Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PLH Argo dwipangga di prembun th 2002
#1
Music 
Halo perkenalkan saya senna newbie di sini
Semua rf di sini masih ingat tragedi yang menimpa kereta api argo dwipangga di prembun tahun 2002 silam?
Yang saya ingat penyebabnya viaduct yang tersenggol truk dan lokomotifnya CC20316.
Jika ada yang masih ingat tolong dishare di sini terimakasih
Reply
#2
wah, saya juga masih ingat, tapi ketika itu masih sd & sempat ngeliat gerbong2nya terguling di sawah ditutupi terpal biru & orange, pas itu ngeliatnya pas naik KA argo wilis utk mudik, jd cm sekelebatan...
Reply
#3
neh beritanya


Quote:KEBUMEN-Sejak Selasa siang hingga Rabu petang, jalur selatan yang sempat lumpuh akibat KA Argo Dwipangga terguling di Desa Sarwogadung, Kecamatan Mirit, Kebumen, kondisinya sudah pulih. Namun KA yang melewati lokasi kejadian itu hanya berjalan merambat 5 km per jam.

Sementara itu, delapan rangkaian gerbong KA Argo Dwipangga terdiri atas satu loko, satu diesel pembangkit, dan enam gerbong, masih dibiarkan di lokasi. Lima gerbong disingkirkan ke selatan rel dan dua gerbong, termasuk yang melintang di rel, digulingkan ke utara rel di areal sawah.

Menurut petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) di lokasi kejadian, belum tahu kapan rangkaian gerbong itu bisa diambil. Namun semua barang inventaris PT. Kereta Api Indonesia (Persero) seperti televisi dan semua alat restorasi, telah diamankan. Menurut R Sugiri, petugas posko PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di Desa Sarwogadung Mirit, untuk sementara yang diutamakan adalah melancarkan perjalanan KA. Apalagi penumpang KA arus balik Lebaran menuju arah barat dan timur masih padat.

Gerbong KA eksekutif Argo Dwipangga jurusan Stasiun Balapan Solo-Gambir Jakarta itu kini hanya ditutup terpal. Beberapa pekerja dari Stasiun Kutoarjo masih terus memperbaiki rel dan berjaga-jaga di dekat jembatan KA Sarwogadung.

Anggota masyarakat yang kebetulan melewati jalan raya Prembun, menyempatkan berbelok ke selatan melihat dari dekat.

Mereka penasaran melihat sisa rangkaian gerbong KA Argo Dwipangga yang berantakan itu. Ada yang tergeleng-geleng, ada juga yang menyalahkan sopir truk boks B-9089-ZY. Namun ada pula warga yang merasa iba dan menyebut sopir boks itu mungkin sedang sial.

Petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) merasa lega, meski daerah tempat kecelakaan KA itu dikenal rawan, semua barang milik penumpang dan inventaris PT. Kereta Api Indonesia (Persero) aman-aman saja. Hal itu juga tak luput dari penjagaan petugas Polres Kebumen yang ketat sejak terjadi kecelakaan Senin malam hingga kemarin.

Menggugat

Sementara itu, Kapolres Kebumen AKBP Drs Prasta Wahyu Hidayat SH didampingi Kasatserse AKP Muh Suryo Saputro menyatakan, pihaknya tetap menahan Ahmad Saefudin Saniman (32).

Karyawan sebuah BUMN di Jakarta itu saat ini menjadi penyebab utama kecelakaan KA Argo Dwipangga dan menewaskan empat penumpang serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Dari pengakuan sementara tersangka di depan penyidik Satserse Polres, saat itu Ahmad Saefudin hanya meminjam mobil boks Isuzu Elf B-9089-ZY setinggi 2,6 m milik adik iparnya yang bernama Yanto. Mobil boks itu dipakai berlibur ke Yogyakarta bersama keluarga.

Kini banyak warga heran, kenapa Ahmad Saefudin tak melewati pertigaan Kutowinangun ke selatan, atau melewati jalan Selatan-selatan Jateng di pesisir yang relatif sepi. Padahal, ketinggian jembatan KA di Desa Sarwogadung itu hanya 2,4 m, meski tak ada portal.

Beberapa saksi dan tukang ojek di pertigaan Gentan Prembun mengaku sudah mengingatkan mobil boks saat berbelok ke selatan atau arah jembatan Sarwogadung. "Sopir sudah diingatkan mobil itu terlalu tinggi. Anehnya tetap berjalan," ucap wanita penjual makanan di pertigaan Gentan.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Omar Berto mengatakan, akan menggugat pengemudi mobil boks, Ahmad Saefudin Saniman. "Perilaku indisipliner pengemudi yang mengakibatkan timbulnya kecelakaan tidak bisa dibiarkan. Apalagi menimbulkan korban nyawa, moril, dan materiil," tegasnya dalam siaran persnya, Rabu.

