Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Baraya Geulis tabrak 3 motor
#1
Quote:Senin, 08/03/2010 14:12 WIB
Kereta Tabrak Tiga Sepeda Motor
2 Kereta Melintas Bersamaan, Darah Berceceran di TKP

Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung - Tabrakan kereta dan sepeda motor di perlintasan rel Jalan Garuda, memakan korban tiga pengendara sepeda motor. Kondisi motor hancur total, sementara di TKP (tempat kejadian perkara) bercak darah berserakan.

Kecelakaan yang terjadi pukul 11.34 WIB, Senin (8/3/2010), melibatkan kereta Baraya Geulis jurusan Cicalengka - Bandung - Padalarang meluncur menuju arah Padalarang.

Awalnya, beberapa saat sebelum kereta Baraya Geulis melintas, di lintasan sebelahnya dari arah berlawanan, melucur kereta Parahyangan dari Jakarta menuju Bandung. Diduga ketiga pengendara motor tidak menyadari kedatangan kereta Baraya Geulis dari arah berlawanan. Ketika kereta Parahyangan lewat, korban langsung menerobos melalui celah di sisi kanan pintu lintasan. Ketiganya pun tidak bisa menghindari kereta Baraya Geulis.

Satu korban yang belum diketahui identitasnya tewas seketika, sementara dua korban lainnya yakni Wahyu (36) dan Candra Dewi selamat (40).

Wahyu yang merupakan warga Graha Rancamanyar dilarikan ke RS Rajawali. Sementara yang meninggal dibawa ke RSHS. Tidak diketahui pasti apakah Candra ikut dibawa ke RS Rajawali, tetapi saksi mata menuturkan bahwa wanita paruh baya itu juga mengalami cedera.

Wahyu mengendarai motor Supra Fit hitam bernopol D 5218 FG, Candra mengendarai motor Vario hitam dengan nopol D 3202 HC. Sedangkan korban meninggal mengendarai motor yang belum jelas jenisnya bernopol D 5423 SK.

Ketiga motor kondisinya hancur. Rangka motor remuk, dan bau bensin sangat terasa. Ketiga motor sudah dievakuasi menggunakan mobil dari Polsek Andir. Namun bercak darah masih terlihat berserakan di lokasi kejadian, juga di tepi selokan di samping rel.

(lom/lom)

Sumber: DETIK Bandung

Senin, 08/03/2010 17:31 WIB
Kereta Tabrak 3 Sepeda Motor
PT KA Salahkan Pengendara Motor

Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Foto Terkait


[Image: Kecelakaan-2.jpg]

KA Tabrak Tiga Sepeda Motor
Bandung - Kecelakaan antara kereta api Baraya Geulis dengan tiga sepeda motor di perlintasan Jalan Garuda, Bandung, Senin (8/3/2010), dinilai PT KA sebagai kesalahan pengendara motor.

Hal ini diungkapkan Staf Bagian Hukum PT KA Daop II Bandung, Ardinal, saat berbincang dengan detikbandung di lokasi kejadian.

"Menurut saya murni kesalahan pengendara. Karena jalur berlawanan arah sudah dilanggar. Kalau ada polisi harusnya ditilang. Apalagi menerobos lintasan," tuturnya.

Ia menambahkan, berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian sudah jelas tertera bahwa pengguna jalan harus mendahulukan kereta api.

"Di sana sudah cukup jelas, jika kereta api lewat pengguna jalan harus mengalah," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Humas PT KA Daop II Bandung, Bambang S Prayitno menuturkan, jika masyarakat yang akan menerobos lintasan KA hendaknya berpikir lebih panjang.

"Dari jumlah penumpang saja kelihatan, kereta api penumpangnya lebih banyak. Semisal harus berhenti mendadak, resikonya besar dan nyawa yang terancam jauh lebih banyak," tandasnya.

Kecelakaan yang terjadi pukul 11.34 WIB, melibatkan kereta Baraya Geulis jurusan Cicalengka - Bandung - Padalarang meluncur menuju arah Padalarang.

Awalnya, beberapa saat sebelum kereta Baraya Geulis melintas, di lintasan sebelahnya dari arah berlawanan, melucur kereta Parahyangan dari Jakarta menuju Bandung. Diduga ketiga pengendara motor tidak menyadari kedatangan kereta Baraya Geulis dari arah berlawanan. Ketika kereta Parahyangan lewat, korban langsung menerobos melalui celah di sisi kanan pintu lintasan. Ketiganya pun tidak bisa menghindari kereta Baraya Geulis.

