30-07-2010, 01:33 PM
Kecelakaan kembali terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Truk bermuatan batu belah untuk proyek double track PT Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)), ditabrak kereta barang CC 201143 di perlintasan Galih, Desa Galih, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, kemarin siang.
Meskipun terjadi benturan hebat, hingga bagian depan truk bernopol G 1365 HB rusak berat, namun sopir truk, Wahyudi (52), warga Desa Pasekaran, Batang, selamat. Wahyudi hanya syok akibat kecelakaan itu.
Kecelakaan itu sendiri masih ditangani Satuan Lalu-lintas Polresta Pekalongan. Sementara, proses evakuasi bangkai truk dari tepi rel, dengan mobil derek menarik perhatian warga sekitar.
Wahyudi, yang ditemui di lokasi kejadian, menuturkan, dia mengangkut batu belah untuk proyek PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dari Desa Krompeng, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan ke lokasi proyek jalur rel ganda di Desa Galih. Saat melintasi perlintasan kereta api di Desa Galih dari arah utara, tiba-tiba meluncur kencang kereta barang dari arah timur.
’’Saya hanya bisa pasrah, sebab sebelumnya tak melihat ada kereta yang akan lewat, dan tidak ada warga yang memberi tahu saya. Begitu ditabrak, Alhamdulillah truk tidak terseret kereta, namun justru mundur ke luar dari rel karena lokasi kejadian memang menanjak,’’ tutur dia.
Slamet (35), warga sekitar, mengatakan, lokasi perlintasan tanpa palang pintu di sepanjang Desa Galih, kerap menelan korban, akibat kecelakaan dengan kereta api. Oleh karena itu, warga berharap, pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas.
’’Perlintasan ini sudah kerap terjadi kecelakaan, karena tidak ada palang pintu. Bagi yang melintas memang harus hati-hati dengan tengok kanan kiri sebelum melalui rel kereta
Meskipun terjadi benturan hebat, hingga bagian depan truk bernopol G 1365 HB rusak berat, namun sopir truk, Wahyudi (52), warga Desa Pasekaran, Batang, selamat. Wahyudi hanya syok akibat kecelakaan itu.
Kecelakaan itu sendiri masih ditangani Satuan Lalu-lintas Polresta Pekalongan. Sementara, proses evakuasi bangkai truk dari tepi rel, dengan mobil derek menarik perhatian warga sekitar.
Wahyudi, yang ditemui di lokasi kejadian, menuturkan, dia mengangkut batu belah untuk proyek PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dari Desa Krompeng, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan ke lokasi proyek jalur rel ganda di Desa Galih. Saat melintasi perlintasan kereta api di Desa Galih dari arah utara, tiba-tiba meluncur kencang kereta barang dari arah timur.
’’Saya hanya bisa pasrah, sebab sebelumnya tak melihat ada kereta yang akan lewat, dan tidak ada warga yang memberi tahu saya. Begitu ditabrak, Alhamdulillah truk tidak terseret kereta, namun justru mundur ke luar dari rel karena lokasi kejadian memang menanjak,’’ tutur dia.
Slamet (35), warga sekitar, mengatakan, lokasi perlintasan tanpa palang pintu di sepanjang Desa Galih, kerap menelan korban, akibat kecelakaan dengan kereta api. Oleh karena itu, warga berharap, pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas.
’’Perlintasan ini sudah kerap terjadi kecelakaan, karena tidak ada palang pintu. Bagi yang melintas memang harus hati-hati dengan tengok kanan kiri sebelum melalui rel kereta



![[Image: new2copy.jpg]](https://img254.imageshack.us/img254/7018/new2copy.jpg)

![[Image: 418089_2580690805272_1494496598_32011478...2663_n.jpg]](http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/418089_2580690805272_1494496598_32011478_1302882663_n.jpg)