Di samping pengemudi, pemilik kendaraan pun termasuk pihak yang bisa dikenai delik tuntutan akibat kelalaian yang menimbulkan korban jiwa. Dasar gugatan yang diajukan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), lanjut Omar, berdasarkan UU No 13 Tahun 1992 Pasal 40.

Direksi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan belasungkawa dan duka-cita sedalam-dalamnya atas musibah itu. "Kami sudah berusaha optimal menyelenggarakan pelayanan angkutan yang aman, namun faktor eksternal menjadi penyebab musibah yang tidak kita inginkan."

Tidak Mabuk

Kapolwil Kedu Kombes Drs Bambang Tjahjono Sy MM mengatakan, Ahmad Saefudin Saniman (32) dalam keadaan sadar tidak terpengaruh alkohol saat menabrak viaduct atau jembatan. "Dia waktu itu tidak mabuk, bahkan sudah diperingatkan tukang ojek bahwa jembatannya tidak cukup dilewati truk boks. Tapi pengemudi tetap nekat dengan kecepatan cukup kencang, sehingga rel KA bergeser," ujarnya, Rabu.

Dia menjelaskan, dalam peristiwa itu sopir ditetapkan menjadi tersangka, dan saat ini ditahan di Mapolres Kebumen. "Istrinya juga ikut ditahan dengan alasan untuk keamanan dirinya. Kami menjaga keselamatannya, siapa tahu ada orang yang tidak senang."

Terhadap tersangka Ahmad Saefudin, polisi menyatakan, dia telah melanggar Pasal 359 KUHP. Yakni kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dunia. "Kemungkinan masih dituduh melanggar UU Kereta Api. UU itu masih kami pelajari," tuturnya.

Kesalahan lain yang dilakukan pengemudi, mobil boks tidak digunakan sebagaimana peruntukannya. "Mobil boks kan untuk mengangkut barang, bukan penumpang. Padahal, dari Jakarta di dalam boks diisi enam penumpang. Sedangkan di kabin hanya sopir dan istrinya."

Mengenai lokasi kejadian yang hingga sekarang baru bisa dilewati KA dengan kecepatan 5 kilometer per jam, Omar Berto menambahkan, secara bertahap akan diupayakan peningkatannya menjadi 10 kilometer per jam. Kemudian 20 kilometer per jam sampai dicapainya kecepatan normal pada lintasan tersebut, yaitu 60 kilometer per jam.

Meski sudah bisa dilewati, beberapa jalur kereta api masih dialihkan rute perjalanannya ke lintas utara, antara lain KA Bima jurusan Surabaya-Jakarta, KA Turangga jurusan Surabaya-Bandung, KA Argolawu jurusan Gambir-Solo, KA Taksaka jurusan Gambir-Yogyakarta, KA Jayabaya Selatan jurusan Pasar Senen-Surabaya, dan KA Senja Utama Solo.

Namun, meski sudah bisa dilalui, dampak anjloknya KA Argo Dwipangga sampai kemarin masih terasa. Kahumas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops I, Zainal Abidin, mengatakan, beberapa jadwal keberangkatan dan kedatangan KA di Stasiun Gambir tetap masih terlambat antara 3 menit hingga 3 jam. KA yang terlambat berangkat, antara lain, KA Gajahyana, KA Cirebon Ekspres, dan KA Argo Lawu Lebaran.

"Akibat putusnya jalur selatan, KA harus memutar melalui jalur utara. Kondisi itu memengaruhi peredaran rangkaian. Sementara keberangkatan KA tergantung pada datangnya rangkaian," tutur Zainal

link beritanya
http://www.suaramerdeka.com/harian/0212/12/nas7.htm

[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply
#4
Setelah kejadian itu, barulah jalan yg melewati viaduct dipasangi portal. Harusnya memg tiap viaduct diberi portal. Inilah kebiasaan org Indonesia, baru ada tindakan stelah kejadian, bknnya antisipasi sbelumnya supaya tdk ada kejadian. Wlpun ane jg org Indonesia. wkwk
Setelah kejadian itu, barulah jalan yg melewati viaduct dipasangi portal. Harusnya memg tiap viaduct diberi portal. Inilah kebiasaan org Indonesia, baru ada tindakan stelah kejadian, bknnya antisipasi sbelumnya supaya tdk ada kejadian. Wlpun ane jg org Indonesia. wkwkwk
Reply
#5
(23-03-2010, 01:53 AM)Agung Wrote: neh beritanya


Quote:[spoiler]KEBUMEN-Sejak Selasa siang hingga Rabu petang, jalur selatan yang sempat lumpuh akibat KA Argo Dwipangga terguling di Desa Sarwogadung, Kecamatan Mirit, Kebumen, kondisinya sudah pulih. Namun KA yang melewati lokasi kejadian itu hanya berjalan merambat 5 km per jam.

