPG

Gambar 8
Lokomotf penarik masuk ke sepur IV dan menarik dua KKW yang berada di sepur tersebut.

kapanlagi

20090625091457_langsir8_4a42dda1589f1.JPG

Gambar 9
Lokomotif dan 2 KKW menuju ke sepur V untuk merangkaikan lima KKW yang berada di sepur tersebut

kapanlagi

20090625091457_langsir9_4a42dda15d841.JPG

Gambar 10
Kereta Api Langsir terbentuk di sepur V dengan membawa tujuh KKW ( dengan dua KKW dengan posisi gunung dan lima KKW dengan posisi laut).

kapanlagi

20090625091457_langsir10_4a42dda16263c.JPG

Gambar 11
Kereta Api Langsir masuk ke sepur VI dengan melewati wesel # 18 dan # 17

kapanlagi

20090625091457_langsir10_4a42dda16263c.JPG

Gambar 12
Kereta Api Langsir akan melakukan langsir di sepur raya melalui wesel #2 dan #3 karena sepur luncur tidak dapat menampung rangkaian.

kapanlagi

20090625091457_langsir2_4a42dda1367d1.JPG

Gambar 13
Kereta Api Langsir melewati wesel #1 dan masuk ke sepur raya, Kereta Api Langsir gagal berhenti dan terus larat ke luar emplasemen masuk ke petak jalan Indarung – Pauh Lima.

kapanlagi

20090625091457_langsir13_4a42dda1710cc.JPG

Denah PLH:

kapanlagi

20090625091457_denahPLH_4a42dda175f9a.JPG

Gambar Rangkaian:

kapanlagi

20090625091457_rangkaian_4a42dda17d566.JPG

Sumber: Laporan KNKT

Pic kondisi lokasi PLH nya saia tidak punya uda maulana... mungkin ada RF lain yang punya??
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#3
Wah berati ini karena rem blong atau gmn mas charles? Tersenyuum
turut berduka jg untuk mass yg meninggal
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
#4
Ini ada dua kemungkinan: human error karena automatic brake dan independent brake dalam keadaan baik, tidak bermasalah dan kemungkinan besar sang mass langsir KKW salah menerjemahkan isyarat tangan/peluit yang diberikan PPKA sta. Indarung karena faktor hujan gerimis, atau rem independent yang mendadak blong saat mass langsir diperintah untuk bergerak ke sepur 7... karena dari pengakuan juru langsir tekanan angin yang keluar dari rem jumlahnya sedikit sekali...

Keterangan PUK:
"Setelah tujuh rangkaian KKW selesai digandeng saya langsung memeriksa selang-selang airbrake dan kontrol velg satu-persatu. Setelah sampai di gerbong yang paling belakang saya memberi aba-aba kepada masinis dengan menyilangkan kedua belah tangan untuk percobaan rem statis, kemudian saya goyang rem bloknya dan rem mengikat keras.
- Saya memberi aba-aba lagi kepada masinis dengan menguak kedua belah tangan yang artinya melepas rem dan hasilnya baik dan aman.
- Setelah selesai melakukan pengecekan mengenai kondisi dari gerbong-gerbong tersebut, rangkaian diserah terimakan kepada juru langsir. Dan saya kembali ke stasiun."
Perhatikan urutan gambar dan penjelasannya untuk bukti lebih jelas...
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#5
hm jd itu lokasi PLHnya berapa meter dari tempat wesel terakhir?
Soalnya emang bener kereta barang itu susah ngeremnya Big Grin
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
#6
kalo melihat pengakuan dari juru langsir, kemungkinan besar rem KA blong karea kompresor tidak kuat untuk mengeluarkan tekanan angin yang sesuai untuk pengereman......

cuma yang ingin saya tanyakan......apa di gerbong KKW tersebut tidak terdapat rem tangan......
seharusnya di setiap gerbong barang dilengkapi dengan rem tangan untuk mencegah terjadinya blong dari lokomotif.

[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply
#7
Thanks buat laporannya yang mangstab
Turut berduka cita bagi korban dan dunia perkeretapian
Reply
#8
Sebenernya, saya sempat liat juga ke lokasi kecelakaan. Parah bangettss deh!!! Sampai sekarang pun, saya masih ingat karena mungkin PLH tersebut yg terparah di Divre II Sumbar. Sayang waktu itu, saya masih kelas 2 SD jadi gak moto2. Hiks,hiks,hiks dan salah satu korban tersebut merupakan ''masinis teladan'' dan alm masinis tersebut rupanya orang jawa!! Makin sedih nihSedihSedihSedih
Reply
#9
@Illia:
Lokasi PLH ini berada di sekitar 3 km dari wesel terakhir sta. IDA (Indarung), tak ada kabar berita dari mass kedua KA.sebelum kecelakaan karena tak ada radio lok... komunikasi antar sta. hanya mengandalkan HT & telepon PSTN yang dimiliki PPKA...
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#10
Lokasi kejadian juga tepat diatas sebuah jembatan KA pendek.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)