Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Spoor Cabang Badug Tidak Mati Suri Kalau....
#1
Terpikir enggak sih sama teman - teman.... Kebanyakan spoor cabang yang badug hampir semuanya yang dibangun Belanda pada mati suri.... Tapi ada juga yang masih berjaya? Aku sendiri koq merasa aneh kenapa? Karena kebanyakan spoor cabang seperti lintas Purwokerto - Banjar Negara, Yogyakarta - Magelang, Jombang - Babat (lintas utara), Kalisat - Panarukan dan masih banyak lagi sudah pada mati suri.

Tapi sebut saja itu rel / spoor badug Maos -Cilacap dan Prupuk - Tegal tidak demikian? Iya, karena sebagian besar dari teman2 menjawab masih dilalui KA Purwojaya dan ketelan. Aku berpikir apakah kekuatan PERTAMINA sebagai perusahaan minyak negara sangat kuat yah? Coba bayangin kalau saja di Cilacap dan Tegal tiada kilang minyak, apakah rel cabang Maos - Cilacap dan Prupuk - Tegal bisa dipertahanin? Konon aku denger dari beberapa narasumber kalau Cirebon - Purwokerto sudah ganda akan ada KRD komuter. Apakah bisa kalau saja kedua rel cabang yang aku sebutin itu sudah tiada kilang minyak lagi?

1 lagi, spoor Purwosari - Wonogiri tetap ada, apakah karena Keraton Surakarta punya kekayaan yang berlimpah? Jadi, rel aja dan beberapa pusat perbelanjaan yang dilaluin rel ini dijadilkan haritage olehnya.

Ada yang bisa ngasih jawabannya?

Reply
#2
Semua jawabannya terutama karena faktor ekonomi kang. Sebagian faktor lain untuk mempertahankan keberadaan asset PT. KA. Hanya sedikit yang eksis karena faktor historis dan bertujuan preservasi. Seperti inikah yang akang maksud?

[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]
Reply
#3
Ini ngebahas spoor cabang apa spoor badug sih??
Koq judul'a dua2 jg puyeng

[Image: 21kkvba.jpg]
Reply
#4
(06-09-2009, 08:34 PM)Dana Komuter Wrote: Terpikir enggak sih sama teman - teman.... Kebanyakan spoor cabang yang badug hampir semuanya yang dibangun Belanda pada mati suri.... Tapi ada juga yang masih berjaya? Aku sendiri koq merasa aneh kenapa? Karena kebanyakan spoor cabang seperti lintas Purwokerto - Banjar Negara, Yogyakarta - Magelang, Jombang - Babat (lintas utara), Kalisat - Panarukan dan masih banyak lagi sudah pada mati suri.

Tapi sebut saja itu rel / spoor badug Maos -Cilacap dan Prupuk - Tegal tidak demikian? Iya, karena sebagian besar dari teman2 menjawab masih dilalui KA Purwojaya dan ketelan. Aku berpikir apakah kekuatan PERTAMINA sebagai perusahaan minyak negara sangat kuat yah? Coba bayangin kalau saja di Cilacap dan Tegal tiada kilang minyak, apakah rel cabang Maos - Cilacap dan Prupuk - Tegal bisa dipertahanin? Konon aku denger dari beberapa narasumber kalau Cirebon - Purwokerto sudah ganda akan ada KRD komuter. Apakah bisa kalau saja kedua rel cabang yang aku sebutin itu sudah tiada kilang minyak lagi?

1 lagi, spoor Purwosari - Wonogiri tetap ada, apakah karena Keraton Surakarta punya kekayaan yang berlimpah? Jadi, rel aja dan beberapa pusat perbelanjaan yang dilaluin rel ini dijadilkan haritage olehnya.

Ada yang bisa ngasih jawabannya?

Tidak juga...
Kalau untuk jalur feeder PWS-WNG, itu karena masyarakat Solo memang benar-benar menghargai aset yang berada di daerah mereka.
Untuk jalur PPK-TGL dan MAS-KYA-CLP, mungkin kalau masyarakat punya kesadaran bisa saja jalur tsb akan tetap eksis di masa depan.
Memang dari judulnya membingungkan, karena istilah "sepur cabang" dan "sepur badug" digabungkan.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)