Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Celah untuk kereta api, di tengah maraknya persaingan dunia transportasi.
#1
Menanggapi postingan di sini atau sini, sudah jelas kalau daya saing perkereta apian terhadap moda transportasi lain menurun.

Hal ini dibuktikan dengan menurunnya layanan kereta api di koridor yang juga dilayani oleh moda transportasi pesaing. Contohnya adalah koridor Jakarta-Bandung (oleh jalan tol) dan Jakarta-Surabaya (oleh pesawat).

Satu hal yang sebenarnya masih bisa menjadi concern kita adalah....masyarakat awam itu mulai mempertanyakan:

Apa sebenarnya manfaat dan peran penting dari kereta api? Walaupun banyak railfans mengungkapkan argumennya, tapi banyak juga penyanggahnya yang menang.

Justifikasi yang "menjatuhkan" KA adalah:
1. Waktu.
2. Kenyamanan.
3. Keamanan.
4. Value for money.

Saya yakin anda sudah mendengar semua sanggahan tentang perihal itu, dan anda pasti langsung emosi dan dendam. Padahal itu kontraproduktif terhadap kemajuan KA kita.

Masalah-masalah yang dihadapi perkerta apian kita selama ini seharusnya membuat kita makin dewasa dalam menghadapi, serta mencari solusinya.

Apalagi kita ini makin lama makin tua, dan saya yakin suatu saat member semboyan35 suatu saat akan jadi Menhub atau Dirut PT KA.

Maka melalui thread ini saya berharap semoga para member mau berbagi tentang ide-ide apa yang seharusnya bisa dibuat agar daya saing kereta api kita terhadap moda transportasi lain menjadi lebih baik.

Kalau masukkan saya:
1. Kembalikan KA tidur. Celah yang bisa diambil KA tidur:
-lawan jalan tol:
di jalan tol anda tidur, anda berhenti. Selain itu kalau lewat jalan tol, tidur tak senyaman di atas KA. Apalagi pengalaman naik bus atau mobil, tidur tak senyaman naik KA.

-lawan pesawat:
pesawat lebih cepat, tapi sesampai di tujuan anda harus pesan kamar hotel atau penginapan (keluar biaya). Selain itu di pesawat anda tak bisa bawa banyak bagasi. Belum lagi di pesawat cenderung lebih bising ketimbang KA (karena suara mesin).

-lawan kapal:
lebih cepat.

-lawan KA duduk:
anda lebih senang tidur dengan posisi rebah seperti di rumah, atau duduk seperti sekarang?

2. Semua gerbong EXA KA siang hari dikasih colokan.
Agar semua orang bisa mencari hiburan sendiri saat perjalanan. Apalagi kalau siang hari, kita bisa lebih mengawasi laptop kita.

Dan masih banyak lagi ide-ide yang agak analitis yang bisa kita sampaikan.

Hayo kawan-kawan apakah anda-anda punya ide-ide segar dan logis untuk memajukkan perkereta apian kita?
Reply
#2
Setelah membaca trit ini agak terangsang juga segala yang ada dalam pikiran ini, heran juga antara Pemerintah dan Dirjen KA apakah tidak mungkin sudah mempunyai suatu master plane yang besar yang meliputi :
1.Perencanaan operasional
2.Pengendali operasioanal
3.Pengarah operasional
4.Problem solver
5.Penanggung jawab operasional
dari situ sebetulnya sudah jelas mau di bawa kemana haluan perkereta apian Indonesia dan itu sudah merupakan suatu management yang tangguh harusnya.
Kemudian ke bawah lagi untuk SDM seharusnya dan mungkin tahu suatu profesionalisme anggota juga sudah terencana meliputi :
1.Motor pelaksana
2.Pembina kerjasama
3.Komunikator
4.Pelatih kelompok/team kerja lapangan.
Kalu seorang pemimpin mempunyai Pressure yang tinggi dan People yang tinggi saya yakin kereta api akan maju.
Dengan kriteria di atas harusnya dipilah-pilah dalam mengoperasikan jenis kereta api untuk dinas jarak jauh, menengah dan pendek. kalau hal ini sudah di bikin suatu rumusan maka design kereta/gerbong juga harus di
sesuaikan, karena ini bentuk pelayanan yang berdampak psikologis untuk user.
misal :
- Kereta jarak jauh di bikin ada tempat tidur supaya penumpang pulang kerja mau ke kampung bisa istirahat atau sebaliknya.
- Kecepatan jarak tempuh...on time.
- Prasarana rel/jalur yang safety termasuk DT untuk jalur utama.
- Harga bersaing dengan moda yang lain kalah cepat dengan pesawat tidak apa yang penting pelayanan dan kenyamanan.
Dari situ masyarakat akan menilai sendiri.
Tapi tergantung niat dan kepentingan politik yang menentukan.
Nuwun..salam sepor.
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#3
jika KA ingin survive harus dibarengi juga dengan kebijakan pemerintah yang melindungi angkutan dgn KA

Reply
#4
(16-04-2010, 08:19 AM)eling Wrote: [spoiler= ]
jika KA ingin survive harus dibarengi juga dengan kebijakan pemerintah yang melindungi angkutan dgn KA
[/spoiler]
Mohon maaf suhu, bukannya mau ngelawan !!!! Pisss ahhh...

