Blusukan Di Plabuan – Batang, Jawa Tengah
Sudah sejak lama memiliki niatan untuk ‘blusukan’ di Stasiun Plabuan ini.. Yang membuatku penasaran adalah karena stasiun ini adalah satu-satunya stasiun di Indonesia yang benar-benar ‘nggawil’ di bibir pantai dan langsung berhias deru ombak Laut Jawa… Dulu pas sering naik sepur ke Semarang, setiap melewati spot ini aku pasti selalu terkagum-kagum dengan kombinasi pemandangan laut dan rel kereta…. Viewnya benar-benar mirip di daerah Washougal, Negara Bagian Washington di Amrik sana… (Note: Aku juga cuma boleh ngeliat foto sepur di Washougal ini di Railpictures.Net dan belum pernah kesana hehehehehe).
Jum’at 8 Januari 2010…, pukul 05:30 WIB aku dan sepupuku bernama Yoppy Kusuma Adjie sudah merapat di Stasiun Semarang Poncol (SMC), usai menempuh jalan darat dari Jakarta yang melelahkan. Sesampai di SMC, langsung beli tiket KRDI Kaligung Ekonomi jurusan Semarang Poncol – Tegal – Slawi. Informasi yang aku dapat, KRDI Kaligung Ekonomi ini berhenti di Stasiun Plabuan. Dengan percaya diri, langsung beli tiket KRDI Kaligung Ekonomi Rp.15.000,-. Pukul 06:05 WIB, KRDI Kaligung Ekonomi mulai beringsut meninggalkan SMC.
Kira-kira hampir mencapai Stasiun Jerakah, petugas pemeriksa tiket mulai menjalankan tugasnya. Iseng-iseng saya bertanya kepada bapak petugas itu, KA ini berhenti di Stasin Plabuan jam berapa. Bapak itu bingung saya tanya seperti itu hehehe, karena ternyata KRDI Kaligung Ekonomi ini tidak berhenti di Stasiun Plabuan. “Modiaaarrâ€Â, gumamku dalam hati. Aku lalu bertanya kepada beliau, jika aku mau ke Stasiun Plabuan, sebaiknya aku turun dimana? Beliau dengan singkat menjawab, “Weleriâ€Â!
Meski hati gundah, karena tidak membayangkan akan seperti ini, aku tetap berusaha menikmati perjalanan dengan kereta KRDI Kaligung Ekonomi. Lepas dari daerah Mangkang hingga Kalibodri, hamparan sawah di sisi kiri kereta terlihat indah, berpagar kokoh Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing pada titik jauh. Cuaca pagi yang cerah semakin mempercantik pandangan mata… Luar biasa kebesaran Allah SWT ini..!!
Tepat pukul 06:52 WIB, KRDI Kaligung Ekonomi memasuki sepur 4 Stasiun Weleri, yang secara administratif masuk ke wilayah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Setelah turun, aku sempatkan mengambil beberapa foto KRDI Kaligung Ekonomi ini untuk kenang-kenangan. Tak lama kemudian aku dan Yoppy menghampiri ruang PPKA Stasiun Weleri guna menanyakan akses ke Stasiun Plabuan.
Di dalam ruang PPKA pagi itu ada 4 orang petugas, 2 orang yang baru bertugas shift pagi dan 2 lainnya sudah lepas tugas karena menjalankan tugas di shift malam sebelumnya. Aku bertanya kepada salah seorang yang bertugas mengenai akses ke Stasiun Plabuan. Petugas PPKA itu mengatakan akses ke Stasiun Plabuan sulit sekali karena disamping jaraknya dari Stasiun Weleri cukup jauh (sekitar 18 Km melalui jalan darat) jalan menuju Stasiun Plabuan sangatlah buruk dan menerobos melalui tengah-tengah hutan.
Petugas PPKA itu menawarkan kepada saya untuk berangkat bersama saja dengan Pak Dwi Suprasetyo (Petugas PPKA Stasiun Weleri yang sudah lepas tugas, yang kebetulan bertempat tinggal di sekitar Stasiun Plabuan).“Wow, kebetulan sekaliâ€Â, gumamku dalam hati hehehehehe.. Singkat cerita, aku mbonceng motor Mega-Pro-nya Pak Dwi dan sepupuku Yoppy naik ojek yang mangkal di depan Stasiun Weleri.
Perjalanan dari Weleri menuju Stasiun Plabuan ternyata memang ‘luar biasa’! Dari Weleri menyusuri Jalan Negara hingga Alas Roban relatif mudah, namun setelah berbelok dari Pasar Plelen, perjalanan ini mulai ‘menantang’ dan semakin ‘liar’ setelah 2-4 Km sesudahnya, dikarenakan kontur jalannya merupakan jalan tanah yang bergelombang, melewati tengah hutan dan hanya memiliki lebar jalan sekitar 3 meter!!
