Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
ASK : Alasan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak mengaktifikan pintu KRL Ekonomi
#1
Seinget sayah, semenjak atau sebelum tahun 2000 hingga sekarang, sebagian KRL/KRD Ekonomi yang beroperasi udah nggak pernah buka tutup pintu penumpang alias dibuka terus kayak angkot. Ada yang tahu alasannya ngga ? Kapan ya.... Apa Masinisnya males2 Ngeledek atau keseringan di ganjel batu (soal yang ini paling sering, ngga tahu yah apa akibat di ganjel batu KRLnya ga bisa jalan)?
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#2
karena tritnya tentang KRL/ KRD komuter,maka tritnya saya pindah kesini....
Pisss ahhh...

Reply
#3
Karena para penumpang kelas ini senengnya pintu terbuka, saya pernah liat dulu lupa tahunnya waktu pintu kereta di tutup ada yang nahan pintunya biar gak ketutup. Pisss ahhh...
[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#4
AFAIK....

bukannya gak mau ditutup....
tapi emang gak bisa ditutup....

tau sendiri kan KRL ekonomi penuhnya kayak apa..... Bethe

penumpang yang didalem gak mau kegerahan..
jadi akhirnya pintunya dijebol.....

hal yang sama gua perhatiin di kereta lokal ( yang masih pake kereta penumpang ekonomi ) palagi ke arah rangkas....
kalo gua perhatiin...
kaca pintu banyak yang pecah bukan semata-mata karena ngerusak.....
tapi buat pegangan tangan manusia-manusia yang gak bisa masuk ke dalem kereta....
(dari pada gak keangkut....)

CMIIW :tukang nyengir:
Reply
#5
Rusaknya pintu-pintu KRL disebabkan ulah orang-orang yang suka mengganjal pintu sehingga pintu rusak. Sebenarnya, dari semua armada KRL ekonomi non-AC, sekitar 20% pintu masih bisa dioperasikan, tapi tidak dioperasikan karena menyesuaikan dengan standarnya, yaitu pintu terbuka. Makanya tahun 2010 PT.KA Commuter Jabodetabek tidak bisa mentolerir lagi apapun alasannya pintu terbuka, dan solusinya KRL ekonomi non-AC akan diganti semua dengan KRL ekonomi-AC.
Ketika aku merasa umurku tidak panjang lagi.. Sekarang pun aku dilarang pegang throttle lagi.. Peristiwa itu telah merenggut sebagian dari badanku..
Kumaha ieu teh.. Abdi ngarasa rek tilar dunya..
Reply
#6
Silahkan buka <!-- m --><a class="postlink" href="http://metrotvnews.com/iwitness/play.php?vid=566">http://metrotvnews.com/iwitness/play.php?vid=566</a><!-- m -->. Di situ jela ssekali sekalinya telat kalau seandainya pintu gerbong tertutup rapat.

Reply
#7
Itu adalah kebiasaan orang-orang yang suka gelantungan di pintu kayak kenek angkot.
alasannya biasanya agar mereka dapat mudah naik/turun apalagi kalo lagi kucing-kucingan ma kondektur. Ngeledek dasar Kambingers
" Pecinta Rangkas jaya "
Reply
#8
Kayaknya perlu bantuan Marinir buat nertib'in penumpang2 yang nekat gelantungan
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#9
Dana Komuter Wrote:Silahkan buka <!-- m --><a class="postlink" href="http://metrotvnews.com/iwitness/play.php?vid=566">http://metrotvnews.com/iwitness/play.php?vid=566</a><!-- m -->. Di situ jela ssekali sekalinya telat kalau seandainya pintu gerbong tertutup rapat.

mas dana jadi reportase metro tv ya... Grin Grin
Reply
#10
Perlu diketahui, target peng-AC-an seluruh KRL itu disusun lengkap dengan beberap target lain :
1. Meminimalisir keterlambatan
2. Menerapkan sistem ATS (Automatic Train Security)
3. Memperbanyak jumlah perjalanan
4. Menambah jumlah gerbong dalam satu rangkaian (tidak ada lagi KRL 4 gerbong di jalur padat)

Saya takut pembicaraan saya jadi Out of Topic, tapi coba lihat kondisi KRL di Jepang ketika jam padat.
Ketika aku merasa umurku tidak panjang lagi.. Sekarang pun aku dilarang pegang throttle lagi.. Peristiwa itu telah merenggut sebagian dari badanku..
Kumaha ieu teh.. Abdi ngarasa rek tilar dunya..
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)