Diera globalisasi & reformasi, sudah tdk zamannya lagi pemerintah melindungi suatu badan usaha, yang ada adalah memberikan peluang usaha seluas luasnya kepada semua pihak dan bersaing secara sehat

Numpang OOT dikiiiiiit ajah:
Dulu, waktu PERTAMINA menjadi single fighter dinegeri ini, kualitas & pelayanannya ala kadarnya. Krn mereka (PERTAMINA) berpikir untuk apa kasih service, lha wong masyarakat yang butuh PERTAMAINA !!!

Tapi setelah masuknya beberapa pesaing, mulailah PERTAMINA berbenah diri hingga seperti saat ini.

Aneh juga, disebagian besar negara lain, KA adalah alat transportasi utama.

Kembali ke TS :
1. Ada baiknya, wacana yang pernah digulirkan untuk mengajak peran swasta di hidupkan kembali
2. Coba cari terobosan baru. Jika perlu, kasih masuk orang swasta (diluar lingkungan PT. KAI) untuk bekerja di jajaran PT. KAI. Tentunya bukan si Dirut P*N !!!!. Mungkin dengan orang yang baru, pemikiran yang baru/segar, bisa membuat perubahan yang berarti.
3. Jangan gagap teknologi. Sebagai contoh, khusus untuk penumpang exekutif kasih lah fasilitas yang memadai, misal
- Saat menunggu di stasiun, buat Lounge khusus (seperti bandara gituh)
- Buat fasilitas di dalam KA : Wifi, Colokan listrik,

Itu masukan ane. Peace sekali lagi ............
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
Reply
#5
Dulu keluarga kalau mudik ke kutoarjo pakai Kereta sawunggalih dari pasar senen. Kereta emang cepet, cuma butuh waktu 9 jam.

sekarang pakai bus Sumber Alam tujuan jogja. Kenapa? karena tempat tinggal di Cilincing, Bus Sumber alam punya pangkalan di Jl Raya cilincing, Pondok Ungu Bekasi, mungkin depok dan bogor juga ada.
Kalau ke stasiun Senen sore-sore pasti males banget, harus pakai taksi minimal 50-70ribu dan macetnya itu lho. Kalau naik bus cukup becak aja, atau naik motor.
Sodara yang lain di cimanggis dan bekasi juga akhirnya lebih memilih naik bus. waktu tempuh sekitar 12 jam atau lebih, apalagi jalan sering rusak.
Tapi bus lebih santai, dia berhenti 2x, bisa shalat dan makan dan toilet tentunya.

Nah bisa nggak PT KA membuat stasiun yang lebih mudah dijangkau, misalnya sekitar cakung gitu.
Reply
#6
Kalau kita cermati beberapa KA yg dilikuidasi
1. KA Jayabaya Selatan
2. KA Priangan Ekspres
3. KA Madiun Ekspres
4. KA Malang Ekspres
5. KA Cantik Ekspres
6. KA Merak Jaya
7. KA Argobromo
8. KA GBM Utara
9. KA Cisadane
10. KA Tirtonadi
11. KA Galuh
12. KA Tawang Mas
13. KA Kamandanu
Jika dilihat data diatas , lebuh banyak KA komersial yg dihapus dari pada kelas ekonomi. untuk sementara bisa diambil kesimpulan , bahwa KA Ekonomi lebih " Banyak " dibutuhkan penumpang. Kemudian lebih dalam kita lihat lagi . KA Tawang Mas dihapus sebenarnya adalah yntuk mensukseskan KA Fajar Utama SMT biar ngga jadi Kompetitor. KA Galuh Banjar - Jakarta dihapus karena memang koridor tsb merupakan jalur " Kurus " dan sudah dapat diantisipasi oleh KA Serayu Pagi.
Menurut saya lebih baik meningkatkan mutu KA yang ada dari pada meluncurkan pruduk baru tapi belum jelas pangsa pasarnya. misalnya saja
1. Menjalankan KA Kertajaya Tambahan saat Week End , bahkan dengan tarip berbeda sedikit lebih mahal , ngga jadi masalah asal ada jaminan tempat duduk m apalagi kalau ada tambahan pinjam pakai bantal atau apalah namanya, KA Kertajaya ini cukup menjajikan okupansinya dan saat berjalan Fakultatip bisa menjadikan ajang promosi . K3 Plus .
1. Tempat duduk terjamin. 2 Fasilitas Urinoir bersih . 3 Pakai K3 Nutrisari. 4 Jok pakai sarung penutup. 5. Kipas angin OK. 6 Ada pengawal Keamanan.
dll.
Meningkatkan pelayanan KA Matarmaja , Brantas , Kutojaya dll . hampir miip dengan yg diatas juga merupakan sebuah inovasi positip.
Meningkatkan pelayanan dengan cara memperpanjang trayek seperti
1. Menjalankan KA Matarmaja berangkat dari Tanjung-Priok
2, Menjalankan KA Progo dan Tawang Jaya dari Tanjung Priok
3. Menjalankan KA Sawunggalih Utama juga dari Tanjung Priok
4. Menetapkan Stasiun Bekasi sebagai Tempat singgah , turun penumpang beberapa KA yg masih berjalan langsung.