Sekedar informasi, ancer-ancer akses ke Stasiun Plabuan adalah: setelah turunan curam Alas Roban (jika dari arah Jakarta), sekitar 100-200 meter sesudahnya, di sebelah kiri kita akan menjumpai Pasar Plelen. Kita belok kiri dan menyusuri jalan tersebut hingga kemudian kita masuk ke areal Hutan Siluwok , yang merupakan bagian dari areal Hutan / Alas Roban, yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX.
Sekitar 2-4 Km pertama dari Pasar Plelen, kontur jalan ‘relatif baik’, karena setidaknya sudah beraspal, meski banyak sekali lubang pada jalan cukup besar dan berpotensi mencelakakan kendaraan yang melewatinya. Setelah itu, kontur jalan ‘semakin brutal’ dengan banyaknya medan mendaki dan menurun yang cukup terjal dan curam.
Ketika mulai masuk areal Hutan Siluwok, yang merupakan bagian dari areal Hutan / Alas Roban, pemandangan dan hawa mulai lebih sejuk.. Tapi ya gitu, jalannya berubah menjadi jalan tanah dan sempit!! Pokoknya perjalanan 13 Km dari Pasar Plelen hingga Stasiun Plabuan benar-benar ‘luar biasa’ dan akan menjadi kenangan seumur hidupku…..
Tepat pukul 08:01 WIB, kami sampai di Stasiun Plabuan……
Aku sempat terhening beberapa saat tatkala memandang laut di depan Stasiun Plabuan… Formasi laut berpadu dengan rel kereta seolah membuatku letihku hilang!! Ketika memandang birunya laut dan merasakan desiran angina laut pagi bergumul dengan deru ombaknya, aku menjadi semakin takjub akan kekuasaan Allah SWT.. Subhanallah…!!
Ketika asyik mengagumi keindahan Laut Jawa di depan Stasiun Plabuan, tiba-tiba aku mendengar suara menderu dari Timur…, “Ada kereta lewatâ€Â, teriakku…!! Ketika berusaha memanjat tanggul pantai, KA 1001 (KA Barang) sudah dalam posisi melewati sinyal keluar Stasiun Plabuan (arah ke Sta. Krengseng), sehingga secara spontan aku langsung membidikan kamera…Meski hasil fotonya kurang maksimal, tapi aku masih bersyukur bisa mengambil foto sepur tersebut hehehehe…
Aku dan Yoppy lalu melapor kepada PPKA Stasiun Plabuan yang sedang bertugas, untuk meminta ijin memoto di sekitaran stasiun. Dengan ramah, Pak Sutejo (PPKA Stasiun Plabuan on duty) mempersilakan kami. Bahkan Pak Sutejo rupanya telah melihat kami sejak kami berada di KRDI Kaligung Ekonomi di Semarang Poncol. Beliau mengatakan, seandainya dia tau kami akan ke Stasiun Plabuan, mending tadi kami berhenti di Stasiun Plabuan saja, dan bukan di Stasiun Weleri, karena ternyata Pak Sutejo tadipun ke Stasiun Plabuan menaiki KRDI Kaligung Ekonomi itu… Tapi ya nggak apa-apa sih.., kalo nggak gitu aku nggak akan mengalami ‘sensasi’ perjalanan menerabas tengah hutan untuk mencapai Stasiun Plabuan ini hehehehe….
Tepat Pukul 09:00 WIB, melintas masuk dari arah Timur Stasiun Plabuan KA Fajar Utama dari Semarang menuju Jakarta.
Pukul 09:21 WIB, giliran masuk serangkaian KA Barang (KA 1002?) dari arah Barat dengan dihela Lokomotif CC 201 81 milik Dipo Jatinegara. KA ini berhenti di Stasiun Plabuan karena akan bersilang dengan KA Kaligung Bisnis dari Semarang menuju Tegal. Delapan menit kemudian, KA Kaligung Bisnis tersebut masuk Stasiun Plabuan dan langsung menderu kearah Barat. Tepat pukul 09:30 WIB, KA Barang (KA 1002?) mendapat sinyal hijau untuk meninggalkan Stasiun Plabuan, dan kemudian beringsut meninggalkan stasiun menuju ke arah Timur.