Satu korban meninggal di tempat, sementara dua lagi luka-luka. Motor ketiganya pun hancur, dan darah berceceran di lokasi kejadian.
(dip/bbn)

Sumber: Detik Bandung





Lagi2 ketidakdisiplin pengguna jalan. Tidak sabar, nyawa melayang.
.
Reply
#2
Beginilah pengendara yang gak sabar nunggu KA lewat semua dan PJL dibuka...Sekali ada celah sedikit di PJL langsung nyelonong....Padahal jalur ini kan DT, jadi KA bisa lewat secara bersamaan dari dua arah berbeda...IMO sih kayaknya setiap PJL di Indonesia harus diubah seperti mayoritas PJL di DAOP VI agar kecelakaan bisa dihindarkan....
My Photos on Flickr CLICK HERE

My Facebook CLICK HERE
Reply
#3
(08-03-2010, 07:27 PM)Agus_Faisal Wrote: Beginilah pengendara yang gak sabar nunggu KA lewat semua dan PJL dibuka...Sekali ada celah sedikit di PJL langsung nyelonong....Padahal jalur ini kan DT, jadi KA bisa lewat secara bersamaan dari dua arah berbeda...IMO sih kayaknya setiap PJL di Indonesia harus diubah seperti mayoritas PJL di DAOP VI agar kecelakaan bisa dihindarkan....

yang seperti apa ya??
Kejadian kecelakaan di PJL Jl Garuda, Bandung apa kondisinya sama dengan PJL Manahan, Solo dan Purwosari, Solo?
.
Reply
#4
(08-03-2010, 07:49 PM)animaX Wrote:
(08-03-2010, 07:27 PM)Agus_Faisal Wrote: Beginilah pengendara yang gak sabar nunggu KA lewat semua dan PJL dibuka...Sekali ada celah sedikit di PJL langsung nyelonong....Padahal jalur ini kan DT, jadi KA bisa lewat secara bersamaan dari dua arah berbeda...IMO sih kayaknya setiap PJL di Indonesia harus diubah seperti mayoritas PJL di DAOP VI agar kecelakaan bisa dihindarkan....

yang seperti apa ya??
Kejadian kecelakaan di PJL Jl Garuda, Bandung apa kondisinya sama dengan PJL Manahan, Solo dan Purwosari, Solo?

Kalo di DAOP 6 mayoritas PJL ada pagarnya di samping jalan, jadi gak bisa diserobot dari samping karena celah itulah yang sering dimanfaatkan pengendara untuk menyerobot PJL....
My Photos on Flickr CLICK HERE

My Facebook CLICK HERE
Reply
#5
(08-03-2010, 07:57 PM)Agus_Faisal Wrote: Kalo di DAOP 6 mayoritas PJL ada pagarnya di samping jalan, jadi gak bisa diserobot dari samping karena celah itulah yang sering dimanfaatkan pengendara untuk menyerobot PJL....

betul juga tapi kalau cara berkendara pengguna jalan tidak tertib tetap saja pelanggaran terjadi. Kecuali palang pintu benar2 rapat. Seperti PJL Purwosari dan Manahan Solo dari arah berlawanan yang jalannya searah tidak ada palang pintu karena sudah ada pembatas jalan. Tapi itu sering dilanggar. Di PJL Balapan ada pagarnya dari rel berdiri tegak tapi palang pintu sering patah karena ditabrak becak, mobil. Mungkin di tempat lain kejadiannya juga sama.
.
Reply
#6
Ckckckckckck
Kapan coba kecelakaan di Perlinatsan bisa gak ada, susah emang nugbah prilaku ugal2an pengendara motor

[Image: 21kkvba.jpg]
Reply
#7
Mungkin pembatas atau alat bantu pengamanan bisa meminimalisir kecelakaan tapi kalau pengendara gak disiplin dan masih mau seenaknya melanggar semua itu jadi gak ada artinya.....
Reply
#8
Keretanya gak salah, yang salah pengendara motornya. Itu namanya motor tabrak kereta. Top Banget
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
#9
lihat berita pagi di tv kalo gk salah dengar alasan si korban palang pintu sudah dibuka...
Reply
#10
Kayaknya tidak mungkin deh palang pintu perlinatasan uda dibuka sementara ada kereta lain yang lain lewat...
gini aja kronologisnya kalo seumpama palang pintu perlintasan uda dibuka berarti korbannya ga cuma 3 motor itu aja tapi mungkin lebih banyak...
itu lasan yang dibuat-buat....

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)