Kemudian inovasi lainnya yg tak kalh pentingnya adalah melakukan peninjauan kembali terhadap tarip yang sudah ditetapkan , contoh :
Saat Tarip KA Parahiyangan diturunkan menjadi Rp 20,000,- hasilnya okupansi penumpangpun meningkat dari 30 % menjadi 70 %. ini adlah bukti nyata yg tidak dapat dipungkiri . Tarip KA terbukti lebih mahal dari tarip Bus AKAP dengan kelas yang sama.
Kalau kita mau , Kita Pasti Bisa , Belum ada kata terlambat untuk berbenah diri.
Reply
#7
secara teori, kereta lebih efisien bahan bakar dengan perhitungan dari kapasitas angkut dibanding moda lain, tapi kok bus bisa lebih murah ya?Bethe
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply
#8
yang saya maksud disini bukan hanya PT KA (Persero) yg notebene platmerah, tapi jika ada perushaan KA swasta ingin berinvestasi juga harus dilindungi dengan undang-undang, misalnya seperti ini untuk angkutan jarak jauh & yang diangkut melebihi batas tonase jalan, maka harus dikirim dengan KA....

kalaupun pemerintah melindungi PT KA (Persero) itu sah-sah saja krn statusnya BUMN
Big Grin

Reply
#9
Maaf kalo ni sedikit OOT...

Ya, sebenernya keterlibatan pihak swasta sangat dibutuhkan di sini, biarlah PT. KAI memiliki kompetitor sehingga terjadi persaingan usaha yang akan menguntungkan konsumen pada akhirnya.
Kita lihat Jepang sebagai perbandingan. Secara geografis, negara ini sebenarnya lebih ekstrim dari Indonesia dimana negara ini penuh dengan pegunungan dan perbukitan. namun, KESADARAN pemerintahnya akan betapa pentingnya perkeretaapian membuat mereka rela bersusah payah membangun jaringan kereta api yang penting. Selain itu, warga Jepang pun ternyata lebih suka naik kereta api.
Sebagai contoh, ane dapet dari forum tetangga, beberapa fakta tentang kereta api Jepang:
1. Toleransi keterlambatan dalam hitungan detik--hal ini membuat kereta api menjadi moda transportasi yang dipercaya, terutama oleh para pengusaha yang mementingkan ketepatan waktu.
2. Adanya jalur terpisah antara KA cepat dengan KA lokal, sehingga jalur akan lebih aman dan jarang traffic.
3. Sistem komputerisasi yang terpadu--mengurangi human error

Menurut ane, sudah seharusnya pemerintah dalam hal ini PT. KAI menyadari pentingnya hal2 di atas. Kalau KA bisa menjadi angkutan yang on time dan terjangkau, ane rasa para pengusaha tidak akn bertangguh untuk menggunakan KA sebagai pengangkut bahan baku atau barang produksi perusahaan mereka.
Ane punya mimpi, Indonesia punya jalur KA terpadu khusus KA sekelas Shinkansen dengan jalur di atas (tanpa pernah bersilang dengan KA lokal) lurus (tanpa harus berbelok menghindari gunung dan bukit) antara Jakarta-Semarang-Surabaya, Bandung-Yogyakarta-Solo, Jakarta-Yogyakarta. Nangis
Perlu diingat, salah satu faktor yang membuat Jepang menjadi negara maju adalah kelancaran dalam arus barang dan jasa, dan, faktanya KA berperan penting dalam hal ini. ORANG JEPANG LEBIH SUKA NAIK KA DARIPADA NAIK PESAWAT!!!!Terharu
Jayalah Kereta Api Indonesia!Indonesia
[img]
[Image: cc10125rnew.jpg]
Uploaded with ImageShack.us[/img]
Reply
#10
Keluarga saya mau ke Jogja dari Tangerang, kalo naik kereta api harus naik angkot ke Kalideres dilanjutkan naik Trans Jakarta ke Gambir. Kalo naik krl, dari rumah naik angkot ke stasiun Tangerang naik krl kr JAKK dilanjutkan naik krl ekspress ke gambir, soale krl ekonomi gak berenti di GMR.
Coba kalo ada kereta AKAP dari Stasiun Tangerang, besar kemungkinan naik kereta api Ke Jagya.

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)