Setelah puas moto-moto titik-titik indah di sekitar Stasiun Plabuan, kami pun akhirnya ‘keleleran’ mati gaya di ‘lobby’ stasiun. Pak Sutejo (PPKA Stasiun Plabuan) lalu bertanya kepada kami, setelah ini kami hendak pergi kemana. Kami menjawab jika kami ingin kembali ke Semarang. Pak Sutejo menyarankan agar kami menunggu KA Fajar Utama dari Jakarta, yang berhenti beberapa menit di Stasiun Plabuan, tapi itu masih sekitar pulul 13:00-an. Saya berguman, kalo pukul 13:00-an berarti ‘mepet’ banget dengan waktu Sholat Jum’at. Kalo waktunya tepat sih mendingan… Tapi kalo kami usai Jum’atan terlambat sampai di Stasiun Plabuan?!?!? Alamat harus nginep di Stasiun Plabuan nich bathinku……
Lagi asyik nge-teh di ‘lobby’ stasiun…, tiba-tiba Pak Sutejo menghampiri kami dan menanyakan ke kami, “Mas, apa mas mau naik KA ini saja? Sebentar lagi akan melintas KA 1006 dari Stasiun Jakarta Gudang dengan tujuan Semarang Poncol?â€Â. Aku yang lagi tiduran di bangku panjang langsung teperanjat dan bangkit serta menjawab “Mau Pakâ€Â.
Singkat cerita, atas bantuan Pak Sutejo, KA 1006 berhenti sekitar 2 menit di Stasiun Plabuan. Kami lalu buru-buru naik di gerbong terbuka yang ada di bagian paling belakang rangkaian kereta barang ini. Setelah kami naik, KA 1006 langsung diberangkatkan oleh Pak Sutejo….. Terima kasih banyak ya Pak Tejo……
Perjalanan dengan ‘menunggangi’ KA Barang (KA 1006) ini merupakan pengalaman yang mengasyikan buatku… Seluruh garis pantai Laut Jawa mulai areal Plabuan hingga menjelang daerah Krengseng bisa dengan leluasa aku nikmati….!! Aku juga bisa dengan leluasa memoto stasiun-stasiun yang aku lalui….. Pokoknya, mantabss dah..!!!
Terima kasih ya Allah, telah engkau mudahkan perjalananku ini…
Terima kasih ya Pak Tejo, karena berkat anda, kami tidak jadi kehilangan waktu Sholat Jum’at….
Sudah sejak lama memiliki niatan untuk ‘blusukan’ di Stasiun Plabuan ini.. Yang membuatku penasaran adalah karena stasiun ini adalah satu-satunya stasiun di Indonesia yang benar-benar ‘nggawil’ di bibir pantai dan langsung berhias deru ombak Laut Jawa… Dulu pas sering naik sepur ke Semarang, setiap melewati spot ini aku pasti selalu terkagum-kagum dengan kombinasi pemandangan laut dan rel kereta…. Viewnya benar-benar mirip di daerah Washougal, Negara Bagian Washington di Amrik sana… (Note: Aku juga cuma boleh ngeliat foto sepur di Washougal ini di Railpictures.Net dan belum pernah kesana hehehehehe).
Jum’at 8 Januari 2010…, pukul 05:30 WIB aku dan sepupuku bernama Yoppy Kusuma Adjie sudah merapat di Stasiun Semarang Poncol (SMC), usai menempuh jalan darat dari Jakarta yang melelahkan. Sesampai di SMC, langsung beli tiket KRDI Kaligung Ekonomi jurusan Semarang Poncol – Tegal – Slawi. Informasi yang aku dapat, KRDI Kaligung Ekonomi ini berhenti di Stasiun Plabuan. Dengan percaya diri, langsung beli tiket KRDI Kaligung Ekonomi Rp.15.000,-. Pukul 06:05 WIB, KRDI Kaligung Ekonomi mulai beringsut meninggalkan SMC.
Kira-kira hampir mencapai Stasiun Jerakah, petugas pemeriksa tiket mulai menjalankan tugasnya. Iseng-iseng saya bertanya kepada bapak petugas itu, KA ini berhenti di Stasin Plabuan jam berapa. Bapak itu bingung saya tanya seperti itu hehehe, karena ternyata KRDI Kaligung Ekonomi ini tidak berhenti di Stasiun Plabuan. “Modiaaarrâ€Â, gumamku dalam hati. Aku lalu bertanya kepada beliau, jika aku mau ke Stasiun Plabuan, sebaiknya aku turun dimana? Beliau dengan singkat menjawab, “Weleriâ€Â!