Sementara itu, delapan rangkaian gerbong KA Argo Dwipangga terdiri atas satu loko, satu diesel pembangkit, dan enam gerbong, masih dibiarkan di lokasi. Lima gerbong disingkirkan ke selatan rel dan dua gerbong, termasuk yang melintang di rel, digulingkan ke utara rel di areal sawah.

Menurut petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) di lokasi kejadian, belum tahu kapan rangkaian gerbong itu bisa diambil. Namun semua barang inventaris PT. Kereta Api (Persero) seperti televisi dan semua alat restorasi, telah diamankan. Menurut R Sugiri, petugas posko PT. Kereta Api (Persero) di Desa Sarwogadung Mirit, untuk sementara yang diutamakan adalah melancarkan perjalanan KA. Apalagi penumpang KA arus balik Lebaran menuju arah barat dan timur masih padat.

Gerbong KA eksekutif Argo Dwipangga jurusan Stasiun Balapan Solo-Gambir Jakarta itu kini hanya ditutup terpal. Beberapa pekerja dari Stasiun Kutoarjo masih terus memperbaiki rel dan berjaga-jaga di dekat jembatan KA Sarwogadung.

Anggota masyarakat yang kebetulan melewati jalan raya Prembun, menyempatkan berbelok ke selatan melihat dari dekat.

Mereka penasaran melihat sisa rangkaian gerbong KA Argo Dwipangga yang berantakan itu. Ada yang tergeleng-geleng, ada juga yang menyalahkan sopir truk boks B-9089-ZY. Namun ada pula warga yang merasa iba dan menyebut sopir boks itu mungkin sedang sial.

Petugas PT. Kereta Api (Persero) merasa lega, meski daerah tempat kecelakaan KA itu dikenal rawan, semua barang milik penumpang dan inventaris PT. Kereta Api (Persero) aman-aman saja. Hal itu juga tak luput dari penjagaan petugas Polres Kebumen yang ketat sejak terjadi kecelakaan Senin malam hingga kemarin.

Menggugat

Sementara itu, Kapolres Kebumen AKBP Drs Prasta Wahyu Hidayat SH didampingi Kasatserse AKP Muh Suryo Saputro menyatakan, pihaknya tetap menahan Ahmad Saefudin Saniman (32).

Karyawan sebuah BUMN di Jakarta itu saat ini menjadi penyebab utama kecelakaan KA Argo Dwipangga dan menewaskan empat penumpang serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Dari pengakuan sementara tersangka di depan penyidik Satserse Polres, saat itu Ahmad Saefudin hanya meminjam mobil boks Isuzu Elf B-9089-ZY setinggi 2,6 m milik adik iparnya yang bernama Yanto. Mobil boks itu dipakai berlibur ke Yogyakarta bersama keluarga.

Kini banyak warga heran, kenapa Ahmad Saefudin tak melewati pertigaan Kutowinangun ke selatan, atau melewati jalan Selatan-selatan Jateng di pesisir yang relatif sepi. Padahal, ketinggian jembatan KA di Desa Sarwogadung itu hanya 2,4 m, meski tak ada portal.

Beberapa saksi dan tukang ojek di pertigaan Gentan Prembun mengaku sudah mengingatkan mobil boks saat berbelok ke selatan atau arah jembatan Sarwogadung. "Sopir sudah diingatkan mobil itu terlalu tinggi. Anehnya tetap berjalan," ucap wanita penjual makanan di pertigaan Gentan.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Kereta Api (Persero) Omar Berto mengatakan, akan menggugat pengemudi mobil boks, Ahmad Saefudin Saniman. "Perilaku indisipliner pengemudi yang mengakibatkan timbulnya kecelakaan tidak bisa dibiarkan. Apalagi menimbulkan korban nyawa, moril, dan materiil," tegasnya dalam siaran persnya, Rabu.

Di samping pengemudi, pemilik kendaraan pun termasuk pihak yang bisa dikenai delik tuntutan akibat kelalaian yang menimbulkan korban jiwa. Dasar gugatan yang diajukan PT. Kereta Api (Persero), lanjut Omar, berdasarkan UU No 13 Tahun 1992 Pasal 40.

Direksi PT. Kereta Api (Persero) menyampaikan belasungkawa dan duka-cita sedalam-dalamnya atas musibah itu. "Kami sudah berusaha optimal menyelenggarakan pelayanan angkutan yang aman, namun faktor eksternal menjadi penyebab musibah yang tidak kita inginkan."

