10-06-2010, 12:19 PM
Quote:useum Kereta Ambarawa, Tut-tut-tut Meluncur ke Daftar UNESCOmakin bangga aja nih jadi railfans jika museum kereta api ambarawa masuk daftar unesco.menurut saya ini tidak berlebihan sebab kereta uap tertua yang masih aktif termasuk langka di dunia.tapi apakah ini menjadi seperti warisan budaya dunia nantinya dan apa aja sih keuntungannya bagi indonesia pada umumnya dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pada khususnya ???
Jakarta | Thu 10 Jun 2010
by : Vega Aulia Pradipta
Museum Kereta Api Ambarawa tengah bersiap masuk predikat museum bersejarah dalam daftar UNESCO. Meski syarat untuk masuk daftar cukup berat, namun PT Kereta Api (Persero) selaku pengelola museum optimistis itu bisa tercapai.
"Kita harus berbenah dulu. Pertama kriteria museumnya aja dulu, kita perlu membenahi itu. Kita juga perlu berdayakan masyarakat lokal dan kerja sama dengan Pemda juga. Syukur-syukur Ambarawa bisa masuk UNESCO," kata Wakil Presiden Eksekutif (EVP) Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan PT Kereta Api (Persero), Ella Ubaidi ketika ditemui usai meluncurkan website heritage PT KA di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (9/6).
Ella mengatakan, saat ini Museum Ambarawa masih sangat besar potensinya untuk menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia. Pihaknya ingin lebih menggenjot wisatawan lokal, di samping wisatawan asing. "Kita sudah bikin kajian. Kita mengincar 35 juta potensial wisatawan di Pulau Jawa," katanya.
Ella berharap Museum Ambarawa nantinya dapat membuka pusat pameran layaknya Jakarta Convention Center. Revitalisasi bangunan termasuk museum, lanjut dia, diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung yang nantinya dapat meningkatkan jumlah pendapatan PT KA di luar bisnis inti.
"Saat ini Lawang Sewu setiap minggu bisa meraih pendapatan Rp30 juta dari pengunjung. Untuk Ambarawa dapat pendapatan Rp180 juta per minggu," katanya.
Keunikan Museum Ambarawa yaitu meski berusia ratusan tahun museum ini dilengkapi wisata kereta uap yang masih aktif melayani pengunjung. Jalur wisata ini dapat dinikmati melalui jalur wisata Ambarawa-Jambu-Bedono, dengan puncak ketinggian di stasiun Bedono, yakni lebih dari 711 meter di atas permukaan laut.
Ella berkata, dengan anggaran Rp300 juta per tahun untuk pemeliharaan tiga kereta uap yang beroperasi, PT KA berharap pemasukan bisa meningkat 10 kali lipat.
"Masuk museumnya tiketnya antara Rp2000-Rp5000, untuk naik kereta uapnya Rp3,5-Rp5 juta. Tapi kita mau review lagi, sehingga target per orang itu tiketnya Rp25.000 aja. Sisanya nanti di-cover pendapatan lain-lain seperti kios makanan dan sebagainya," kata Ella.
Dalam perjalanan kereta api, para wisatawan akan dibawa untuk menikmati indahnya panorama Gunung Telomoyo dengan Gunung Merbabu yang menjulang tinggi di belakangnya.
Stasiun Ambarawa yang dahulu bernama Willem I kemudian berubah fungsi pada tanggal 21 April 1978 menjadi Museum Kereta Api Ambarawa. Museum ini diresmikan oleh Menteri Perhubungan kala itu Roesmin Noerjadin.
Di museum ini tersimpan beberapa lokomotif uap tua, kereta kayu, mesin hitung, mesin ketik, pesawat telepon, telegraf Morse, bel dan sinyal serta perangkat meja kursi di ruang administrasi era masa lalu.
Untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat kepada kereta tua, PT Kereta Api baru saja meluncurkan situs www.indonesianheritagerailway.com, yang menyajikan informasi tentang koleksi artefak-artefak bersejarah kereta api di Indonesia.
Situs dengan motto "Lestarikan Kereta Api" tersebut sudah dipersiapkan sejak tiga bulan lalu dan secara teknis didesain dengan prinsip kemudahan untuk diakses dan menarik pengunjung. "Situs ini dibangun oleh komunitas pencinta kereta api. Ini milik kita semua," kata Ella.
Dalam tampilan situs, di sebelah kiri layar ada menu yang berinformasikan tentang unit organisasi pusat pelestarian benda dan bangunan PTKA, program-program kegiatan, berita-berita terkait pelestarian kereta api serta komunitas pelestarian kereta api.
Sedangkan di sebelah kanan ada menu tentang benda dan bangunan kereta api seperti stasiun, bangunan, konstruksi, jalan rel, persinyalan, telekomunikasi, sarana, museum, gallery dan arsip tua.
"Indonesia memiliki 600 bangunan stasiun sebelum tahun 1939. Benda-benda seperti kereta dan lokomotif ada 146 unit yang tersebar dari Sumatera Utara dan Jember. Kita juga memiliki tiga lokasi museum kereta api, yang terbesar di Ambarawa," kata Ella.

salut salut dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) heritage jika proposal ini gol
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/






nanti kalo ambarawa jadi masuk UNESCO,PT.Kereta Api makin lebih semngat lagi untuk menghidupkan rel mati lainnya yg ada di seluruh indonesia. nantinya jadi ada kerjaan tuhh buat para railfans buat nyuci semua loko uap di ambarawa.