Meski hati gundah, karena tidak membayangkan akan seperti ini, aku tetap berusaha menikmati perjalanan dengan kereta KRDI Kaligung Ekonomi. Lepas dari daerah Mangkang hingga Kalibodri, hamparan sawah di sisi kiri kereta terlihat indah, berpagar kokoh Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing pada titik jauh. Cuaca pagi yang cerah semakin mempercantik pandangan mata… Luar biasa kebesaran Allah SWT ini..!!
Tepat pukul 06:52 WIB, KRDI Kaligung Ekonomi memasuki sepur 4 Stasiun Weleri, yang secara administratif masuk ke wilayah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Setelah turun, aku sempatkan mengambil beberapa foto KRDI Kaligung Ekonomi ini untuk kenang-kenangan. Tak lama kemudian aku dan Yoppy menghampiri ruang PPKA Stasiun Weleri guna menanyakan akses ke Stasiun Plabuan.
Di dalam ruang PPKA pagi itu ada 4 orang petugas, 2 orang yang baru bertugas shift pagi dan 2 lainnya sudah lepas tugas karena menjalankan tugas di shift malam sebelumnya. Aku bertanya kepada salah seorang yang bertugas mengenai akses ke Stasiun Plabuan. Petugas PPKA itu mengatakan akses ke Stasiun Plabuan sulit sekali karena disamping jaraknya dari Stasiun Weleri cukup jauh (sekitar 18 Km melalui jalan darat) jalan menuju Stasiun Plabuan sangatlah buruk dan menerobos melalui tengah-tengah hutan.
Petugas PPKA itu menawarkan kepada saya untuk berangkat bersama saja dengan Pak Dwi Suprasetyo (Petugas PPKA Stasiun Weleri yang sudah lepas tugas, yang kebetulan bertempat tinggal di sekitar Stasiun Plabuan).“Wow, kebetulan sekaliâ€Â, gumamku dalam hati hehehehehe.. Singkat cerita, aku mbonceng motor Mega-Pro-nya Pak Dwi dan sepupuku Yoppy naik ojek yang mangkal di depan Stasiun Weleri.
Perjalanan dari Weleri menuju Stasiun Plabuan ternyata memang ‘luar biasa’! Dari Weleri menyusuri Jalan Negara hingga Alas Roban relatif mudah, namun setelah berbelok dari Pasar Plelen, perjalanan ini mulai ‘menantang’ dan semakin ‘liar’ setelah 2-4 Km sesudahnya, dikarenakan kontur jalannya merupakan jalan tanah yang bergelombang, melewati tengah hutan dan hanya memiliki lebar jalan sekitar 3 meter!!
Sekedar informasi, ancer-ancer akses ke Stasiun Plabuan adalah: setelah turunan curam Alas Roban (jika dari arah Jakarta), sekitar 100-200 meter sesudahnya, di sebelah kiri kita akan menjumpai Pasar Plelen. Kita belok kiri dan menyusuri jalan tersebut hingga kemudian kita masuk ke areal Hutan Siluwok , yang merupakan bagian dari areal Hutan / Alas Roban, yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX.
Sekitar 2-4 Km pertama dari Pasar Plelen, kontur jalan ‘relatif baik’, karena setidaknya sudah beraspal, meski banyak sekali lubang pada jalan cukup besar dan berpotensi mencelakakan kendaraan yang melewatinya. Setelah itu, kontur jalan ‘semakin brutal’ dengan banyaknya medan mendaki dan menurun yang cukup terjal dan curam.
Ketika mulai masuk areal Hutan Siluwok, yang merupakan bagian dari areal Hutan / Alas Roban, pemandangan dan hawa mulai lebih sejuk.. Tapi ya gitu, jalannya berubah menjadi jalan tanah dan sempit!! Pokoknya perjalanan 13 Km dari Pasar Plelen hingga Stasiun Plabuan benar-benar ‘luar biasa’ dan akan menjadi kenangan seumur hidupku…..
Tepat pukul 08:01 WIB, kami sampai di Stasiun Plabuan……
Aku sempat terhening beberapa saat tatkala memandang laut di depan Stasiun Plabuan… Formasi laut berpadu dengan rel kereta seolah membuatku letihku hilang!! Ketika memandang birunya laut dan merasakan desiran angina laut pagi bergumul dengan deru ombaknya, aku menjadi semakin takjub akan kekuasaan Allah SWT.. Subhanallah…!!
