04-11-2009, 04:45 PM
Teman - teman....
Dengan sedih hati nampaknya rangkaian KA Argo Bromo Anggrek mesti berubah nama deh... Seperti halnya Empu Jaya berubah menjadi Progo. Nampaknya penamaan gunung Bromo pada rangkaian KA ini gak memberi manfaat yang berarti, karena :
- Harga terlalu mahal, pelayanan khususnya kuliner sederhana.
- AC gak gitu dingin. Itu berdasar narasumber yang naik rangkaian KA ini.
- Seringkali mogok. Belum lagi anjlok.
- Telatnya perjalanan gak karuan. Katanya penguasa rel pantura Jawa (baca = penguasa jalur pantura).
Gimana kalau namanya jangan berbau nama gunung yang penuh dengan mistik. Tapi... kalau dipikir2 sih... banyak gunung di Jawa mistik. Tapi, nampaknya tingkat kemistikan seperti gunung Lawu (mungkin yah...) gak semistik gunung Bromo.
Bagaimana???

Dengan sedih hati nampaknya rangkaian KA Argo Bromo Anggrek mesti berubah nama deh... Seperti halnya Empu Jaya berubah menjadi Progo. Nampaknya penamaan gunung Bromo pada rangkaian KA ini gak memberi manfaat yang berarti, karena :
- Harga terlalu mahal, pelayanan khususnya kuliner sederhana.
- AC gak gitu dingin. Itu berdasar narasumber yang naik rangkaian KA ini.
- Seringkali mogok. Belum lagi anjlok.
- Telatnya perjalanan gak karuan. Katanya penguasa rel pantura Jawa (baca = penguasa jalur pantura).
Gimana kalau namanya jangan berbau nama gunung yang penuh dengan mistik. Tapi... kalau dipikir2 sih... banyak gunung di Jawa mistik. Tapi, nampaknya tingkat kemistikan seperti gunung Lawu (mungkin yah...) gak semistik gunung Bromo.
Bagaimana???





kalah jauh kang Argo Anggrek yg slalu diunggulkan makanya saran ane ganti pake ARGOPURO aja kek nama jeng Sritanjung dulu 