Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kenapa Gak Naik KA Sampai Stasiun Akhir?
#1
Di sini kita berasumsi bukan sebagai railfans yang bisa aja naik dari KA yang satu ke KA lainnya sambung - menyambung secara estafet. Kalau perlu mungkin naik di lok bersama masinis. Tapi kita berasumsi sebagai orang umum biasa yang punya kegiatan masing - masing.

Kenapa yah banyak atau sedikit yang naik KA gak sampai stasiun akhir? Kalau aku sih jelas karena naik KRL ke arah Bogor itu tempat mengenakkan yah stasiun UI yang ada sajian kuliner. Selain itu juga stasiun Depok Baru deket sama Carrefour. Kalau stasiun Bogor agak monoton tongkrongannya kurang mengasyikkan. Pernah naik KA Argo Dwipangga turun di Tugu, lanjut naik Prameks KRD-E. Memang sengaja aku lakukan karena pengen ngerasain naik Prameks yg ketika duduk dapet hempasan anginnya di jendela. Kalau rencana ke Solo lagi akan aku lakukan yang kayak gini ini.

Kalau teman2 sendiri kenapa demikian? Trus tidak yang teman2 alamin sendiri, tapi orang2 awam yang kalian tahu, naik KA apa aja sih yg rutenya ke tujuan akhir tsb tapi gak sampai tujuan akhir. Berlaku juga buat KRD jika emang ada dan di Sumatera juga yah...

Reply
#2
kalo ane sih naiknya slalu sampe akhir, butuhnya semarang-jakarta naiknya kamandanu apa senja utama
by the way saya Pertamax
Apakah Besok Masih Bisa Lihat KA?
Reply
#3
(18-07-2010, 09:41 AM)rel_bengkok Wrote: kalo ane sih naiknya slalu sampe akhir, butuhnya semarang-jakarta naiknya kamandanu apa senja utama
by the way saya Pertamax

KA Kamandanu sudah tidak beroperasi lagi.....Bethe
tergantung tujuannya mas ke Jakarta...... mau turun dimana mas.....?
PasarSenen = Senja Utama SM / Fajar Utama SM (K2)
Gambir = Argo Sindoro, Argo Muria (K1 Argo)
Jatinegara = Tawang Jaya, Matarmaja, Brantas, ( K3) dl...
Bye Bye
yang K3 berangkat dari SMC
yang K2 & K1 berangkat dari SMT
...............
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#4
mahall Ngakak
Make yourself usefull to other.
Reply
#5
ane memang pernah naik KA gk sampai tujuan akhir, karena memang tujuannya di situ atau karena stasiun tersebut paling dekat dngan tujuannya,,seperti waktu naik muttim turunnya di stasiun kalistail coz tujuannya genteng (kota kecamatan di kabupaten banyuwangi), naik sancaka turunnya di madiun coz mau ke ponorogo, dsb
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#6
Betul, saya juga alasannya sama dengan Mas Adolph...

Tapi mungkin kalo ditanya soal lintas yg dilalui banyak kereta, jawaban saya ya karena saya ingin mencoba kereta tersebut. Seperti contoh, dari Padalarang ke Cicalengka ada dua alternatif di sore hari: KA Ekonomi PDL-CCL dan KA Lokal PWK-CB. Tarifnya beda 500, tapi singkat cerita saya pilih naik KA Lokal Cibatu karena dua hal: penasaran dan pengen koleksi tiketnya.

Tetapi di kali lainnya, saya harus naik sebuah kereta tidak sampai tujuan akhir karena ingin menyambung ke kereta yg lain. Contohnya ketika masih pada Gapeka lama, saya ingin naik kereta dari Bandung ke Cianjur. Kereta yang berangkat sekitar pukul 07:30 dari BD hanyalah si Mandra tadi. Agar terkejar, saya pun hanya punya pilihan untuk naik kereta seharga 2000 ini. Memang lebih mahal 1000 daripada naik Ekonomi, tetapi jika saya tunggu Ekonomi berikutnya dia baru berangkat 08:30 dari Bandung, sedang "Argo Peuyeum" sudah berangkat dari Padalarang 10 menit setelahnya...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#7
Sekalinya naek dari Sta Awal ke Stasiun akhir cuma pas naek Sancaka aja...Ngakak

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#8
apakah naik KA harus sampai stasiun akhir? nggak mesti kan, tergantung tujuannya.
Blog|Flickr|FB

[Image: P22Y3t]
Argo Unyu
Reply
#9
Oh aku ngerti maksud si TS,misal gini kayak aku mau ke GMR naek taksaka dari Yk, eh aku malah turun di CN, dan terus naek Argo jati buat ke GMR, gitulah kira2 maksud si TS.
jadi bukan karena tujuannya tapi memang ingin merasakan kereta yang lain dan tentu tambah biaya.Ngakak

baru ngeh sekarang....

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#10
(28-12-2011, 10:46 AM)Joe_cn Wrote: Oh aku ngerti maksud si TS,misal gini kayak aku mau ke GMR naek taksaka dari Yk, eh aku malah turun di CN, dan terus naek Argo jati buat ke GMR, gitulah kira2 maksud si TS.
jadi bukan karena tujuannya tapi memang ingin merasakan kereta yang lain dan tentu tambah biaya.Ngakak

baru ngeh sekarang....

Ditambah lagi, sekarang gara2 kebijakan jauh-dekat bayarnya sama walaupun gak sampe stasiun akhir (kecuali K3 yg dibedakan 2 tarif tergantung KMnya), nah ini yg membuat kita berpikir "kenapa kita gak naik KA dari stasiun awal ke stasiun akhir, kan sekarang jauh-dekat bayarnya tetep sama, lagian kalo tujuannya di tengah2/berangkatnya dari tengah2, bayarnya sama kayak dari awal ke akhir" Sebelumnya, saya pernah ke MN naik Sancaka pagi dari SGU, turun MN, K2 cuman kena 50000an, trus naik Sri Tanjung MN-SGU cuman kena 20000an (lupa pastinya berapa, soalnya tiketnya udah kebuang, gak tau siapa yg buang Sedih), tapi dg kebijakan sekarang, saya lebih memilih naik dari awal ke akhir, soalnya kalo tengah2 rugi, kan bayarnya sama, kecuali kalo emang butuh & mendesak, baru naik dari tengah/tujuannya hanya sampai tengah perjalanan. CMIIW Xie Xie
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)