Ketika asyik mengagumi keindahan Laut Jawa di depan Stasiun Plabuan, tiba-tiba aku mendengar suara menderu dari Timur…, “Ada kereta lewatâ€Â, teriakku…!! Ketika berusaha memanjat tanggul pantai, KA 1001 (KA Barang) sudah dalam posisi melewati sinyal keluar Stasiun Plabuan (arah ke Sta. Krengseng), sehingga secara spontan aku langsung membidikan kamera…Meski hasil fotonya kurang maksimal, tapi aku masih bersyukur bisa mengambil foto sepur tersebut hehehehe…
Aku dan Yoppy lalu melapor kepada PPKA Stasiun Plabuan yang sedang bertugas, untuk meminta ijin memoto di sekitaran stasiun. Dengan ramah, Pak Sutejo (PPKA Stasiun Plabuan on duty) mempersilakan kami. Bahkan Pak Sutejo rupanya telah melihat kami sejak kami berada di KRDI Kaligung Ekonomi di Semarang Poncol. Beliau mengatakan, seandainya dia tau kami akan ke Stasiun Plabuan, mending tadi kami berhenti di Stasiun Plabuan saja, dan bukan di Stasiun Weleri, karena ternyata Pak Sutejo tadipun ke Stasiun Plabuan menaiki KRDI Kaligung Ekonomi itu… Tapi ya nggak apa-apa sih.., kalo nggak gitu aku nggak akan mengalami ‘sensasi’ perjalanan menerabas tengah hutan untuk mencapai Stasiun Plabuan ini hehehehe….
Tepat Pukul 09:00 WIB, melintas masuk dari arah Timur Stasiun Plabuan KA Fajar Utama dari Semarang menuju Jakarta.
Pukul 09:21 WIB, giliran masuk serangkaian KA Barang (KA 1002?) dari arah Barat dengan dihela Lokomotif CC 201 81 milik Dipo Jatinegara. KA ini berhenti di Stasiun Plabuan karena akan bersilang dengan KA Kaligung Bisnis dari Semarang menuju Tegal. Delapan menit kemudian, KA Kaligung Bisnis tersebut masuk Stasiun Plabuan dan langsung menderu kearah Barat. Tepat pukul 09:30 WIB, KA Barang (KA 1002?) mendapat sinyal hijau untuk meninggalkan Stasiun Plabuan, dan kemudian beringsut meninggalkan stasiun menuju ke arah Timur.
Setelah puas moto-moto titik-titik indah di sekitar Stasiun Plabuan, kami pun akhirnya ‘keleleran’ mati gaya di ‘lobby’ stasiun. Pak Sutejo (PPKA Stasiun Plabuan) lalu bertanya kepada kami, setelah ini kami hendak pergi kemana. Kami menjawab jika kami ingin kembali ke Semarang. Pak Sutejo menyarankan agar kami menunggu KA Fajar Utama dari Jakarta, yang berhenti beberapa menit di Stasiun Plabuan, tapi itu masih sekitar pulul 13:00-an. Saya berguman, kalo pukul 13:00-an berarti ‘mepet’ banget dengan waktu Sholat Jum’at. Kalo waktunya tepat sih mendingan… Tapi kalo kami usai Jum’atan terlambat sampai di Stasiun Plabuan?!?!? Alamat harus nginep di Stasiun Plabuan nich bathinku……
Lagi asyik nge-teh di ‘lobby’ stasiun…, tiba-tiba Pak Sutejo menghampiri kami dan menanyakan ke kami, “Mas, apa mas mau naik KA ini saja? Sebentar lagi akan melintas KA 1006 dari Stasiun Jakarta Gudang dengan tujuan Semarang Poncol?â€Â. Aku yang lagi tiduran di bangku panjang langsung teperanjat dan bangkit serta menjawab “Mau Pakâ€Â.
Singkat cerita, atas bantuan Pak Sutejo, KA 1006 berhenti sekitar 2 menit di Stasiun Plabuan. Kami lalu buru-buru naik di gerbong terbuka yang ada di bagian paling belakang rangkaian kereta barang ini. Setelah kami naik, KA 1006 langsung diberangkatkan oleh Pak Sutejo….. Terima kasih banyak ya Pak Tejo……
Perjalanan dengan ‘menunggangi’ KA Barang (KA 1006) ini merupakan pengalaman yang mengasyikan buatku… Seluruh garis pantai Laut Jawa mulai areal Plabuan hingga menjelang daerah Krengseng bisa dengan leluasa aku nikmati….!! Aku juga bisa dengan leluasa memoto stasiun-stasiun yang aku lalui….. Pokoknya, mantabss dah..!!!
Terima kasih ya Allah, telah engkau mudahkan perjalananku ini…
Terima kasih ya Pak Tejo, karena berkat anda, kami tidak jadi kehilangan waktu Sholat Jum’at….
I am infamous and like my bad boy image but don't tell anybody it's all an act...






