27-11-2009, 10:22 AM
Quote:KAI Permak Kereta Tak Laku Jadi Kereta Baru
Senin, 23 November 2009 | 14:13 WIB
TEMPO Interaktif,Madiun - Lantaran tidak banyak diminati oleh calon penumpang, sejumlah kereta api yang tidak laku di pasaran dilakukan peremajaan. Dengan berganti nama dan kelas, gerbong-gerbong kereta itu diperbaiki dan kembali diminati calon penumpang.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Bagian Hubungan Masyarakat PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VII Madiun Hariyono Wirotomo, Senin (23/11).
Di antara kereta api yang tidak laku, kata dia, adalah Malang Ekspres jurusan Malang-Surabaya, kereta api Kamandanu, dan Madiun Ekspres jurusan Madiun-Surabaya. Gerbong-gerbong kereta api ini, lanjut dia, diperbaiki ulang dan kembali digunakan untuk mengangkut penumpang.
Dia mencontohkan, PT Kereta Api Indonesia merencanakan akan meluncurkan jenis kereta api eksekutif baru mulai 5 Desember mendatang. Kereta itu adalah dua rangkaian kereta api Bangunkarta jurusan Jombang-Jakarta. Masing-masing rangkaian, terdiri dari delapan gerbong penumpang, satu gerbong makan, dan satu gerbong penggerak. Satu rangkaian kereta Bangunkarta disebut-sebut mampu menampung sebanyak 400 penumpang.
Gerbong kereta baru ini, menurut dia, diperoleh dari kereta api Gajayana jurusan Malang-Jakarta. “Gerbongnya disalon lagi,†kata dia.
Meski berasal dari gerbong kereta api lama, Hariyono menjamin kereta api baru ini aman digunakan sebagai sarana transportasi. Sebelum meluncurkan sebagai kereta api dengan jenis dan nama baru, PT Kereta Api Indonesia telah melakukan berbagai perbaikan. Bahkan, sambung dia, karena dipatok berkelas eksekutif, kereta api baru akan lebih nyaman.
Selain kereta api Bangunkarta, kereta api yang didapat dari daur-ulang gerbong kereta lama adalah kereta api Kadiri jurusan Kediri-Jakarta. Kereta api berkelas bisnis ini dijadwalkan diluncurkan bersamaan dengan kereta api Bangunkarta. “Sama, 5 Desember mendatang,†kata Kepala Daerah Operasi VII Madiun Bambang Rusdianto.
Kereta api Kadiri juga terdiri dari dua rangkaian. Masing-masing rangkaian terdiri dari sepuluh gerbong penumpang, satu gerbong makan, dan satu gerbong penggerak.
Pemanfaatan gerbong kereta api lama ini, menurut dia, dilakukan untuk meningkatkan pelayanan penyediaan jasa transportasi. Dengan peluncuran sejumlah kereta api baru ini, PT. Kereta Api Indonesia menargetkan peningkatan jumlah penumpang hingga 70 persen.
bangunkarta kayaknya mau dijadiin full exa ne, yang bisnis di kasih ke kadiri semua...





