Posts: 1,780
Threads: 0
Joined: Nov 2008
Reputation:
5
mungkin udah selesai masa jabatannya....sehingga perlu ada pergantian. Disamping untuk meningkatkan kinerja PTKAI dan INKA.
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
Yah mudah-mudahan bukan terkait politik kyk penggantian jendral di lingkungan TNI, soalnya deket pemilu nih, tau sendiri dong jumlah pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan inka beserta keluarga kalo digabung brp ribu orang...lumayan buat nambah2 perolehan suara.
sori agak politik nih...OOT ngga ?
BTT deh
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Posts: 2,564
Threads: 0
Joined: Feb 2008
Berhubung ini BUMN, jelas ada unsur politiknya. Tetapi yang saya agak heran, kok ada jabatan Wadirut. Itu jabatan baru.
Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
Asal jangan rel KA di ganti warna parpol penguasa...
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Posts: 737
Threads: 0
Joined: May 2008
Reputation:
0
kalo dari track record Dirut yang baru menurut inpo teman di kantor pusat, track recordnya bagus:
'pantes' memang klo beliau pernah jadi Managing Director CITI GROUP (2006-2008, satu2nya country manager CITI GROUP yg dipegang oleh 'pribumi' hanya di indonesia), dan Dirut Bahana ( 2001-2006, merubah kinerja minus 5 Trilyun menjadi positif, 20 anak buahnya jdi Direksi BUMN) : pinter, lugas, teges.....awalan yg baik, smoga beliau bisa membawa harapan dan perubahan PT KA kearah yg lebih baik, amien ( CV beliau : S1 Akuntansi Brawijaya '82, Fletcher School of Law & Diplomacy, Boston)
Posts: 2,564
Threads: 0
Joined: Feb 2008
Yang saya takutkan adalah kalau si Dirut baru ini ujung-ujungnya kaya Alan Beeching di Inggris tahun 1960an silam, yang berhasil menyehatkan keuangan British Railway dengan cara merucat loko-loko bersejarah dan menutup jalur-jalur tidak produktif dan mencabut rel-relnya. Programnya dia waktu itu dikenal sebagai "Beeching Axe" (kapak Beeching.