Tidak Mabuk

Kapolwil Kedu Kombes Drs Bambang Tjahjono Sy MM mengatakan, Ahmad Saefudin Saniman (32) dalam keadaan sadar tidak terpengaruh alkohol saat menabrak viaduct atau jembatan. "Dia waktu itu tidak mabuk, bahkan sudah diperingatkan tukang ojek bahwa jembatannya tidak cukup dilewati truk boks. Tapi pengemudi tetap nekat dengan kecepatan cukup kencang, sehingga rel KA bergeser," ujarnya, Rabu.

Dia menjelaskan, dalam peristiwa itu sopir ditetapkan menjadi tersangka, dan saat ini ditahan di Mapolres Kebumen. "Istrinya juga ikut ditahan dengan alasan untuk keamanan dirinya. Kami menjaga keselamatannya, siapa tahu ada orang yang tidak senang."

Terhadap tersangka Ahmad Saefudin, polisi menyatakan, dia telah melanggar Pasal 359 KUHP. Yakni kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dunia. "Kemungkinan masih dituduh melanggar UU Kereta Api. UU itu masih kami pelajari," tuturnya.

Kesalahan lain yang dilakukan pengemudi, mobil boks tidak digunakan sebagaimana peruntukannya. "Mobil boks kan untuk mengangkut barang, bukan penumpang. Padahal, dari Jakarta di dalam boks diisi enam penumpang. Sedangkan di kabin hanya sopir dan istrinya."

Mengenai lokasi kejadian yang hingga sekarang baru bisa dilewati KA dengan kecepatan 5 kilometer per jam, Omar Berto menambahkan, secara bertahap akan diupayakan peningkatannya menjadi 10 kilometer per jam. Kemudian 20 kilometer per jam sampai dicapainya kecepatan normal pada lintasan tersebut, yaitu 60 kilometer per jam.

Meski sudah bisa dilewati, beberapa jalur kereta api masih dialihkan rute perjalanannya ke lintas utara, antara lain KA Bima jurusan Surabaya-Jakarta, KA Turangga jurusan Surabaya-Bandung, KA Argolawu jurusan Gambir-Solo, KA Taksaka jurusan Gambir-Yogyakarta, KA Jayabaya Selatan jurusan Pasar Senen-Surabaya, dan KA Senja Utama Solo.

Namun, meski sudah bisa dilalui, dampak anjloknya KA Argo Dwipangga sampai kemarin masih terasa. Kahumas PT. Kereta Api (Persero) Daops I, Zainal Abidin, mengatakan, beberapa jadwal keberangkatan dan kedatangan KA di Stasiun Gambir tetap masih terlambat antara 3 menit hingga 3 jam. KA yang terlambat berangkat, antara lain, KA Gajahyana, KA Cirebon Ekspres, dan KA Argo Lawu Lebaran.

"Akibat putusnya jalur selatan, KA harus memutar melalui jalur utara. Kondisi itu memengaruhi peredaran rangkaian. Sementara keberangkatan KA tergantung pada datangnya rangkaian," tutur Zainal[/spoiler]

link beritanya
http://www.suaramerdeka.com/harian/0212/12/nas7.htm



Ini Gung ada poto nya , nambahin ..
Kebetulan teman saya pas ada di KA ini ,
cerita nya lagi enak enak tidur , tiba tiba KA serasa melayang
dan gelap lah kondisi semua nya , hanya terdengar suara minta tolong
dan jerit tangis anak kecil , temen saya cuman bermodalkan cahaya
LCD Hp buat mencari pintu keluar...
Mudah mudahan kejadian serupa tidak akan terulang kembali.


[Image: dwipangga-2.jpg]





[Image: sm1hl11.jpg]


Sumber Photo : Suara Merdeka
Reply
#6
jd inget waktu itu lg arus balik lebaran. dan sya memang melihat lok beserta beberapa kereta terhempas ke sawah. sys lewat TKP pas H+3. jd kondisi rangkaian masih terlihat pada posisinya. miris memang melihatnya. sang loko terjun kesawah dan hanya terlihat 1/2nya saja yg terlihat sisanya ada dalam lumpur
TRAVEL WARNING TRAIN DANGEROUSLY exotic VEHICLE

[Image: 2euifjl.jpg]
Reply
#7
nomor lokonya kalo ngga salah CC20316 kan?
Reply
#8
(23-03-2010, 01:48 PM)argo sindoro Wrote: nomor lokonya kalo ngga salah CC20316 kan?

yups.........loko setia penarik KA Argo Dwipangga

[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply
#9
berapa korban jiwa tragedi tersebut?
Reply
#10
(23-03-2010, 04:40 PM)argo sindoro Wrote: berapa korban jiwa tragedi tersebut?

mohon dibaca qoute berita yg di posting Mas Agung...
Big Grin

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)